نخستین 200 خط.
"Acara ini mungkin tidak sesuai untuk pemirsa di bawah 15 tahun"
"Kebijaksanaan pemirsa disarankan"
Terima kasih. Kamu sebaiknya beristirahat.
"Episode 63"
Kamu harus memikirkan bayimu.
Apa? Apa maksud Nenek?
Kamu sebaiknya mengetahuinya karena tinggal di sini.
Soo In hamil.
Apa?
Jangan hanya duduk di sana. Pergilah beristirahat.
Baiklah. Kalau begitu, kutinggalkan kalian untuk berbincang.
Apa maksud Nenek kalau dia hamil?
Maksudnya dia sudah menikah?
Ya.
Tapi suaminya sudah meninggal.
Dia kini hamil empat bulan.
Tidak akan mudah melahirkan dan membesarkan anak seorang diri.
Nenek rasa dia tidak bisa meminta tolong kepada keluarganya.
Nenek pikir yang terbaik adalah mengizinkannya tinggal bersama kita
sampai dia melahirkan bayinya.
Kenapa? Kamu terkejut?
Apa? Ya, sedikit.
Nenek yakin kamu terkejut. Nenek awalnya juga terkejut.
Ingatlah itu dan perlakukan Soo In
sebaik mungkin, mengerti?
Aku akan naik ke kamarku sekarang.
Tentu, selamat malam.
Dia kini hamil empat bulan.
Maksudnya dia sudah menikah?
Ya.
Tapi suaminya sudah meninggal.
Kamu memiliki seseorang yang seperti itu?
Seseorang yang sangat ingin kamu temui lagi?
Kenapa kamu di luar sini?
Aku sangat mengkhawatirkan Se Young.
Kenapa dia?
Dia pendiam sepanjang hari dan tidak makan banyak.
Kubilang sebaiknya ke dokter, entah kenapa tapi dia menolaknya.
Bagaimana perasaanmu? Ayah dengar kamu tidak makan.
Apakah kamu stres?
Ya.
Aku berusaha melupakannya, tapi malah terus mengingat kejadiannya.
Itu mengerikan.
Maaf, Se Young, kamu mengalami itu karena ayah.
Tidak apa-apa, Ayah. Itu bukan salah Ayah.
Memang akan sulit, tapi mari berpura-pura itu tidak terjadi.
Mari menghapusnya dari ingatan kita.
Mengerti?
Ya, Ayah. Akan kulakukan itu.
Serahkan dirimu.
Katakan kepada pihak berwenang kamu dan Pak Jung yang melakukan,
bukannya Soo In.
Kalau tidak, aku akan melaporkan kalian ke polisi
dan memberi tahu keluarga Soo In.
Masuklah.
Ada apa?
Tae Soo mengetahui kalau kita memfitnah Soo In atas penggelapan.
Dia mengancam akan melaporkan kita.
Apa? Bagaimana dia mengetahuinya?
Entahlah.
Kalau dia melaporkan kita, Se Young dan Ibu akan tahu,
begitu juga keluarga Soo In. Apa yang harus kita lakukan?
Astaga.
Ayah.
Mari lakukan hal ini.
Kamu punya ide?
Ya.
"Kendo Gukdo"
Kepala!
Kepala!
Kepala!
Kepala!
Halo, ini Yeonhui-dong.
Ini aku. Kamu ingat kita bertemu saat jam makan siang?
Datanglah ke Restoran Shine siang nanti.
Baiklah, kalau begitu, sampai nanti.
Selamat pagi.
Kamu pergi ke mana sebelum waktu sarapan tadi?
Aku pergi untuk berolahraga.
Tetap bugar itu bagus,
tapi tentukan batas bagi pekerjaan dan olahraga.
Melakukan keduanya berlebihan secara tiba-tiba bisa melelahkanmu.
Baiklah. Jangan khawatir. Aku akan bisa mengatasinya.
Kalau begitu, baiklah. Bekerjalah.
Kamu akan ke kelas? Kenapa tidak libur lagi?
Aku sudah cukup beristirahat dan merasa lebih baik sekarang.
Turutilah ucapan ibumu. Liburlah sehari lagi.
Aku sungguh tidak apa-apa. Aku akan berangkat ke kelas.
Baiklah. Jaga dirimu.
Baiklah.
Dia sangat lemah kemarin. Syukurlah dia merasa lebih baik.
Aku sebaiknya memberi tahu temanku bahwa akan datang ke arisan.
Apa teman-temanmu bertemu hari ini?
Ya, tapi kubilang tidak akan datang karena Se Young sakit.
Begitu rupanya. Kamu bisa pergi sekarang.
Tidak apa-apa. Aku akan menemui mereka lain waktu.
Aku seorang politikus dan itu menjadikanmu setengah politikus.
Kamu harus bertemu orang-orang
serta membuat dan mempertahankan koneksi sebisamu.
Sebaiknya begitu? Kalau begitu, aku akan pergi.
Baiklah. Aku akan bersiap bekerja. Bisakah aku meminta teh?
Tentu.
Ini.
Jangan membuat kesalahan.
Ya, Ayah.
Bisakah kamu datang ke ruanganku sekarang?
Kenapa memintaku datang setelah meminta teh?
Aku lupa memberikan ini kepadamu tadi.
Traktirlah temanmu makanan enak.
Kamu tidak perlu memberikanku sebanyak ini.
Aku tahu kamu menangani hal lainnya agar aku bisa fokus pada pekerjaan.
Kamu banyak mempersiapkan
untuk pertunangan Se Young dan kamar Pak Choi.
Pergilah dan berbelanja
serta bersenang-senang bersama teman-temanmu.
Aku hanya melakukan kewajibanku.
Syukurlah kamu berpikir begitu.
Bersenang-senanglah bersama teman-temanmu.
Kamu suami terbaik yang pernah ada.
Terima kasih. Akan kugunakan ini dengan bijak.
Halo.
Hai. Kenapa Bapak mau menemuiku?
Aku mau mentraktir makanan enak untuk berterima kasih
atas semua yang kamu lakukan untuk nenekku dan aku.
Bapak tidak perlu melakukannya.
Aku tahu tidak perlu melakukannya, tapi aku mau melakukannya.
Serta memberimu ucapan selamat.
Nenekku bilang kamu hamil empat bulan.
Apakah bayinya akan lahir saat musim dingin?
Ya. Aku sungguh minta maaf tidak memberi tahu lebih awal.
Kamu tidak perlu meminta maaf kepadaku.
Terimalah.
Apa itu?
Bukalah.
Astaga. Pak Kim.
Kamu menyukainya?
Ya. Ini indah.
Aku ragu apakah pantas menerimanya.
Aku selalu berterima kasih kepadamu, tapi tidak pernah sekali pun
memberikanmu hadiah.
Hadiah pertama yang kuberi kepadamu adalah untuk bayimu.
Terima kasih banyak.
Aku akan membantumu sebisaku, seperti yang diminta nenekku.
Kuharap kamu merasa nyaman di rumah kami
dan persalinanmu lancar.
Aku tidak melakukan apa pun
sehingga layak mendapat kebaikan ini dari Bapak dan Nyonya Cho.
Aku berutang banyak pada kalian.
Terima kasih banyak.
Aku sangat menikmati makanannya.
Terima kasih.
Syukurlah kamu menyukainya.
Beri tahu kalau menginginkan sesuatu dan akan kubelikan untukmu.
Kamu boleh pulang.
Sampai bertemu malam ini.
Kamu bersenang-senang saat makan siang?
Ya.
Apakah terjadi sesuatu saat kamu makan siang?
Tidak.
Pak Jang.
Ya, Pak?
Pikiranku tahu aku sebaiknya menyerah,
tapi hatiku tidak membiarkannya. Maka apa yang akan kamu lakukan?
Apa yang coba kamu sampaikan?
Bukan apa-apa.
Aku hampir lupa, pukul berapa kita menemui CEO Camilan Daewoon?
Pukul 3 sore. Sudah kusiapkan data yang dibutuhkan untuk pertemuannya.
Terima kasih, Pak Jang,
Aku sangat senang
ada kamu yang membantuku.
Bagaimana kalau kita ke tepi kota akhir pekan dan nikmati pemandangan?
Choon Bok, ada yang mau kukatakan.
Baiklah. Katakanlah, Dal Ja.
Aku mau berhenti mengencanimu.
Aku akan menikahi orang lain.
Apa maksudmu?
Kamu berkencan denganku dan bicara tentang pernikahan.
Kini kamu akan menikahi orang lain?
Aku sungguh minta maaf.
Meminta maaf tidak akan cukup.
Siapa pria itu? Siapa dia?
Aku orangnya! Aku pria yang akan dinikahi Dal Ja!
Kamu...
Dal Ja tidak bersalah dalam hal ini.
Relakanlah dia.
Dae Bong!
Relakanlah dia? Bagaimana kamu bisa mengatakan itu?
Kalau begitu, hajar aku sampai kamu merasa lebih baik.
Kamu pikir aku tidak bisa atau tidak mau?
Jangan! Kalau kamu harus memukul, pukullah aku.
Dal Ja, ini urusan di antara para pria.
Aku siap. Pukullah aku!
Aku tidak sanggup menyaksikanmu dihajar.
Choon Bok, pukul saja aku.
Dal Ja...
Kamu sungguh menyukainya?
Ya.
Bangunlah.
Kubilang akan bicara kepadanya. Kenapa kamu di sini?
Aku mengkhawatirkanmu.
No comments yet. Be the first to leave one.