نخستین 200 خط.
Sell Your Haunted House Episode 6
Siapkan kalungmu.
Seberapa dekat dia?
Lepas sekarang.
Oh In Beom.
Pakai lagi kalungmu.
Baik.
Hong Sajang-nim.
Area Terlarang
Bak Mandi Wanita, Bak Mandi Pria
Hong Sajang-nim...
Kau di sana?
Hong Sajang-nim!
Sauna Cheonha
Hong Sajang-nim!!
Bangun!
BANGUN!!!
HONG JIA!!!
Hong Jia!!
Kau baik-baik saja?
Tidak apa-apa?
Sekarang sudah baik-baik saja.
Kau akan segera merasa hangat.
Episode 6
Apa yang tadi terjadi denganmu?
Ingatan roh gentayangan itu muncul di kepalaku,
jadi ku pikir semuanya berakhir seperti biasanya.
Itu kesalahanku.
Sebelumnya aku tidak berkunjung dulu, jadi aku tidak tahu ada roh yang lain.
Roh gentayangan itu menyihirku.
Menyihir?
Seperti yang orang bilang bahwa mereka merasa disihir oleh hantu?
Betul.
Saat roh gentayangan itu merasuki tubuhku,
aku jatuh ke keadaan tak sadarkan diri yang bertentangan dengan keinginanku.
Jadi ini sangat berbahaya.
Hal itu tidak akan terjadi lagi. Jangan khawatir.
Apa kau pernah ingin lakukan hal lain, selain ini?
Ibu, hari ini aku tersihir.
Kupikir hanya ada satu roh gentayangan,
tapi saat sampai di sana, ternyata ada dua.
Aku tahu.
Itu karena aku tidak berkunjung dulu sebelumnya.
Mulai sekarang, akan ku pastikan untuk berkunjung dulu sebelum melakukan pengusiran.
Puas?
Jangan terlalu dipikirkan.
Yang penting aku bisa pulang dan baik-baik saja.
Ibu sudah lihat dia kan, si penipu itu.
Aku tidak tahu kenapa,
tapi anehnya, suhu tubuhku tidak turun saat bersamanya.
Jadi sekarang pekerjaan ini tidak terlalu berbahaya.
Tolong aku.
Ibu, jadi begini...
Sudahlah.
Pulang kerja emang paling enak minum bir.
Satu jjajangmyeon porsi double, satu japchae plus nasi,
dan tangsuyuk porsi sedang.
Bagaimana denganmu?
Aku pesan jjamppong seafood.
Jjamppong seafood. Baik.
Kau tidak nafsu makan? Hanya pesan itu saja?
Aku merasa tidak enak badan setelah disihir tadi malam.
Kau tersihir? Kok bisa?
Roh gentayangan mahasiswa itu tidak terlihat begitu ganas.
Ada roh gentayangan lainnya.
Oh my gaasshh!!
Inilah pentingnya kenapa kau harus berkunjung lebih dulu ke TKP.
Kau pasti kembali ke malam itu. Kau baik-baik saja?
Kali ini agak berbeda.
Begitu aku tersihir,
aku kembali ke malam yang sama dari 20 tahun yang lalu,
tapi kali ini, ada seorang anak.
Pria itu, Oh Sung Sik,
datang dengan seorang anak.
Apa maksudnya?
Sepertinya ingatanku salah.
Sepertinya anak yang dibawanya saat itu...
adalah keponakannya.
Yang aneh adalah...
anak itu tidak punya mata, hidung, dan bibir.
Kalau kau mengingat wajah Oh Sung Sik,
Bukankah aneh kalau hanya wajah anak itu yang hilang?
Kau ingat saat sedang tersihir,
mungkin hal itu jadi berubah.
Bisa jadi begitu.
Tapi satu hal yang pasti adalah...
aku tidak bisa mempercayai ingatanku.
Kenapa selama ini aku percaya begitu saja bahwa ingatanku itu akurat?
Aku sudah memikirkannya,
dan terlalu banyak keanehan.
Kenapa malam itu ibuku mencoba melakukan pengusiran setan tanpa seorang paranormal?
Apapun yang kau dengar nanti, jangan turun.
Paham?
Dan kenapa dia dirasuki oleh roh gentayangan?
Kau ingat apa yang Ibu ajarkan?
Tusuk Ibu seperti yang kau lakukan...
pada boneka beruang itu.
Kenapa selama ini aku berasumsi bahwa Ibu jadi korban...
dari roh gentayangan itu, karena rohnya sangat kuat?
Agak aneh karena aku tidak mempertanyakan semua ini.
Aku harus menyelesaikan semua ini meskipun sudah terlambat.
Kalau begitu aku akan cari tahu.
Kau harus fokus untuk mengidentifikasi roh gentayangan yang kedua.
Untuk sekarang, itu yang paling penting.
Terima kasih.
Aku sudah mengumpulkan semua postingan online tentang Gedung Cheonha.
Semua review tentang toko kue yang ada di atap...
dipenuhi dengan keluhan.
Dan ID-nya adalah Rooftop Bakery.
Kalo nguap terus mending kamu tidur aja.
Ini efek samping dari roh mahasiswa itu...
yang bermain game sepanjang malam.
Udah tahu begitu, kenapa masih galak aja, sih?
Makanya, udah sana molor aja!!
Aku dengar semuanya.
Aku gak bisa fokus gara-gara kamu.
Rileekkkss~~
Lanjut, masbro!
Okkeeyy~~
Dilihat dari keluhannya...
Aku adalah pemilik asli Rooftop Bakery.
Gang yang dulunya kosong mulai dipenuhi orang...
setelah aku membuka toko roti.
Tapi pemilik gedung mengusirku,
dan bilang bahwa mereka akan membangun kembali gedung itu.
Bisnis berkembang pesat,
jadi pemilik gedung mengusir penyewanya.
Sudah tidak aneh, bahkan aku tidak kaget lagi.
Siapa pemilik toko roti itu?
Mereka adalah 2 teman berusia 30-an.
Bernama Lee Sung Sil dan Park In Sook.
Roh gentayangan yang aku temui berusia awal 30-an,
bisa jadi dia salah satunya.
Wanita-wanita itu sangat sadis dan jahat.
Apalagi yang satunya, wanita yang bersemangat itu.
Pasti sulit.
Tidak perlu dijelaskan.
Tapi omonganku benar.
Apa dia orang yang menyebarkan rumor tentang hantu?
Aahh sudah kuduga.
Orang hilang, Lee Sung Sil
- Park In Soo-ssik? - Ya?
Anyong haseyo~
Ini tentang mantan rekanmu, Lee Sung Sil-ssi...
Apa kau menemukan Sung Sil?
Tramp Coffee
- Silakan. - Terima kasih.
Saat pertama kali Sung Sil menyarankan untuk membuka toko roti...
di tempat yang tidak jelas,
sebenarnya, pada awalnya aku menentangnya.
Ku pikir itu tidak akan berhasil.
Akhirnya, kita membuka toko roti sendiri.
Apa kau pikir mereka akan datang jauh-jauh ke sini untuk membeli roti?
Sist, gak usah khawatir.
Semuanya akan berhasil.
Rooftop Bakery
- Selamat menikmati. - Terima kasih.
- Ini baru dipanggang dan rasanya enak. - Oh iya.
- Halo. - Halo.
Mohon tunggu sebentar.
- Ya. - Maaf ya.
Bagaimana rasa kopinya?
Seperti yang dikatakan Sung Sil,
bisnis kami berkembang pesat.
Lalu toko lain dengan konsep yang sama, mulai buka satu per satu.
dan gang itu berubah jadi distrik komersial.
Sung Sil-ssi?
Dia berusaha untuk menerima dana, dan menyelamatkan distrik ini.
Dia bekerja sangat keras.
Dia memastikan tidak ada sampah...
atau puntung rokok di jalanan.
Dia benar-benar pekerja keras.
Itu yang mereka katakan?
Mereka membencinya.
Mereka bilang dia terlalu bersemangat.
Mereka menjelek-jelekkannya di belakang.
Pemilik toko lainnya tampak tidak senang.
Jangan terlalu bersemangat untuk memperbaiki sesuatu lagi.
Hei, kita perlu menjaga area ini agar bisa berkembang.
Punya banyak pelanggan bukanlah segalanya,
Mereka harus berkeinginan untuk terus berkunjung. Ya, 'kan?
Aku tahu kau benar.
tapi orang lain tidak menyukai orang yang selalu berbuat baik.
Tetap saja, seseorang harus melakukan pekerjaan itu.
Aigoo~~ kau pasti sedang sibuk untuk membuka toko.
Tidak apa-apa.
- Ada yang bisa dibantu? - Maaf sebelumnya,
tapi kita perlu merekonstruksi bangunan ini.
Bukan seperti dia mau harga sewa yang lebih mahal,
Tapi karena itu rekonstruksi, kami tidak punya pilihan selain pergi.
Tapi harga sewa di lingkungan itu meningkat,
jadi tidak mudah menemukan tempat baru.
Lalu suatu hari kami berjalan melewati gedung itu...
dan melihat dia mengambil alih toko roti kami.
Apa kau tidak punya hati nurani?
Kau berbohong tentang rekonstruksi!
Aku tidak berbohong!
Terkadang dalam hidup, rencana tidak berjalan sesuai keinginan!
Aku akan menuntutmu karena memakai nama toko roti kami.
Menuntut? Kau pikir aku akan takut?
No comments yet. Be the first to leave one.