نخستین 200 خط.
Selamat datang...
di permulaan.
Saat ular menanggalkan kulitnya,
kupu-kupu keluar dari kepompong.
Di sini, di Ashram Anandca.
Jadi, kau juga akan terlahir kembali dan muncul baru
dari perjalanan spiritual ini.
Mari kita mulai sesi terapi kita.
Dengan meminum teh upacara pembaruan dan kelahiran kembali.
Kau bilang kelahiran kembali.
Tidak ada plasenta atau apa pun terkandung di dalamnya, bukan?
Tunggu, itu tidak ada, bukan?
Seorang wanita dari kelompok berjalanku
dahulu mencampur plasentanya dalam smoothie.
Baik, tapi itu tak ada dalam teh, 'kan?
Tentu saja tidak.
Lalu apa isinya?
Ini resep mistis kuno.
Ya, itu bukan jawaban.
Teh hitam, hijau, chai, oolong,
dicampur dengan macha, jamur kering, jahe, dan...
Tunggu, maaf. Kau bilang jamur?
Seperti narkotika halusinogenik?
Apa itu buruk? Ini California.
Ini kejahatan.
-Benarkah? -Ya.
Kau membuat kami memakai narkotika.
Baiklah.
Hei!
-Hei! -Dia kabur!
Baiklah. Seharusnya aku bekerja di bidang real estat saja...
-Kami akan menangkapmu! -Astaga.
Baiklah. Bertahanlah.
Siri, hubungi 911.
Siri, hubungi 91
Astaga.
Bisakah seseorang memberitahuku apa yang terjadi?
Kami melepaskan diri primitif kami.
Orang-orang ini tampaknya berhalusinasi.
Hai.
-Bagaimana kau tahu? -Kau terlihat seperti ini saat dibius.
-Tidak. -Terserah.
Dia membius kami, Bung. Lalu dia pergi ke sana.
Ke mana?
Ortiz, pastikan mereka jauh dari tepi.
Tuan, kau terluka?
Kurasa pergelangan kakiku terkilir saat terjatuh.
Kami akan turun dan menjemputmu.
Syukurlah.
Baiklah, semuanya. Penyelamatan tangga.
Hen, Chim, siapkan tandu.
Buck, Ravi, mulai panjangkan tangga itu ke tepi tebing.
Kapten, aku akan memakai pengaman.
Aku yang akan turun untuk menjemputnya. Donato, ikut denganku.
Ya, dimengerti, Kapten.
-Kau memakai tali, Kapten? -Apa aku tergagap? Ayo bergerak.
Ayo.
-Sudah siap? -Siap.
Baiklah, ayo.
Baiklah, Eugene, bertahanlah, kami hampir sampai.
Syukurlah.
Baiklah, Ravi, tandu siap begitu Kapten siap.
Tunggu, kau merasakan itu? Apa itu gempa?
Teman-teman, apa itu?
Tebingnya akan longsor.
Rasanya tidak benar, Kapten.
Kapten, Lucy, lepaskan tali sekarang.
Tebingnya longsor dan menyeret tangganya.
Semuanya, mundur.
Baiklah, Lucy, lepaskan.
Tiarap.
Kapten!
Itu buruk, 'kan?
Ya, Eugene. Itu buruk.
Keadaan yang cukup sulit bagi para responden pertama ini.
Ternyata, mereka butuh responden kedua.
-Satu lagi kegagalan di departemen -Haruskah kita terus mengulangi ini?
-setelah skandal baru-baru ini melibatkan -Itu ada di setiap saluran.
-Maka matikan. -paramedis LAFD, Jonah Greenway.
Taylor Kelly punya laporan terbaru tentang itu setelah ini.
Itu bukan hukuman, Buck.
Ayolah, Kapten.
Aku tahu semua orang marah tentang cerita Taylor.
Tak ada yang marah.
Kepala Alonzo tampak cukup marah saat menginterogasiku.
Ini sidang tentang Jonah, Buck, bukan interogasi.
Interogasi dilakukan setelah sidang di kantornya.
Dia ingin tahu semua hal tentang Taylor.
Dari mana dia mendapatkan informasinya.
Siapa sumbernya? Apa aku salah satunya?
Mereka malu.
Akan lebih baik bagi departemen
jika mereka bisa merilis ceritanya sendiri.
Kontrol narasinya sedikit.
Kupikir mereka akan suka jika diberi tahu. Itu saja.
Ya, mereka bukan satu-satunya.
Dia berjanji kepadaku, Kap.
Dia berjanji kepadaku tak akan mengolah ceritanya dan aku memercayainya.
Maaf aku mengecewakanmu.
Ini bukan salahmu, Buck.
Aku bahkan tak bisa menyalahkan Taylor untuk semua ini. Dia seorang reporter.
Bukan dia yang bermain-main denganku.
Kap, kau mustahil tahu.
Seharusnya aku tahu.
Ini tugasku.
Maaf, nak.
Dia mengatakan itu?
Benar.
Kau tahu sifatnya.
Dia bertanggung jawab atas segalanya.
Itu caranya.
Mungkin alasan dia adalah kapten yang baik.
Bertanggung jawab untuk hal yang bukan kesalahannya
adalah jalan yang buruk untuk dilalui.
Kita bisa kehilangan pandangan
tentang siapa diri kita.
-Aku hanya... Andai aku bisa... -Memperbaikinya?
Ya, aku tahu aku orang yang selalu mau memperbaiki segalanya.
Hei. Itu berguna saat ada banyak lubang di dinding.
Kau juga terdengar seperti butuh alasan untuk keluar dari rumah.
Ya.
Taylor dan aku masih saling menghindari.
Aku tahu kami harus bicara.
Aku masih merasa sangat marah.
Aku merasa apa pun yang kukatakan...
itu hanya akan jahat.
Kau tak bisa menundanya selamanya.
Jika terus menyimpan amarah dan dendam itu...
akhirnya kau akan meledak.
Ibu? Bobby?
Sial. Ya.
Hei.
Tidak, apa yang terjadi?
Aku hanya sedang berbenah sebelum makan malam
dan entah bagaimana aku memecahkan gelas.
-Apa kau baik-baik saja? -Ya. Ya, ini hanya goresan.
Dengar, biarkan aku membersihkan ini dan...
Tidak, aku saja.
Bersihkan luka itu dan mungkin ganti bajumu.
Ya.
Mungkin ini tak menggugah selera untuk makan malam perayaanmu?
Apa maksudmu perayaan?
Ibu dan Harry akan berjalan melewati pintu itu
dengan susunan balon ucapan selamat "Kau akan berkuliah", bukan?
Mungkin ada beberapa kaus USC yang terlibat juga.
Dengar, aku akan ganti baju sebelum mereka kembali.
Ya, pengumuman kejutanku sungguh hebat.
Astaga.
Kau benar.
Taco ikan di sini sangat enak.
-Namun, mungkin tak seenak di Andrea's. -Andrea's.
Jadi, aku mau membicarakan beberapa hal tanpa gangguan anak-anak.
Aku bisa menerima itu.
Jika kau merasa sudah siap dan aku mendukungmu sepenuhnya.
-Sungguh -Ya.
Aku tahu hubungan kita tak berhasil, tapi aku masih mau kau bahagia,
jadi, jika kau pikir sudah waktunya...
Menurutmu kupikir kita siap untuk apa?
Berkencan dengan orang lain.
Kembali bekerja.
Itu yang mau kubicarakan denganmu.
-Jadi, bukan berkencan? -Maksudku,
-jika kau siap untuk mulai berkencan... -Tidak.
Tidak... Tidak. Maksudku, aku...
Bisakah kita mengulang percakapan ini dari awal?
Baik, aku mau kembali bekerja di Call Center.
Lalu aku tahu itu akan memperumit jadwal yang telah kita buat
dan kita akan mendapat pukulan finansial dengan penitipan anak, tapi...
Kau rindu membantu orang.
Kurasa aku tak menyadari betapa pentingnya tempat itu bagiku
sampai aku melihatnya terbakar di televisi.
Seharusnya aku tak pergi.
Mereka akan senang hanya karena kau kembali.
Hei, Adik.
Makan siangnya jelas berjalan dengan baik.
Kau ada dalam suasana hati yang jauh lebih baik dari saat kau pergi.
Kurasa pembicaraan dengan Maddie itu berjalan lancar.
Dia tidak meminta izin untuk mengencani siapa pun.
Kau salah soal itu, Dik.
Seingatku percakapannya tidak seperti itu.
Kaulah yang kebingungan Aku yakin sudah menyuruhmu tenang.
-Aku tidak kebingungan. -Ya.
Mungkin kau akan bingung jika mengikuti tes ini.
Apa itu?
Tes Kemampuan Karier.
Setelah berhenti dari damkar, aku harus mulai dari awal.
Aku tidak akan mengikuti jejakmu,
jelas tidak akan mengikuti jejak Ayah.
Kurasa aku harus mencari jejak karier lain.
Arkeolog, pustakawan, sosiolog, pengacara sidang.
Menurutmu aku tak bisa menjadi pengacara yang andal?
Entahlah. Tak bisa kubayangkan.
Itu dia. Itu cocok untukmu.
-Apa? -Kosmetolog.
Sempurna. Ini akan terlihat bagus.
-Dontrell. -Deena.
Hei. Kenapa kau kemari? Tanpa janji temu.
Ada yang tidak beres.
Sejak kau memasang rambut sambungan ini pekan lalu,
aku sakit kepala.
No comments yet. Be the first to leave one.