هماهنگ با نسخه‌های زیر

편편의점 샛별이 Backstreet Rookie S01E10 WEB-DL [Pahe in]
ناشر Zizzz
Ep 10 (BEBAS IKLAN) Durasi 1:00:08 | Cocok untuk yang download di pahe.ph (pahe.in) resolusi 480p

برچسب‌ها

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
تاریخ انتشار: 2020-08-15
تعداد دانلود: 25
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Apa yang kau lakukan? kau tak suka mi di supmu.

Aku ingin makan makanan terakhir kita..

..seperti yang biasanya kau nikmati.

Kau harus bertemu seseorang yang cocok denganmu.

Kurasa aku bukan orang itu.

Yeon-joo... Tidak.

Tolong jangan lakukan ini.

Ini bukan rute menuju rumah.

Kau hanya akan mengalami depresi jika pulang sekarang.

Aku tak akan membiarkan itu terjadi.

Bersulang!

Yeon-joo, yang sempat hilang, telah kembali kepada kita.

Sambutlah dia karena kita sudah lama menunggunya.

Bagaimana caramu menyatukan semua orang?

Apa maksudmu? Mereka sudah menunggumu

Terima kasih.

Kau sudah tanya waktu kelahiran Yeon-joo untuk diramal?

Nanti saja.

Apa maksudmu nanti?

Pria yang lahir di Tahun Monyet

dan wanita di Tahun Kuda adalah pasangan serasi.

Apa sulitnya menanyakannya?

Ibu telah bekerja keras. Ibu bisa pulang sekarang.

Hentikan omong kosong itu. Apa sulitnya menanyakan waktu kelahirannya?

Telepon saja dia dan tanyakan dia lahir pukul berapa.

Tanyakan satu hal saja padanya, waktu kelahiran.

Itu sungguh tak sulit. Telepon saja dia.

- Sampai jumpa, Bu. - Baik. Telepon dia.

Berapa kali kau menonton ini?

Sungguh menarik melihat Eun-byul menari. Bagiku dia masih bayi.

Berhentilah menonton. Mari mulai minum dan bicara.

Biar kuceritakan cerita lucu.

Pak Choi menyuruh petugas kebersihan datang untuk inspeksi di toko

karena si penipu terus berusaha mendapatkan uang dari makanan kedaluwarsa.

Dia mengorbankan dirinya dan tokonya

untuk menangkap pelaku itu dengan melapor ke polisi.

Pak Choi keren, kan?

Bukankah kau sudah berhenti bekerja di toserba?

Memang,

tapi Pak Choi selalu berkata bahwa kejujuran yang terbaik.

Dia memanggilku ke toko agar aku bisa belajar darinya.

Aku tak percaya dia memanggilmu dan kau pergi ke sana.

Tentu, aku akan menemui Pak Choi di mana pun dia memanggilku.

Aku harus ke toilet. Aku akan segera kembali.

- Terima kasih! - Terima kasih!

Ayo.

- Pak? - Saet-byul?

Kau ratu promosi, kan? Kenapa kau tak bekerja belakangan ini?

Aku mendapat banyak sif, semua berkat kau.

Aku sangat kompak dengannya,

- tapi kali ini kami di posisi kesembilan. - Diamlah.

Maafkan aku. Tidak ada yang bisa kukatakan.

Direktur Cho menyuruhku melakukan ini, dan aku terpaksa.

Aku punya istri dan anak. Jadi, aku tak bisa apa-apa.

Aahhh.. Aku baik-baik saja.

Aku memang akan berhenti

karena ingin bekerja di toserba.

Aku senang Direktur Cho mengaturnya seperti ini.

Saet-byul...

Aku bersungguh-sungguh.

Semoga penjualan kalian bagus.

Kau tak mungkin berada di peringkat kesembilan. Bahkan tanpa aku.

Kau harus memenangkan Penghargaan Wiraniaga Terbaik dan hadiahnya, ya?

Semoga berhasil.

Terima kasih.

- Kau boleh pergi. - Jaga kesehatanmu.

Sampai jumpa.

Dia mungkin tak bisa melakukan apa pun soal itu.

Dia mungkin terpaksa.

Aku dipecat dari pekerjaan paruh waktuku di sini,

dan mantan manajerku masih melatihku.

Pak Choi.

Aku merindukannya.

Dia sedang apa?

Apa dia kelelahan karena aku tak bekerja sif malam?

Kenapa aku bersembunyi? Ini konyol.

Yeon-joo, kau sudah bangun?

Ya.

Pakailah ini untuk ke kantor hari ini.

Kenapa? Apa ini hari istimewa?

Seorang eksekutif harus berpakaian seperti itu.

Seorang eksekutif?

Kau belum mendengar kabar dari Seung-joon?

Ini juga sudah dibahas dengan Pimpinan Cho.

- Ibu! - Sampai jumpa di kantor.

Kim Hye-ja, pemegang saham terbesar kedua kita,

ternyata adalah ibunya Nona Yoo.

Bahkan ada rumor

Direktur Cho dan Nona Yoo tinggal bersama di AS.

Katanya pernikahan mereka sudah diatur

dan sudah didaftarkan.

Kau percaya kini dia menjadi Direktur Humas?

Habislah aku sekarang.

Menurutmu rumor itu benar?

Lantas, apa arti Dae-hyun baginya selama ini?

Lupakan Dae-hyun. Tamatlah aku.

Tidak.

Mungkin aku harus membuka toserba seperti Dae-hyun.

Kepalaku sakit.

Ada yang punya obat sakit kepala?

Kau harus bertemu seseorang yang cocok denganmu.

Kurasa aku bukan orang itu.

- Pak Choi? - Hei, Seong-tae.

- Hai, Jeong-ha. - Halo.

- Apa yang kau pikirkan? - Bukan apa-apa.

Kenapa kau kemari?

Aku penasaran apa kau tahu.

- Tentang apa? - Orang kantor membicarakan Nona Yoo.

- Kenapa? - Nona Yoo adalah putrinya

pemegang saham terbesar kedua perusahaan.

Dia dipromosikan menjadi direktur.

Dia menipu kita selama ini.

Apa katamu?

Kau sungguh tak tahu?

Dia menyembunyikannya darimu padahal kalian berpacaran tiga tahun?

Ayo pergi sekarang.

Kami akan pergi sekarang, Dae-hyun.

Kami akan datang lagi.

Ingat saat kita berjanji untuk tidak saling menyimpan rahasia?

Kau tahu Direktur Cho Seung-joon, kan?

Sejujurnya, kami saling mengenal bahkan sebelum kau lahir.

Ayah kami sangat dekat. Jadi, kami berteman sejak lahir.

Tapi jangan salah paham.

Aku kerja di situ karena kompetensi.

Kita ditakdirkan bertemu dan saling mengenal.

Seperti anuitasmu, yang akan bersamamu selamanya,

aku akan menjadi partnermu selamanya

dan bertanggung jawab atas asuransimu hingga akhir.

Aku akan menjadi perencana asuransimu, Gong Boon-hee.

Dari Gong Boon-hee, Asuransi Jiwa Precious.

Jika kau seperti ini, kenangan indah kita tak akan hilang.

Seharusnya kau tak melakukannya.

Apa?

"Mari saling jujur."

"Mari bicarakan semuanya."

"Kita tak boleh punya rahasia agar menjadi makin dekat."

Kau mengatakan semua ini kepadaku.

Tapi apa hanya aku yang harus menepati janji itu?

Kenapa kau tak bilang bahwa kau putri

pemegang saham terbesar kedua?

Kau pikir jika kau memberitahuku,

aku akan minta dipromosikan?

Atau kau pikir aku akan meminjam uang darimu?

Kau pikir hubungan kita akan berbeda

jika aku tahu siapa kau?

Entah kau tak memercayaiku atau tak percaya diri.

Pasti salah satunya.

Atau mungkin keduanya.

Apa gunanya ini sekarang?

- Kau menipuku. - Apa?

Kau selalu menyangkalnya, tapi entah bagaimana,

kau selalu bersama si pegawai itu.

Kau yang menipuku. Apa aku keliru?

Bukankah kau harus memberiku kesempatan

untuk menjelaskannya sebelum kau berasumsi?

Yeon-joo?

Astaga, panas.

Ayah?

Dae-hyun!

Ayah sedang apa di sini?

Astaga, aku tak menduga akan bertemu denganmu seperti ini.

Kebetulan sekali.

Aku tak tahu kau pacar putraku.

Dunia memang sempit.

Astaga.

Aku akan pergi lebih dahulu. Lanjutkan pembicaraan kalian.

Ayah mau ke mana?

Yeon-joo,

kau bisa menghina dan mempermalukanku sesukamu,

tapi bukankah menurutmu

setidaknya kau seharusnya tidak mengusik keluargaku?

Tentu, aku mengerti. Kita sudah putus.

Tapi apa yang ingin kau buktikan dengan melakukan semua ini?

Aku sama malunya dengan kau sekarang, tapi sejujurnya,

aku merasa frustrasi.

Kau selalu bilang itu kesalahpahaman,

dan kini aku di posisimu.

Ini bukan alasan. Itu faktanya.

Kurasa,

aku tak benar-benar mengenalmu selama ini.

Jangan hanya berasumsi.

Aku mau masuk jika bicaranya sudah selesai

Ibu!

Waktu yang tepat, kan?

Bagaimana kita bisa bertemu di sini?

Ini lucu sekali.

Kenapa Ibu harus melakukan itu? Itu sungguh tak perlu.

Semuanya sudah selesai sekarang.

Untuk apa menambah perih lukanya?

Ibu melakukan ini bukan untukmu. Ibu melakukan ini untuk mereka.

Apa?

Ini cara membuat Dae-hyun meninggalkanmu untuk selamanya.

Kenapa? Kau pikir ibu sudah keterlaluan?

Mungkin begitu.

Tapi ada tindakan yang harus dilakukan.

Ibu merasa sangat frustrasi di saat seperti ini.

Ibu melakukan hal baik, tapi kau salah paham.

Nomor yang anda tuju tidak aktif.

Nomor yang Anda tuju tidak aktif.

Ayah, tolong jawab teleponnya. Astaga.

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left