نخستین 75 خط.
Maka, mulai saat ini.., aku nyatakan pemanah ini sebagai seorang raja.
aku nyatakan dia sebagai seorang raja.
Hidup Pangeran Duryodhana!
Hidup Pangeran Duryodhana!
Hidup Pangeran Duryodhana!
Hidup Pangeran Duryodhana!
Tidak, Pangeran.
Aku tidak mengingini kerajaan.
Aku datang ke sini tidak untuk meminta sebuah kerajaan sebagai sedekah.
Penghargaan seni memanahku yang kau berikan sudah cukup buatku.
Aku tidak ingin untuk apa pun lagi
Seluruh 'Ksatria' yang ada di sini,
merasa malu karena kehadiranmu.
Jadi, kau harus mendapatkan kesempatan untuk bertarung di sini.
Jauh di barat sana...
ada daerah berhutan di luar Magadha.
tempat itu bernama Angga.
kakekku Bishma
telah memenangkan rakyat yang ada di wilayah itu.
Tapi saat ini, di sana tidak ada rajanya.
Aku menyatakan kau sebagai Raja dari Angga.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Tidak, Pangeran.
Jangan bebani kami dengan hutang budi.
yang dapat menghancurkan hidup kami nantinya.
Aku tidak punya niat untuk menjadikan ini sebagai hutang budi.
Tuan Adhirata.
Aku menganggap semua 'Ksatria' hebat sebagai teman-temanku.
Pangeran Duryodhana!
Kau tidak punya hak atas Hastinapura
maupun Angga.
Karena sebenarnya, bahkan sejengkal tanahpun,
tidak dapat kau sumbangkan, karena kau tidak punya kekuasaan!
Anda memang benar
tapi Yang Mulia, memiliki kewenangan itu.
Mungkin, Yang Mulia akan memenuhi keinginan anaknya.
Lagi pula, ini intinya tentang melestarikan kehormatan dinasti Kuru
Yang Mulia Bishma.
Aku, Raja Kuru, Dhritarashtra...
mulai dari saat ini, menyatakan pemuda ini
Raja dari Anga!
Dengan darahku, aku mengambil sumpah
bahwa apa yang telah diberikan oleh ayahku hari ini
akan kujamin oleh ku sampai aku mati.
Dan aku akan selalu melindunginya.
Hidup Raja Anga, Karna! - Hidup!
Hidup Raja Anga, Karna! - Hidup!
Hidup Raja Anga, Karna! - Hidup!
Hidup Raja Anga, Karna! - Hidup!
Hidup Raja Anga, Karna! - Hidup!
Pangeran...,
Aku menghormati perintah dari Yang Mulia raja.
dan dengan anugerahnya ini..., Aku bersumpah....
bahwa, untuk selanjutnya
milikku...,
kerajaanku...,
kemampuanku...,
dan bahkan hidupku,
selamanya untuk melayanimu, Pangeran.
persahabatan ini saja sudah cukup bagiku
Hadapi dia!
Lawanlah...!
Sekarang, kenapa kau hanya memandang gurumu saja, putra Pandu?
Apa sekarang kau sudah mulai ragu sebagai seorang 'Ksatria'?
Mungkin saja...
karena semua orang telah mendengar
bahwa mereka berlima
tidak terlahirkan dengan darah dari dinasti kami.
Jika Arjuna adalah anakku...
ia tentu akan menerima tantangan ini.
Sebelum nama ayahnya dipermalukan lebih jauh lagi...
ia akan lebih menerima kematian.
Sanjaya!
Siapa yang memenangkan pertarungan?
Pertarungan belum selesai, jadi belum bisa disimpulkan, Yang Mulia.
No comments yet. Be the first to leave one.