نخستین 200 خط.
Mengapa Kardinal sangat tertarik dengan bayi ini?
Yang kutahu tugas kita adalah mengambil bayi...
...dan Ibunya serta membawa mereka kembali ke Paris.
Itu saja. / Kau tidak penasaran?
Sama sekali tidak.
Dan Pastor ini, Duval?
Apa yang di dapatnya?
Mungkin di bayar untuk merawat mereka, tapi satu yang harus kau pelajari, d'Artagnan...
...jangan ikut campur.
Di mana mereka? Istri Bernard dan anaknya.
Di luar.
Maafkan aku, karena telah berdosa.
Apa dosamu?
Membunuh.
Pastor Duval?
Pastor Duval?
Aramis!
Kurasa kita menemukannya.
Lepaskan aku! Lepaskan aku!
Tidak! Tolong!
Tolong aku!
Tidak!
Habisi dia!
Tidak! Henry!
Tidak! Henry! Henry!
Ikuti mereka sedekat mungkin. Dugaanku mereka menuju Paris.
Aku akan cari tahu apa yang terjadi.
Ini bukan penculikan biasa, ya 'kan?
Temui aku di rumah Bonacieux.
Sumpah, aku akan membunuhmu. Siapa kau?
Namaku Aramis, Musketeernya Raja.
Aku di utus untuk mengawalmu dan Putramu ke Istana.
Mengapa? / Kuharap kau bisa memberitahuku.
Bagaimana aku bisa diam saja jika begini?
Mungkin kau pergi ke suatu tempat?
Tak sengaja bertemu dengan Pemuda tampan dan memikat.
Setelah itu, sembilan bulan kemudian lahirlah Henry kecil.
Wanita seperti apa kau pikir aku ini?! / Aku sungguh tak tahu.
Aku setia pada Suamiku, Philippe Bernard!
Jika Philippe ini sungguhan Ayah bayi itu.
Mana dia sekarang?
Maaf, bicaraku tak sopan.
Pergilah.
Pastor Duval!
Jangan ke sana!
Jangan ke sana.
Sensasi perburuannya, Kapten. Sangat luar biasa.
Kapten!
Tak mungkin.
Penjaga! Lindungi Raja!
Cepat!
Awas, awas. awas!
Bersiap!
Pertahankan barisan!
Aku ingin bertemu Raja.
Putraku tercinta.
Aku menyuruhmu untuk jangan pernah kembali.
Aku harus ke mana lagi saat aku dalam bahaya?
Kau di asingkan untuk merasakan pedihnya eksekusi!
Kau mencoba mencuri takhtaku!
Sekarang aku terpaksa memenggal kepalamu...
...dan mengumumkannya agar seluruh Paris bisa melihat!
Masuklah, Paduka. Biar Kardinal dan Kapten Treville mengurusnya.
Tolonglah, kumohon!
Aku mohon!
Atas nama cinta yang telah melahirkanmu.
Aku memang mencintaimu.
Dan kau mengkhianatiku.
Tidak.
Yang Mulia, Ratu benar. Kau harus masuk.
Tinggalkan aku sekarang dan aku akan mati.
Ada yang mencoba membunuhku!
Tolonglah.
Bagaimana bisa dia muncul seperti ini? Mengapa dia bersikeras memancingku?!
Aku sarankan Yang Mulia menunjukkan kemurahan hati dengan mengampuninya.
Bagaimana bisa? Dia sudah di peringatkan.
Jika dia tunjukkan wajahnya di Paris lagi, aku akan memenggal kepalanya!
Memenggal kepala seorang Ibu kurang baik di masyarakat, Paduka.
Itu terlihat seperti tak tahu terima kasih.
Dia pasti benar-benar mendapat ancaman...
...jika dia membahayakan nyawanya dengan datang kemari.
Kita harus temukan pembunuh ini, Kardinal.
Tak ada yang boleh mencoba membunuh Ibuku.
Kecuali jika aku yang menyuruhnya.
Ibunya Raja datang karena dalam bahaya dan kalian memperlakukannya seperti penjahat.
Sungguh reputasi ksatria dari para Musketeer.
Aku kecewa.
Tapi bagusnya, kau belum mati.
Kau pikir aku takut dengan prajurit mainannya Raja?
Untuk ukuran pesuruh, kau banyak kali bicara.
Lakukan jika kau mau. Akan jadi tugas kami untuk membunuhmu...
...dan kebetulan, kepuasan bagi kami.
Vincent, aku letih.
Tuan-tuan, kupastikan, aku tak punya masalah dengan kalian.
Raja sibuk dengan urusan Negara. Dia tidak bisa menemuimu.
Ibunda Raja selamat dari serangan karena karunia Tuhan.
Kami terlalu sedikit untuk melakukan upaya yang lain.
Keputusan Yang Mulia sudah final.
Mengapa mereka menculik bayiku?
Berapa lama kau tinggal di desa?
Sesuatu di masa lalumu mungkin memberikan petunjuk untuk kita.
Aku tinggal di sini sejak aku kabur dari amarah Ayahku.
Pastor Duval menemukanku tempat. / Bagaimana dengan Suamimu?
Dia pria bersahaja, baik dan sopan.
Kami bertemu dan jatuh cinta. / Lihat, itu dia!
Ayo!
Menjauh dari kami! Iblis dan temannya bukanlah golongan orang baik!
Jalan terus.
Apa itu tadi? / Kebodohan dan takhyul.
Kardinal punya dendam pribadi padaku.
Kapten, tolong. Kau orang yang baik.
Kau mengawalku pulang menuju kematianku.
Kau lupa aku di sana saat kau mencoba merebut kekuasaan, Yang Mulia.
Dengan segala hormat, jangan harap simpati dariku.
Sergapan!
Kau terluka, Yang Mulia? / Tidak!
Ayo!
Tidak!
Jangan! Kita butuh dia untuk di introgasi.
Tidak!
Tak ada yang berusaha menyakiti Ratuku mendapat hak untuk di tanyai!
Datangi dia.
Kau terluka?
Cuma sedikit terguncang.
Kau membunuh mereka?
Ya, Yang Mulia.
Kapten?
Musketeerku sedang mencari penyerangnya, Yang Mulia.
Mereka akan di adili...
Aku hampir kehilangan Ibuku!
Tuhan telah melihat itu...
...aku takkan mati tanpa kasih sayang Putraku.
Ia memberiku kesempatan untuk menebus dosa-dosaku.
Aku sangat menyesal.
Aku meminta maaf dari lubuk hatiku.
Upaya pembunuhan Marie de Medici. Mengapa menyusahkan?
Dia memiliki banyak musuh selama bertahun-tahun.
Mungkin ini balas dendam, atau dendam lama.
Aku mendapat informasi.
Cuma rumor. Tentang beberapa keluarga.
Duke Vendome, Duke Epernon dan Duke Rohan.
Rumor seperti apa? / Bahwa mereka membangun milisi.
Dan kapan tepatnya kau akan memberitahuku?
Saat aku tahu bahwa itu lebih dari rumor.
Mereka semua mantan sekutunya.
Ini Marie de Medici.
Percaya pada nalurimu, Kapten.
Selalu ada yang lebih dari sekedar itu.
Aku ingat sangat baik saat dia mencoba melakukan kudeta.
Kekacauan, pertumpahan darah, saudara melawan saudara.
Aku tak ingin melihat itu lagi. / Kita sependapat akan hal itu.
Ada berita tentang anak itu?
Aramis dan d'Artagnan belum kembali.
Beritahu aku saat mereka kembali.
Jika kau pengawal pribadinya Marie...
...tidakkah kau ingin bertanya, mencari tahu siapa di balik ini?
Mengapa membunuhnya saat ia tak tahu?
Vincent lepas kendali.
Prajutit yang baik tak pernah lepas kendali.
Dan dia salah satu yang terbaik.
Mereka memiliki persenjataan pasukan kecil...
...tapi tak di temukan bekas tembakan? / Tak ada yang mengenai kita.
Paling tidak ada yang mengenai pepohonan...
...atau serpihan-serpihan kayu, tapi tak ada.
Aku tak lihat adanya hantaman.
Dan tak ada sisa peluru senapan.
Kapten, ada delapan tembakan. Tak ada kerusakan...
...dan tak ada yang cedera.
Tembakan itu tak lebih dari sekedar kembang api.
Kau yakin?
Atau mereka adalah pembunuh terburuk yang pernah ada.
Terakhir kali aku menentang Marie de Medici dia menjebloskanku ke penjara.
Aku tak ingin kembali lagi.
Jika serangan itu pura-pura, aku ingin tahu sebabnya.
Vincent bisa menangkap mereka. Cepat atau lambat mereka akan bicara.
Dia ingin pastikan mereka tak bicara.
Tetap awasi dia. Dan Marie, jika bisa.
Entah dia memanipulasi Marie, atau mereka bekerjasama.
Kita harus tahu, permainan apa ini.
Aku membuat banyak kesalahan selama hidupku.
Aku tak menyesalinya...
...kecuali kesalahpahaman kita.
Itu ucapan yang aneh karena pengkhianatan.
Aku cuma berusaha melindungimu.
Apa bukan kau yang butuh perlindungannya?
Aku merasa bersalah...
...telah membebanimu sebelum waktunya.
Kau masih sangat muda saat Ayahmu wafat.
Aku membayangkan...
...bahwa aku bisa ambil bebanmu...
...sedangkan kau belajar dan tumbuh menjadi seorang pemimpin besar.
Aku mencoba untuk menjadi Ibu dan juga Ayah untukmu.
Aku gagal dan aku mendapat ganjarannya.
Kau tak sepenuhnya gagal.
Anne...
Berjanjilah satu hal.
Saat kau jadi seorang Ibu...
...kau akan belajar dari kesalahanku.
Jika aku jadi satu-satunya.
Apa aku salah bicara?
No comments yet. Be the first to leave one.