نخستین 175 خط.
Manusia hampir dilenyapkan oleh iblis.
Dan yang selamatkan manusia hanyalah seorang penyihir.
Dia dipanggil Kaisar Sihir, dan dia pun jadi legenda.
Hebat!
Kastelnya melayang!
Itu tempat persembunyian Mata Matahari Tengah Malam.
Untuk kalahkan Mata Matahari Tengah Malam, para prajurit terpilih
yaitu Kesatria Royal akhirnya memulai operasi penyerangan mereka!
Jadi, Licht ada di sana.
Kita akan dibagi jadi lima kelompok lalu menyerang mereka.
Kelompok 1 akan menyerang dari bagian kiri atas.
Baik!
Kelompok 2 akan menyerang dari sisi kiri bawah.
Baik!
Kelompok 3 akan menyerang dari sisi kanan atas!
Baik!
Kelompok 4 akan menyerang dari sisi kanan bawah.
Baik!
Dan kami akan menyerang dari depan dan tengah.
Baik!
Yang terpenting adalah kuat atau lemah.
Kalian berada di sini karena kuat, 'kan?
Anak-anak bodoh yang dipilih Yami.
Jangan mengecewakanku, ya!
Baik!
Baik.
Aku akan berhati-hati, Ny. Komandan.
Aku yakin kalian tak perlu penjelasan yang lebih rinci lagi.
Kalahkan musuh yang ada di depan kalian dan terus maju sampai ke ruang tengah.
Kalian boleh mengamuk
dengan cara apa pun!
Kesatria Royal sudah menyusup ke Dungeon Terapung yang berlokasi di wilayah bernama Bebatuan Gravito
yang merupakan markas dari Mata Matahari Tengah Malam.
Dan mereka mengincar ruangan tengah!
Tujuan utama mereka adalah kalahkan pemimpin musuh yaitu Licht!
Hebat!
Tunggu dulu, berarti kita ini tak diperlukan?
Sementara itu, di markas Pasukan Banteng Hitam...
Kalau begitu, aku pergi keluar dulu.
Komandan, mau ke mana?
Sepertinya si Pria Bertopeng Emas ingin minta maaf mengenai kelakuan Langris.
Jadi, aku perlu pergi ke markasnya Fajar Keemasan.
Lagian, kenapa justru aku yang harus ke sana?
Kalau mau minta maaf, harusnya dia yang ke sini.
Kalau begitu, bolehkah aku pergi temui Marie?
Tentu saja tak boleh, tahu!
Bagaimana kalau ada misi darurat?
Aku mau pergi besuk Finral dulu, ya.
Mau sampai kapan dia itu mau tidur?
Semoga saja dia segera siuman, ya.
Aku mau pergi latihan!
Aku akan jadi jauh lebih kuat!
Semangat!
Tak perlu merasa kecewa karena tak terpilih menjadi Kesatria Royal ya
Preman Perjaka.
Siapa yang perjaka?
Dan aku tak kecewa, tahu!
Charmy mau pergi cari makanan yang enak!
Sebaiknya kalian menantikannya!
Hati-hati di jalan!
Segeralah kembali.
Kalau kalian pergi, aku jadi kesepian.
Aku pergi dulu, ya.
Jangan sampai ada bandit yang merebut tempat ini dan jaga baik-baik, ya!
Merepotkan sekali.
Jangan lupa tanyakan keadaan Finral pada dokter gadungan itu!
Baik, aku mengerti!
Lebih kuat... Aku akan jadi lebih kuat!
Tunggu aku ya, semua makanan lezat yang tumbuh untuk dimakan!
Charmy dan koki domba akan segera jemput kalian!
Halaman 89 Markas Pasukan Banteng Hitam
Gelisah, gelisah, gelisah, gelisah!
Apa-apaan ini?
Grey dan Gordon ini...
Padahal takkan terjadi apa-apa, tapi mereka justru duduk di dekatku.
Apa karena para orang-orang berisik sudah pada pergi?
Ini benar-benar mengganggu, tahu.
Gelisah, gelisah, malu, malu.
Menghabiskan waktu bertiga saja tidaklah buruk, ya.
Banyak sekali yang bisa kita obrolkan, dan hatiku merasa senang.
Aku benar-benar senang.
Oi!
Mau bertukar rahasia?
Meskipun aku sudah tahu segala hal tentangmu.
Kalau ada panggilan tugas, aku yang akan pergi, jadi, kalian bisa istirahat di kamar kalian sendiri.
Tidak, tapi itu...
Mana mungkin.
Kalau ada tugas, sudah pasti aku ikut denganmu.
Mereka ini omong apaan, sih?
Sudahlah, istirahat sana.
Aku sudah bilang kalau aku sedang menabung uang untuk belikan adikku Marie hadiah, 'kan?
Tak perlu sungkan-sungkan.
Berbicara dengan wujud asliku tanpa gunakan sihir perubahan benar-benar memalukan.
Aku ingin jalin hubungan yang lebih erat dengan kalian yang sebelumnya pergi ke Kuil Bawah Laut.
Tapi mereka menganggapku sebagai temannya.
Jadi, setidaknya aku perlu jadi diri sendiri saat di depan mereka.
Saat Festival Bintang, aku juga gagal menjalin hubungan dengan kalian.
Apalagi, Gauche juga memuji wujudku yang seperti ini!
Jadi, hari ini aku akan memperdalam hubungan dengan kalian.
Sedalam mungkin.
Kalau begitu, aku
akan pergi ke kamarku untuk selesaikan boneka dewiku ini.
Kalau ada misi, beri tahu aku.
Aku malu sekali saat kalian lihat wujudku yang seperti ini
tapi aku lebih malu lagi kalau ditinggal berdua saja!
Apalagi saat dia menatapku!
Kalau begitu, aku ikut ke kamarmu.
Aku tak keberatan meski kamarmu berantakan.
Sebelumnya kita juga pernah ke perpustakaan bersama!
Apa-apaan mereka ini?
Aku harus lebih percaya diri dan bicara langsung padanya!
Gauche, itu...
Kau sedang buat apa?
Oh, ini, ya?
Tempo hari, saat aku masih jadi seorang maniak, aku menyadari betapa luar biasanya patung figur.
Jadi, kali ini aku membuat patung Marie skala 1/8 sendiri!
Marie?
Kalau sudah selesai, kau boleh mengaguminya juga, kok.
Begitu, ya.
Aku sudah tahu
kalau Gauche itu punya ketertarikan dengan patung.
Akhirnya tiba juga hari di mana aku bisa tunjukkan koleksiku padamu.
Intip.
Boneka anggota Banteng Hitam buatanku sendiri.
Kelihatan sangat mirip, 'kan?
Boneka santet?
Imutnya.
Menyeramkan sekali!
Itu malah menyeramkan, tahu!
Eh?
Mungkin aku tak pantas bilang begini
tapi kalau kau ingin lebih dekat dengan yang lain
kau harus berusaha membuat dirimu lebih mudah didekati juga.
Coba mulai dari wajahmu!
Wajahku?
Coba senyum, deh.
Senyum?
Cobalah.
Deg-deg, deg-deg.
Menyeramkan sekali!
Aduh.
Aduh, aduh.
Aku mau ke kamar kecil dulu.
Jangan disentuh, lo.
Baik!
Hari ini kamar kecilnya ada di mana?
Hari ini ada di ujung paling kanan lantai dua.
Mungkin aku telat bertanya
tapi kenapa ruangan di markas ini terus berubah secara acak, sih?
Entahlah.
Sejak aku bergabung, memang sudah begini.
Benar-benar merepotkan.
Pasti ada campur tangan sihir di sini, tapi buat apa, coba?
Tolong kembalilah secepatnya!
Aku sempat dengar Charmy dan Vanessa bicara soal ini sebelumnya, sih.
Aku melihatnya, la!
Dia seperti melayang-layang!
Dia bukan salah satu koki dombaku!
Dia punya aura yang jauh lebih misterius, la!
Aku yakin tak salah lihat, kok.
Betulan ada hantu kok di sini.
Benar!
Bagaimana kalau bukan karena sihir, tapi ulah hantu sungguhan?
Tolong jangan buat bahan candaan yang aneh be...
Apa-apaan mereka itu?
Tolong jangan lihat aku!
Ini bukan waktunya untuk malu!
Kau cepatlah berubah sana!
Kalian semua datang ke sini untuk berteman denganku.
Mana mungkin!
Aku tak tahu mereka siapa, tapi sudah jelas ini serangan musuh!
Cepat bersiap untuk bertarung...
Apa yang kaulakukan, Kurang Ajar?
Jadi, ini markasnya Asta, ya.
Mata Matahari Tengah Malam
No comments yet. Be the first to leave one.