نخستین 200 خط.
Hanya untuk penggunaan secara pribadi, bukan untuk di gunakan pada situs HARDSUB atau STREAMING!!!
"Sekolah Menengah Mansome"
Pak Thanom!
Jangan berlebihan!
Kau membuat orang jengkel.
Aku tidak melakukan apa pun.
Kau hampir saja mematikan kepalaku.
Bukan aku yang melakukan.
Di mana Jo?
Dia di kamar kecil.
Suruh cepat.
Tikko!
Sudah waktunya pertunjukkan!
Sebentar. Aku sedang mengikat kostumku.
Dasar lamban.
Nonny.
Nonny.
Nonny!
Adikmu sudah tiba untuk pemotretan?
Saat ini, aku sedang berusaha konsentrasi untuk menyanyi.
Dasar pembohong!
Ada apa, Jo?
Kamar kecil prianya dikunci.
Aku tak bisa mencuri-curi mencium bau keringat pria.
Tikko!
Kau ganti baju atau apa sih, kenapa lama sekali?
Sebentar!
Celananya kekecilan.
Apa maksudmu kekecilan?
Keluarlah, sini aku bantu.
Coba aku lihat.
Keluar sekarang!
Mana?
Hei, kalian semua.
Kita butuh bantuan.
Cepat!
Lucu.
Kau bisa melebarkan kakimu?
Lebih lebar lagi!
Pak, penampilan mereka bagus kah?
Tikko!
Bangun!
Tikko!
Sebenarnya namaku bukan Tikko.
Nama asliku Tik.
Keluargaku punya garis sejarah kemiliteran yang panjang.
Tentunya, ayahku mengharapkan aku dan kakakku untuk masuk tentara.
Itulah alasan di balik ini semua.
"11 Tahun Sebelumnya"
Ayah!
Sudah siap.
Bagus, Tae!
Aku tidak mau memakainya. Tidak!
Jangan lari! Hati-hati.
Tidak. Aku tidak akan memakainya. Aku tidak mau.
Tik!
Ganti baju sekarang.
Ayah berikan kau waktu 15 detik. Pakai bajunya, turun ke mobil. Mengerti?
Waktu!
Dimulai.
Satu.
Dua.
Tiga.
Empat.
"Angkatan Laut Kerajaan Thailand"
Kita sudah sampai.
Ayo.
Selamat siang, Pak.
Ayo.
Tik.
Ayo.
Ayo.
Boleh saya minta ijin, Pak?
Saya bawa keturunan saya untuk mengamati latihan.
Silahkan. Kami baru saja mulai.
Maju terus!
Lihatlah baik-baik, Nak.
Ini adalah kebanggaan kita dan keluarga kita.
Lihat!
Ayah!
Tolong aku!
Ayah! Ayah di mana? Tolong aku!
Ayah, tolong aku!
Ayah!
Ayah!
Ayah, tolong aku!
Ayah!
Ayo kita pulang, Anakku tersayang.
Ayah!
Ayah, perut Ayah berlubang!
Tik mengompol di celana! Baunya!
Hei.
Tik.
Tik.
Ayah.
Kenapa kau berkeliaran?
Bisanya kau berkeliaran saat mereka sedang latihan?
Untung kau baik-baik saja.
Hei, Ayah.
- Apa? - Tik mengompol di celananya!
- Di mana? - Itu.
Baunya!
Kenapa kau ketakutan sekali?
Tik, ayo pulang! Ayah mau pulang.
Ayo, cepat.
Ikut Ayah.
Celana habis ompol seharusnya digantung di luar setelah dicuci
agar tidak bau, ya?
Gantung celananya dan Ibu akan menyelesaikan sisanya, ya?
Si ulat kecil.
Bertindaklah lebih aktif!
Lebih aktif!
Halo.
Halo.
Bagaimana kabarmu?
Aku perkenalkan putraku.
Dia sangat ingin menjadi tentara Angkatan Laut.
Dia bangun jam 3 pagi untuk mendaftar di sini.
Bukankah begitu, Tik?
Apa dia lupa sesuatu?
Aku rasa
dia lupa kalau ayahnya seorang tentara angkatan laut.
Aku permisi dulu.
Tik!
Tik!
Berapa lama lagi kau akan memalukan Ayah?
Kakakmu, Tae
sudah tidak lulus tes.
Sekarang Ayah cuma punya kau.
Aku tak mau menjadi tentara angkatan laut, Yah.
Seorang pria harus masuk dalam wajib militer!
Semua anggota keluarga kita militer.
Kakakmu, dia juga menginginkannya!
Dia bilang dia akan mendaftar setelah dia lulus!
Ini obrolan pria!
Kalau itu obrolan pria, jangan libatkan aku ya.
Ayah akan memberimu waktu.
Dua puluh detik.
Berhitung!
Satu.
Dua.
- Tiga. - Ayah.
Ayah benar-benar ingin aku menjadi tentara angkatan laut?
Lalu kenapa kau tidak menurutinya?
Aku...
Apa?
Permisi.
Permisi.
Apakah kalian tahu di mana rumah Mami Poohpay?
Kenapa mereka?
Kurasa mereka melewatkan sesuatu yang berharga. Mereka tidak menjawab.
Ayo kita cari sendiri.
Yuk ah.
Ayah.
Aku...
Aku ini waria.
Waria?
Waria!
Kalian tadi memanggilku lagi ya?
Pergi sana ke neraka mana pun yang kau mau!
Kalau kau tidak pergi,
akan kutembak dada palsumu!
Dia mau tembak dada palsu kita?
Kenapa kita masih di sini? Cepat kabur!
Jadi, kau itu waria?
Waria.
Selamat pagi, Semuanya!
Pak!
Untuk hari ini,
kita akan meninjau kembali latihan individu tanpa senjata.
Untuk latihan ini,
akan kuminta kalian untuk menentukannya dan melakukannya dengan sekuat tenaga.
Siap, grak!
Istirahat di tempat, grak!
Begini.
Aku ingin meminta bantuanmu.
Saat ini, putraku sedang sedikit bingung.
Apa kau bisa memberi dia latihan untuk membantu dia menjadi pria sejati?
Tentu, Pak.
Itu dia.
Yang itu kah?
Iya.
Hadir, Ayah.
Satu, dua, tiga, empat.
Satu, dua, tiga, empat.
Satu, dua, tiga, empat...
Semuanya berhenti!
Aksi pendisiplinan yang payah.
Semuanya tiarap!
Kenapa pantatnya seperti ini?
Bagaimana putraku?
Aku rasa
putramu sudah yakin.
Yakin?
Kurasa kami tak bisa menerimanya di sini.
Kenapa tidak?
Jika tidak, tentara yang lain bisa tidak fokus dengan latihannya.
Tapi sebenarnya aku berharap dia bisa ikut latihan tiga hari lagi.
Kurasa
sebaiknya hari ini dia pulang, sebelum
No comments yet. Be the first to leave one.