نخستین 200 خط.
Inilah sang pengantin wanita
Cantik, gemuk, dan besar
Terpeleset kulit pisang
Lalu jatuh terguling
Inilah sang pengantin pria...
Selamat pagi, cantik.
- Kita di mana? - Baru melewati Wanganella.
Masih jauh?
Hampir setengah jalan.
Jangan bercanda.
Apa aku pernah berbohong, cantikku?
Jangan panggil aku begitu.
Apa?
“Cantikku.” Kau terdengar seperti orang tua.
Aku memang sudah tua.
Ya, tapi anggap bukan begitu
Rasanya seperti kawin lari dengan kakekku.
Kau lihat apa?
Tempat minum lama.
Apa?
Itu tempat minum lama.
- Kenapa tidak bilang kalau hampir sampai? - Belum.
“Wal-lum-bee.”
“Wal-lum-bye.”
Apakah besar?
Sangat besar.
Hei, Ned?
Ya?
Bilang pada ayahmu kalau aku aktris.
Aktris apa?
Aktris sungguhan, bodoh.
Oke.
Aku selalu ingin tinggal di pedesaan,
dengan beranda, pembantu, dan semacamnya.
Ada banyak hal di sini. Memangnya, dari mana pembantu itu akan datang?
Aku tahu.
Kita akan kembali ke “Wal-lum-bee...”
“Wal-lum-bye.”
...ke tanah merah “Wal-lum-bee...”
Ya, demi Tuhan aku bersaksi...
Demi Tuhan aku bersaksi, aku takkan pernah...
Toni! Toni! Diamlah!
Itu kanguru.
Apa sudah mati?
Jangan!
Kasihan sekali.
Astaga! Masih bergerak!
- Oke, masuk ke mobil. - Ada anaknya.
Cepat, masuk ke mobil.
- Kau mau apa? - Masuk ke mobil.
Mereka tampak ramah.
Ini tempatnya?
Jadi, kita sudah melewati setengah benua hanya untuk ini?
Ini disebut rumah.
Tempat berlindung, tempat bernaung.
Ya.
Lalu... kenapa tidak bunyikan klakson saja?
Biar mereka bangun.
Baiklah, baiklah!
Siapa itu?
Ned?
Ned! Ya Tuhan!
Ned, kau datang.
Aku mengira kau tak akan datang.
Masuklah.
Diam, Bitsie!
Ayo. Biar aku bawakan ini.
Ya Tuhan, lihat dirimu.
Coba lihat dirimu!
Oh, kemarilah.
Kau pasti lelah sekali.
Kapan kau berangkat? Biar aku bawakan.
Kau tidak menyetir tanpa henti, 'kan?
Bitsie, shh! Ini hanya Ned.
Hei, bagaimana Sydney?
Ya Tuhan. Masih ada hari esok, 'kan?
Ini adikku, Sally. Sally, ini Toni.
- Hai. - Hai.
Dia bawa koper?
Tidak, dia seorang aktris.
Mereka tidak memakai pakaian.
Hei, Bitsie.
Jadi, pria tua itu masih ada?
Bruce, masih?
Ya, tentu saja masih.
Akan kuberi tahu dia kau di sini.
Tidak. Jangan bangunkan dia.
Dia pasti senang kau datang.
Besok pagi kami masih di sini.
Tak perlu membangunkannya.
Aku ambilkan seprai, ya?
Oke.
Kau mau ranjang yang mana?
Tidak bisa kita satukan saja?
Kau tidak punya yang lain?
- Akan kuambilkan. - Biar aku saja.
Siapa Clifford?
Saudaraku.
- Dia lebih tampan darimu? - Jelas.
Lebih tua atau lebih muda?
Ned?
Hm?
Saudaramu... lebih tua atau lebih muda?
Lebih tua.
Sial.
Lebih tampan dan lebih muda pasti sempurna.
Ini milikku, Neddy.
Pejamkan matamu.
Kenapa?
Ini rambut Nelson.
Ini hidung Nelson.
Ini lengan Nelson.
Ini perut Nelson.
- Jangan melihat! - Tidak!
Dan ini... lubang pantat Nelson!
Diam, Kate! Atau kembali ke kamarmu.
Kau yang diam, Cliff.
Gelitik aku, Ned.
Berjalan di dalam hutan
Tanda "X" di tempatnya
Titik-garis-titik-garis
Titik-garis-titik
Pisau menusuk punggungmu, darah mengucur deras
Laba-laba menggigit lehermu
Darah menetes perlahan
Pelukan erat
Hembusan angin sejuk
Kini tubuhmu merinding
Apa yang kau kerjakan di sini?
Aku bekerja untuk komunitas.
Komunitas apa?
Komunitas Aborigin.
Kau pasti melewatinya saat datang ke sini.
Bagaimana kau bersenang-senang?
Oh, kau akan terkejut.
Siapa pun yang suka minum pasti mudah menemukannya.
Benar begitu, Ned?
Kau tahu kalau Dougie menjual roadhouse miliknya?
Tidak.
Ya.
Dia ingin dekat dengan cucunya.
Percaya tidak, Tamara sudah punya empat anak?
Naik! Naik! Naiki banteng tua itu!
Bangkit!
Jangan mengadu pada ibumu.
Bangkit, dasar cengeng!
Kau tak akan jadi penunggang banteng sejati
kalau tidak bangkit, Cliff.
Ned, tunjukkan pada kakakmu caranya.
Dia ingin bertemu denganmu sekarang.
Kau tidak apa-apa?
Tentu saja. Kenapa tidak?
Bagus.
Apa yang terjadi?
Pewaris Amerika Selatan itu meninggalkanmu?
Toni, ini Bruce. Bruce, ini Toni.
Hai.
Ini yang baru?
Gadis yang sangat cantik.
Tapi kurasa, kau tak pernah kesulitan memilih
Masalahnya mempertahankan.
Pada akhirnya, akan ketahuan sifat aslinya.
Oh, ya? Sifat seperti apa itu?
Jangan tanya padaku.
Aku bukan perempuan.
Semua sudah saling menyapa?
Apa yang terjadi padamu, Bruce?
Aku sekarat.
Penyakit jantung kongestif.
Tapi itu bisa diobati.
Ya, tentu saja.
Mereka mengencerkan darahmu, menaruhmu di ruang oksigen,
dan bisa hidup lebih lama. Hebat sekali.
Kau sendiri tak terlihat sehat. Kau terlihat lemah.
Kita tidak bicara tentangku. Kita bicara tentangmu.
Ya, tapi jangan khawatirkan aku. Aku masih bisa bernapas.
Ayolah, Ned sudah jauh-jauh datang. Bisa akur sebentar?
Mungkin dia benar.
Mungkin kita perlu memperbaiki sikap.
Ini sudah terisi peluru.
Itu maksudnya.
Ya, Bruce bilang orang kulit hitam membakar gudang dan kami berikutnya.
Aku tidak bilang begitu.
Itu sudah lima tahun lalu.
Hei! Cukup.
Oh, Tuhan.
Siapa ini?
Putriku.
Cantik sekali.
Baiklah, aku akan melihat-lihat sebelum terlalu panas.
Tapi semua ini sudah diuji ketat.
Aku tak mau banyak komentar soal laporan yang dikeluarkan pemerintah.
Kau tahu seperti aku, media sering memelintir berita.
Tentu saja, pemerintah juga punya sikap yang ingin dipertahankan.
Sial, meleset!
Dapat! Giliranmu, Neddy.
Pegangan, Neddy
Butuh bantuan?
Aduh!
Kenapa kau membawa gadis itu, Ned?
No comments yet. Be the first to leave one.