Route 10

Route 10 (سكة طويلة)

دانلود زیرنویس Indonesian

هماهنگ با نسخه‌های زیر

Route 10 2022 WEBRip HDRip
ناشر subber.id

برچسب‌ها

webdl
تاریخ انتشار: 2025-07-20
تعداد دانلود: 141
مخصوص ناشنوایان: No
FPS: 23.976

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Selamat pagi, Maryam / Selamat pagi, Adnan.

Selamat pagi, Nasser. / Selamat pagi.

Terima kasih.

Semoga penerbanganmu lancar. Dan salamku kepada Sheikh Muhammad.

Terima kasih banyak, Adnan.

Awas jangan sampai pecah.

Halo.

Dibatalkan? Maksudmu? / Apa yang dibatalkan?

Kami baru saja keluar dengan koper kami menuju bandara.

Bagaimana itu bisa dibatalkan dan tidak ada yang memberitahuku sebelumnya?

Baik, cari penerbangan lain.

Kau tahu dengan siapa kau bicara?

Aku Nasser. Putra Mohammad Al Muhammad.

Aku punya acara penting di Abu Dhabi malam ini.

Carikan kami penerbangan apapun.

Apa?

Penerbangan hari ini dibatalkan, dan tidak ada penerbangan sampai besok.

Kau senang, bukan? Siapa yang akan menolong kita dari kemarahan Ayah?

Kita akan menemukan cara.

Semua tidak berjalan lancar, Ayah. Kami sudah keluar membawa koper.

Mereka menelepon dan mengatakan tidak ada penerbangan sampai besok.

Kami sangat ingin berada di sana. Tapi sepertinya kami kurang beruntung.

Masalah terpecahkan. Jalanlah.

Jalan? Jalan apa?

Apa maksudmu? Aku tidak menyuruhmu jalan kemari.

Ini Abu Dhabi.

Setelah kau mencapai jalan raya, kau akan menemukan rambu di mana-mana.

Kau akan berada di sini dalam delapan jam,

dan masih punya cukup waktu untuk mandi dan bersiap untuk pernikahan.

Pernikahan ini penting. Bukan cuma untukku.

Ini penting untukmu juga. Untuk hidup dan keluarga kita.

Semoga ibu kalian beristirahat dengan tenang.

Kehadiran kalian malam ini akan sangat berarti bagiku.

Baik, jangan marah, kami akan bersamamu malam ini.

Baik. Nasser, ada berita tentang permintaanku?

Ayah, masih kuusahakan.

Masih?

Saat kau tidak bisa melakukan hal sederhana

katakan dari awal.

Kenapa membuatku membuang waktuku?

Jika kau tidak bisa, biar kucari orang lain.

Baik.

Jaga rumah, Adnan.

Kami akan kembali dalam beberapa hari.

Sudah lama aku tidak menyetir sejauh ini.

Mungkin sejak zaman Obhur di Jeddah.

Aku juga sama.

Yakin tidak ingin Adnan mengantar kita?

Ini perjalanan yang sangat panjang.

Untuk apa menyeretnya dan membuatnya menderita bersama kita?

Kau baik sekali.

Kau sopan sekali pagi ini.

Aku sopan tiap pagi, Kak.

Kau saja yang baru tahu.

Andai kulihat kau lebih sering, aku akan tahu sejak lama.

Ayah melibatkanmu dengan lokasi ini juga?

Tentu.

Jika di lokasi konstruksi tertulis Al Muhammad, itu berarti aku terlibat.

Pasti sulit bekerja untuk Ayah.

Maryam, aku bekerja dengan Ayah. Bukan untuknya.

Kau masih menggambar? Atau sudah berhenti?

Aku masih ingat saat kau kecil, kau sangat berbakat.

Gambarmu sangat bagus.

Kupikir itu masa depanmu.

Menggambar bukanlah pekerjaan.

Entahlah, aku ingat perkataanmu kau mau menjadi desainer grafis terbaik.

dan kau akan menggunakan bakatmu mencapai impianmu.

Apa yang terjadi?

Kau mau menahanku karena ucapanku saat masih kecil?

Mimpi berubah.

Jadi bekerja untuk Ayah adalah salah satu impianmu?

Dengan Ayah.

Ya Allah. Semoga mereka baik-baik saja. Bismillah.

Pasti kau melihat hal seperti ini setiap hari di rumah sakit, bukan?

Kau tidak akan percaya yang kami lihat di UGD, Nasser.

Seperti apa? Tengkorak hancur? Tubuh terpotong-potong?

Kau ini gila.

Kecelakaan mobil terjadi setiap menit setiap hari di Arab Saudi.

Bayangkan saja lukanya.

Aku tidak bercanda. Aku ingin tahu yang kau lihat.

Aku cuma ingin tahu.

Ya Tuhan, hal-hal mengerikan yang kulihat...

Kadang aku percaya kasus yang kulihat lebih buruk dibanding terluka berperang.

Meski kucoba bersimpati dan melihat dari sudut pandangmu, aku tidak bisa.

Mereka datang dengan kecepatan satu juta mil per jam,

melaju di jalan raya seolah milik mereka.

Apa yang mereka harapkan?

Mereka memang cari mati. / Andai mereka sadar.

TINDAK LANJUT KASUS PENGACARA RAED

Cari saksi yang menentang kesaksian. Bukan warga negara mudah ditangani.

Nasser. / Apa?

Perhatikan jalan, tolong.

Tentu.

Bodoh.

Dia gila menyetir seperti itu?

Lihat ini.

Apa istilahnya?

Karma? / Karma.

Rasakan arus itu menjemputmu.

Tunggu. Jika dia butuh bantuan, bagaimana?

Orang lain akan berhenti. Itu bukan urusan kita.

Kau serius merias wajah? Kita mau memasuki gurun.

Ini bukan riasan. Ini Kohl.

Ini melindungi matamu dari matahari, dari debu.

Mau? / Terima kasih. Tapi tidak usah.

Nabi pun menggunakannya.

Ini hadiah favoritku dari Ibu. Dia beli di Madinah, sepertinya.

Hati-hati dengan itu.

Serius, hati-hati.

Jika kita menginjak gundukan, matamu bisa tertusuk.

Dan itu akan meletus dan memercik ke mana-mana.

Jika kau menyetir dengan benar, tidak akan ada itu atau percikan.

Ingat lagu yang sering dinyanyikan Ibu di perjalanan kita?

Yang mana?? Lagu Abadi?

Itu dia. / Ya, bagaimana lagunya?

Lagu Abadi Al Johar.

Jalan panjang. / Jalan panjang. Itu dia.

Sungguh? / Dan...

Aku lupa liriknya. / Aku juga, aku tidak ingat.

Aku sangat merindukan Ibu.

Aku juga.

Apa Ayah merindukannya?

Pasti, mungkin tidak di hari pernikahannya.

Dia tidak pernah membicarakannya.

Kau tahu Ayah.

Dia sulit mengekspresikan emosi atau banyak bicara.

Kau juga tidak pernah membicarakannya.

Dia selalu ada di pikiranku, Maryam.

Aku selalu berusaha untuk mengingatnya dan mendoakannya.

Tapi tiap kucoba mengingat apapun sebelum kankernya, semua kabur.

Nasser, karena itu kau harus membicarakannya.

Jujur.

Dia ibumu. Bagaimana kau bisa cuma mengingat kanker dan penyakitnya?

Tiap kau bicara tentang dia, kau akan mengingat hal-hal baru.

Percayalah.

Mungkin. Benar.

Dan kita?

Kita tinggal di rumah yang sama dan aku jarang melihatmu berbulan-bulan.

Aku tahu itu, Maryam.

Kau tahu kita belum duduk bersama sejak pemakaman?

Kau tahu aku selalu bekerja. Sulit meluangkan waktu.

Aku juga, Nasser.

Jika kita tidak bisa menemukan waktu bersama, lantas siapa?

Nasser, aku bicara denganmu.

Aku dengar, tapi ada pekerjaan penting yang harus kutangani.

Aku berharap kau ada di rumah sakit bersamaku.

Aku berharap kita bisa memberitahunya bersama.

Nasser, kuberitahu dia.

Apa yang kau katakan?

Tentang yang kita lakukan di resor pantai di Jeddah.

Kau memberitahunya itu? / Ya.

Apa katanya?

Dia bilang anak-anak tidak tahu. Kita tidak bermaksud jahat.

Dan Tuhan itu maha penyayang dan pemaaf.

Itu pria yang membuatmu kasihan. Menyetir seperti orang gila lagi.

Hebat, aku merasa bersalah tentang itu.

Nasser, apa yang kau lakukan? / Kucoba membiarkan dia menyalip.

Apa-apaan?

Nasser! Nasser!

Dia mendesakku.

Pergi dari belakangku. Pergi dari sini, pergi.

Nasser!

Sedang apa kau? / Aku akan hadapi dia.

Minta maaf padanya. / Dialah yang harus meminta maaf.

Minta maaf dan pergi dari ini.

Apa?

Apa masalahmu?

Maaf. Tapi kau yang memulainya.

Maaf. Jika ingin membicarakannya, keluar dari mobil, kita bicarakan.

Nasser! Nasser!

Nasser.

Tahan, itu akan perih.

Baik, yang lembut. / Yang lembut.

Tarik napas.

Orang ini gila. Dia pasti mabuk.

Mari hubungi polisi.

Tidak ada gunanya. Jika kita harus menunggu dan bicara dengan polisi,

kita tidak akan sampai ke Abu Dhabi tepat waktu dan terlambat ke pernikahan.

Pelan-pelan.

Kau sangat cengeng.

Mudah bicara.

Terima kasih, sungguh.

Sama-sama.

Apa perlu aku menyetir?

Tidak, aku saja. Aku baik-baik saja.

95, penuh. / Baik.

Apa Jeep putih berhenti di sini beberapa saat lalu?

Tidak ada Jip.

Selamat siang. / Selamat siang, Pak.

PLATFORM ARAB

Aku tak mau dia menuntut apapun dariku di pengadilan.

Apa aku yang mengajarimu cara melakukan pekerjaanmu?

Tolong bereskan. Aku tidak ingin Ayah bertanya lagi saat menemuinya malam ini.

Demi Tuhan, selesaikan saja.

Baik, periksa dan beritahu aku.

Baiklah.

Assalamu'alaikum. / Wa'alaikumussalam.

Ada apa dengan kepalamu? / Terluka saat kucukur sendiri.

Mungkin cerminmu terbalik.

Apa Jeep putih beli bahan bakar dari sini beberapa waktu lalu?

Route 10 subtitles in other languages

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left