نخستین 200 خط.
Tunggu.
Tunggu.
Sekarang!
Ladd!
Hei, lindungi dia!
Berlindung!
Aku berharap itu akan berhenti.
Itu lebih baik daripada hujan.
Badai akan datang.
Berikan itu.
Kau tak lihat aku berusaha untuk tidur?
Berikan, atau aku akan mengambilnya darimu.
Apa, benda kecil ini?
Itu takkan berbahaya.
Astaga.
Anak itu benar.
Dia takkan bisa habisi kita semua dengan pisau.
Kita sudah sepakat.
Tak ada pistol atau senjata lain hingga dia datang.
Dia masih belum datang?
Dia mungkin belum akan datang dalam waktu dekat.
Kau telat.
Badai akan datang.
Sudah kubilang badai akan datang, Nak.
Namaku Ladd.
Bukan "Bocah" atau "Nak". Paham, Pak Tua?
Namaku Hayes.
- Letakkan senjatamu di... - Aku tahu. Kau tak perlu beritahu aku.
Di mana kita menaruh peluru?
Aku rasa kita takkan minum kopi malam ini.
Dia akan datang sebelum gelap.
Ya, jika badai tidak hentikan dia.
Badainya masih belum datang.
Apa isi tas itu?
Lihatlah sendiri.
Ayolah. Jika aku akan gunakan itu,
Aku akan ledakkan diriku ke kerajaan Tuan,
Berikut dengan kalian semua.
Ini akan tetap di sini.
Apapun yang membuatmu nyaman, Koboi.
Kenapa kau telat?
Sudah kubilang, badai akan datang.
Itu masih belum datang, tapi kau tetap terlambat.
Aku berpikiran sama.
Jika kau ingat, itu tugasku untuk singkirkan kuda-kuda.
Ingat yang kita katakan.
Jika tidak, situasiku akan lebih buruk darimu.
Bagaimana jika salah satu dari mereka melacak kita ke sini?
Aku rasa itu takkan terjadi.
Ladd!
Kau yakin tak ada yang selamat?
Aku yakin.
Maaf aku melewatkan semua keseruan.
Seru, ya?
Aku juga kehilangan topiku.
Aku membayar mahal untuk topi itu.
Kau hampir kehilangan kepalamu, Nak.
Soliter?
Pasti cukup menjemukan setelah beberapa saat
Bagaimana dengan poker?
Whist permainan yang seru.
Tak pernah dengar itu.
Aku sering bermain itu dengan istriku.
Nenekku bermain whist .
Ayolah. Mari bermain poker.
Lepas.
Aku mencoba mengisi waktu.
Dilarang berjudi!
Itu bukan salah satu peraturannya.
Itu selalu berujung pada masalah.
Taruh senjata kalian di meja.
Untuk apa?
Karena dia yang memimpin.
Baiklah.
Ini latihan yang bagus.
Aku mau minum lagi!
Apa yang terjadi? Apa?
Hanya satu lagi, tolong! Hanya satu lagi.
Ini lagi.
Aku rasa aku akan tutup sekarang jika tak ada yang lainnya.
Aku tidak membawa senjata.
Kau akan butuh senjata.
Dan aku akan temukan itu untukmu.
Selasa.
Selasa ini?
Semua siap?
Maksudku, semua sudah dipikirkan?
Dan kau yakin itu Selasa?
Kita takkan di sini jika aku tidak yakin.
Kau tahu itu.
Setelah perampokan, kau singkirkan kuda-kuda,
Lalu langsung ke pondok.
Tanpa terkecuali.
Kecuali kau.
Kau yang dikecualikan.
Jangan bicara seperti itu padanya, Tuan.
Dia bisa semaunya denganku.
Dan aku akan lakukan semauku kepada dia sebagai balasannya.
Ya.
Aku dikecualikan.
Itu masih tak terasa tepat denganku.
Tentu saja. Tak ada yang tepat denganmu.
Semua melompat-lompat seperti kelinci dengan kaktus di pantatnya.
Kita sudah bicarakan ini sebelumnya.
Itu satu-satunya cara.
Aku mungkin salah,
Tapi tak satupun dari kalian yang punya rencana lebih baik?
Kemudian kita pergi dengan bersih.
Bersih, tuan-tuan.
Tak ada yang bisa menyentuh kita.
Siapa yang bertugas untuk makanan?
Ada yang mendengar pertanyaanku?
Apa itu kau?
Kau?
- Ya, kau. - Bukan.
Lalu siapa? Wanita itu?
Dia akan datang sebelum kita lapar.
Saat dia datang, kita akan membagi keuntungan.
- Kapan dia datang? - Sebelum gelap.
Jika dia belum datang,
Aku akan keluar dan bergegas mencari makanan.
Tak ada yang boleh pergi.
Pasti ada hewan melata di luar yang siap untuk dibunuh.
Kau dengar perkataan dia.
Tak ada yang boleh pergi!
Apa ada lagi yang lapar?
Apa ini? Tuli kambuhan?
Aku lapar.
Ini, kunyah ini.
Diam dan makan saja, atau tidak.
Apa itu?
Angin.
Angin sialan.
Ini akan hujan.
Aku bisa menciumnya saat berada di luar.
Saat hujan, tulang-tulangku sakit,
Dan itu masih belum sakit.
Itu akan sakit.
Jika hujan turun, dia akan terlambat.
Kenapa dia terlambat?
Hujan. Kau dengar yang kami bicarakan, Nak?
Namaku mungkin Ladd, tapi aku bukan "anak-anak".
Dan aku tak tahu kaitannya hujan dengan dia yang terlambat.
Jika dia telat, dia telat.
Apapun yang terjadi, kita menunggu.
Dia benar.
Kita harus tunggu, apapun yang terjadi.
Aku menerima suratmu.
Jika tidak kau takkan di sini.
Kenapa aku?
Tak satupun orang di sini yang mengenalmu.
Itu bukan alasan yang bagus.
Aku tahu kau akan tetap tenang jika situasi menjadi kacau.
Dan kau yakin ingin melakukan ini?
Lebih yakin dibanding seumur hidupku.
Kau?
Pergilah ke kota.
Akan ada orang di bar bernama Van Cleef.
Itu mudah untuk mengajak dia berkelahi.
Aku familier dengan itu.
Buat dirimu ditangkap.
Aku tidak tahu!
Kau akan mengetahuinya!
Kau seharusnya bilang jika dia gadismu.
Kau tak seharusnya mencium dia!
Dia yang menciumku!
Maafkan aku, Tuan.
Oke, Tn. Van Cleef.
Aku rasa kita sudah selesai.
Aku harap kau sudah belajar.
Kau membuat kekacauan besar, Tuan.
Dan kau akan membayarnya.
Bagaimanapun caranya.
Orang satunya yang mulai.
Sejauh yang aku dengar, dia juga menyudahinya.
Dan kurasa itu kesialanmu,
Karena dia sudah keluar kota sebelum aku datang.
Yang aku punya hanyalah kesialan.
Kau sebaiknya tidur.
Kau akan temui hakim besok pagi.
Aku permisi.
Ada wanita muda yang menunggu kunjunganku.
Aku ke sini untuk bekerja.
- Bekerja apa? - Kau tahu...
Pekerjaan dengan bayaran bagus, tapi bisa membunuh tewas.
Aku rasa kau takkan di sini cukup lama untuk melakukan itu.
Yang lainnya mungkin bisa.
Jika hakimmu bersedia bersikap lembut,
Aku bersedia beritahu dia apa yang aku ketahui.
Kenapa kita tak serahkan itu kepada hakim?
Seandainya kita punya minuman yang lain.
Ada banyak air putih. Hanya itu yang kita butuhkan.
Aku menginginkan wiski.
Wiski jelas akan membantu untuk mengisi waktu luang.
Mungkin aku bisa pergi ke kota dan membawa beberapa botol.
Tak ada yang boleh pergi.
Ya, ya.
Tak ada yang boleh pergi.
Kita akan duduk manis seperti kalajengking di bawah batu...
...menunggu untuk melihat jika wanita itu datang atau tidak.
No comments yet. Be the first to leave one.