نخستین 200 خط.
"Kecantikanmu dan kelicikanku kan jadi pendorong.
Kita berdua kan jadi pahlawan dalam novel."
- Pak Presiden, pers sudah tiba. - Terima kasih.
- Pak Presiden. - Halo, apa kabar?
- Semua baik? - Baik.
Silakan duduk. Santai saja. Anggap seperti rumah sendiri.
Terima kasih.
Buat dirimu nyaman.
Aku punya waktu, tak perlu terburu-buru.
Pak Presiden, ingat
kau ada konferensi pers dalam waktu satu jam,
terkait masalah pers di Tucumán.
Ya, tapi itu bisa menunggu.
- Apa kau yakin? - Ya.
- Kita bisa mulai kapan pun kau mau. - Jika kau tak keberatan,
aku ingin kau mulai dengan menilai pemerintahannja,
terutama selama tahun terakhir ini.
Begini, kau tahu kondisi negara saat aku mulai menjabat,
semuanya sangat sulit.
Namun kupikir kondisi negara jauh lebih baik
daripada saat itu.
Sampai jumpa. Semoga harimu menyenangkan.
Pak! Pak!
Kau. Dengarkan aku.
Presiden sedang tak enak badan. Beliau akan dirawat.
Kondisinya kritis.
Sekitar satu jam lagi,
beliau akan masuk ruang operasi.
Dokter bilang
peluang hidupnya 50 persen.
- Aku turut prihatin. - Sungguh? Dengar...
Kau baru saja mewawancarai presiden,
dan itu bisa jadi wawancara terakhirnya
jika dia tewas di ruang operasi.
Di situ, kau bertanya siapa penerus politiknya.
Ingat pertanyaan itu?
Ya. Aku ingat. Dia menjawab bahwa dalam politik tak ada penerus.
Ya, ya. Aku tahu.
Kami merekam semuanya.
Berapa yang bisa kami bayar,
jika presiden meninggal,
untuk mengubah jawaban itu dan menyebut nama penerus politik?
Katakan padaku.
Jangan terpaku begitu. Tempatkan dirimu di posisi kami.
Jawaban itu adalah wasiat politiknya jika dia mati.
Aku berbicara atas nama sekelompok orang presiden.
Dan aku diberi wewenang untuk menawarimu
cek bernilai tujuh digit untuk mengubah jawaban itu.
Tapi, puji Tuhan, semuanya akan baik-baik saja,
perbincangan ini tak pernah terjadi,
dan aku takkan mengganggumu lagi.
Namun aku ingin kau tahu
jika hal itu tak terjadi,
aku kan meneleponmu dengan tawaran pasti.
Dan...
Kira-kira siapa nama itu?
Bahasa ganda.
Itulah mengapa kami ingin berterima kasih karena kalian datang
melihat keseharian anak kalian di komunitas pendidikan kami.
Anak-anak bisa memilih sesuai minat mereka
dari berbagai kegiatan kami.
Contohnya refleksi, komunikasi, baca sunyi, dan lainnya.
Jika dalam kesunyian, bagaimana kita tahu mereka bisa baca?
- Kau ke klub? Dapat? - Ini milik anak-anak.
- Katamu kau mau pergi hari ini. - Ya, tapi...
Dengar, apa kau punya prangko Lewandoski?
Sepertinya aku tak bisa menemukannya.
- Kemarin kita mendatangi 12 tempat. - Kau dapat prangkonya?
Sudah kucoba, tapi mobilku mogok. Dan...
Dengar, prangko ini sangat penting bagiku, kucari selama bertahun-tahun.
Ada apa?
Semuanya lancar, sampai dia bersikeras tak mau menjualnya.
Makanya aku memintamu pergi. Dia mengenaliku.
Kalian bertengkar gara-gara kertas kecil begitu?
Sebenarnya ukurannya lebih kecil. Pinggirannya bergerigi.
Dan kelas memasak.
Lucu sekali hanya anak perempuan yang masak. Mungkin itu usul sekolah juga...
Lagipula, tak ada kompor...
Aku sudah mencarinya selama bertahun-tahun.
Dan pria yang punya dua satu-satunya di dunia ini
adalah seorang pengepul bodoh yang tak mau menjualnya padaku
karena katanya ayahnya harus menjual jaringan tokonya
dua puluh tahun lalu karenaku. Sialan.
Aku tak mengerti.
Aku tak paham kenapa kau peduli pada dua prangko sialan itu.
Yah, kau takkan pernah mengerti.
- Entahlah. - Ayolah.
- Tidak, aku takkan bisa meyakinkanmu. - Bukannya pekerjaanmu meyakinkan orang?
Lanjutkan. Uji aku.
...dokumenter, film pendek, dan juga...
Ini koleksi pahlawan nasional.
Saat dirilis, beberapa ada yang cacat.
Mereka membuangnya, dan hanya tersisa dua.
Dua satu-satunya yang belum kudapat.
San Martín dua puluh peso dengan bagian tengah berubah,
dan Rivadavia lima belas sen tanpa perforasi.
Keduanya unik dan asli.
Kau bahas soal keaslian lagi!
Kau terobsesi dengan itu!
- Kalau tidak, apa artinya semua ini? - Apa?
Semua ini. Apa artinya?
Kita sedang di rapat orang tua murid.
Maksudku hidup ini, Hugo. Apa arti hidup ini?
Kau tahu penting bagi anakmu untuk tahu kau ada di sini.
Bahwa kau ada untuknya. Itu penting.
Sudah kubilang aku takkan bisa meyakinkanmu. Kemampuanku sudah hilang.
Bagaimana dengan Pameran Frankfurt?
- Kau tidak pergi? - Tidak.
Rasanya sedih ke kiblat filateli dengan koleksi tak lengkap.
Layanan Kesehatan ADRIANA kau yang tanggung. Tiga cicilan.
Lagi pula, aku butuh uang turun dari langit untuk bisa beli tiket,
dan itu jarang terjadi.
Sialan sekali.
Jika ada keraguan atau pertanyaan, hubungi aku.
Griego, kurasa anak itu menunggumu.
Jangan ragu untuk menghubungi, komunikasi itu penting...
Kurasa topik ini harus divoting dalam rapat umum.
- Rapat umum? Rapat apa? - Ya, kita tak pernah sepakat soal apa pun.
Kita hampir mengakhiri rapat ini, tapi tenang saja...
- Apa yang kau mau? - Bicara denganmu.
Siapa kau?
Aku punya sesuatu yang kau inginkan.
Berapa harganya?
- Tak ada nominalnya. - Aku tak paham.
Kulah harganya.
Aku tak paham.
Kami butuh kau, Griego.
Kau harus kembali.
48 JAM SEBELUMNYA
Di ruang ganti saat jeda babak, suasananya seperti rumah duka.
Tertinggal tiga gol tanpa balas dari Belanda di olimpiade.
- Mustahil dikalahkan. - Tentu saja.
Kutemui Quinteros dan kukatakan, "Kawan, kau harus membantuku.
"Ini final hoki olimpiade. Aku ingin medali emas."
Dan kami mengalahkan mereka.
Itu sungguh luar biasa.
Semua orang membicarakan gol keempatmu.
Tapi bagiku, yang pertama adalah yang tersulit.
Sudah pasti.
- Untuk memecah kebuntuan, ya? - Ya.
Tucu bagaikan anjing bulldog. Ya, aku ingat.
Dia merebut bola liar, dan kutendang dengan seluruh tenagaku.
Sangat menyenangkan punya sekutu yang baik.
Benar?
Aku tak bisa membayangkan perayaannya sebagai kapten tim.
Yah, kami mulai dengan para gadis hoki.
Lalu para gadis voli datang.
Jadi itu pertandingan lain, tapi dengan perpanjangan waktu.
Dan adu penalti.
Saat fajar, tim tenis Kolombia datang, dan...
- Para gadis itu sangat murah hati. - Sangat murah hati.
Ya, ya. Dan mereka sangat disambut.
Permisi.
Ada standar olimpiade juga di sini.
Terima kasih.
Terima kasih.
Ada berita?
Sebenarnya...
Aku ingin menemuimu.
- Kau akan hebat. - Terima kasih.
Yang kuminta hanya biarkan semuanya seperti apa adanya.
Taktik dan strategi tak berubah.
Pemain nomor empat tak tersentuh.
Nomor empat? Ya.
Terima kasih.
Sampai jumpa nanti.
"Kutipan terkuat dari debat presiden"
#PemiluPresiden #KandidatPrat.
Percaya tidak pria tua bangka itu menyelipkan uang tip di belahan dadaku?
Ini. Sejujurnya, bisa kukirim lewat WhatsApp saja.
Begini lebih baik.
Setidaknya kau tak menyelipkan uang ke dalam belahan dadaku.
- Mau kuantar pulang? - Tidak.
Jangan hubungi aku lagi.
Aku tidak kuliah Ilmu Komunikasi selama lima tahun untuk ini. Aku suka menulis.
Semuanya saling terhubung. Lihat saja nanti.
Pergi sana.
Sebenarnya aku ingin menemuimu.
- Kau akan hebat. - Terima kasih.
Yang kuminta hanya biarkan semuanya seperti apa adanya.
Taktik dan strategi tak berubah.
Pemain nomor empat tak tersentuh.
PERTEMUAN KONTROVERSIAL PRAT DAN DOMENECH
Prat mengaku sebagai wajah politik baru, tapi dia diam-diam menemui
pebisnis yang mungkin paling kontroversial akhir-akhir ini.
Sekarang kita paham mengapa dia dipilih oleh sang tokoh lama.
Kita bicara soal Prat, ekstremis yang menghidupkan kembali Partai Kebebasan Warga
dengan mandat yang sangat diragukan.
Dia ditunjuk oleh perusahaannya
sebagai penerus pemimpin besar partai tersebut.
Dan setelah debat, dia melesat... Ini kudapat datanya.
Dari posisi ketiga ke posisi pertama dalam jajak pendapat.
DEBAT PRESIDEN PERTAMA RICARDO PRAT, PARTAI KEBEBASAN WARGA
Aku ingin memulai pencapaian baru. Dan untuk itu, aku butuh suara kalian.
Dia tidak dianggap serius karena masa lalunya yang bukan politikus.
Kandidat lain menahan diri untuk tidak menyerang idola populer
dengan medali olimpiade yang kita rayakan bersama.
- Dengar, di masa lalu... - Bisa biarkan aku bicara?
Aku percaya pada negara masa kini, yang akan mengurus...
Aku tidak tahu apa-apa soal politik. Baiklah.
No comments yet. Be the first to leave one.