نخستین 200 خط.
Taxi Driver
Semua karakter, organisasi, tempat, dan peristiwa hanyalah fiksi.
Kasus kriminal mungkin menggambarkan adegan tidak nyaman.
Kalau merasa tidak nyaman, silakan pakai subtitle yang lain^^~
Apa maksudmu dengan punya rencana?
Nyonya Baek menahan rekanku sebagai sandera.
Maksudmu, mereka diculik?
Kita tidak tahu apa yang akan dia lakukan jika aku tidak pergi.
Balas dendamku...
berbalik menggigitku dengan balas dendam yang lain.
Jadi, apa rencanamu?
Dia harus dijatuhi hukuman.
Bagaimanapun caranya, aku akan menangkap Baek Sung Mi.
Begitulah caraku melindungi rekan-rekanku.
Jadi, tolong, biarkan aku pergi.
Saat kembali nanti, aku janji untuk diselidiki lagi.
Setiap pilihan ada konsekuensinya.
Dan aku akan menerima konsekuensiku itu.
MANA KIM DO KI??
Di sini.
TANGKAP DIA!!
DI MANA WOY??
MANA ORANGNYA WOY?
Taxi Driver
Episode 14
Waah~
Lihat, Maria cantik banget!
Kulitmu terlihat bercahaya di depan kamera. Cantik banget!
Udah mirip artis aja.
Mantap deh mangstap!!
Lebih cantik dari yang di sebelahnya.
Maria?
Onni, sudah bangun?
- Apa yang terjadi? - Oy, anyeong adiknya Jung Eun!
Minggir! Jangan pegang itu.
Akhirnya kau bangun.
Aku tidak tahu Jung Eun punya adik secantik ini.
Seandainya aku tahu dari dulu.
Jangan berani-beraninya menyebut nama kakakku dari mulut laknatmu itu...
atau ku bunuh kau.
Ternyata kau lumayan berani.
Padahal Jung Eun sangat pemalu.
Tunggu sebentar lagi.
Ayo bersenang-senang dengan Oppa.
Eh si blegug, udah bilang jangan dipegang.
Ajussi!
Jangan dipegang dong!!
Itu kan cuma kamera. Lebay banget sih!
- Gitu aja ngambek! - Tahu gak berapa harganya?
Iya tahu!
Sabodo teuing ah!
Mau sampe kapan... Haduh!!
Aku udah gak sabar nunggu daritadi.
Maria, kita harus keluar dari sini.
Bagaimana caranya?
- Go Eun, lihat ke sini. - Maria, ayo kita mulai.
Lihat nih!
Dimana teman-temanku?
Akan ku beritahu...
tapi nanti saat kau sudah sekarat!
Katakan, sekarang!
Kagak tahu, anjeng!
Beritahu aku sekarang.
Nomor tidak diketahui
Dimana kau?
Aku masih di tempat persembunyian mereka.
Bagaimana dengan Kim Do Ki?
Seperti yang kau minta, dia hampir sakarotul maut.
Bawa dia ke sini.
Dan tentang Choi Min...
Sepertinya dia membawa gadis-gadis itu dan melarikan diri.
Ponselnya juga mati.
- Kau tidak tahu dia di mana? - Tidak tahu.
Cepat pergi dan cari Choi Min setelah membawa Kim Do Ki ke sini.
Aku bayar kau dua kali lipat.
Ya, baik!
Ngomong-ngomong,
Kenapa daritadi kau bicara sopan padaku?
PERGI KAU BANGSAT!!
Sial!
- Choi Juim-nim. - Hyung!
Tidak tidak. TIDAK!!!
Baek Sung Mi, kau sudah gila?
Apa yang kau lakukan??
Hentikan.
Aku merasa bosan.
Kamu tahu ini di mana, kan?
Satu jari setiap 5 menit.
Santai saja.
Sisa jarinya masih banyak.
Okay?
Dimana Choi Min sekarang?
Gak tahu, blok goblok!
Sekarang pukulan yang asli.
GUDANG!! DI GUDANG!!
Di tempat dia biasa melakukan syuting.
Gudang itu.
Gudang, berarti di sana.
Akan sangat terlambat untuk menyelamatkan Go Eun.
Pokoknya kau harus pergi dan selamatkan Go Eun.
Aku akan pergi ke tempat Nyonya Baek.
Apa rencanamu?
Aku akan berusaha mengulur waktu.
Tidak, itu terlalu berbahaya.
Aku melarikan diri sendiri.
Aku tahu semua orang tertangkap,
tapi aku kabur untuk menyelamatkan hidupku sendiri.
Setidaknya biarkan aku melakukan ini. Tolong izinkan aku.
Apa kau...
membebaskannya?
Gu Young Tae mengungkap komplotannya.
Jadi bukan Kim Do Ki.
Lalu siapa?
Kembarannya.
Gu Seok Tae.
Yang menusuk Shim Woo Sub dari belakang,
adalah kau, 'kan?
Tidak berguna terus menyangkalnya.
Karena kami sudah temukan DNA-nya.
Brengsek kau!
1! 2! Ah anjir!
Mungkin tanganmu tergores saat menusuknya.
Kami menemukan DNA lain...
di luka tusukan itu.
DNA milik Penyidik Wang Min Ho, yang dibunuh di sana.
Yang menculik Shim Woo Sub itu kakakku,
dan dia mengelola jaringan perdagangan organ.
Yang aku lakukan hanyalah satu kali menusuk seseorang.
Hanya itu saja.
Dimana senjatanya?
Itu bukan milikku. Kakakku yang membuatnya.
Katanya kalau pisaunya dibuat tajam memanjang...
tusukannya bisa lebih dalam.
Si tikus got udah keluar tuh!
Habisi dia.
Tidak, bunuh dia.
Bunuh? Kirain mau dibiarin hidup dulu.
Sabodo teuing!
Benar, mending dibunuh aja.
Go Eun-ssi, tunggu sebentar lagi.
Aahh bosen banget!
Udah 5 menit belum?
Kalau sampe aku salah potong, nanti tanganmu malah jadi cacat selamanya.
Tangan yang dipotong, gak akan bikin kamu mati.
Hentikan!
Lebih baik hancurkan saja tanganku.
Rokok.
Beb...
Jari saja tidak cukup untukmu.
Kau tahu? Kedua matamu itu...
terlihat bening tapi dingin.
Sorot matamu penuh karisma seperti serigala...
yang menemukan mangsanya di lapangan bersalju.
Berikan itu padaku.
Jadi aku tidak akan menyentuh orang itu.
- Ambil saja. - Tidak, Daepyo-nim!
Permainan ini seru sekali.
Jangan takut. Cuma sebentar.
Dengan jarum suntik ini,
penglihatan yang jelas berubah jadi buram.
Dan aku suka sekali melihatnya.
Ada sensasinya tersendiri.
Aku akan memegangnya.
Gimana ya jelasinnya...
Ini seperti melempar batu...
ke dalam danau yang tenang dan jernih.
Kami sudah sampai di TKP.
Ayo cepat!
Ayo cepat masuk ke dalam!
Nakwon C & C
Jika ingin rekanmu selamat, cepat keluar!
Rekan, apa maksudmu...
Jang Sung Chul, Choi Kyung Gu, dan An Go Eun...
tidak bisa dihubungi.
Ada kemungkinan...
bahwa mereka diculik, seperti yang dikatakan Kim Do Ki.
Jang Sung Chul
Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi...
- Tapi siapa... - Kim Do Ki...
menyebut nama Nyonya Baek Sung Mi.
- Kenapa dia... - Lagipula kita tidak bisa menyelidikinya.
Tidak ada bukti bahwa Baek Sung Mi yang mengirim catatan ini.
Lalu sekarang bagaimana?
Aku berencana untuk menangkap Gu Seok Tae...
dan menyelidiki tentang Nakwon Credit.
Tentu saja, tidak ada jaminan bahwa mereka ada di sana.
Dan aku tahu itu tidak mungkin...
untuk mendapat surat perintah penggeledahan pada di larut malam ini, tapi...
Lakukan!
Jangan khawatir tentang yang lain.
Ya.
Kang Geomsa-nim.
Ada apa ke sini jam segini?
Dimana Gu Seok Tae?
Sekretaris Gu...
dia cuti untuk beberapa hari.
Ada apa?
Kami menerima perintah untuk menangkapnya...
atas pembunuhan Sim Woo Sub dan Wang Min Ho.
- Geledah tempatnya. - Ya!
No comments yet. Be the first to leave one.