نخستین 200 خط.
Bukankah aneh? Menjodohkan temanku dengan mantanku...
Mantan pacar? Akukah itu?
Aku akan bertemu Kurashina-san malam ini.
Aku memutuskan untuk menyatakan perasaanku pada Matsuri-chan.
Tunggu, Matsuri-chan.
Aku ingin Souta-kun. Aku ingin pergi dengan Souta-kun.
Souta-kun? Belanjanya, bisakah kita pergi bersama?
Ini adalah kencan dengan Saeko-san. Walaupun aku tau...
Saeko-san tidak punya maksud seperti itu.
Aku benar² bodoh.
Selamat datang.
Halo.
Kau mencari Koyurugi? Aku akan memanggilkannya.
Inoue-san. / Ya.
Maukah kau makan malam denganku hari ini?
Eh?
Sekiya-san, halo.
Hi. / Rikudou-san baik² saja?
Besok adalah pembukaan barang limited ditoko...
jadi kami sedang bersiap untuk itu.
Wow.
Jika kau sempat, silahkan datang.
Teikoku department store? / Wow, luar biasa.
Kenapa kau kemari?
Aku ingin mengajak Inoue-san makan malam.
Eh?! / Tidak masalahkah?
Jika kau mengajakku tiba²... Aku punya banyak hal yg harus dilakukan.
Kau harus pergi. / Huh?
Tolong, ajaklah dia.
Dia ini tidak punya pacar, hanya selalu memikirkan tentang coklat.
Hey, Souta-kun, jangan ikut campur.
Mengapa? / Aku punya banyak hal yg harus dilakukan.
Hal apa? Tidak ada hal penting yang perlu kau selesaikan, kan?
Aku mengerti. Aku minta maaf tiba² menanyakan hal seperti itu dan karena telah mengganggu.
Kalau begitu aku pamit dulu.
Eh? Ah, tunggu.
Kau harus pergi. / Tidak, aku bahkan tidak mengenal dia.
Karena kau tidak kenal dengan dia, kau seharusnya pergi sama dia, agar saling kenal.
Dia memerlukan banyak keberanian untuk datang kemari dan mengajakmu.
Aku tidak tau kalau kau tidak tertarik dengan suatu hubungan.
Tapi ketika kau jatuh cinta, kau mendapatkan energi baru dan menjadi bercahaya.
Aku ingin Kaoruko-san lebih bercahaya lagi.
Maaf aku tidak ingin bercahaya.
Bukan itu maksudku.
Lagipula, kau tidak tau mengapa dia mengajakku keluar.
Ngomong², Sekiya yang berada di toko Rikudou-san,
orang seperti apakah dia?
Caranya dia kerja, atau kepribadiannya, atau hobinya.
Ah, aku tidak ada maksud untuk merebut dia darimu...
jadi jangan khawatir! Aku hanya tertarik padanya.
Tertarik. Tertarik...
AAAAH! Souta-kun seperti itu juga?!?!?!
Eh? Tunggu, tunggu, tunggu. Situasi seperti ini.
Dia tidak membalasnya. / Sudahlah.
Hanya karena kau sedang bersemangat karena habis diajak kencan...
jangan libatkan aku juga donk. / Aku kan sudah bilang padamu ini bukan kencan.
Aku hanya menemani Saeko-san belanja.
Tapi...
Aku benar² kebal dengan perlakuan dia.
Diriku yg sekarang tidak lagi sepolos itu untuk jatuh dalam tipuan seperti itu.
Ahh, baju apa yg harus aku kenakan?
Apapun tidak masalah, selama kau memakai sesuatu!
Kami mungkin akan pergi minum tea atau makan. Aku harus cari sesuatu toko yg bagus.
Tempat seperti apa aku harus membawa dia?
Seperti apa. Seperti apa. Seperti apa. Seperti apa. Seperti apa. Seperti apa.
Tidak bagus. Aku lelah memikirkannya.
Mari kembali kerja.
Jalan yg panjang untuk sampai kemari.
Bertemu Saeko-san saat tahun pertama sekolah dan jatuh cinta pada pandangan pertama.
Akhirnya berkencan saat berumur 19 tahun dan berciuman.
Dan dua bulan setelah itu, dibuang, dan pergi ke Paris dengan patah hati.
Berlatih untuk jadi pembuat coklat.
Menjadi ahli saat kembali. Saeko-san menjadi istri orang lain.
Dan membuka choco la vie, masih dengan hati yang patah.
Sukses membuat Saeko-san jadi pelanggan tetap,
dan semuanya berada dijalan buntu sejak itu, tetapi,
akhirnya, akhirnya...
Souta-kun. Ayo pergi bersamaku.
Akhirnya ini adalah kencan dengan Saeko-san.
Aku minta maaf dengan apa yg telah kulakukan.
Aku minta maaf karena telah menciummu tanpa ijin.
Tapi aku tidak akan minta maaf karena telah jatuh cinta padamu.
Eh?
Aku mencintaimu, Matsuri-chan.
Tunggu.
Aku tau kau menyukai orang lain.
Walaupun orang itu adalah pacarnya temanmu, atau siapalah...
kau tidak bisa memilih siapa yg kau cintai, jadi aku tidak akan menghalangimu.
Tapi Matsuri-chan tidak terlihat sepenuhnya bahagia.
Kau tidak pernah tersenyum, dan kau tidak pernah terlihat menikmati hidupmu...
Karena itulah.
Memang seperti itukan. Seperti yg kau katakan.
Maka.. / Tapi.
Aku tidak bisa meninggalkan dia dan berhubungan dengan Olivier.
Maafkan aku.
Aku ditolak. / Sibodoh itu.
Bagaimana orang seperti Matsuri dapat menolak Olivier?
Tapi aku tidak masalah. Ini bukanlah akhir.
Eh? Kau masih mau memperjuangkannya? Wanita seperti itu?
Kau berkata begitu padahal dirimu? / Ah, kau benar.
Jadi jangan cemas.
Ya. / Apa ini? Ricdor?
Ah, Sekiya-san datang ketoko hari ini.
Hanya untuk memberi ini?
Tidak, sebenarnya, dia datang untuk mengajak Kaoruko-san makan malam.
Eh? / Tapi Kaoruko-san menolaknya.
Ah, begitu. / Sayang sekali.
Akan lebih bagus jika Sekiya-san mengajaknya lagi.
Kerja sama dengan departemen store Teikoku, huh?
Dengan ini merek Ricdor semakin kuat, huh?
Kurasa begitu.
Kaoruko-san. / Apa?
Kau memakai pakaian biasa saja.
Mengapa aku harus memakai pakaian yg bagus hanya untuk melihat-lihat?
Baik, baik. Hari ini hanya melihat-lihat.
Wow, mereka bilang sudah menunggu selama 2 jam.
Koyurugi-san, kan? Silahkan masuk.
Eh?
Terimakasih telah menunggu.
Sini.
Buah ara yg dicampur dengan sempurna, sungguh sangat memuaskan.
Anggur merahnya juga terasa. Madunya, juga.
Ya. Seimbangnya rasa asam dan manisnya sungguh luar biasa.
Tapi... / Ini rasa yang ditujukan untuk orang dewasa.
Ya. / Kau bisa merasakan nilainya,
seperti menjadi tantangan.
Enaknya. / Rasa apa itu?
Framboise? Sungguh elegan!
Coba ini juga.
Selamat datang. / Ah, terimakasih.
Terimakasih telah mengunjungi toko kami di hari pertama.
Um, apa Sekiya-san ada disini?
Sekiya ada di toko pusat.
Eh? Benarkah? Oh, sayangnya.
Souta-kun. Bolehkah aku bicara denganmu sebentar?
Eh?
Ada apa?
Hey, Souta-kun. / Ya.
Apa yg kau pikirkan tentang diriku?
Aku mengagumimu. Sebagai sesama pembuat coklat.
Ah, tidak, bukan itu maksudku.
Eh?
Ah, tidak apa².
Biasanya, ketika seseorang ingin makan coklat.
Aku tidak tau apakah itu yg ingin dimakan oleh orang.
Tapi aku mengerti tidak ada cacatnya,
bagi dunia apa yg telah Rikoudou-san gambarkan.
Semua orang punya apa yg disukainya dan apa yg tidak, tapi...
Aku rasa toko Ricdor...
selalu jadi hal yg special untuk semua orang.
Terimakasih.
Aku menjual coklat, tapi...
apa yg aku ingin jual sebenarnya adalah mimpi.
Jika yg kau inginkan adalah coklat, kau bisa membelinya disuper market kan?
Mereka punya banyak coklat yg cocok dengan lidah semua orang.
Ya, kurasa.
Jika diluar sana ada seseorang yg tidak menginginkan ini,
atau membencinya, itu tidak masalah.
Itu berarti mereka tidak saling cocok.
Ada 7000 juta orang di planet ini.
Walaupun aku dibenci oleh 6.990 juta orang,
jika aku masih dicintai oleh 10 juta orang, tidakkah menurutmu itu impian yg bagus?
Jadi aku hanya akan menyukai orang yg cocok denganku.
Tidakkah kau takut dibenci oleh 6.990 juta orang?
Aku tidak takut.
Dari pada itu, aku lebih takut kehilangan impianku.
Lupa akan sesuatu yg ingin aku buat,
tidak mampu menjadi apapun, itulah yg aku takutkan.
Rikudou-san, bolehkah aku bertanya umurmu?
Eh? Aku 37.
Apa?
Tidak. Seperti yg kukira.
Ah, aku tidak bisa mendengar ini! Aku tidak ingin mendengarnya sama sekali!
Apa?
Kau lihat, aku sedikit sibuk. Umm, sampai jumpa. Bersenang²lah.
Ada apa ini? Aku tidak mengerti.
Aku takut kehilangan impianku.
Impianku.
Tentu saja, itu adalah...
membuat coklat yg akan membuat Saeko-san senang.
Aku benar² suka pain au chocolat.
Jika Souta-kun membuat Pain au chocolat, aku yakin rasanya pasti lezat.
☼ akamiso mempersembakan tanpa lelah sedikitpun ☼ Shitsuren Chocolatier Episode 4
Diterjemahkan Oleh : Nameles Pontianak 8 Februari 2014
Pain au chocolat? Bukankah kau sudah menyerah dengan itu?
Aku memikirkan andai aku dapat memenuhi permintaan itu.
Seseorang dari toko roti ternama di Paris sedang berada di Jepang sekarang.
Jadi ketika aku menghubungi dia, dia bilang dia akan membuat pengecualian dan memberiku resepnya.
Aku memutuskan satu hari dalam seminggu membuat pain au chocolate sebagai barang terbatas.
Orang² suka dengan barang² terbatas.
Dan karena tidak setiap hari dibuat, maka kerjanya ringan.
Aku tidak berfikir akan semudah yg kau pikirkan. Bukankah kau punya banyak kerjaan?
Tidak. Apa yg harus aku lakukan sekarang adalah...
membuat pain au chocolat limited untuk Saeko-san.
Itu saja.
Saeko-san datang setiap minggu untuk membeli pain au chocolat.
Pain au chocolat, tolong!
Terimakasih telah menunggu. / Terimakasih.
Terimakasih banyak.
Maaf.
No comments yet. Be the first to leave one.