نخستین 127 خط.
HARI BERPUASA ZAINAB
Dua hijau, empat emas, dua hijau lagi, dan empat emas lagi.
Dua hijau, empat emas, dua hijau, dan empat emas lagi.
Maaf, Zainab.
Berkah Ramadan Idul Fitri
Satu, dua, tiga, empat, bergoyang.
Satu, dua, tiga, empat, pinggul dan tepuk…
Selamat Idul Fitri, Zainab!
Penerbanganmu ke Pakistan sudah siap.
Ayo kita pulang kampung.
Nanti, ya? Aku sedang sibuk.
Tapi, Zainab…
Zainab, tunggu!
Sebenarnya, Ameena, bantu aku dengan sesuatu.
Hei, Semuanya.
Kamar baruku hampir selesai dicat.
Aku sangat senang bisa kembali ke grup tari.
Aku tak sabar untuk membuat TikTok keren dan membuat banyak kenangan.
Apa?
Kenapa butuh kamarmu sendiri? Kau tak punya kamar di Pakistan.
Di sini remaja punya kamar sendiri.
Bersiaplah.
Hei, Semuanya.
Kamar baruku hampir selesai dicat…
Semoga ini berhasil.
Aku selalu takut balonnya meletus.
Kenapa butuh begitu banyak balon?
Beranikan diri, Ayah, itu cuma balon.
Selamat Idul Fitri, Ibu!
Selamat Idul Fitri, Sayang!
Zainab!
Jangan taruh pistacio di kheer -ku, Bu.
Tak ada waktu untuk kheer …
Zainab, mau makan di tenda kita?
Tidak, kau akan terlambat sekolah!
Ini Idul Fitri. Sekolah apa?
Kau tak bilang kepadanya?
Sayang…
Di sini tak ada libur Idul Fitri.
Kau dan Zainab masih harus bersekolah.
Kami masih tetap harus bekerja.
Begitulah di sini, Sayang.
Maaf, Z, kami mengeluarkanmu dari grup tari.
Karena kau tak hadir beberapa pekan ini.
Maafkan Ibu.
Ameena? Sayang?
Tak ada salat Id, tak ada libur, tak ada keluarga. Bahkan tak ada kheer .
Kalian bilang Amerika akan bagus bagi masa depan kita?
Buka pintunya, Ameena.
Baik, tapi kau saja yang masuk, Zainab.
Setelah tenda Ameena selesai, bisa selesaikan pengecatan kamarku?
Tapi itu tenda kita.
Kita akan mengecat akhir pekan ini, jika ada waktu…
Kenapa kita tak bisa libur? Ini cuma tiga hari.
Apa kau mau gagal ujian?
Sayang, kita orang baru di sini.
Kita harus jadi yang terbaik atau…
Akan dikeluarkan dari grup tari karena tak berlatih selama Ramadan.
Kau tak perlu berhenti latihan tari.
Aku memilih tak berlatih. Tak mungkin aku berpuasa dan menari.
Seharusnya kau beri tahu mereka alasanmu tak ikut latihan.
Mereka tak akan paham. Tak ada yang peduli.
Apakah Idul Fitri kita akan seperti ini mulai sekarang?
Hai, Ibu.
Nenek!
Hai!
Hai! Selamat Idul Fitri!
Selamat Idul Fitri, Nenek!
Lihat, seluruh keluarga datang!
Hai, Ameena!
Kenapa masih pakai shalwar kameez?
Apa itu pakaian yang kukirim?
Kita akan terlambat.
Bagaimana Idul Fitri Amerika-mu?
- Ayah bisa antar ke gerbang. - Di sini saja.
Kita akan rayakan malam ini, ya?
Janji kelingking.
Kau harus pakai itu ke sekolah?
Dah.
Kau bisa jalan sendiri. Lepaskan saja gelangnya. Terlalu bising.
Ya? Kuberi tahu Ayah dan Ibu kau menunjukkan kaki di sekolah.
Kuberi tahu Ayah dan Ibu kau tak basahi jari kaki saat wudu.
Aku tak bisa angkat kaki ke wastafel.
Bak mandi? Kau keluar bertelanjang kaki.
- Tapi cuma ke tenda. - Permisi.
Mohon tanda tangani petisi penyelamatan lingkungan.
- Tentu, kutandatangani. - Terima kasih.
Tak masalah. Terima kasih telah melakukan ini.
Kau harus membuat grup tarimu sendiri.
Tak ada yang mau melihatku menari.
Aku mau, Zainab.
- Aku dipanggil Z oleh temanku sekarang. - Maaf.
Shirley Chisholm bukan cuma membuat sejarah
dengan menjadi anggota dewan wanita Afrika Amerika pertama,
dia menginspirasi kita untuk memakai kekuatan super di dalam diri kita
untuk membuat dunia menjadi tempat tinggal yang adil bagi semua orang.
Jadi, bagaimana caramu memakai kekuatan super hari ini.
Baik, Anak-anak, ingat kita akan ujian besok.
Ayo berbaris untuk pelajaran olahraga.
- Ibu Stone? - Ya?
Bisakah ujianku besok dipindahkan?
- Karena ini hari pertama Idul Fitri. - Apa?
Hari pertama Idul Fitri. Muslim…
Maaf. Aku tak bisa pindahkan ujianmu.
Itu tidak adil bagi murid lain. Maaf, Ameena.
Berbarislah. Ayo. Kita akan terlambat.
Ayo.
Sepertinya kita terlalu awal, jadi, kita bicara pelan-pelan.
Bagus.
Itu bagus sekali.
- Latihannya bermanfaat. - Aku telat tapi tak apa.
- Gerakanmu amat sempurna. - Hampir kacaukan bagian kedua.
Hai, Zainab.
Aku tak sabar menunjukkan tend…
- Ya, tentu. - Ya.
Tak apa.
Chelsea, kau menjatuhkan sesuatu.
Permisi.
- Bolehkah? - Tak apa. Silakan.
Hai. Aku Ameena.
- Teni. - Aku melihatmu meminta tanda tangan.
- Boleh tahu untuk apa? - Itu untuk petisi.
Jika mendapat cukup tanda tangan,
kita bisa menghentikan pemakaian sedotan plastik di sekolah.
Seperti keranjang daur ulang ini. Sebelumnya tak ada.
Kami mengadakannya lewat petisi.
Seratus tanda tangan.
No comments yet. Be the first to leave one.