نخستین 200 خط.
"Semua karakter, tempat, perusahaan, dan insiden"
"Dalam drama ini fiktif"
Kenapa dia tertangkap?
Aku tahu.
Berlututlah dengan tangan di belakang kepalamu.
Baik, akan kulakukan.
"Episode 23"
Kenapa kalian diam saja dan tidak menangkap tersangka?
Ya.
Kami harus menutup jalur ini karena dia bisa saja kabur.
Benar. Tersangka mungkin saja berbalik.
Berbalik apanya. Keadaan sudah berubah.
- Tangkap dia. - Baik, Pak.
Nona Park, jangan ke sana. Nona Park...
Ada apa ini?
Apa-apaan ini? Ada apa?
Tadi aku bersama Anggota Kongres Park
dan beberapa preman mendorongku sampai jatuh.
Preman yang kamu bicarakan adalah pria itu.
Sungguh? Astaga.
Sergap aku.
Sergap aku. Kubilang, sergap aku.
Bedebah. Di mana teman-temanmu? Mereka pergi ke mana?
Kubilang sergap aku! Cepat!
- Sergap aku! - Kenapa diam saja? Tangkap dia.
- Baik, Pak. - Nona Park. Kemarilah.
Mata bedebah ini terang.
Kita harus memeriksa wajahnya. Dasar bedebah...
Jangan terlalu kencang!
Lepaskan dia!
Jika tidak, kutembak kamu!
Turunkan pistol kalian! Turunkan!
- Turunkan! - Baik.
Turunkan sekarang juga!
Dasar bedebah. Akan kubunuh kamu.
Astaga.
Apa itu yang tajam?
Apa ada pisau di punggungku?
- Bedebah! - Astaga!
Lemparkan pistolnya ke belakang.
Cepat lemparkan ke belakang.
- Kami harus bagaimana? - Cepat!
- Baik, mari kita jauhkan. - Mundur.
Jangan membuat pergerakan gegabah.
- Aku bisa mati jika ada kesalahan. - Tangkap dia.
Astaga, kurasa aku akan benar-benar mati hari ini.
Bagaimana ini?
- Tangkap dia. - Apa? Kamu mau aku menangkapnya?
Astaga. Kenapa suaramu keras sekali?
Astaga.
Kurasa sebaiknya kalian menyerah.
Kamu tahu aku siapa? Aku Park Kyeong Seon dari...
Astaga!
- Tembak dia! - Astaga!
- Tangkap dia! - Tangkap berandal itu!
- Cepat! - Tangkap dia!
Tangkap berandal itu! Tangkap dia!
Tangkap dia!
Cepat kejar dia!
Nona Park.
Astaga, sakit sekali.
- Ayo! - Kita harus menangkapnya.
- Cepat! - Ayo!
Ulurkan tanganmu.
- Tangkap dia! - Cepat.
Ayo.
Astaga, aku ketahuan olehnya.
Bagaimana dia bisa tahu?
Astaga, bagaimana dia bisa tahu?
Astaga, yang benar saja.
Kurasa dia mengenali mataku yang memesona.
Astaga.
Dia sepintar diriku.
Aku pasti gila. Bukan waktunya memikirkan ini.
Siapa itu?
Siapa dia?
Kami berusaha semampu kami untuk mencari tahu.
Seharusnya tetap selesaikan pekerjaanmu
meski ada situasi tidak terduga.
Maafkan aku, Pak.
Apa mungkin kita punya musuh yang tidak kita sadari?
Akan kucari tahu dan kutangani.
Kamu...
Kamu. Kerjakan tugasmu dengan benar dan singkirkan Anggota Kongres Park.
Saat ini kami tidak bisa berbuat apa pun karena dia masuk IGD.
Kami akan menanganinya begitu dia dipindahkan ke bangsal umum.
Berandal. Kamu selalu seperti ini.
Jika Anggota Kongres Park siuman,
semua akan berakhir.
Paham?
Bisa-bisanya kalian kehilangan dia padahal dia ada di sana.
Maksudku, Anda tiba-tiba muncul.
Jadi, kamu menyalahkanku?
Kalian gagal menangkap penjahat karena aku?
Bukan itu maksudku.
Kurasa aku membuat kesalahan besar.
Aku jaksa yang tidak peka dan sial.
Aku sungguh minta maaf. Maafkan aku.
Aku melakukan kesalahan besar.
Silakan tulis di laporanmu.
Tulis bahwa kalian tidak bisa menangkap pelaku karena aku.
Kutunggu di sini sampai selesai. Beri tahu aku jika sudah.
Aku tidak akan menulis seperti itu.
Jangan bilang begitu. Tulis saja.
Itu bukan salah Anda.
Detektif Seo, bisa tolong pesankan semangkuk Mapo Tofu untukku?
Ya, pesankan untuknya.
Tidak ada Mapo Tofu di daerah ini.
Silakan tulis laporannya.
"Kepolisian Gudam Seoul"
Bukankah tampaknya Nona Pak mengetahui sesuatu?
Ya, aku juga merasa begitu.
Tapi kira-kira kenapa Nona Park membiarkannya kabur jika tahu?
Dia bersiasat.
Dia melepaskan ikan tangkapannya
agar bisa menangkap sekumpulan ikan yang banyak.
Dia wanita yang sangat licik dan pintar.
Memang aneh dia tidak pesan apa pun untukku saat aku di kantornya.
Dia memesan Mapo Tofu dan menghabiskannya sendiri.
- Sungguh? - Ya.
Terima kasih, Pastor Kim.
Anggota Kongres Park bisa tetap hidup.
Tidak bisa dikatakan dia masih hidup.
Dia harus hidup dalam kondisi koma seumur hidupnya.
Tapi bukankah ada kemungkinan kecil dia siuman?
Mereka sangat brutal.
Mereka ingin membunuhnya dan membuat seolah dia bunuh diri.
Ini tidak bisa diterima!
Ajaran Tuhan tidak cukup untuk membuat
para biadab itu bertobat.
Ya, kamu benar.
Aku setuju dengannya.
Tuhan tidak menuntun manusia hanya dengan firmannya.
Orang yang tidak pernah bertobat
akhirnya akan tersambar petir.
Ya. Tuhan juga menyingkirkan Sodom dan Gomora dengan sulfur panas.
Firaun yang keras kepala pun akhirnya kehilangan putra sulungnya.
Kamu tahu apa yang Dia lakukan saat dunia ini penuh dosa, bukan?
Dia menyingkirkan segala hal yang ada di dunia dengan air bah.
Benar. Menurutku pribadi, keadilan Tuhan
harus ditegakkan di Gudam-gu dengan mengambil tindakan,
bukan hanya menyebarkan firman Tuhan.
- Bagaimana menurutmu, Pastor? - Kamu benar.
Benar, bukan?
Jika begini,
kurasa virus kemarahan telah menyebar di daerah ini.
Kamu tidak akan menjawabnya?
"Jaksa Park"
Mungkin dia akan menyebutkan sesuatu soal kejadian kemarin,
jadi, rekam percakapan kami dari luar.
Aku yakin dia merencanakan sesuatu.
Apa lagi alasan dia melepaskanmu padahal sudah tahu itu kamu?
Pokoknya, jangan terpengaruh olehnya.
Pastikan kamu tetap bungkam.
Kamu pernah melihatku terpengaruh?
Pastikan wajahmu tetap datar.
Baiklah, jangan cemas.
Wajahku sudah datar sejak berusia lima tahun.
Kamu pria yang di vila dan pria yang mengenakan
masker hitam kemarin, bukan?
Apa? Aku?
Apa maksudmu?
Pembobolan, penyusupan, pencurian. Mencoba membunuh anggota kongres.
Kamu tahu berapa lama hukuman penjara untuk itu semua?
Kamu tidak bisa berpura-pura itu bukan kamu.
Kenapa kamu membentakku?
Aku sungguh tidak memahami semua ucapanmu.
Baiklah.
Bagaimana jika kamu menjelaskan alasanmu melakukan semua itu?
Jika aku bisa memahaminya,
kamu kuberi waktu untuk menanganinya atau menyerahkan diri.
Aku tidak melakukan ini untuk memenjarakanmu, Pastor Kim.
Aku berusaha memberimu kesempatan.
Ayolah.
Kamu punya bukti bahwa pria itu adalah aku?
Mulai sekarang, apa pun yang terjadi kepadamu,
sebaiknya jangan minta bantuanku.
Aku akan berpura-pura tidak mengenalmu.
Jika menjadi kamu, aku akan berterima kasih.
Astaga, bukan main.
Dengar, Jaksa Park.
Kenapa kamu membuatnya terdengar seolah-olah aku pria misterius?
Kamu warga biasa,
tapi aku tidak bisa mengakses informasi latar belakangmu.
Bukankah itu cukup misterius?
Saat informasi warga biasa diblokir,
itu berarti dia agen negara atau seorang mata-mata.
Tapi firasatku mengatakan kamu bukan mata-mata.
Jadi, aku yakin sekali kamu agen negara.
Apa kamu dari BIN?
Bukankah ilegal memeriksa latar belakang warga biasa?
Kamu juga bertingkah seolah-olah aku Jason Bourne atau semacamnya.
Ada apa ini?
Kamu lebih mirip Tsunami Bourne.
Lihat? Sudah kubilang, bukan?
Kubilang dia tampak seperti mantan agen negara.
Tebakan bagus.
Kukira dia detektif yang menyamar
dan datang untuk menyelidiki penyimpangan di Gudam-gu.
Aku memenangkan taruhan, jadi, beri aku 30 dolar.
No comments yet. Be the first to leave one.