نخستین 200 خط.
Astaga.
Gendut.
Pergilah, Gendut.
548 KILOKALORI
542 KILOKALORI
Aku makan banyak,
tapi si berengsek itu tak perlu membayar.
Seharusnya aku makan hot pot saja.
436 KILOKALORI
Aku sangat bodoh.
Tunggu.
Suara apa itu?
Mustahil.
209 KILOKALORI
206 KILOKALORI
Gendut, sedang apa kau?
Kau lompat tali
karena tadi makan banyak, bukan?
Kau sengaja mengajakku ke restoran mahal
untuk membuatku bangkrut.
Kau sudah makan banyak tadi.
Bagaimana kau membakar kalorinya?
Lompat tali berlebihan bisa menyebabkan nyeri otot.
Mau asuransi kesehatan?
Diam.
Kau mencoba menjual asuransi padaku?
Jangan mimpi.
Aku tak mudah ditipu seperti dahulu.
Aku sudah berubah. Camkan itu.
Dasar kecoak!
Sebaiknya daftar asuransi kecelakaan saja.
Preminya juga murah.
Thanakorn!
VILA PHA SUK
Apa?
Aku akan kembali.
Gelap.
Semua lampu mati.
Lampu akan segera menyala.
VILA PHA SUK
THANAKORN WONGKARNKA SISA SALDO 25.000 BAHT
Kau mau berangkat kerja?
Astaga.
Kita hidup di zaman apa?
- Masih membaca koran? - Pergilah.
- Mau kuantar? - Tidak, terima kasih.
Aku tahu kau punya niat terselubung.
Kau berteman denganku
karena kau berencana menjual asuransi kepada kolegaku.
Apa? Kecurigaanmu berlebihan.
Ini hanya tumpangan.
Aku lebih dahulu.
Baiklah.
Ini yang kutemukan.
Bagian menariknya yaitu
keunikan makanannya…
Pak Panthep.
- Ya. - Tolong tanda tangani ini.
Baik.
- Sebelah sini juga. Terima kasih. - Baiklah.
Hidangan menarik termasuk…
Tunggu sebentar.
Aku menaruh dokumennya di mejamu.
Ya.
Lanjutkan.
Selain…
Pak Panthep.
Ini Jumat.
Dia terburu-buru setiap Jumat.
Kenapa hanya setiap Jumat?
Dia pergi ke Bangkok.
Maaf. Sampai di mana tadi?
Ada dua poin menarik,
hidangan lokal dan 100 restoran enak di Hua Hin.
Seratus restoran mungkin terlalu banyak.
Bagaimana jika dipersempit menjadi 20 restoran teratas?
Sama sekali bukan masalah.
Jika kau senggang,
kita bisa pergi
ke semua restoran ini dan mencobanya sendiri.
Namun, aku tak bisa pergi hari ini. Aku harus pulang lebih awal.
Lain kali saja.
Baiklah.
Kau tak pulang ke Bangkok, Mac?
Bos, namanya Meow.
Dia tak perlu ke Bangkok karena dia tinggal di sini.
Dia sudah mengatakannya berkali-kali.
Maaf.
Tak apa-apa.
Paman Yod, biarkan aku masuk. Hanya sebentar.
Tidak bisa.
Ayolah. Kita keluarga.
Aku berjanji tak akan menyusahkanmu.
Bukan soal itu.
Aku sedang bekerja. Aku tak bisa membiarkanmu masuk.
- Ayolah. Sebentar saja. - Tidak.
Kubilang, tidak.
- Berhentilah memaksa. - Kumohon.
Meow.
Meow.
Kenapa kau di sini?
Halo.
Aku Toy, sahabat Meow.
- Halo. - Halo.
Kalian koleganya?
Meow sering bercerita tentang kalian.
Astaga, kau bisa menjadi aktris dalam sekejap.
Tidak mungkin.
Kalian lapar?
Mau makan?
Ada restoran pad thai yang enak di dekat sini.
Sayangnya, aku harus pergi.
Sampai nanti, Pak Panthep.
- Ya. - Ya.
Sampai jumpa.
Kau tak pulang ke Bangkok?
Tidak, aku tetap di sini.
Aku akan sendirian jika pulang.
Suamiku menghadiri seminar dengan sesama dokter.
Kau sudah menikah?
Kau seperti baru lulus kuliah.
Astaga. Mustahil.
Aku seumuran dengan Meow.
Apa? Kalian sungguh seumuran?
Kau masih terlihat sangat muda.
Toy perayu ulung.
Pekerjaannya menjual asuransi.
Aku baru ingat ada rencana.
Sampai jumpa.
Meow.
Kenapa kau terus merusak suasana?
Memang benar.
Jangan coba merayu orang lain dengan mulut manismu.
Aku mau tanya.
Aku harus berbuat apa agar kau memaafkanku?
- Kau minta dimaafkan? - Ya.
Tidak akan.
Sial.
Apa-apaan?
Ayo. Lari. Ya, begitu.
- Ya, lari. - Di mana kebocorannya?
Pindah jalur. Ayo ke tengah. Ya.
Apa ada yang memasang pipa dan mencuri airku?
Kita bisa melewati jalur lain.
Kenapa tagihan airku membengkak?
Mari coba lagi. Ya.
Benar. Ya.
Bagus. Itu dia.
Menang!
Hore!
Pertandingan yang seru.
- Bagaimana kau bisa kemari? - Kau seperti Gundam.
Kau bermain gim sepanjang hari dan tak membaca buku.
Katakan. Apa serunya bermain gim?
Aku bermain demi uang, bukan kesenangan.
Kau dibayar untuk bermain gim?
- Ya. - Sungguh?
Ya.
Aku dibayar untuk memainkan gim ini. Sebagian orang payah.
Mereka menyuruhku menjadi joki.
Barang langka
juga dijual dengan harga yang sangat mahal.
Kau bingung.
Kau tak akan paham.
Lihat.
Paham? Mudah mencari uang jika kau tahu cara bermain.
- Nenek. - Ya.
- Apa? - Ajari aku bermain.
Ajari aku sesuatu yang bayarannya besar.
Tentu, tapi biayanya pasti mahal.
Tarifnya sekitar 2.000 baht.
Kau sudah gila? Kita bukan orang asing.
- Jangan pelit. - Dengar.
Ini sangat murah.
Kau tahu berapa tarif pemain gim profesional?
Tahu? Tarifnya lebih dari 10.000 baht.
Ayolah, jangan pelit.
Dengar, Nenek.
Jika aku pelit,
aku tak akan membiarkanmu memakai AC dan komputer
sambil makan kudapan gratis dari kulkas.
Kalau begitu, bayar utangmu kepadaku.
Aku akan membeli AC untuk kamarku.
- Nenek. - Apa?
Nenek, ini tak benar.
Aku mengurusmu dengan baik.
Aku tak pernah minta bantuanmu.
Saat atap garasimu rusak,
aku yang menalanginya.
Saat petugas daerah datang
untuk inspeksi selokan dan kau didenda,
aku juga menalanginya.
Apa lagi yang kau mau?
Kau minta bantuanku.
Ada apa?
Apa? Mogok lagi?
Bukankah kau baru mengganti remnya?
Kali terakhir, aki.
Bukankah aku sudah melarangmu membelinya?
Ayolah, jangan terlalu banyak mengeluh.
No comments yet. Be the first to leave one.