نخستین 182 خط.
Streaming Film dan Series Netflix disitus IDLIX
Aku sedang merekam.
Jika mau dimatikan, harus tekan pemicunya lagi.
Akan mulai merekam lagi.
Ya.
Kau mau agar orang cacat digambarkan sebagai manusia?
- Maaf? -
Jim LeBrecht perancang suara
di Teater Berkeley Repertory, di California.
Dia terlahir dengan disabilitas dan itu tak terkait dengan pekerjaannya.
Namun, memiliki pekerjaan membuatnya bisa memiliki
kehidupan produktif yang mandiri.
...Tom? Itu bagus.
Ini tentang kondisinya.
Aku lahir dengan spina bifida.
Orang mengira aku akan hidup beberapa jam saja.
Tampaknya, aku punya rencana lain.
Saat kelas satu,
aku diizinkan masuk sekolah negeri lewat percobaan.
Mereka mau lihat apa aku mampu.
Maksudku, saat itu,
banyak anak seperti aku dikirim ke institusi kesehatan.
Aku ingat ayahku suka berkata kepadaku,
"Jimmy, kau harus bersikap sangat ramah."
Kau harus maju dan memperkenalkan dirimu,
sebab mereka takkan menghampirimu."
Kakakku Lindsay jadi Pramuka Siaga Putri,
tetapi aku tak boleh jadi Siaga Putra.
Halangannya ada di mana-mana.
Aku cinta musik, kehidupan.
Aku ingin menjadi bagian dari dunia,
tetapi tak ada yang seperti aku.
Lalu kudengar tentang kamp musim panas ini.
Kamp musim panas "untuk orang cacat," dikelola para hippie.
Lalu ada yang berkata,
"Kau mungkin merokok ganja dengan para pembimbing."
Kataku, "Daftarkan aku!"
[lagu "For What It's Worth" oleh Buffalo Springfield diputar]
Yang gila adalah kamp ini mengubah dunia,
dan tak ada yang tahu kisah ini.
DOKUMENTER NETFLIX ORIGINAL
Aku ingat pertama kali pergi ke Kamp Jened.
Kami naik bus dari Manhattan ke Catskills.
Perjalanannya sekitar tiga jam.
Kami masuk ke semacam area pegunungan indah,
dan bisa mencium aroma tanah panas dan pinus,
mendengar suara burung dan lainnya.
Lalu kami masuk ke tempat parkir,
dan orang-orang mulai mengerumuni bus.
Di sana ada sekelompok hippie dan beberapa tampak cukup aneh.
Sungguh luar biasa.
Aku tak yakin siapa peserta dan siapa pembimbing.
[lagu "Freedom (Motherless Child)" oleh Richie Havens diputar]
Aku tumbuh di Mobile, Alabama.
LIONEL JE' WOODYARD PEMBIMBING
Kulihat tanda bertuliskan, "Pekerjaan musim panas.
Kamp.
New York."
Aku tak kenal orang yang cacat.
Aku merasa agak gelisah tentang anak-anak itu.
Aku tak berpengalaman dengan penyandang disabilitas.
JOE O'CONOR PEMBIMBING
Aku tak kenal banyak
penyandang disabilitas.
Jadi, aku di depan bus,
dan tak siap melihat banyaknya penyandang disabilitas sekaligus.
Aku terpaku. Tubuhku kaku karena takut.
Lalu seseorang di belakangku mendorongku, sebab aku di tengah jalan,
dan momentum itu membawaku melewati musim panas.
Saat Woodstock berlangsung,
aku ingat berada di rumah nenekku, mendengarkan dari radio,
dan berkata, "Andai aku bisa ke sana."
Lalu, saat aku ke Jened, aku merasa,
aku di sana! Di Woodstock.
ANN CUPOLO FREEMAN PESERTA KAMP, 18 TAHUN
Musik dan orang-orangnya...
aku berpikir, "Orang-orang ini gila!"
Dalam arti yang baik.
Datanglah ke Kamp Jened dan temukan dirimu.
Suasananya sangat keren.
DENISE SHERER JACOBSON PESERTA KAMP, 18 TAHUN
Namun segalanya sempurna.
Saat berada di sana,
tak ada dunia luar.
"JIMMY" LEBRECHT 15 TAHUN
Jika ingin berhenti dan lihat apa pun dengan kamera, katakan.
Baik, itu... bagian dewasa.
Gedung kuning itu apa?
Yang baru kukatakan. Bagian...
Bagian dewasa di sana.
Itu bagian dari kamp dewasa.
Ya.
Itu salah satu pembimbing cantik kami.
- Beri salam. - Hai, apa kabar?
Baik.
Ini Putri 1.
- Tempat bersenang-senang. -
Itu salah satu peserta kamp, Valerie Vivona.
Jimmy!
Apa ini perlu? Maksudku, ini penting?
Astaga...
Yang di sana itu pimpinan kita?
Ya, itu Larry Allison.
Kau pimpinan di sini?
Ya, aku pimpinan kamp, dan...
LARRY ALLISON PIMPINAN KAMP
Aku...
Aku berdiri di pinggir kolam renang, mengawasi anak-anak berenang.
Kuputuskan menggali beberapa lubang, karena anak-anak agak ceroboh
dan kukira akan lucu jika mereka tersandung.
Beri pelajaran kepada orang lumpuh.
Benar.
SUARA LARRY ALLISON
Jened merupakan peluang untuk mencoba melakukan hal-hal berbeda.
Saat kamp didirikan pada tahun 1950-an,
itu program kamp yang tradisional.
Sementara kamp berkembang selama 1960-an, dan menuju 1970-an,
yang kami lakukan adalah menyediakan lingkungan
tempat remaja bisa menjadi remaja
tanpa stereotip dan prasangka.
Yang merupakan produk sampingan dari masa. Percobaan sosial.
Kami sadar masalahnya tak terletak pada penyandang disabilitas.
Masalahnya ada pada orang yang tak punya disabilitas.
Itu adalah masalah kita.
Jadi, penting bagi kita untuk berubah.
...peluang untuk katakan aku suka Kamp Jened.
Aku mencintai Larry Olson.
Olson?
Allison.
Baik untukmu, Sophie.
Mari berkeliling.
Siapa namamu?
Namaku Elia Abrashkin.
- Kau dari mana? - Aku dari Brooklyn, New York.
Brooklyn.
Halo, namaku Jean Malafronte.
Aku tertabrak bus.
Selamat.
- - Aku tak tahu persis cacatku.
Itu saja.
Namaku Carl.
Jika ini akan ditayangkan di televisi,
nomor teleponku adalah kode area 212-YU8-0367,
dan siapa pun yang suka mengobrol, silakan telepon aku.
Aku buta dan sulit mendengar.
Aku dapat terlalu banyak oksigen di dalam inkubator,
dan pendengaranku,
sebab tengkorakku retak akibat terjatuh dari taksi.
Aku akan senang jika yang mendengar ini akan meneleponku.
Ini tempatku menginap.
- Steve pembimbing. - Mau foto kucing ini?
Senyumlah, Steve.
STEVE HOFMANN PEMBIMBING, 20 TAHUN
Duh.
Jangan bertemu peserta kamp.
Ayo ke sana.
Senang bertemu, Steve Hofmann.
Wah.
Terima kasih.
Jangan jadikan kepalaku tampak besar.
Kau tak punya cahaya untuk melihat ke dalam?
Entahlah.
Bangsal tidurnya berantakan.
Namun, itu yang kami suka.
Ya!
Hei, Tommy.
Ya!
Ini Tommy Curran.
Hai, Tommy.
Tak ada yang tidur di atas?
- Apa? - Tempat tidur atas?
- Para pembimbing. - Para pembimbing.
- Hei, JJ. - Ada apa?
Itu keadaan biasa para pembimbing.
Malam pertama di bangsal tidur, aku agak gugup.
Aku baru dioperasi.
Sampai saat itu, aku pakai popok sebab tak bisa kendalikan kandung kemihku.
Kurasa bisa kau bayangkan menjadi remaja 15 tahun
mencoba menyembunyikan kau memakai popok.
Lalu aku selalu merasa takut akan ketahuan.
Saluran kemihku dialihkan, jadi kini aku membawa kantong.
Itu tak terlalu membantu.
No comments yet. Be the first to leave one.