13 Commandments

13 Commandments (13 Geboden)

دانلود زیرنویس Indonesian

فصل 1

هماهنگ با نسخه‌های زیر

13 Geboden S01E03 1080p WEB-DL DD 2 0 x264
ناشر UFSIMV
EPS 03

برچسب‌ها

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
1080
تاریخ انتشار: 2022-01-04
تعداد دانلود: 18
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

Modal recehan jadi Jutawan! Visi Mis Foya Foya, cuma di RECEH88

Halo? Peter Devriendt.

- Mozes? - Mozes.

Surel ini dikirim pukul 07.06.

Semoga hanya kepadaku.

Namun, kurasa Mozes mencari perhatian, tujuan selanjutnya pasti media pers.

Ini bagian menariknya.

- Siapa mereka? - Tebakanku, korban selanjutnya.

- "Sampai hari Minggu." - Ingat dan kuduskan hari Sabat.

Jika maksudnya hari Minggu nanti, waktu kita dua hari lagi.

Wanita ini? Bukankah dia terkenal?

Tine Dubois. Menteri Ekonomi, bukan?

Mantan menteri. Dia kini anggota parlemen.

- Bagaimana dengan yang lainnya? - Waktu kita dua hari untuk mencari tahu.

- Paulien tak bisa melacak surel itu? - Alamat IP-nya anonim.

Perintah Ketiga. "Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat."

"Enam hari lamanya engkau bekerja,

tapi hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allahmu.

Maka jangan engkau lakukan pekerjaan, engkau atau putra atau putrimu,

hamba lelaki atau perempuanmu, atau lembu atau keledaimu."

- Hai, Tine. - Komisaris Dujardin.

Terima kasih mau datang.

Waktuku tak banyak. Apa yang bisa kubantu?

Duduklah.

Aku pikir kau dalam bahaya.

Aku tak bisa bicara banyak, tapi kusarankan perlindungan untukmu.

Apa yang harus kutakuti?

Kenal orang-orang ini?

Tidak.

Kami curiga kau dan mereka

menjadi target seorang penjahat.

Penjahat macam apa?

Tahu seseorang yang mungkin membencimu?

Itu...

Aku politikus.

Kau bisa memenuhi lapangan dengan para pembenciku.

Tidak ada yang khusus?

Terkait dengan Perintah Ketiga? Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat?

Mungkin ada.

Ya, ada seseorang.

Ketua asosiasi wiraswasta

mengambil jalur hukum untuk menentang peraturan yang kusahkan tahun lalu.

- Aturan apa? - Perdagangan hari Minggu untuk toko.

- Namun, aturan itu masih berlaku. - Itu sebabnya dia tak menyukaiku.

Bukan hanya sekadar tak suka.

Surat-surat yang dikirimkannya padaku terbilang tak ramah.

Surat ancaman?

Di mana rekanmu?

Makan siang dengan mantan rekannya.

Itu aku.

Mantan rekan yang lain.

Si Stephen Hawking.

Sebab Paulien sangat cerdas.

Dengan komputernya.

Di mana rekanmu?

Sedang menelepon ibunya.

- Kau sedang apa? - Mencari sesuatu.

Ada apa?

Tak ada.

Sakit punggung.

- Mau kupijat? - Tidak.

- Aku pernah ikut kursus... - Simon, jangan ganggu.

Baik, maaf.

Astaga.

Simon, catat ini. Koen De Rijcke, Zwaluwstraat 4.

- Catatlah. - Sudah, di otak. Kenapa?

Dia menguntit Tine Dubois

karena meloloskan aturan perdagangan hari Minggu.

- Perintah Ketiga. - Bisa minta dia datang?

Ya.

Kau baik?

Ya.

Kau diam saja.

Entah harus bilang apa.

Baik.

Liesbet, siapa namanya? Koen De...

Mario Devadder, 36 tahun.

Dia dapat hukuman percobaan beberapa bulan lalu

karena mengganggu ketenangan publik. Bodoh.

Menyemprotkan gas air mata saat misa hari Minggu itu tak baik.

- Cepat sekali kau temukan? - Google Image.

Pindai, unggah, cari, ketemu. Kutemukan foto itu di Facebook-nya.

Ini tahun 2016, Peter. Kini segalanya mungkin dalam sekejap.

Ada lagi. Maaf.

Kucari namanya di catatan kita.

Ternyata Mario diserang di rumahnya kemarin.

Coba tebak apa yang dipakai.

Gas air mata.

Mungkin Mozes ini sudah mulai beraksi.

Aku tak paham.

Kau pemilik toko sepatu, ketua asosiasi wiraswasta.

Mengirim surat ancaman kepada mantan menteri.

Bukankah itu kekanak-kanakan?

- Bagaimana? - Sudah kuhentikan.

Dubois melaporkannya?

Kapan kau berhenti?

Kurasa dua pekan lalu.

Pertama, kau hujani Bu Dubois dengan surat ancaman berpekan-pekan.

Bahkan berteriak-teriak di halamannya.

Lantas, berhenti begitu saja?

Kau menyiapkan hal lain?

Sesuatu yang lebih besar?

Tidak, Pak.

Karena aturan yang seharusnya dibuat demi kepentingan publik itu,

para pemilik bisnis kecil harus bekerja setengah mati...

tapi tetap bangkrut.

Jika Bu Dubois tak melapor,

kenapa aku dipanggil?

- Takut? - Alergi.

Paco! Diam!

- Ya? - Selamat siang, Pak Devadder.

Peter Devriendt dan Vicky Degraeve dari Kepolisian Kriminal Federal.

- Boleh kami masuk? - Ini mengenai laporanku?

- Di antaranya. - Pelaku sudah tertangkap?

Belum, kami masih mencari.

- Tidak akan ketemu di sini, Nona Kecil. - Kami mau bertanya.

Paco, pergi! Sial! Diamlah!

- Mau minum? Jenever, Duvel? - Terima kasih.

Kami tak minum alkohol saat bekerja.

- Kalau begitu, bir. - Bisa kecilkan volume TV?

Agar kita lebih mudah bicara.

Tidak banyak yang bisa dikatakan.

Kejadiannya pukul 19.00.

Pertama, mereka membius anjingku, lalu menyerangku.

- Mereka? - Ya, mereka. Pria? Wanita?

Entahlah. Aku hanya lihat tangan dan kaleng semprot.

- Tangan pria? - Bersarung tangan hitam besar.

Sudah kukatakan ke polisi lain.

Ada hal lain yang kau ingat? Baju, tinggi badan, apa pun?

- Detail kecil bisa jadi penting. - Tidak.

Coba ingat lagi, mungkin ada...

Kau bisa melihat sebanyak apa jika terkena gas air mata?

Begitukah?

Jika informasi kami benar, kau sendiri pernah pakai gas air mata.

Dan orang-orang mengenalimu, bukan?

Kau kenal mereka?

Belum pernah lihat.

Tunggu, pernah.

Ini politikus yang tampil di TV.

Namun, tak kenal secara langsung?

Aku?

Kenapa kau menyemprotkan gas air mata

- di dalam gereja? - Mereka pelakunya?

Salah satu bajingan dari gereja itu?

Aku hanya menanyakan alasanmu.

Baik.

Pastor dan uskup tak pernah disalahkan.

Memeras uang orang, meraba anak-anak.

Gas air mata di gereja menyelesaikan masalah itu?

Empat anak mengalami iritasi mata,

dua orang lanjut usia sesak napas, satu wanita mengalami trauma.

Kalian mau apa ke sini?

Inspektur Devriendt tak berniat begitu.

Tidak?

Maaf.

Boleh kami periksa halamanmu?

Mungkin pelaku meninggalkan sesuatu.

Kau tahu, Inspektur Witse? Aku akan membantumu.

Kucabut laporanku. Tidak ada yang perlu diselidiki.

Sekarang, enyah. Keluar!

De Rijcke punya alibi saat pembakaran dan pertunjukan.

Kami mengawasinya, tapi bukan dia pelaku.

Mario Devadder? Mozes yang menyerangnya dengan gas air mata?

Kita akan menyebutnya "Mozes"?

- Mungkin, tapi kurasa bukan. - Devadder menarik laporannya.

Serangan gas air mata terlalu ringan

dibandingkan dua kejadian sebelumnya, benar?

Semua orang bisa punya hari buruk. Kau harusnya tahu.

Mungkin itu hanya pengalihan, atau kebetulan.

Terlalu kebetulan.

Katanya, "Sampai hari Minggu." Kenapa dia kirimkan foto-foto itu?

Dia tahu kita akan mengawasi mereka.

Mungkin dia tak menyangka kita mengidentifikasi mereka begitu cepat.

Ayolah, ada orang terkenal di daftar itu.

Dia memberi waktu dua hari, pasti agar kita menyelidikinya.

Foto ketiga sudah dikenali?

Tidak bisa ditemukan via Google Image.

Via apa?

- Google Image. - Google Image? Kau kenapa?

Itu kata Paulien.

Teruslah mencari. Waktunya hingga Minggu.

Untung kau tahu teknologi terkini, Peter. Keren.

Sebaiknya kau coba.

Sudah kucoba berkali-kali, Chantal. Dia tak menjawab teleponku juga.

Jangan terlalu cemas. Ayolah, Sara sudah berusia 21 tahun.

Sangat wajar

jika dia tak memberi tahu keberadaannya sepanjang waktu.

Kau hanya tak peduli, seperti biasa.

Tidak, aku hanya mau bilang,

dunia tak akan kiamat jika dia pulang terlambat sejam.

Dua jam. Itu memang bukan kiamat di dunia remaja normal...

Sara adalah remaja normal yang berusaha mencari jalan sendiri

dan wajar saja jika ada hambatan.

Kukira aku bisa mengandalkanmu.

Chantal, aku harus pergi, ada tamu.

Coba telepon dia lagi, pasti semua baik-baik saja...

Blue?

Halo?

Blue?

13 Commandments subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for 13 Commandments

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left