نخستین 200 خط.
Saat mencari kalung kak KanJin, kakakku meninggal...
Aku sudah mulai melupakan semua itu...
Aku sudah mulai melupakan semuanya...
Kukatakan aku akan melupakan semua itu.
Aku tahu bagaimana kakakku meninggal, jadi...
...kenapa aku tega menemui kak KangJin lagi?
Menyakiti hati ayah dan ibuku...
Kenapa aku meninggalkan Sancheong?
Sungguh...
Sungguh aku sudah melupakan semua itu.
Semuanya... aku sudah melupakan semua... Ah, aku ini tolol, goblok, bodoh...
Lepaskanlah Jiwan sekarang...
Ia sangat terluka dan sangat menderita selama ini.
Kau dengar sendiri pernyataannya yang polos itu.
Bahwa keberadaanmu baginya sangat menyakitkan dan melukai hatinya.
Kau belum paham juga?
"Saat berusaha mencari kalung kak KangJin,...
...kakakku meninggal."
Tapi aku melupakan semua itu..
"Aku sungguh benci orang jahat sepertimu, egois, kasar dan keterlaluan."
"Ibumu pemilik kedai yang suka merayu pria!"
"Kata ibuku, aku tidak boleh bergaul dengan orang sepertimu".
"Jangan bergalu dengan orang sepertimu, kata ibuku."
"Kurasa aku sempat khilaf sebentar".
"Aku sempat jadi perempuan sinting,"
"Aku tahu bagaimana kakakku meninggal, jadi...
...mana mungkin aku bisa menemui kak KangJin lagi?"
"Menyakiti hati ayah dan ibuku..."
"Kenapa aku pergi meninggalkan Sancheong?"
"Sungguh...
"Aku sungguh sudah melupakannya."
"Semuanya.. Aku sudah lupa semuanya."
Beruntung, hasil pemeriksaan Nyonya Cha Chun Hi baik saja.
Jadi kau tak perlu mengkhawatirkannya.
Tapi masalahnya adalah kau.
Tumor otak, tumor di otakmu.
Salah satu dari tumor paling berbahaya.
Kau harus di bedah.
Bedah...
Apa akan ada perubahan setelah pembedahan?
Han Ji Yong..
Bagaimana kabarmu, anakku?
Adikmu... putri kami Ji Wan...
Kau sedang menjaganya, bukan?
Aku masakkan dan membawa sup teripang.
Duduklah dan makan sedikit.
Kau datang untuk "bersedekah pada orang miskin?"
Apa Han Jun Su bilang kalau aku mungkin akan mati karena penyakit?
Aku dengar dari teman ayah JiYong...
...bahwa kau ke Seoul untuk pemeriksaan kesehatan.
Tak perlu buru-buru khawatir. Hasil pemeriksaannya belum selesai.
Huh, apa aku harus mengicipi untuk memastikan bahwa hidangan itu bukan kotoran campur bumbu kedele?
Kujalani hidupku menuang minuman selama 30 tahun.
Jadi sudah sepantasnya aku sakit sekarang.
Bangunlah.
Duduk dan makanlah sedikit.
Katanya kau belum makan apa-apa beberapa hari ini.
Sebelum hasilnya keluar,...
...kau akan mati kelaparan kalau begini terus.
Sebenarnya, kau senang, bukan?
Karena aku jadi duri bagimu, kematianku akan manfaat bagimu, begitukah?
Makanlah.
Aku tak mau.
Kau campur racun di makanan itu?
Sedang apa Han JunSu sekarang?
Katanya ia akan bertemu dengan temannya dari Seoul.
Manusia tak berperasaan.
Mungkin saja aku mengidap penyakit gawat, tapi dia tak muncul selama seminggu ini.
Kau selalu melarangnya menemuiku, betul kan?
Cha ChunHi, kau pikir kau boleh seenaknya mengatakan apa yang kau mau?
Kau sendiri yang bilang padaku, kau tak akan menemuinya lagi.
Kau bilang tak akan menemuinya lagi, karena kau bersyukur aku membebaskan Busan.
Kau sendiri berjanji tak menemuinya lagi walau ia muncul di hadapanmu.
Kau sendiri yang bilang begitu, tapi...
...kau pergi ke Seoul bersamanya lalu pulang esok harinya.
Nyalimu memang kelewatan.
Apa kau punya perasaan?
Bicaramu seperti orang yang punya perasaan saja.
Kau berani bicara tentang perasaan di depanku?
Kau tahu Han Jun Su dan aku saling mencintai, tapi kau mengacaukan hubungan kami,...
...dan kau rampas pacar temanmu menggunakan kekuasaan ayahmu!
Aku tak peduli apa maumu, hidup atau mati kelaparan. Terserah kau saja.
Kalau begitu aku akan mendapatkan Han JunSu, apapun caranya.
Janji? Huh!
Kenapa aku harus menepati janji kalau aku sebentar lagi akan mati?
Kenapa kau kesini?
Karena aku harus menyampaikan sesuatu padanya.
Apakah aku benar-benar akan mati?
Apakah aku sungguh akan mati?
Aku tak boleh mati.
Masih banyak yang harus kukerjakan.
Apapun yang kau katakan tak ada gunanya.
Aku tak akan untung atau rugi. Ah, aku tak peduli.
Lama aku tak melihatmu.
Kukira aku tak akan melihatmu lagi sebelum aku mati.
Hasil pemeriksaannya sudah keluar.
Lihatlah.
Apa isinya?
Berapa hari lagi sisa hidupku?
3 bulan?
1 bulan?
Seminggu?
Lihatlah dulu.
Kau pikir aku akan mengerti?
Tidak ada masalah dengan kesehatanmu.
Kau sangat sehat.
Benarkah?
Oh, aku takut setengah mati.
Kau sebaiknya tetap saja melakukan pemeriksaan setahun sekali untuk memastikannya.
Kau tetap harus memeriksa kesehatanmu sekali setahun untuk meyakinkannya.
Makanlah dulu sebelum pergi. Kita makan bersama.
Kita makan babi panggang dan minum arak?
Kau tak akan menepati janjimu?
Janji? Janji apa?
Kau janji pada istriku bahwa kau tak akan menemuiku lagi.
Kalaupun kau bertemu aku, kau akan menganggap tidak mengenalku.
Oh,... tentang... itu...
Kau tidak akan mati, jadi tepatilah janjimu.
Mulai sekarang, aku tak akan menemuimu juga.
Han Jun Sul.
Alih bahasa dipersembahkan oleh The WISFC Team @ Viki
Perhatikan ini baik-baik.
Makam itu memang makam ayahku.
Itu makam ayahku dan aku adalah putranya.
Aku agak sibuk sekarang, jadi kita lanjutkan nanti saja.
Besok aku akan undang para wartawan untuk membeberkan keteledoran perusahaanmu.
Banyak pekerjaan yang harus kulakukan.
Maafkan kami atas masalah ini.
Kami akan bertanggung jawab penuh dan mengganti kerugianmu.
Kita berunding saja.
Kalau kau ingin berunding, pecat dulu si brengsek Cha Kang Jin itu.
Aku ingin tahu bagaimana kau akan membayar ganti rugi padaku...
...lalu... kita bisa berunding.
Kau tahu nomor telponku, bukan?
Tuan Kim Jeong Pil!
Ah, benar-benar!
Ah, orang gila itu, tampangnya seperti karangan bunga.
Dimana Manajer Tim Cha sekarang?
Sedang menyelidiki orang itu, ia keluar kota.
Katanya ia akan kembali hari ini.
Cari dan bawa dia kesini, sekarang juga.
Tapi, kau tak akan memecatnya, ya?
Lalu, apakah aku harus memecatmu sebagai gantinya?
Bawa KangJin ke sini, sekarang!
Bawa dia sekarang juga!
Kau sedang apa disini? Kudengar kau tiba 30 menit yang lalu... dan kau tidak menjawab telponmu.
Aku cuma.. sedang memikirkan banyak hal.
Direktur Li YuJeong ingin kau menemuinya sekarang juga.
Langkahmu cepat juga, ya?
Kau bisa kena lemparan barang saat masuk ke ruangan direktur.
Jadi, jangan langsung masuk begitu saja.
Hitung dulu sampai 3, baru masuk, ya?
Oh, baik. Di lobby, JiWan sedang menunggumu.
Han JiWan dari Zoom In. Tunangan Park Tae Jun.
Kukira ia mau bertemu TaeJun, tapi katanya ia ingin menemuimu.
Tapi, kak KanJin? Ia memanggilmu kak KangJin?
Kalian sepakat berhubungan sebagai kakak beradik?
Sejak kapan?
Si brandal brengsek...
Kami tak bisa melakukan kemauan pekerja, karena ada 2 usulan. Yang pertama...
Kau duluan saja.
Ya,
Aku memang berniat menemuimu hari ini.
Bagaimana khabarmu?
Aku ingat melihatmu di kantor polisi.
tapi aku tidak ingat selebihnya.
Apakah aku benar-benar mabuk?
Terima kasih sudah menemaniku minum dan menggendong aku pulang.
Badanku lebih berat dari yang kau bayangkan, ya?
Kita makan malam setelah pulang kantor nanti? Kau ada waktu?
Aku datang untuk menemui KangJin.
Aku datang untuk menemuinya.
Sudah seminggu aku tidak bertemu dengannya. Aku agak khawatir.
Aku bahkan tidak tahu nomor ponselnya...
Aku bahkan tak punya nomor telponnya. Aku sudah bilang pada seorang karyawan bahwa aku menunggunya.
Saat aku tiba di kantor polisi..
...kau sangat mabuk dan kau bilang...
...bagaimana kau bisa tega menemui KangJin...
...gara-gara dia, kakakmu meninggal.
...saat ia mencari kalung KangJin.
...dan meninggalkan orangtua yang sedang sedih dan kampung halamanmu.
...semua gara-gara dia.
Bahwa kau pasti gila kalau menemuinya lagi.
Kau bilang begitu di kantor polisi.
Menurutmu kau sanggup?
Tersenyum dan berbicara dengan KangJin seolah olah tak terjadi apa-apa?
Apa kau akan bahagia?
Apa kau bisa...
apa kamu yakin bisa melupakannya?
bila kau bisa melakukannya, maka kau bisa bertemu dengannya
aku tidak akan menghentikanmu, kau bisa menemuinya
Kukira kau sedang ke luar kota?
Makanya tak ada kabar darimu.
Waktu itu kau pasti kaget karena aku pergi begitu saja, ya?
aku mendadak sakit perut dan kedinginan, lalu ke kamar kecil...
Jadi, aku langsung pulang saja.
Maafkan aku, pergi tanpa pesan.
Jadi... jadi... maksudku...
Anggap saja kita tidak pernah berkencan jadi kita mulai dari awal lagi.
Kau suka sup kentang? Ada restoran yang sup kentangnya enak sekali.
No comments yet. Be the first to leave one.