فصل 1

هماهنگ با نسخه‌های زیر

The Hungry and the Hairy S01E05-NF-WEBDL
ناشر Sh1Ft3R
𝙉𝙁 𝙍𝙚𝙡𝙚𝙖𝙨𝙚𝙨

برچسب‌ها

other
تاریخ انتشار: 2022-08-10
تعداد دانلود: 10
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

SERIAL NETFLIX

Si Lapar dan Si Berbulu!

Di episode sebelumnya…

Ini Busan!

Apa yang paling penting? Makanan, 'kan?

Kelihatan enak.

ASTAGA

- Hujannya deras. - Kita harus pergi.

Mari bicarakan setelah sampai hotel.

Aku akan hamburkan uang untuk hotel kali ini.

Kamar suite?

Katamu dulu kau mahir berenang. Ayo kita bertarung.

Mulai!

Dasar, Belut.

Aku mulai berenang dari usia empat tahun

saat kau masih minum susu.

Aku berencana besok kita akan naik yacht.

Sungguh?

Terdengar menyenangkan.

HOTEL PARADISE

PAGI HARI KEDUA

PUKUL 07.30 SI LAPAR BANGUN

Aku melepaskan kaus saat olahraga

bukan karena ingin memamerkan

bagian tubuhku.

Karena dengan begitu, tubuhku dapat merasakannya.

Hal rutin itu membuatku kaget.

Tapi lebih kaget lagi dia bilang, "Sial. Sudah berapa kali, ya?"

Setidaknya ada empat kali.

Sudah berapa kali, ya?

Tubuhnya bagus, tapi dia pelupa.

Karena itulah tubuhnya bagus.

Dia selalu lupa hitungannya.

Astaga.

Cuaca ini membuatku ingin bertelanjang kaki

menyentuh air.

Karena itu, aku melepas kaus kaki dan sepatu, lalu berlari ke laut.

Dia masih belum bangun?

Bangun!

- Bangunlah! - Hei, Lapar.

Kau harus bangun. Kita segera pergi.

Ke mana?

- Sudah gerimis. - Apa?

- Turun hujan. - Kita pergi bermotor?

- Tidak bisa. - Lagi?

Hujannya deras.

Kau dari mana?

Berolahraga.

- Hujan sungguh turun? - Ya.

Astaga, hujan lebih deras dari kemarin.

HUJAN DUA HARI BERTURUT-TURUT

Kenapa harus hari ini?

Karena hujan, mau bersantai menonton Netflix saja?

Di mana pengendali jarak jauhnya?

- Acara kemarin seru. - Di sini.

SEMALAM MENONTON NETFLIX HINGGA LARUT

- Ini program Netflix Original? - Benar.

Keluar dari sini.

Akan kunyalakan.

TOK TOK

- Kau pesan sesuatu? - Sebentar.

- Halo. - Halo.

Apa ini? Berapa menu yang kau pesan?

Kusiapkan ini untukmu.

- Aku baru menonton episode satu. - Sudah selesai bagian satu.

Ya.

Seru sekali.

- Benar. - Aku bisa menonton lagi.

Jika dilihat, semuanya ada di sini.

Ceritanya bagus,

dan ada semua, dari orang Asia, Afrika, hingga ras.

Semua masalah yang terjadi saat ini dituangkan pada ceritanya.

Inilah kosmopolitanisme yang kubicarakan.

- Dunia adalah satu. - Dari mana kau dengar…

Kewarganegaraan global sungguh ada.

Lebih baik katakan penduduk Netflix-isme.

Kosmopolitanisme.

Kewarganegaraan global? Aku sangat muak mendengarnya.

Semoga hujannya reda.

Masih tidak bisa diterjang. Semua pakai payung.

Sayang sekali.

Lalu mau apa?

Pilihan pertama.

Tetap memaksakan bermotor meski hujan.

Ya.

Pilihan kedua. Pergi melihat laut.

Ya.

Pilihan ketiga. Jalan-jalan keluar.

Pilihan kedua atau ketiga.

- Laut atau jalan-jalan? - Ya.

Baik. Hanya akan ada kita di pantai.

Mari berjalan dari ujung ke ujung.

- Indah, 'kan? - Ini luar biasa!

Ini dia!

- Kau suka? - Dingin sekali.

Benar, sangat menyenangkan.

- Aku suka suasana ini. - Indah sekali.

Awan yang hanya muncul saat mendung.

Agak lebih dingin daripada tadi.

- Saat kau datang olahraga? - Ya, tadi hangat.

- Sungguh? - Ya.

Padahal udara pagi hari biasanya dingin.

Menjauh dariku! Kita bisa dicap aneh jika berkejar-kejaran di pantai.

- Bisa dikira pasangan. - Aku sangat senang!

Senang sekali!

Aku suka sekali!

Senangnya kita keluar.

- Indah, 'kan? - Ya.

Kamar kita… Itu kamar kita.

Terlihat jelas. Kau pandai memilih kamar.

DI SINI

Kamarku!

Hei, maaf!

Maaf tak bisa menjemputmu!

- Apa maksudmu? - Kamarku…

- Maaf, Kamarku! - Astaga.

Segarnya.

Aku kaget.

- Karena kau lebih mahir berlari. - Jadi?

Kita lomba jalan cepat saja.

Tunggu sebentar.

Posenya bukan seperti ini.

- Namun, begini. - Baiklah.

Tiga, dua, satu. Jalan!

- Hei, kau berlari! - Aku tidak lari.

- Jangan berlari. - Aku tahu.

Jangan lari!

- Kau lari! - Aku tidak lari.

Aku tak bisa lebih cepat.

- Bukan begini caranya. - Minggir.

Rasanya sangat aneh.

Jika bersamanya, aku seperti kembali ke masa lalu.

Melakukan hal yang biasa seperti jalan cepat saja

membuatku merasa senang.

Meski tampak tak cocok dengannya, tapi ternyata cocok.

Orang bisa salah paham!

Aku ingin menang. Cepat bangun.

- Tidak mau. - Cepat.

Mari istirahat sebentar.

Melihat Berbulu senang,

aku pun merasa senang.

Aku ingin melakukan sesuatu jika cuaca besok cerah.

Jadi, kuharap besok matahari bersinar cerah.

HARI KETIGA DI BUSAN

Hong-chul, cuacanya sungguh cerah.

BRUM, BRUM

- Ayo pergi. - Ayo!

HARI CERAH PERTAMA DI BUSAN

Cuacanya cerah.

Kita ke sini kemarin.

Angin berembus, jadi, tidak panas.

Angin sepoi-sepoi.

MENATAP

Hong-chul.

Pakaianmu itu seperti pakaian narapidana di Papillon.

Pakaian ini sering dipakai para pemotor.

Benarkah?

Bukan pakaian mencolok seperti yang sering kau katakan.

Jangan minta aku pakai itu untuk hukuman pekan depan.

Astaga.

Sekarang kau tampak bebas.

- Hei. - Hujan bukanlah segalanya.

Seharusnya memang tidak hujan!

Hujan itu bukan romantis. Cuaca ini baru bagus.

Ini dia, Jalan Dalmati-gil

Indah sekali.

DALMATI-GIL

Jalanan penuh pepohonan.

Minta Sang-soon untuk putar musiknya.

Sang-soon!

Musik, mulai!

SANG-SOON MUSIK, MULAI

Ya! Ini dia!

Indah sekali!

Cuacanya cocok untuk berenang.

Indah sekali.

Penampilanmu dari belakang

seperti habis keluar penjara

dan mencuri motor orang di jalan.

- Kau seperti buron. - Cepat!

PENCURI MOTOR

Aku bebas!

Aku ingin memotretmu.

Aku pasti kecewa jika tak bisa bermotor hari ini.

Ini Pantai Songjeong!

PANTAI SONGJEONG

Tahun lalu, aku kemari untuk berselancar.

Sungguh indah.

Luar biasa.

Hei, Laut!

HEI, LAUT!

PELABUHAN CHEONGSAPO

Ini hadiah dari kantor pusat Netflix.

Tidak kupercaya.

Kita tak butuh apa pun selama cuaca cerah.

Indahnya.

Sampai jumpa, Mercusuar. Kami akan kembali di Musim Dua.

KAMI AKAN KEMBALI DI MUSIM DUA

Busan selalu indah setiap didatangi.

Hong-chul.

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left