هماهنگ با نسخه‌های زیر

Bloom Dal Soon E031-035
ناشر indri danti22
credit to VIU

برچسب‌ها

other
تاریخ انتشار: 2017-10-02
تعداد دانلود: 21
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

"Acara ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah usia 15 tahun"

"Kebijaksanaan pemirsa disarankan"

"Kulit Hangang"

"Episode 31"

Go Jeong Ok.

Apa, Go Dal Soon?

Kamukah orangnya?

Kamu yang menyuruh Ibu untuk membuang buku sketsaku?

Apa maksudmu?

Kenapa kamu bertanya kepadaku soal buku sketsamu?

Ternyata kamu orangnya. Kamu tidak ingin aku ikut lomba,

karena itu kamu menyuruh Ibu menyingkirkannya.

Kamu bicara omong kosong dan pasti tidak percaya diri.

Apa?

Jika kamu tidak punya sketsa, bilang saja begitu.

Jika kamu terlalu malu untuk ikut, bilang saja begitu.

Jangan membuat tuduhan konyol.

Go Jeong Ok, kamu...

Kamu memang tidak ditakdirkan mengikuti lomba sejak awal.

Peluangnya terbuka bagi siapa saja?

Kini kamu mengerti bahwa kamu tidak termasuk salah satunya?

Sampai jumpa.

Han Hong Joo.

Kamu sudah terdaftar.

"Pendaftaran"

Nenek, kemarilah.

Ada tikus yang memberantakkan dapur.

Tikus?

Coba kuperiksa.

Go Dal Soon, silakan.

Apa...

Bagaimana...

Kamu terlihat terkejut. Jadi, kamu memang menyuruh Ibu

untuk menyingkirkan buku sketsaku.

Apa maksudmu?

Sudah kubilang tidak.

Kenapa kamu begitu terkejut?

Seolah kamu yakin bahwa aku tidak akan bisa ikut.

Itu karena gambarmu sangat jelek.

Benarkah? Sayang sekali.

Gambarku atau gambarmu yang jelek,

itu tergantung juri, bukan kamu.

Apa? - Tapi terima kasih.

Karena telah mengkhawatirkanku.

Menyebalkan sekali.

Kapan dia menggambar itu?

Buku sketsa apa yang ada di rumah?

"Pangsit"

Bibi.

Hei, bagaimana?

Kamu sudah mendaftar?

Ya, berkat bibi.

Syukurlah.

Bagaimana gambarku bisa ada di restoran?

Yang terjadi adalah...

"Itu bohong"

"Itu bohong, cinta tidak..."

Apa ini?

Apa ini?

Sepatu?

Sepatu hak macam apa ini?

Bentuknya aneh.

Bagaimana orang bisa memakai ini?

Dal Soon menggambarnya?

Karena itu bibi bisa langsung memberikannya kepadaku.

Sepatunya tampak sangat aneh dan unik

sehingga bibi kira kamu menggambarnya untuk latihan.

Ibuku benar-benar menyingkirkan buku sketsaku

untuk mencegahku mengikuti lomba.

Dal Soon, kenapa kamu berpikir dia berusaha mencegahmu?

Jika kamu ikut dan memenangkan uang hadiah,

kita akan bisa membayar para rentenir itu.

Apa dia pergi?

Dia belum datang?

Dia pergi untuk membeli tahu dan seharusnya sebentar lagi tiba.

Aku penasaran apa Dal Soon berhasil mendaftar tepat waktu.

Bagaimana dia bisa mengetahui aku berusaha menyobek sketsanya

dan mengambilnya kembali tepat waktu?

Kita sebaiknya memasang beberapa perangkap tikus

sebelum mereka akhirnya bersarang.

Benar.

Ke mana perginya?

Dal Soon pasti mengambilnya.

Dia terlalu cerdas.

Ibu! - Astaga.

Kenapa kamu menatap seperti itu?

Tega sekali Ibu.

Meski Jeong Ok menyuruh Ibu,

teganya Ibu berpikir memberikan sketsaku kepadanya.

Apa?

Ibu tahu betapa sulitnya aku mengerjakannya.

Sudah kubilang itu satu-satunya hal yang tidak bisa kulepaskan.

Perlukah Ibu melakukan itu?

Maksudmu, ibu membuang gambarmu?

Bukan itu saja, Ibu juga mengambil buku sketsaku.

Kamu habis minum-minum? Omong kosong macam apa ini?

Kamu mengambil kembali gambarmu.

Ibu meninggalkannya di luar sini.

Tidak. Aku tidak melihat buku sketsaku.

Ibulah orang terakhir yang memegangnya.

Astaga, ibu tidak percaya ini.

Putriku sendiri memfitnahku.

Ibu.

Kenapa kamu bersikeras mengikuti lomba konyol itu

dan merepotkan semua orang?

Jeong Ok juga melarangmu mengikutinya.

Dia bilang dia khawatir karena

perusahaan orang tuanyalah yang mengadakan lomba itu.

Aku tidak akan muncul di depannya.

Aku tidak akan bilang mengenalnya. - Apa?

Bagaimana ibu bisa memercayaimu?

Kamu mungkin iri karena dia kaya dan berusaha menghancurkan hidupnya.

Kamu sudah menemui ibunya.

Bisakah Ibu berhenti?

Sudah kubilang itu kebetulan.

Ibu sudah muak mendengar alasanmu.

Jika kamu terus melakukan hal yang menghancurkan hidup Jeong Ok,

maka ibu akan memutus hubungan denganmu.

Kenapa Ibu tega mengatakan itu walau sedang marah?

Ibu membesarkanmu seumur hidupmu, tapi kamu tidak mendengarkan ibu.

Ibu bisa mengatakan hal-hal yang jauh lebih buruk kepadamu.

Jika tahu ini akan terjadi, ibu tidak akan merawatmu.

Ibu seharusnya membiarkanmu tenggelam di Sungai Cheonggye.

Ibu.

Itu hanya lomba konyol.

Kenapa kamu harus melawan keinginan ibu hanya untuk ikut?

Jika kamu ingin membuat sepatu, teruslah bekerja untuk Gye Ryong.

Apa yang membuatmu berpikir bisa bekerja di perusahaan sebesar itu?

Nyonya, menurutku Nyonya kelewatan.

Awalnya aku tidak ingin ikut campur,

Tapi aku tidak tahan lagi terhadap omong kosong ini.

Apa?

Orang tua tidak berhak mengendalikan hidup anak mereka yang sudah dewasa.

Dokter.

Dia tidak mencoba melakukan hal yang buruk.

Itu hanya lomba. Kenapa dia tidak boleh ikut?

Nyonya seharusnya menyemangatinya.

Dasar bodoh...

Apa maksudmu? Pergilah.

Walau Nyonya membesarkan Dal Soon dan melayaninya,

dialah yang berhak memilih pekerjaannya.

Bahkan ibunya sekalipun tidak bisa merenggut itu darinya.

Maksudmu, kamu akan memenjarakanku?

Karena mencegahnya mengikuti lomba?

Aku tidak bilang akan memenjarakan Nyonya.

Aku ingin Nyonya merestui yang dilakukannya.

Siapa kamu?

Apa yang membuatmu berhak mendikteku tentang cara menghadapi Dal Soon?

Aku tidak berhak. Hanya saja sikap Nyonya tidak masuk akal...

Entah aku bersikap tidak masuk akal atau tidak,

kamu tidak boleh mencampuri urusan rumah tangga kami.

Dal Soon, dengarkan baik-baik.

Jangan ikuti lomba itu!

Ibu.

Jika kamu akan menentangnya selamanya, tetaplah di sini.

Dia harus tahu bahwa dia tidak bisa selalu dapat hal yang dia inginkan.

Enak sekali.

Yeon Hwa, aku membawakan...

Ada masalah?

Han Soo.

Ya.

Bicaralah kepadaku.

Seorang pekerja membelikanku roti.

Itu roti kesukaan Eun Sol.

Jadi, kamu tadi sedang memikirkannya?

Dalam perjalanan pulang hari itu,

aku membelikan roti ini untuknya.

Aku baru meninggalkan toko roti itu

saat mendengar

suara anak putus asa berteriak "Ibu".

Suara anak kecil?

Ya. Kurasa itu Eun Sol.

Jika begitu, dia mungkin tidak tersesat atau jatuh ke sungai,

Tapi menghilang karena seseorang ingin dia tiada.

Entahlah, tapi kurasa itu mungkin saja.

Karena itu kami bilang dia hilang di Seoul, bukan Sungai Cheonggye.

Benar.

Setiap kali merindukan Eun Sol,

aku memimpikannya pada malam hari.

Suara anak kecil berteriak "Ibu"

saat dia berlari dalam gelap.

Aku terus mendengar suara itu.

Yeon Hwa.

Eun Sol...

Seorang anak berteriak "Ibu" sambil berlari?

Apa ini bukan

kasus yang sederhana?

Itukah alasan Nyonya Choi mendatangiku saat sakit?

Eun Sol.

Dia bukan anak Tae Sung.

Apa? Kalau begitu...

Dia anak Jae Ha.

Kamu mengenalnya.

Tunangan Yeon Hwa yang tewas saat memperjuangkan kemerdekaan.

Ya.

Lalu kenapa Tae Sung...

Dia menawarkan diri untuk menjadi ayah Eun Sol.

Aku tidak bisa membiarkan Yeon Hwa mengandung anak di luar nikah

dan membesarkannya sendiri, karena itulah aku mengizinkannya.

Aku mengerti.

TV Novel – Dal Soon’s Spring (꽃 피워라 달순아! / Kkot Piwora Dalsuna!) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for TV Novel – Dal Soon’s Spring (꽃 피워라 달순아! / Kkot Piwora Dalsuna!)

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left