نخستین 182 خط.
Bagaikan sebuah permata.
Kemegahan meredup sebelum gemerlapanmu.
Jika kau memotong pembicaraanku lagi,
akan kurobek lidahmu ini.
Maaf, Permaisuri.
Apa kita akan mendarat, Laksamana?
Ya, Jenderal Hannibal.
Charles, ayo pergi
ke Bintang Timur biru
yang sangat hijau dan berlimpah air.
Aku sudah tak sabar.
Semua unit Mesin Perang Raksasa,
aktifkan mode otomatis pilot.
Semua kapal telah mencapai stratosfer.
Garis mistis stabil.
Sesuaikan keseimbangan kapal.
Apa si kembar Cerberus akan mengubah Bintang Timur menjadi neraka?
aku akan menerjang semua hal yang menghalangiku
breakthrough donna ruuru no dondake itsumo kore de miseru kitto
ZainuddinAri MEMPERSEMBAHKAN
aku bertemu denganmu di dalam labirin waktu
futo ni hiroin mei no de deatta
jika kita memang ditakdirkan untuk bersama
unmei no futari nara
maka walau harus menentang sang dewa sekalipun
tatoe kami ni sugu itte mo
aku ingin hidup bersamamu
tomo ni ikitai
api yang membara
rekka made kanshokushite
dan menyala-nyala tak terkendali
kyogen made tobashiteku
menghidupkan seluruh potensi yang terkubur di dalam diriku
itazura kangoku no Deshijon
keberanianku yang membara, dan ikatan yang saling memanggil di antara kita
arekuruu ni yuuki yobiau kizuna
akan menggelegar bagai petir menuju ke masa depan
tokoro de mirai e no ikazuchi
cepat hancurkanlah segelnya
isoide fuuin tsukiyabure
segel dari seluruh makhluk suci di dunia ini
shinsei na sonzai no subete wo
terjanglah
breakthough
lebih kuat lagi
motto tsuyoku
lebih tinggi lagi
motto takaku
berlarilah melintasi zaman ini
kakenukero jidai wo
perasaan yang meluap-luap ini akan berubah menjadi api yang membara
afuredashita kanjou wa honnou ni naru
aku tak akan berpisah darimu
fools, donna toki mo hanarenai
aku akan melindungimu dengan mempertaruhkan nyawaku
inochi kakete mamoru
karena kaulah satu-satunya cahaya harapan dalam kegelapan ini
yami no naka ni datta hito hikaru kibou sa
EPISODE
PERMAISURI
Perubahan di Bintang Barat meningkat.
Inovasi teknologi
melahirkan senjata yang dikenal sebagai Mesin Perang Raksaksa dalam jumlah besar,
dan Raja Arthur menjadi penakluknya.
Sang penemu, Leonardo Da Vinci, pergi ke Bintang Timur bersama Jeanne d'Arc,
gadis yang bisa melihat ramalan, bertujuan mencari kebenaran
di balik garis mistis dan kuanta,
serta mencari Raja Penyelamat.
Karena keseimbangan garis mistis di Timur dan Barat runtuh,
perang terus meningkat.
Lantai granit dingin.
Namun keras.
Sepertinya enak berbaring di sini.
Oh, ya juga.
Sudah, sudah. Kita bukan kucing.
Ah, Ichihime.
Wajahmu janganlah terlihat sedih.
Apa yang harus kulakukan agar kau tersenyum?
Oh, ya.
Aku punya sesuatu.
Tak boleh!
Tak ada seorang pun yang boleh ke kamar Nona Ichihime!
Ayolah, kami hanya ingin mengintip.
Kalian masih anak-anak, apa yang ingin kalian lihat?
Tak sopan.
Kami pengawal Nona Ichihime.
Apa pun caranya, kami takkan membiarkan kalian lewat.
Nel, mereka ini lucu, ya.
Ya, Bianchi.
Hilang?
Loh?
A-Apa ini?
Kok, wajahmu...
Kenapa?
Kenapa?
Aku kenapa?
Mengapa ini...
Apa ini?
Ini teh dan manisan dari Bintang Barat.
Manisan? Makanan sehitam ini?
Ini Torta tenerina.
Ini cokelat.
Cokelat.
Bubuk putih salju itu apa?
Ini gula halus.
Silakan dicicipi.
Wah, aroma manis yang misterius.
Wah!
Rasanya sedikit pahit, namun manis.
Ini pertama kalinya aku mencicipi makanan ini.
Rasanya enak.
Syukurlah.
Aku cukup percaya diri membuatkannya.
Apa?
Jadi yang membuatkan makanan ini Tuan Caesar?
Mengapa, aneh?
Aku sedikit terkejut.
Soalnya, prajurit Bintang Timur tak membuat manisan.
Bintang Barat juga sama.
Apa?
Akhirnya kau tersenyum.
Kau lebih cantik ketika tersenyum.
Jangan seentengnya mengatakan "cantik" di hadapan seseorang.
Memangnya mengapa?
Apa yang salah mengatakan "cantik" jika orangnya cantik?
Na-Namun...
Salju?
Mengapa turun salju di musim ini?
Itu...
Sepertinya akan terjadi hal yang menarik.
Indahnya.
Salju! Salju!
Jadi di Owari, turun salju di musim panas!
Loh? Kok aneh, ya.
Sandal ini hangat.
Hei!
Apa yang kaulakukan?
Aku menghangatkannya di dadaku untuk Tuan Nobu!
Di dadamu?
Menjijikkan, Hideyoshi.
Kau menyebutku "menjijikan", padahal aku berniat baik terhadap Tuanku?
Kau membuatku merinding.
Kalian masih belum akur, ya.
Tuan Nobu.
Mitsu, salju ini, langit ini...
Aku mencium bau perang.
Perang?
A-A-A-Apa ini?
Kartu itu adalah Permaisuri,
seorang kaisar perempuan.
Oh?
Kelihatannya kartu ini dapat mengetahui darah bangsawanku.
Di salju yang curah ini
aku ingin menunjukkan sesuatu pada kalian.
Apa yang kaulakukan?
Aku mengompresi udara.
Lalu ketika dilepaskan sekaligus...
Membeku?
Dingin!
Apa ini?
Proses adiabatik!
Ada semacam trik di balik salju di pertengahan musim panas ini.
Permaisuri, sekaranglah saatnya.
Ya.
Apa itu?
Mesin Perang Raksasa Bintang Barat?
Itu Carolus Magnus,
milik Jenderal Charlemagne, pengguna Regalia Angin.
Dan Carthago Nova,
milik Jenderal Hannibal, pengguna Regalia Air.
Begitu rupanya.
Jadi, awan tadi ulah dari Hannibal dan Charlemagne.
Ini karena Caesar melakukan hal-hal yang tak keruan.
Mungkin mereka akan mendahuluimu.
Apa yang telah kalian lakukan?
Apa, ya? Sepertinya sesuatu yang tak perlu kautahu.
Atau sesuatu yang tak boleh diketahui oleh orang lain.
Jadi itu istana Bintang Timur.
Aku tak sabar
melihat sambutan orang biadab Bintang Timur.
Hannibal dan Charlemagne?
Hah! Nama yang rumit tak menjamin kehebatan.
No comments yet. Be the first to leave one.