نخستین 200 خط.
Padahal, antreannya sampai enam bulan.
Bagaimana bisa kau undang Stassa mendadak ke Jericho?
Dia prihatin pada anggota badan yang terputus.
Dia juga kubayar tiga kali lipat.
Aku sungguh malu kita lupa ulang tahun Thing.
Kita sudah kelewatan.
Aku terlalu sibuk mengurus anak-anak dan galang dana…
Tidak…
Jangan risau, Cara Bella.
Setelah dipijat Stassa sejam lagi,
Thing akan bersemangat lagi.
Bagaimana penggalangan dananya?
Menyiksa.
Semalam,
tiba-tiba aku terdorong menghubungi Mama
untuk memintanya menjadi
tamu kehormatan di Gala.
Pasti berat sekali bagimu.
Dia memang alumni Nevermore paling berada.
Pasti itu alasan Pak Dort menunjukku.
Tidak begitu, Sayang.
Aku tak paham kenapa
mamaku tersayang
selalu bisa membuat interaksi kami menyakitkan.
Untung saja aku kuat menahan sakit.
Dan bagiku, itu amat menawan.
Mungkin bisa kualihkan perhatianmu sejenak dari...
ibumu?
Sayang, aku mau ganti dulu ke pakaian yang kurang nyaman, ya?
Pakai yang banyak duri dan sabuknya.
USAHA BAGUS, WEDNESDAY DARI IBUMU YANG BAIK
Aku terlalu meremehkan tajamnya pendengaran Ibu.
Dan naluri keibuan Ibu.
Kau kira Ibu akan menyembunyikan kitab Goody di situ?
Dulu kado Dia de los Muertos di sini.
Itu sengaja agar kau menemukannya.
Ibu ingat kisah pengantar tidur kesukaanku?
Transkrip Perburuan Penyihir Salem.
Kau langsung pulas mendengar racauan para terhukum mati.
Mereka boleh membela diri di depan hakim.
Apa aku juga boleh?
Di terawangan terakhirku,
aku jadi penyebab kematian Enid.
Kau melihat apa?
Batu nisan Enid.
Di tengah makam yang dikerumuni gagak.
Mereka dipimpin gagak bermata satu.
Lalu Enid muncul menyalahkanku.
Galpin dibunuh gagak bermata satu itu.
Rekan lamanya juga dibunuh burung-burung itu.
Ini bukan kebetulan. Ada dalangnya.
Seorang Avian?
Aku harus menangkapnya sebelum dia melukai Enid.
Aku tak meminta sebagai anak, tapi sebagai sesama paranormal.
Sebagai paranormal, kau pun tahu penerawangan bukan pedoman
dan punya banyak tafsir.
Terawanganku berbeda.
Aku sudah menguasainya. Hanya kebenaran yang aku lihat.
Seperti pembunuh berantai itu?
Di Kota Kansas.
Setiap seniman butuh ciri khas.
Kau membuat Ibu makin yakin
untuk tidak mengembalikan kitab itu.
Kau tak menguasai kemampuanmu.
Tapi jawabannya ada di kitab itu.
Itu bukan jawaban.
Itu jalan pintas
yang akan menjerumuskanmu ke jalan terjal penuh derita.
Bagi Ibu terjal, bagiku mudah.
Kau mirip sekali Ophelia.
Bibimu tidak sabaran, keras kepala,
dan terbuai dengan kekuatannya hingga kehilangan akal.
Aku bukan Bibi Ophelia.
Benar, kau anak Ibu.
Dan Ibu takkan membiarkanmu seperti nenekmu membiarkan Ophelia.
Ini belum selesai.
Tish?
Maaf, Sayang.
Tiba-tiba aku tak ingin bermesraan lagi.
Lain kali, ya.
BABAK III "PANGGILAN DUKA"
Sebelum bisa merebut kitabnya dari Ibu,
kasus ini harus kuselesaikan dengan cara lama.
Mungkin Galpin meninggalkan petunjuk.
Sudah mati pun, dia masih enggan membantu.
Celaka.
Aku tak ada baju.
Mana atasan bikini motif zebraku?
Sembunyi karena malu.
Jangan lihat bola mata menjijikkan itu terus.
Bantu temanmu ini.
Perkemahannya cuma semalam.
Memang kau butuh berapa baju?
Baju untuk di bus,
acara api unggun, berenang malam,
jalan pagi, lalu acara penutupan.
Belum baju makan pagi, siang, dan malam.
Kalau kau ikut, ini kesempatan untuk lebih mengenal kawananku.
Kata Voltaire, "Kebahagiaan sejati ada dalam kesendirian yang produktif."
Menghindar bukan solusi.
Ironis, kau sendiri menghindari Ajax.
Dia masih menaruh kado di depan seperti rakun kebingungan.
Aku tak menyangka tiba-tiba sedekat ini dengan Bruno.
Malah, tak ada fase pendekatan.
Aku bingung cara putus dengan Ajax.
Pukul saja kepalanya.
Aku takut dia sakit hati. Bukan salahnya kami renggang.
Divina yang pinjam bikinimu, 'kan?
Oh, ya. Mungkin. Terima kasih.
Entah Divina meminjam atau tidak.
Aku cuma ingin Enid diam agar bisa berpikir.
Dia tak boleh tahu terawanganku.
Baru kehilangan bikini saja, dia stres seperti Sylvia Plath.
Apa jadinya jika dia tahu aku menerawang kematiannya?
Enid akan mati? Boleh bernyanyi di pemakamannya?
Somewhere Over the Rainbow.
Cocok untuk Enid. Aku hafal liriknya.
Sejak kapan kau di sini?
Sejak mengambil ini.
Hilangkan lagi.
Enid takkan mati karena pembunuhnya akan kutangkap.
Kalau kau bocorkan…
…kau akan membunuhku dengan cara bengis dan tak wajar.
Aku paham.
Apa langkah kita selanjutnya?
Tak ada "kita".
Aku sudah punya tangan kanan.
Tidak butuh yang lain.
Silakan kuntit orang lain.
Makin kau tolak,
makin ingin aku menyenangkanmu.
Ini cara manipulasi emosi yang klasik.
Aku terlambat ke pemakaman.
Kalau nanti kau masih di sini, kau juga akan dimakamkan.
Jadi, Slurp pulang sendiri?
Ya. Dia sudah di sini tadi pagi.
Dia tampak berbeda.
Fisiknya mulai pulih.
Lihat isi tengkoraknya.
Otaknya mulai tumbuh lagi.
Luar biasa.
Dia seperti beregenerasi secepat kilat.
Pasti berkat daging misterius itu.
Makin banyak makan, makin pulih wujudnya.
Bagaimana kalau dia kabur lagi?
Tidak akan.
Meski tidak punya otak, dia tahu di sini lebih nyaman.
Siapa lagi yang mau mengurusnya?
Wah! Lihat larva ini.
Larva mayat New England.
- Sangat langka. Hanya hidup di… - Mayat?
Kenapa, Kawan?
Dengar, tidak? Itu kata pertamanya.
Iya, aku memang sobatmu!
Dia itu zombi.
Dia tidak bilang "sobat". Dia mau bilang "otak".
Jangan bilang zombi.
Dia perasa.
Kau lupa?
Kita ini temannya!
Jangan gigit! Slurp nakal!
Ini berbahaya. Harus kita laporkan.
Jangan!
Nanti dia dibawa pergi, atau bahkan dibunuh.
Dia sudah mati. Tidak bisa ditinggal saat kita berkemah.
Tenang saja.
Aku punya solusi.
Semoga perjalananmu lancar.
Semoga angin menyertai langkahmu.
Semoga mentari menghangatkanmu dan semoga hujan menyuburkan ladangmu.
Semoga Tuhan selalu melindungimu. Amin.
Dua pelayat.
Padahal, Galpin tak pantas dilayat.
Kantor harus mengirim perwakilan.
Dia tetaplah mantan sheriff.
Aku kalah undian.
Aku datang mewakili Tyler.
Dia memintaku memastikan ayahnya benar-benar mati.
Alasanmu apa?
Mencari petunjuk sekaligus hiburan.
Ke pemakaman itu hobiku.
Dan pembunuh biasanya mendatangi pemakaman korban.
Dokter Fairburn bilang kau membesuk Tyler di Willow Hill.
Tyler takkan memberimu petunjuk.
Yang ada malah menyesatkanmu.
Tanpa diselidiki polisi pun, itu sudah jelas.
Bukan polisi yang mengungkap Tyler sebagai Hyde, tapi aku.
Berarti kau paham bahayanya
mencari masalah dengan orang buangan gila lain.
Pembunuh Galpin dan Bradbury tidak main-main.
Jangan bermain api.
Galpin pernah besuk Tyler?
Kau pikir etis menjawabnya?
Sekali.
Begitu dia datang, Tyler berubah wujud. Jeruji titanium nyaris dijebol.
Dia harus disetrum lima menit sampai kembali jadi manusia.
Baru pertama kali aku melihatnya.
Luapan amarah yang tak terbendung.
Pembunuhnya
mungkin seorang Avian.
No comments yet. Be the first to leave one.