The Fox and the Child (Le renard et l'enfant)

The Fox and the Child (Le renard et l'enfant)

Le Renard et l'Enfant

دانلود زیرنویس Indonesian

هماهنگ با نسخه‌های زیر

The Fox And The Child 2007 BluRay 720p DTS x264-WiKi
ناشر Mortred

برچسب‌ها

BluRay
x264
720p
720
TS
تاریخ انتشار: 2012-03-31
تعداد دانلود: 52
مخصوص ناشنوایان: Yes

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 146 خط.

Ceritaku dimulai pada satu hari, secara kebetulan, dalam perjalanan menuju sekolah.

Aku masih ingat dengan baik, saat itu umurku baru 10 tahun.

Hari itu pertama kali aku melihat seekor rubah dari jarak begitu dekat.

Dan dia tak mendengarku.

Dia diam di sana dan aku memandanginya.

Jangan takut, Rubah. Jangan takut.

Rubah.

Jantungku berdebar-debar.

Dia sungguh manis.

Untuk sesaat, kupikir dapat menyentuhnya.

Sepanjang hari di sekolah aku hanya memikirkan tentang rubah yang ada di pohon besar itu.

Saat aku kembali di tempat kami bertemu, aku yakin menemukan dia lagi.

Aku memutuskan kalau aku akan coba menjinakkan rubah ini.

Saat itu, aku tak tahu itu adalah awal dari sebuah petualangan hebat.

Seiring berjalannya musim semi, aku tak bisa menemukan rubahku.

Langkahku menjadi sebuah obsesi.

Aku merasakan hutannya semakin misterius. Kini aku tahu kalau rubahku tinggal di sana.

Kemudian suatu sore, aku tercengang melihat betapa kecilnya aku di tengah alam ini.

Aku habiskan waktuku belajar membaca, menulis dan berhitung...

...dan aku masih belum bisa menemukan sedikit saja jejak dari rubahku.

Bagaimanapun, dia pasti ada di sana, di suatu tempat di bawahku.

Salju pada malam itu seperti bubuk ajaib. Semua jadi terlihat.

Jejak kaki kelinci, rusa, dan luwak.

Dan kemudian, itu dia di depanku...

...jejak kaki rubahku.

Menyenangkan sekali berjalan di atas jejak kakinya...

...dia menunjukkan cara lain untuk ditemukan.

Lagi dan lagi, dia membuatku melintasi jalan yang sama.

Selalu mengubah jalan pikirannya.

Ahh!

Aku terkurung di dalam rumah sepanjang musim dingin.

Aku takut akan kehilangan jejak dia untuk selamanya.

Orang tuaku memberiku sebuah buku tentang kehidupan rubah.

Hatiku sudah merasakannya.

Aku mencoba membayangkannya.

Sedikit demi sedikit, aku menjadi seperti seekor rubah di tengah musim dingin.

Aku selalu melalui musim dingin sebagai musim yang indah.

Tapi, bagi rubahku, setiap hari penuh dengan mara bahaya.

Bukunya selalu mengatakan, "Makan dan tidak dimakan."

Dan aku selalu bilang pada diriku :

"Jadilah kuat, rubahku. Bertahanlah. Kita pasti bertemu lagi".

Aku ingat malam dimana aku mendengar mereka memanggil diri mereka di gunung.

Itu adalah malam yang sangat dingin.

Malam itu akhir dari musim dingin, waktunya mereka mencari pasangan.

Ada yang bilang padaku masa perkenalan mereka adalah...

...perpaduan aneh antara cinta dan perang.

Lolongan mereka terdengar seperti jeritan penyihir.

Pikiranku selalu terbayang pada rubahku.

Di luar sana, di tengah bayang-bayang bintang...

...dia tinggal dalam kerajaannya.

Musim semi tak lama lagi, tapi aku khawatir dengan rubahku.

Ada gerakan besar-besaran di wilayah itu untuk melenyapkan mereka.

Apa saja dan semuannya digunakan. Racun, jebakan, senjata.

Beberapa orang menganggap mereka penganggu.

Tapi menurutku mereka cantik...

...dan mempesona.

Tapi pendapatku tak dianggap.

Aku bebas lagi, setelah 2 bulan terkurung di dalam rumah.

Aku gembira sekali.

Aku mencari jejak rubahku.

Ayahku pernah mengatakan padaku bagaimana menemukan sarang mereka.

Aku hanya harus hati-hati agar tidak terlalu dekat dengan mereka.

Rubah tidak menyukainya saat kamu terlalu dekat dengan sarang mereka.

Ya ampun!

Tapi yang kutemukan hanya gua kosong, jika tidak gua yang ditutup.

Kelihatannya perang antara manusia dan rubah tak akan pernah berakhir.

Rubah, apa kamu di dalam?

Rubah?

Rubah?

Jadi di sana adalah tempat tinggal rubahku.

Aku sangat gembira lagi.

Aku ingin bertemu dengannya.

Tunggu! Tunggu!

Rubahku adalah rubah betina, dan dia baru melahirkan anak.

Dia membawa anak-anaknya pindah ke tempat persembunyian yang lain.

Ternyata dia mendengarku. Mengapa aku tidak lebih hati-hati?

Aku tahu dia tidak bisa pergi terlalu jauh dari anak-anaknya.

Jadi aku memanjat pohon besar untuk mengawasinya.

Aku pernah melihatnya sekali di sini, tentunya aku akan melihatnya lagi.

Aku senang menunggu sampai dia muncul.

Kesabaranku mulai hilang, tapi tiba-tiba datang sebuah ide entah darimana...

...yaitu umpan.

Jika sandwichku bisa menarik perhatian seekor landak pasti rubah juga tertarik.

Psst! Pergilah!

Hei! Pergilah sekarang!

Hei, kemari!

Jangan takut. Kemarilah.

Kenapa kamu pergi begitu cepat? Tunggu!

Kamu akan kembali, kan?

Ya!

Waktu terus berlalu, tapi rubahku tak kunjung kembali.

Aku tak ingin dia melupakanku. Setiap hari, aku pergi ke pohon agar dia tahu...

...kalau aku masih di sana, menunggunya.

Sudah 2 minggu sejak aku tak melihat tanda-tandanya lagi.

Itu adalah saat-saat yang sepi.

Aku meminta pada pohon tua agar tetap mengawasi rubahku.

Pohon-pohon tua ini pasti melihat segala sesuatu dari dahannya yang tinggi.

Tapi mereka tak bisa diajak bicara.

Jangan pergi lagi.

Sudah kuputuskan, aku harus mengikutinya.

Tak penting kemana aku dibawa pergi. Aku tak ingin kehilangan dia.

Beruang gunung.

Tak ada yang melihatnya selama bertahun-tahun, tapi aku melihatnya.

Aku tak pernah cerita mengenai hal itu kepada orang tuaku.

Perasaanku semakin kuat kalau aku akan menemukan rubahku lagi.

Liburan panjang segera tiba.

Aku belajar lebih sabar.

Ada banyak hari seperti sebelumnya untuk melihatnya.

Aku suka menunggu dia.

Sedikit demi sedikit, aku belajar cara mendekatinya dengan benar.

Tak ada yang memberitahu cara untuk mengelusnya.

Tapi tidak ada salahnya mencoba.

Ayo, kemari.

Ini, lihat, ini untukmu.

Kemari.

Tidak! Kembali ke sini! Lihat.

Ini.

Hei!

Dia rubah yang tak bisa di tebak.

Aku suka dengan cara dia muncul seperti itu, secara tiba-tiba...

...seperti yang selalu dia lakukan.

Menyenangkan masuk semakin dalam ke hutan bersama dengannya.

Itu adalah seni berpetualang.

Lucu sekali, saat dia menungguku karena aku tertinggal di belakang.

Satu hari, aku mengikutinya menuju jejak kaki yang sangat besar.

Itu sesuatu yang sangat special...

...aku seharusnya tak boleh ke sana.

Semua anak tahu tempat itu adalah tempat terlarang.

Wow!

Oh, tidak, Rubah! Aku tidak mengejekmu!

Rubah!

Aku tak pernah membayangkan kalau rubah dapat merajuk...

...tapi dia melakukannya. Itu manis sekali.

Hal itu menginspirasiku memberikannya nama.

Titou! Titou!

Titou...nama yang manis, khususnya bagi yang suka merajuk.

Lihat! Lihat!

Lihat!

Di sana kamu rupanya.

Kamu tahu akan turun hujan?

Bagaimana kamu mengetahuinya?

Titou!

Ini bukan pertama kalinya kamu datang ke sini.

Apa kamu tahu tempat lain seperti ini?

Rubah, ini tidak lucu!

Aku ingin keluar dari sini.

The Fox and the Child (Le renard et l'enfant) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for The Fox and the Child (Le renard et l'enfant)

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left