نخستین 200 خط.
Bukan ini yang aku mau, tapi terima kasih untuk hari ini.
Mungkin sekarang Nuna merasa baik-baik saja, tapi kalau Nuna di rumah sendirian...
Mungkin aku akan bersedih lagi.
Untuk sementara, tidak apa-apa diam bersama dirumahnya Eun Hee.
Aku tidak tahu dimana rumah Eun Hee.
Nanti aku cari tahu sendiri, kau pulang saja.
Mau bicara sesuatu?
Aku teringat hari pertama bertemu dengan Nuna.
Aku?
Kapan pertama kali melihatku?
Saat Ayah kalian kecelakaan dan dirawat dirumah sakit beberapa hari,
Aku dan Jong Min sering bermain ke rumah Nuna...
karena Jiwoo sendirian di rumah dan dia masih SD.
Itu saat aku jadi guru pengganti.
Bertemu pertama kali di rumahku, kan?
Bukan. Aku...
pertama kali melihat Nuna di taman depan rumah Nuna.
Yang kalah main suit, traktir beli ramyeon!
- Kawi... bawi... - Sebentar!!
- Okay. - Haiisshh!!
- Kawi Bawi Bo!!!! - Assaaa!! Aku menang!!
- Assaaa!!! - Yaaaayyy!!!
Kenapa aku lagi yang kalah?
Kalian kerja sama, ya?
Kalian pacaran, hah?
Udah gila kali ya? Sembarangan aja kalo ngomong!
Haduh! Buruan!
Kenapa aku terus yang kalah?
Ada yang menangis sendirian di sudut taman yang gelap.
Karena matahari sudah terbenam, dia terlihat semakin menyedihkan.
Saat aku pulang membeli ramyeon...
dia masih duduk ditempat itu.
Orang itu...
adalah Nuna.
Sudah pulang? Belum makan, kan?
Anyong haseyo.
Orang yang barusan menangis sendirian di taman...
masuk ke dalam rumah sambil makan ice cream, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Aku tidak mengingatnya.
Saat itu, aku merasa tidak sehat.
Bukankah kebanyakan orang lain juga menangis sendirian?
Kalau Eun Hee, dia menelepon orang lain saat menangis, supaya semua orang tahu kalau dia sedang menangis.
Aku sama sekali tidak paham padanya.
Nuna juga harus mencobanya, jangan menangis sendirian.
Kalau butuh seseorang untuk dengar tangisanmu, hubungi aku saja.
Sepertinya aku tidak akan pernah bisa begitu.
Kalau begitu, saat sedang sendirian...
coba lihat foto pernikahan yang aku potret.
Di pernikahan... seorang fotografer...
sering mendengar dan melihat banyak hal.
Situasi sekarang ini...
membuatku bingung.
Kalau misalnya Nuna mengubur perasaan tertentu,
akan lebih baik kalau Nuna mencarinya lebih dalam lagi.
Ya, akan kulakukan kalau ada waktu. Silakan pergi.
Hyung, jangan bilang...
kamu sudah beritahu Keun Nuna?
Kagak!
Itu partner berliburmu ke Goheung?
Ayo kita makan, aku lapar!
Aku pergi ya.
Ya.
Nuna pergi ke Goheung dengan Chan Hyuk Hyung? Lalu mana Eun Hee Nuna?
Keun Nuna, ada apa?
Kalian berdua pergi ke Goheung?
Kau tahu dimana rumah Eun Hee?
Ya.
Sialan!
Suk-ssi, biar aku yang...
Suk-ssi, biar aku saja.
Kenapa tidak masuk ke rumah?
Aku sedang bingung, harus beli melon korea...
atau beli jeruk.
Hari ini aku hanya satu kali bolak balik dari Incheon ke Incheon lagi.
Mulai sekarang, aku akan ambil pesanan di waktu tertentu, yang dihindari orang lain.
Jadi, aku tidak bisa sering pulang ke rumah.
Katanya kau mau hidup berpisah kalau sudah "lulus",
tapi aku tidak tahu kapan mulainya.
Surat yang kutulis, sudah ketemu?
Anu... jadi itu...
Aku masih mencarinya.
Bagaimana bisa mencari barang yang tidak ada?
Aku tidak pernah menaruh surat di dalam kotak bekal makan siang.
Kau yakin, ingatanmu sudah pulih?
Iya.
Aku ingat semuanya.
Aku tahu aku ini brengsek...
dan aku ini suami yang paling jahat.
Tapi, kenapa kau bilang tidak pernah menulis surat itu?
Aku ingat jelas semuanya tentang itu.
Kita bicara di rumah.
"Kim Sang Shik-ssi, habiskan dan makan pelan-pelan."
"Aku malu untuk mengatakannya secara langsung, jadi aku menulisnya di surat."
"Aku cinta padamu."
Aku ingat semuanya!! Jangan buat aku menjadi orang bodoh!!
Kalau ingatanmu sudah pulih... beritahu aku...
kenapa kau melakukannya saat itu?
Malam itu...
kenapa kau naik ke gunung? Beritahu aku.
Kau benar-benar mau bunuh diri?
KAU BENAR-BENAR MAU BUNUH DIRI????
- Aku ingin mati --
Jangan menangis.
Suk-ssi, jangan menangis.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
SEBENARNYA KAU ITU KENAPA??
MAU MELIHAT AKU BERUBAH JADI GILA??
Dengan begini, tidak membuatku ingin menyerah.
Tidak sama sekali.
AKU TIDAK MAU LAGI HIDUP SEPERTI INI!!
Kenapa aku harus mati?
Aku akan hidup sampai 100 tahun.
Jadi, jangan jual rumah ini.
Aku kerja keras untuk beli rumah ini. Jangan dijual!
Jangan menggunakan rumah ini sebagai alasan untuk menahanku.
Aku tidak akan menahanmu, tidak usah khawatir!
Kau ingat saat berumur 22 tahun?
Jadi kau ingat, saat kau mengabaikan anakmu...
karena kau sibuk membesarkan anakmu yang lain, dari istrimu yang satunya??
Kau ingat tentang itu?
Aku tahu kau sudah selesai bekerja, tapi kau tidak pulang ke rumah.
Kau bawa pulang separuh uang gajimu.
Kalau aku yang terima telpon darinya, dia langsung menutupnya, tapi tidak kalau kau yang menerimanya.
Kau kabur dari rumah siang dan malam.
KENAPA TIDAK INGAT DENGAN SEMUA ITU??
Aku benci padamu.
AKU BENCI PADAMUUU!!!
Bagaimana bisa kau bertahan hidup denganku selama ini?
Bagaimana bisa melihat wajahku?
Aku menahannya demi anak-anak.
Bagiku...
itu semua sudah berakhir sejak lama.
Aku mengerti.
Aku yang pergi.
Kau tidak akan lagi melihatku di depanmu matamu.
Tinggallah disini.
Aku tidak akan lagi...
muncul di depan matamu.
Aku janji.
Diterjemahkan manual ke Bahasa Indonesia oleh Nung English Subs from VIU | Ripped & Synced by RuoXi
Saat kupikir bahwa aku telah jatuh cinta.
Aku mendengar ada suara lain...
yang berdetak di dalam hatiku.
"Aku mohon, semoga itu bukan kau."
Suara hati keputusasaanku.
Hanya denganmu aku bisa ceritakan ini semua.
Aku melakukannya dengan Bosku yang baru.
Sepertiinya, aku duluan yang suka dengan si Mas Fakboi.
Kita selalu ke rumahnya.
Dan berusaha untuk tidak meninggalkan jejak.
Aku melihat foto pacar 9 tahunnya itu.
Kau sudah memutuskan untuk pacaran dengannya, jadi jangan pikirkan yang lain.
Kenapa kau selalu membanyangkan wanita itu...
dan membuat seolah-olah kalian tinggal ber-3 di tempat itu?
Walaupun aku menceritakan semuanya padamu,
tapi aku benar-benar tidak mau kau melihatku...
seperti ini sekarang.
Kenapa kamu bad mood?
Siapa yang lagi bad mood?
Kamu, Bos!
Kalau kamu lagi bad mood atau marah,
makannya pasti buru-buru.
Bos pergi ke Goheung, sama kakak sulungnya Jiwoo?
Bukan sama Eun Hee?
"EUN-HEE ONNI", tidak pergi sama dia?
Kenapa kamu penasaran?
Orang bodoh juga tahu, sudah jelas Bos pura-pura tidak tahu.
Aku tanya karena aku menyukaimu.
- Yoon Seo Young!!! - Bos bilang ke Ibuku...
katanya mau bertanggungjawab menjagaku. Aku dengar Bos bilang begitu.
Jangan salah paham dengan ucapanku.
Kau tahu sendiri, bukan tanggungjawab itu yang kumaksud.
Benar tanggungjawab yang itu. Bos percaya padaku, saat orang lain tidak percaya.
Bahkan menurut Ibuku, aku berbohong kalau mantan pacarku yang kaya raya itu melecehkanku...
karena dia mencampakkanku.
Bukan begitu.
Ibumu sangat percaya padamu.
Dia tidak percaya. Ibuku mengurungku supaya aku tidak melaporkan bajingan itu.
Yang Ibumu lakukan itu salah, tapi dia seperti itu untuk melindungimu.
Melindungi?
Sudah ratusan kali aku dengar, Ibu melakukannya untuk melindungiku.
Waktu itu aku hanya... butuh seseorang yang percaya padaku.
Dan orangnya adalah Bos.
Sekarang pun aku percaya padamu,
sampai kapanpun aku selalu ada di pihakmu.
Maka dari itu, aku tergila-gila sama Bos.
Jadi aku adalah tanggungjawabmu.
Aku tidak bisa bekerja lagi kalau sikapmu seperti ini.
Aku tidak mau bekerja denganmu!
Iya kan? Sorry!
Tanggungjawab mungkin sedikit berlebihan.
Aku pulang sekarang.
Sampai jumpa besok.
Halo, nama saya Im Geon Ju.
Ya, saya Kim Eun Joo.
Kim Eun Joo, anak sulung.
dan saya anak bungsu, nama saya Kim Jiwoo.
Ya, saya Im Geon Ju.
Oh, saya pamit pulang dulu.
No comments yet. Be the first to leave one.