Story of Things

Story of Things

دانلود زیرنویس Indonesian

هماهنگ با نسخه‌های زیر

Story of Things S01E01 WEBRip-Indo
ناشر Kudalumping

برچسب‌ها

webrip
web
BRip
تاریخ انتشار: 2024-02-29
تعداد دانلود: 31
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

- Pak, apa kau Pak Ram? - Iya, ada apa.

Halo Pak. Aku dari kota asalmu.

Aku datang ke Chennai untuk suatu pekerjaan penting.

Keluargamu mengirimkan sebuah koper, Pak.

- Ini kopernya. - Apa itu?

Ini koper nenekmu.

Nenekmu menyerahkannya padamu dalam surat wasiatnya, sebelum pergi.

Ke mana dia pergi?

Pak! Sudah 2 minggu dia meninggal.

Tidak adakah yang memberitahumu?

- Apa aku harus menyimpannya? - Tidak, tidak apa-apa.

- Oke, Pak. - Kau boleh pergi.. - Aku permisi.

Terima kasih.

Namaku Ram. Ini profilku.

Tinggi 5'9. Berat 77,5.

- Dada 40 dan.. - Sobat..

- Kami tidak punya waktu untuk semua itu. - Bisep..

Tidak perlu itu. Ucapkan dialogmu saja.

Oke. Aparna!

Aku sakit kepala. Berikan aku kopi.

Kepala (Bahasa Inggris)? Ucapkan 'Thala Vali' dalam bahasa Tamil.

Tidak, orang yang belajar di biara akan bicara seperti ini.

Siapa yang memberitahumu ia belajar di biara?

- Untuk membangun karakter.. - Tidak perlu itu.

Ucapkan saja dialogmu sesuai naskah.

- Baiklah. - Oke..

Aparna, aku sakit kepala.. Kopinya mana.

- Itu dialognya, kan? - Ya. - Oke.

Aparna!

Aku mengalami sakit kepala yang parah. Berikan aku kopi.

Kopi tidak ada gunanya.

Oleskan Minyak Kera.

Minyak Dronagiri Kera.

Sekarang bersikaplah seolah-olah ada orang mengoleskan minyak ke rambutmu.

Sekarang rasakan seolah-olah ada orang memijat kepalamu.

Siapa yang memijatnya?

Akan menggunakan grafik untuk itu.

- Berikan saja ekspresinya. - Oh.

Oke..

Sekarang emosikan seolah-olah ada orang memijat kepalamu.

Kau merasa santai sekarang.

Ekspresikan dengan baik..

Apa sobat? Ponselmu tidak berfungsi?

- Tidak, berfungsi dengan baik. - Menurutku dia tidak punya waktu bicara.

- Haruskah aku menambah saldo waktu bicaramu? - Sial.. tidak.. - Kenapa?

- Ini tawaran yang bagus. - Tidak, tidak apa-apa.

Lalu kenapa kau tidak menghubungi kami?

Aku meneleponmu untuk audisi ini.

Bukan ini. Film Pak Shankar.

- Ini film berdasarkan kickboxing. - Aku tahu itu.

Aku bersiap untuk itu.

Bagaimana.. Aku belajar kick-boxing

mengencangkan tubuhku..

Tapi aku seorang atlet alami

pemain 'Kabaddi' tingkat negara bagian.

Jadi aku lebih cocok, kan?

Dia sudah memainkan olahraga yang tidak dimainkan oleh siapa pun

- di tingkat negara bagian. - Hey!

Jangan merendahkan 'Kabaddi'

- mainkan sekali, kau akan tahu betapa sulitnya itu. - Hei!

Mereka tidak menginginkan pemain 'Kabaddi'

mereka mencari aktor yang bagus.

Lalu kenapa berat badanmu turun?

Kau tahu Stanislavski?

Kau tahu apa itu metode akting?

Sekarang kick-boxing..

- Kau tahu Sivaji Ganesan? - Pukulan yang bagus..

- Pak.. - Kau menonton 'Navarathri?'

Tolong jangan berkelahi.

Jika ada audisi lain kali, aku pasti akan menghubungimu kalian.

- Oke? - Tentu? - Aku pasti akan memberitahumu.

- Oke, bolehkah aku pergi? - Ya selamat tinggal.

- Haruskah aku mengisi ulang waktu bicaramu? - Tidak, tidak apa-apa.

- Terima kasih. - Oke, hubungi kami.

- Kami akan menunggu. - Tentu. - Sampai jumpa. - Oke sampai jumpa.

Oh tidak!

Sobat. Menurutmu kita dapat kesempatan berakting dalam film Pak Shankar?

Apa kekurangan kita?

Diam. Orang-orang secara acak berakting dalam film.

Sobat! Di mana kantor castingnya?

- Itu untuk Iklan Minyak Kera? - Ya.

Kenapa kau sangat telat?

Audisi selesai dan sutradaranya sudah memilih seorang laki-laki.

- Kau? - Pak, aku..

- Asisten Direktur. - Oh.

Kau bisa memberikan nomor teleponmu padanya.

Dia pasti akan memberitahumu untuk audisi yang akan datang.

Pak.. nerikan dia nomornya.

- Buka ponselnya dan berikan, Pak. - Diminta ID Wajah, tunggu.

- Ini. - Terima kasih banyak.

Apa ini?

Ini.

Pak, aku tidak percaya kau asisten direktur.

Kenapa?

Dia tampak seperti pahlawan.

Terima kasih. Telepon aku. Oke?

- Jangan terlambat seperti ini lain kali. - Tentu.

- Bolehkah aku pamit? - Tentu, Pak.

Fakta dia menyebutmu pahlawan tidak mempengaruhiku.

Tapi kau menasihati agar tidak terlambat...

Pukul kepalamu ke dinding.

Sobat.

Aku tidak tahu apa masalahnya.

Bobot lainnya sudah benar.

Tapi salah menampilkan berat badanku.

Kadang-kadang terlihat lebih berat, kadang-kadang terlihat lebih ringan.

Berat badan kita jika di bulan lebih ringan lho?

Jika dibandingkan dengan bumi, berat kita lebih sedikit dari pada di bulan.

Oke, apa yang ingin kau katakan?

Ini hanya untuk pengetahuan umummu.

- Kamarku di bulan? - Jangan marah.

- Sial.. - Apa yang terjadi? - Aku tidak tahu apa yang terjadi.

Aku merasakan sensasi gatal di tengah kepalaku.

Haruskah aku memijatnya?

- Hei, Ram! - Hei, Maithili!

- Aku mendengar tentang nenekmu. - Oh.

- Aku turut berduka. - Ya, tidak apa-apa. Terima kasih.

Dia tampak sangat bersemangat.

Kau melihatnya?

- Tidak, aku melihatnya di postingan yang kau unggah. - Oh.

Ya, dia cukup bersemangat.

- Nanti aku akan menemui kalian berkeliling. - Ya tentu.

- Aku akan menemuimu di dalam. - Sampai jumpa. - Oke.

Hei, nenekmu meninggal?

Aku mengunggah postingan, kau tidak melihatnya?

Hei! Aku sudah berkeliaran bersamamu sepanjang waktu.

Haruskah aku melihat postingan tersebut dan mencari tahu?

Kupikir, kau sudah melihat postingan itu.

Kenapa? Tidak bisakah kau memberitahuku?

Oke, segera..

Kau tidak ikut?

Duluan! Aku menyusul.

Ayolah teman-teman.

Atas. kiri, kanan, atas.

Kiri, kanan, atas dan..

- Bergerak dan.. - Ya.

- Ya. - Perhatikan.

1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8..

1, 2, 3, 4, 5..

- Hei, bagus.. - Oh.

Bagus.. Bagus sekali kawan.

Begitu. Aku capek!

77.5.

Oh..

Bagaimana rasa sakitnya?

- Bagaimana rasa sakitnya? - Diamlah.

Aku bertanya padamu karena khawatir.

Aku menghukum diri sendiri karena itu.

Hai sobat, apa kabar?

Kapan? Sekarang?

Bagaimana kau bisa mengatakannya dalam waktu sesingkat itu?

- Oke. - Apa?

Ini dari kantor Pak Shankar.

Beri kami waktu untuk persiapan.

Malam.. Oke, malam. Selesai kesepakatan.

Kami pasti akan datang. Oke.

Hei, kenapa kau menundanya tanpa alasan?

Kita punya waktu sekarang. Ayo pergi.

Kita bisa menyelesaikannya segera jika kita pergi sekarang.

"Manfaatkan kesempatan ini.."

"Kesempatan jarang datang dua kali."

“ Disertai pengumuman atau label?

- "Ini hanya datang sekali. Manfaatkan hari ini." - Hei!

A.R. Rahman meneleponmu?

- Itu Pak Shankar. Benar? - Ya.

- Diam dan ikutlah. - Ayo pergi!

Ada apa, sobat.

Tidak.. Maaf, kami agak terlambat.

Kami dalam perjalanan.

Oke terima kasih.

Perilakumu paling buruk.

Bagaimana kau bisa terlambat hari ini juga?

- Kita punya waktu atau tidak? - Punya.

Kita akan menghadiri audisi dan lolos.

Akan luar biasa jika kita berdua terpilih, bukan?

Setidaknya salah satu dari kita harus terpilih.

Andai saja kau terpilih.

Aku akan membunuhmu, bajingan!

Hei, lihat ini.

Aku sudah berkali-kali bilang padamu untuk tidak mengambil foto profil kiriku.

Hanya satu foto.

Aku tidak akan terlihat bagus di situ. Berikan, aku akan mengkliknya.

- Berikan.. - Kau bersikeras.

- Oke. Bagus sekali. - Kita akan menghadiri audisi

dan terpilih.

- Kita akan pergi.. - Kita akan jadi bintang terkenal!

Ya!

Periksa saja Apa ada orang.

Hey..

Sobat..

Ram.. Hei..

Dia berdarah. Aku takut, Ram.

Ram.

Hey, Ram. Hey!

- Ram! Lakukan sesuatu. - Hei! Diam.

Dia mengalami pendarahan.

Periksa apa dia masih hidup.

Lakukan sesuatu, Ram. Tolong.

Tolong, sobat.

Dia masih hidup. Dia..

More Indonesian subtitles for Story of Things

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left