نخستین 200 خط.
SERIAL NETFLIX
Aduh, kasihan sekali.
Nak, makanlah ini.
Nak.
Ayo, makan.
Akan kubawakan lebih banyak daging.
Makanlah dengan perlahan.
Ibu.
Geon!
Aku menyuruhmu menghubungiku begitu tubuh putramu berubah.
Kenapa kau membiarkan ini terjadi?
Dia akan baik-baik saja asalkan menyerap energi manusia.
Dia akan kembali normal.
Putramu sudah menggila.
Aku akan mengambil jiwanya.
Jangan!
Kau memindahkan jiwa putraku ke tubuh yang sekarang.
Kita harus memindahkannya ke tubuh baru,
atau menangkap manusia untuk diserap energinya!
Tolong selamatkan putraku.
Kau harus menyelamatkannya!
Jika ketahuan memakai ilmu sihir terlarang,
hidup kita berdua akan berakhir.
Jangan…
Kumohon…
Jangan. Geon.
Sebentar. Tunggu sebentar.
Putraku…
Kenapa tubuh dari jiwa yang dipindahkan menjadi mengeras saat menggila?
Saat tubuh baru dan jiwa mereka tidak cocok, akan muncul celah,
dan menyebabkan energi air dalam tubuh menghilang.
Sudah delapan jiwa yang kehilangan kendali.
Kurasa ritual memindahkan jiwa harus dihentikan.
Kau harus segera kembali ke istana.
Yang Mulia menanyakan teknik baru yang sedang kau asah
untuk melakukan ritual.
Belakangan ini…
kau sedang berlatih teknik baru untuk melakukan ritual, bukan?
Aku hanya iseng mencoba beberapa trik untuk mengisi waktu luang.
Aku tahu tidak bisa berharap untuk hidup lebih lama.
Aku hanya sedih
karena harus melewatkan hal yang akan terjadi setelah kematianku.
Kuharap Yang Mulia segera sembuh.
Mustahil dengan tubuh yang berpenyakitan seperti ini.
Mungkin bisa…
jika mengganti tubuh ini dengan yang lebih muda dan sehat.
Bagaimana bisa mengubah tubuh yang sudah diperoleh sejak lahir?
Bukankah kau bisa melakukan ritual
pemindahan jiwa?
Itu adalah ritual terlarang.
Jika tubuh dan jiwa tak selaras, itu bisa berubah menjadi roh jahat.
Bagaimana mungkin aku bisa
memindahkan jiwa Yang Mulia ke tubuh lain?
Bagaimana jika memindahkannya ke tubuhmu?
Tak perlu lama-lama. Cukup tujuh hari.
Tukar selama tujuh hari saja.
Kudengar ada jiwa yang bertahan selama setengah tahun
setelah dipindahkan ke dalam jasad orang biasa.
Aku raja yang dilindungi oleh Semesta, dan kau penyihir terbaik di negeri ini.
Apa yang kau khawatirkan?
Setelah tujuh hari berlalu, kau bisa menukar kembali jiwa kita.
Kau sudah berhasil menguasai ritual yang hanya bisa dilakukan
oleh penyihir terbaik.
Apa kau ingin menghabiskan hidupmu
hanya dengan memindahkan jiwa ke jasad?
Jang Gang,
cepat pindahkan jiwaku.
Rupanya jiwaku dan Yang Mulia sudah tertukar.
Aku akan menaklukkan Do-hwa.
Jika membuahkan hasil, berarti dia mengandung anakku.
Do-hwa.
Do-hwa.
Kau sungguh cantik.
Tidak! Tak bisa kubiarkan!
Itu tidak boleh terjadi!
Tidak!
Energi langit yang mengendalikan angin, awan, dan hujan,
menyentuh tanah, lalu membentuk
kekuatan yang sangat luar biasa.
Sebuah negara terbentuk dari energi yang tersimpan
di dalam Danau Gyeongcheondaeho.
Dan negara itu disebut Daeho karena memiliki danau yang luas.
Ada manusia yang mengendalikan energi di tempat tersebut.
Dan mereka disebut penyihir.
Ini adalah kisah mengenai penyihir di negara bernama Daeho
yang tak ada di dalam sejarah, maupun peta.
20 TAHUN KEMUDIAN
Jadi, kau Naksu,
Pembunuh Bayangan yang berkeliaran membunuh
para penyihir di kota.
Aku disebut Naksu
karena ke mana pun aku pergi
ada kepala yang jatuh.
Nama yang indah, bukan?
Tembak.
Tembak!
Jangan sampai lolos.
- Tangkap dia. - Baik!
Periksa sebelah sana. Cepat.
Di sana!
Aku tak akan mati seperti ini.
Aku tidak bisa mati.
Aduh. Kau tidak sabar sekali. Aku segera ke sana.
Ada apa denganmu?
Astaga!
KEDAI ARAK
Dia sudah mati.
Tak ada bekas pemindahan jiwa.
Padahal ada bercak biru tanda keluarnya jiwa.
Apa dia gagal
memindahkan jiwanya?
SONGRIM
Satu.
Dua.
Tiga.
Yul, coba kemarilah.
Orang ini yang bernama Naksu?
Ya.
Ini adalah bekas pemindahan jiwa.
Perhatikan baik-baik. Setelah melakukan pemindahan jiwa,
akan muncul memar berwarna biru tepat di atas jantung seperti ini.
Jika melakukan pemindahan jiwa, apa jiwanya melarikan diri?
Kurasa dia menggunakan ilmu sihir untuk melarikan diri, tapi gagal.
Ada bercak biru, tanda keluarnya jiwa,
tapi tak ada bekas pemindahan jiwa di tubuh manusia yang dia tangkap.
- Ini peluit. - Peluit?
Aku pernah memakai peluit seperti ini saat memelihara burung dahulu.
Apa orang ini memelihara burung?
Kelihatannya dia sudah lama memilikinya.
Sepertinya itu barang kesayangannya.
Meski dia pembunuh yang sering memenggal kepala orang,
tapi dia tetap manusia biasa. Dia pasti memiliki barang berharga.
Karena ada banyak orang yang melihat jasad Naksu,
rumor pemindahan jiwa pasti akan segera menyebar.
Bukankah sudah 20 tahun berlalu sejak ditemukannya pemindahan jiwa?
Benar sekali.
Jiwa yang kehilangan kendali membunuh banyak orang waktu itu.
Aku khawatir hal serupa akan terjadi lagi.
Paman!
Paman. Kudengar Naksu melakukan pemindahan jiwa?
Pak Heo, apa kau melihatnya juga?
Kau pasti sangat senang karena bisa menyebarkan rumor.
Rumor sudah menyebar. Aku baru saja mendengarnya.
- Di mana? - Di Chwiseonru.
Kau adalah penyihir Jeongjingak.
Bukannya berlatih, kau malah berkeliaran ke tempat minum miras dan bergosip.
Jeongjingak milik Songrim bukan hanya tempat bagi para penyihir untuk berlatih,
tapi untuk mengumpulkan informasi juga.
Dan Dang-gu adalah seorang pebisnis
yang akan menggantikanmu untuk memimpin
dan mengembangkan Songrim menjadi lebih besar.
Dia harus bisa minum miras.
Omong-omong,
miras apa yang paling enak di Chwiseonru?
Aku jarang ke sana belakangan ini karena tidak ada Uk.
Uk? Maksudmu anaknya Jang Gang?
Bukankah dia belajar cara menyalin teks di toko buku Yeongchundang?
Dia sudah lama diusir dari tempat itu.
Sekarang dia ada di Gisan.
Aku mengirimnya ke Gisan untuk berlatih dengan Biksu Ho-yeong.
Kali ini dia pergi ke kuil untuk berlatih?
Aku ingin mengasingkan diri hari ini.
Kau bahkan belum selesai berlatih dan sudah naik ke gunung.
Beraninya kau mengatakan bahwa kau ingin mengasingkan diri?
Karena disuruh menambah wawasan,
aku menghafal lebih dari ratusan buku tentang ilmu sihir berkali-kali.
Karena disuruh lebih disiplin,
aku mengasah ratusan pedang sampai batu asahan tak bersisa.
Namun, kau tidak mengajariku cara menggunakan ilmu sihir.
Satu hal yang kusadari sekarang
adalah kau tidak sedikit pun berniat untuk mengajariku ilmu sihir.
Setelah menyadari hal tersebut, aku memutuskan
untuk mengasingkan diri.
Pemimpin Songrim menyuruhku untuk mengurungmu selama tiga tahun.
Kau membangun kuil dengan biaya pelatihan yang dibayar di muka, bukan?
Aku tak akan memintanya kembali. Kuharap pembangunannya selesai.
Aku tak mengizinkanmu mengasingkan diri. Beraninya kau berdiri!
Apa aku sekarang terlihat seperti sedang meminta izinmu?
Ibumu selingkuh, lalu melahirkanmu.
Bahkan ayahmu pun membuangmu.
Pantas kau tak tahu prinsip antara guru dan murid.
Aku yang akan mengasingkan orang sepertimu.
Meski tak tahu prinsip antara guru dan murid,
aku mengenal prinsip utang.
Dengan kata lain,
kau tak bisa menyelesaikan pembangunan kuil.
Kau harus mengembalikan uangku.
Karena ayahmu, tak akan ada guru yang mengajarimu ilmu sihir.
Astaga. Terima kasih atas kekhawatiranmu.
Aku akan mencari sendiri guru yang akan mengajariku.
Guru yang benar-benar kuat dan mahir.
Mu-deok, apa kau baik-baik saja?
Kenapa aku harus memasuki tubuh seperti ini?
Jelas-jelas wanita ini tak bisa melihat.
Kenapa aku bisa melihat?
Apa karena berubah menjadi jiwaku?
Aku juga tak menemukan bercak biru bekas perpindahan jiwa.
Apa ini mungkin terjadi?
Meski kau merasa mual, tahanlah. Kita sudah hampir sampai.
"Mu-deok."
No comments yet. Be the first to leave one.