نخستین 200 خط.
Kalau kulihat, mereka berdua saling suka.
= Episode 19 =-
Bagaimana kau bisa tahu?
Masa kurang jelas?
Aku tahu saat Natal kemarin.
Kau menghubungi mereka waktu itu untuk menggodaku?
Dua-duanya.
Harusnya waktu itu kau lebih dari itu.
Lihat si bodoh itu.
Kalau mereka cuman duduk begitu tak akan terjadi apa-apa.
Dong Hui ternyata tak lebih baik.
Kuharap semua berjalan lancar untuk mereka.
Tapi...
ipar tak seharusnya saling suka, kan?
Tidak ada aturan di saat seperti itu.
Tetap saja, kalau orang tua mengetahuinya, mereka bakalan gila.
Jadi aku akan menyimpan rahasianya Seong Joon.
Kalau gagal, aku akan memberinya uang untuk kabur.
Kau dapat uang dari mana?
Aigoo.
Seong Joon juga janji akan menyimpan rahasiaku.
Dia akan tetap merahasiakan kalau aku jatuh hati padamu.
Itu Ibu.
Sembunyi.
Cepat.
D
Da
Dam
Damn
Damn!
Damn! S
Damn! Su
Damn! Sup
Damn! Super
Damn! Super
Damn! Super S
Damn! Super Su
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub I
Damn! Super Sub In
Damn! Super Sub Ind
Damn! Super Sub Indo
Damn! Super Sub Indon
Damn! Super Sub Indone
Damn! Super Sub Indones
Damn! Super Sub Indonesi
Damn! Super Sub Indonesia
Diterjemahkan oleh : ** Appa Ddal Ifabee **
Seperti yang Anda lihat desainnya memudahkan
konsumen menemukan produk yang mereka inginkan.
Hanya dengan sekali klik mereka akan dihantarkan ke laman pembelian.
Laman ini juga didesain sederhana supaya produknya
lebih ditonjolkan di laman.
Silakan Anda semua lihat.
Bagus sekali.
Berbeda dari website perusahaan lain dari caranya
tidak ada banner iklan
dan hanya produk kita saja yang ditampilkan.
Karena itu, konsumen lebih fokus dengan produk.
Website shopping mall terlihat...
sungguh-sungguh seperti halnya Seo Siljang.
Terima kasih.
Aku terlambat, gimana ini.
Kim Daeri( asisten ).
Unggah presentasi di web database perusahaan.
Laporkan padaku skedul demo besok.
- Baik. - Ada yang telpon?
Keluarga Anda beberapa kali.
Aku balik dulu ya. Kalau kau sudah selesai, pulanglah.
- Bu, di sini. - Benarkah?
- Omo. - Lokasinya bagus.
Kurasa pelanggannya akan banyak.
Aku tahu.
Oppa, Seong Hoon memasak?
Tentu saja. Ayo masuk.
- Ayo, silakan masuk, Bu. - Ayo.
=Toreore Chicken=-
Kapan ayam pedasnya kau hidangkan?
Segera.
Penuh. Ada meja untuk kami?
Aigoo.
Pesanan datang.
Selamat menikmati.
Nenek. Bibi.
Ibu, Ayah. Kalian di sini.
Iya. Selamat ya.
Kau sibuk. Istrimu mana? Kenapa kaulakukan sendirian?
Kau tak ke sana.
- Apa? - Kita akan...
ke sana.
=Kantor Pengacara Han=-
Ikut Mama. Cepat.
Daepyonim, terima kasih.
Terima kasih sudah mengirim bunga ke kantorku yang sederhana.
Aku sangat berterima kasih.
Seperti yang kukatakan,
besok aku akan mengunjungi Anda.
- Iya. - Sayang.
Kenapa hanya kalian berdua? Yang lainnya mana?
Mereka ke restorannya Ajubeoni di bawah.
Dekorasinya sangat bagus.
- Di sini bagaimana? - Aku yakin mereka akan ke atas.
Akan kujemput mereka.
Kau duduk saja di sana.
Kepalaku pusing gegara bau ayam goreng.
Ayah-Ibu apa tak keterlaluan padaku?
Aku tak tahan lagi.
- Dasar. - Sayang.
Tak ada meja untuk kita.
Tak apa. Melihatnya saja aku sudah senang.
- Oh. - Aigoo.
Apa ini? Kenapa semua di sini?
Kalian tak tahu hari ini pembukaan kantorku juga?
Diam kau.
Bersabarlah.
Ibu. Ayah.
Ini ayam bawangnya.
- Hei, diamlah. - Tetap saja,
kita tak bisa berdiri di sini selamanya.
- Terus bagaimana? - Aku tak tahu.
- Kita harus bagaimana? - Aku tahu.
Kalian sungguh tidak adil. Tahu?
- Dari mana dia belajar ini? - Apa-apaan ini?
Masakannya lebih enak dari masakan Ibunya.
- Enak sekali. - Oppa jangan dikasih sayap.
Bisa-bisa dia nanti selingkuh.
Makan saja. Tak apa.
- Makan yang banyak. - Aigoo.
Kenapa kalian makan ayam di sini?
Kami bisa apa lagi?
Di restoran Seong Hoon tak ada meja.
Enaknya makan di sini hanya dengan keluarga saja?
Ini apa-apaan!
Dasar, ini apa-apaan!
Chang Soo, kau sedang apa?
Setelah ke acara pembukaan pergi kemana dia?
Kami pulang bersama.
- Iya. Terima kasih. - Iya.
Terima kasih.
- Selamat menikmati. - Terima kasih.
Tolong nasinya dibanyakin.
Lagi.
- Lagi? - Iya.
Terima kasih.
Sayang.
- Iya? - Bagaimana kau...
bisa ke sini?
Aku kesini, karena orang tuaku bertukar.
Orang tuamu bertukar.
Cepat makan.
Terima kasih.
Berkatmu, aku bisa buka kantor sendiri lebih cepat.
Kalau kau tak mengenalkanku pada Lee Hoejangnim dan Kim Uiwon,
hal ini tak akan terjadi.
Terima kasih banyak.
Bukan apa-apa.
Aku hanya mengenalkan dua pihak yang saling membutuhkan.
Masa depanmu ada di tanganmu sekarang.
Jangan khawatir.
Aku sudah dekat dengan
Kim Uiwon dan Lee Hoejang.
Begitu ya.
Sebentar lagi, Industri Hoin dan Konstruksi Seonjin
akan mengajukan kerja sama denganmu.
Apa?
Apa...
Apa itu alasannya mereka mengirim ini?
Mereka kenalan dekatku.
Mereka memintaku merekomendasikan pengacara bagus.
Dan aku kepikiran Pengacara Han.
Aku sangat menghargainya.
Aku tak akan melupakn ini.
Hyeongnim.
Seong Joon, selamat datang.
- Selamat. - Terima kasih.
- Terimalah. - Ini?
Aigoo. Terima kasih, Seong Joon.
Selamat. Hyeong harus dapat banyak uang.
Aku tahu.
Halo.
- Halo, Ji Hoon. - Halo.
Halo, Ah In-ah.
Aku mau menyapa Seong Sik Hyeong lalu balik lagi untuk membantumu.
Iya. Kau harus mengunjungi kantornya Seong Sik.
Dia kesal karena tak ada yang datang di acara pembukaan kantornya.
Baiklah. Aku akan segera kembali.
Halo.
Halo.
Kurasa kau mau ke kantornya Hyeongmu.
Iya.
Permisi.
Seong Sik Hyeong.
Seong Joon, adikku.
Kenapa kau telat sekali? Sakit.
Maaf aku terlambat. Selamat.
- Semoga sukses. - Terima kasih.
Kau tak perlu bawa ini.
Ayo silakan duduk.
Kau satu-satunya keluargaku...
No comments yet. Be the first to leave one.