نخستین 200 خط.
Di mana Jang Hoon?
Itu dia.
Kenapa kamu masuk dari pintu depan?
Aku sudah lama tidak memakai pintu itu.
Benar. - Benar.
Perhatian. Kalian membawa yang kuminta?
Ya. - Aku membawanya.
Seperti yang kalian tahu, kemarin Hari Valentine,
sungguh tidak ada hubungannya dengan kita.
Kupikir kita harus merayakannya sendiri.
Jadi, aku meminta kalian membawa cokelat.
Tentu. - Baru-baru ini...
Tentu.
"Berseru"
Astaga.
"Kamu mau ke mana?"
Apa? - Apa yang dia lakukan?
Untukmu.
Hatinya lembut sekali.
Itu seperti novel daring.
Kenapa harus dia? - Karena belakangan ini,
berat badannya turun
dan dia menjadi jelek.
Akan ada perbedaan besar.
Jika kamu bertambah jelek, tidak akan selucu itu.
Mengurus penampilanmu adalah bagian dari merawat diri.
Jaga dirimu. - Terima kasih.
Kalau begitu, aku... - Apa?
Itu terlihat sangat kecil di tanganmu.
Akan kuberikan kepada orang yang kuinginkan.
Tentu.
"Berjalan perlahan"
Benar.
Apa itu... - Kenapa aku gugup?
Akhirnya. - Pada temannya?
Ini. - Kenapa?
Jangan membuat sketsa komedi hanya karena cokelat.
Jangan lukai perasaanku dengan cokelat.
Kita rival. - Sekarang,
berikan kepada seseorang yang kamu inginkan.
Kalau begitu, aku akan... - Aku harus beri kepada siapa?
Hee Chul. Kamu mampir ke toserba, bukan?
Ya, aku terburu-buru.
Aku terburu-buru. - Benar.
Tidak kusangka itu hal besar. Aku terburu-buru membelinya.
Cepatlah. Jangan bertele-tele.
Pertama, - Jangan seperti ini.
akan kuberikan kepada seseorang
yang berbagi pengetahuan
di sisiku.
Apa dia rekanmu? - Kyung Hoon.
Kenapa kalian memberikan cokelat di depanku?
Kyung Hoon duduk di sampingku.
Kamu akhirnya memberikannya kepada orang lain.
Terima kasih. - Ada banyak kata
yang tidak kumengerti di acara ini,
tapi kamu memegang tanganku dan menjelaskan artinya padaku.
Kami bisa memahaminya. - Ya. Aku bisa mengandalkanmu.
Mereka seperti dua orang bodoh. - Bagus.
Kepada siapa kamu memberikannya, Kyung Hoon?
Aku...
Berikan kepada orang yang pertama ingin kamu berikan.
Jangan berpikir. Berikan saja. - Cokelat apa itu?
Cokelat apa itu? Itu cokelat insulasi.
Hei. - Ada selotip insulasinya.
"Ada selotip insulasi"
Perekatnya.
Kenapa ini sudah patah?
Tunjukkanlah ketulusan.
Yang benar saja.
Tunggu. - Cokelat itu untuk orang lain.
Cokelatnya...
Akan kuberikan kepada
Hee Chul. - Tentu.
Itu untuk alasan yang sama. Dia ada di sampingku.
Mari kita saling menanyakan hal yang tidak kita ketahui.
Tentu. Mari kita lakukan.
Untukku... - Sang Min.
Aku suka memberikan hadiah
untuk orang lain. - Apa itu sekotak cokelat?
Apa itu?
Aku menyiapkan surat dan hadiah bersama cokelat.
Bagus.
"Melangkah kuat"
Jang Hoon.
Tentu.
Aku menulis surat.
Penuh dengan cokelat. - Bagus sekali.
"Kotak itu penuh dengan hatinya"
"Jang Hoon. Apa gunanya Hari Valentine?"
"Tapi ini Hari Valentine, semoga kamu menikmati cokelat ini,
menyalakan lilin favoritku,
dan bersenang-senang sendirian."
"Meski merasa kesepian, hampa, dan sia-sia,
berbahagialah dan tetap sehat. Ya?"
"Aku mencintaimu. Dari Sang Min."
Terima kasih banyak.
Dia sungguh serius menyiapkannya. Astaga.
Seharusnya aku memberikannya kepada Sang Min.
Kami harus bagaimana?
Andai kami tahu.
Sekarang giliranku. - Rasanya seperti Hari Valentine.
Aku... - Ini bermakna.
Ini. - Tidak, terima kasih.
"Pusing"
Dia membelinya dari pasar swalayan.
Itu kecil.
"Ekspektasinya bertambah tinggi setelah melihat Sang Min"
Yang benar saja.
Itu merek lama. - Ya.
Bukankah lebih baik mengekspresikan hatiku dengan hal kecil?
Ini favoritku. - Ini favoritmu.
Apa aku yang terakhir?
Hee Chul.
Ada yang memintaku memberikannya. - Bagus.
Siapa?
"Bersikap konyol"
Apa benar ini untukku?
Ini untukmu. - Dari siapa?
Apa ada suratnya? - Mungkin.
Aku tidak tahu. Aku tidak menulisnya.
"Dia menyadarinya sekarang"
Dari siapa? - Kuberikan kepadamu
Dasar bodoh. - dengan hati.
Tidak ada suratnya.
Kita harus memaksakan diri - Itu bagus.
untuk mengutarakan isi hati kita
dan saling menjaga. - Tentu.
"Membuka"
"Murid pindahan datang"
"Murid pindahan yang seksi datang"
Penata gaya megabintang hadir. - Hye Yeon.
Penata gaya megabintang. - Sudah lama tidak bertemu.
Aku kenal kalian semua.
"Senang bertemu dengannya"
Hai, Anak-anak.
Kami dari SMA Selebritas Seksi
yang menyukai Knowing Brothers.
Aku penata gaya megabintang Han Hye Yeon.
Aku dari sekolah yang sama.
Film favoritku adalah "Terminator 2", "RoboCop 2",
dan "You Only Live Twice".
Aku penulis Heo Ji Woong. Aku menjalani kehidupan keduaku.
"Salam ekstrem"
Kamu mengenal Hye Yeon?
Ya. Dia pencinta mode terkenal.
Saat dia memperkenalkan diri...
Pencinta mode. - Pekerjaannya pencinta mode?
Nyaris benar.
Hye Yeon, apa kamu memakai seragam SMA-mu
yang dahulu kamu pakai?
Tidak.
Dahulu dia mengenakan hanbok.
Hei! Astaga!
Kamu pikir aku lahir saat perang?
Kalian memakai seragam sekolah?
Kewajiban memakai seragam sekolah dihapus di masaku.
Saat itu, para murid tidak memakai seragam.
Jadi, aku memakai seragam sekolah untuk kali pertama dalam hidupku.
Menurutku itu sangat cantik.
Bisa kamu maju dan tunjukkan? - Tunjukkan padaku.
Seragam pas badan.
Lihat sepatunya. - Cantik, bukan?
Apa berat badanmu turun?
Sedikit saja, Yeong Cheol!
"Terima kasih sudah menyadarinya"
"Tos denganku juga"
Kamu senang, bukan?
Yeong Cheol!
Aku tahu berat badanmu turun saat kamu datang.
Masalahnya, apa kamu mengubah seragamnya?
Ya. - Tentu saja.
Aku memakai lencana
dan memadukan dengan kaus kaki dan sepatu formal.
Kupikir itu medali.
Ini...
Apa kamu ikut perang?
"Dia saksi sejarah"
Hei. - Apa kamu seorang veteran?
Bukan Perang Korea, tapi Perang Vietnam.
Karena... - Astaga.
Kamu ikut Perang Teluk? - "Perang Teluk".
Apa dia pahlawan perang? - Ya.
Aku tidak mengubah apa pun.
Aku hanya menggunakan aksesori.
Manis, bukan? - Kenapa ada lonceng di sepatu?
Karena kerah bajuku putih.
Itu bagus. - Jadi, aku memadukannya
dengan sepatu mutiara. - Itu menarik.
Mari tanya Ji Woong. Kamu memakai seragam sekolah?
Aku harus memakai seragam saat bersekolah.
Benarkah? - Kamu terlihat seperti
tokoh kartun hari ini.
Benar. - Dia seperti tokoh kartun.
Mungkin karena gaya rambutnya yang keren.
Rambutku masih pendek.
Tidak banyak gaya rambut yang bisa kucoba.
Karena bentuk kepala dan telingamu manis,
kamu seperti tokoh kartun. - Benar.
Terima kasih. Kamu juga
No comments yet. Be the first to leave one.