The Sex Lives of College Girls - Second Season

The Sex Lives of College Girls - Second Season

دانلود زیرنویس Indonesian

فصل 2

هماهنگ با نسخه‌های زیر

The Sex Lives of College Girls S02E06 Doppelbanger 720p HMAX WEB-DL DD5 1 H 264-NTb
ناشر Vilanelle
Resync for HMAX

برچسب‌ها

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
720p
720
تاریخ انتشار: 2022-12-08
تعداد دانلود: 60
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Teman-Teman, aku panik.

Dan O'Connell akan tampil di Essex...

Dan aku baru tahu aku menjadi naradampingnya.

Tunggu, Dan O'Connell si pelawak tunggal?

Dia lucu sekali.

Ya. Aku suka acara larut malamnya.

Dia menggemaskan.

Dia manis sekali dengan setelan kecilnya.

Tunggu. Kalian tahu siapa dia?

Ya. Dia keren dan terkenal.

Kurasa aku tak terbiasa...

Kalian tahu tentang budaya pop.

Ini seperti tinggal dengan tiga nenekku.

Aku tahu banyak hal!

Siapa bilang Al Roker dan Lenny Kravitz sepupu?

Ya, TikTok modeku sangat diterima...

Sampai aku lupa kata sandiku dan tak bisa masuk lagi.

Jadi, apa tugas naradamping?

Kedengarannya seperti gelar yang sangat menarik.

Benar, aku harus menjemputnya dari bandara...

Mengantarnya kembali ke kampus...

Dan memastikan...

Dia punya dendeng kalkun favoritnya di ruang tunggu.

Aku gadis paling beruntung di dunia.

Jadi, pada dasarnya kau asisten gratisnya selama dua hari?

Ya, jika aku bisa membuat pria ini berpikir aku lucu...

Aku bisa memanfaatkannya untuk calon penulis komedi...

Menjadi pemagang tanpa bayaran di acara larut malamnya.

- Itu tak terdengar bagus. - Tidak, itu bagus.

Magang tanpa bayaran mendorong putra-putri nepotisme...

Dan anak-anak kaya ke karier yang sukses selama puluhan tahun.

Apa itu Jackson?

Hei! "Hanya memeriksa keadaanmu."

Astaga. Dia terobsesi. Aku tak pernah sekali pun...

- Memeriksa siapa pun. - Pertama, dia memanggilmu seksi...

Di pesta KJ, lalu dia merawatmu sampai sehat...

Dengan gaya Jane Austen.

- Kalian akan bercinta. - Entahlah.

Sejak Jackson merawatku setelah prosedurku...

Hubungan kami menjadi klinis.

Kau masuk zona medis.

- Apa itu? - Zona medis.

Kau tahu, dia melihatmu tampak lemah dan menyedihkan...

Dan sekarang begitulah dia melihatmu.

- Kawan. - Maaf, tak menyedihkan.

Hanya tak seksual. Sakit-sakitan, seperti Tiny Tim.

- Aku Tiny Tim? - Tunggu, menurutku seksi...

- Untuk merawat pria yang sakit. - Benar sekali.

Wanita berpikir mengurus pria itu seksi.

Pria tak berpikir mengurus wanita itu seksi.

Lance Armstrong, Sheryl Crow, semua ada di sana.

Sebagai pengingat, aku tak sakit.

Jika Jackson pernah menyukaimu, dia bisa menyukaimu lagi.

Seluruh zona medis itu tak nyata.

Kimberly?

- Hei. - Hei, aku menemukan ini...

Di kamar mandi. Kurasa itu milikmu.

Astaga. Itu bukan milikku.

Tertulis pembalut antibocor pascaoperasi...

- Untuk masa deras. - Tidak. Aliranku cukup halus.

Ada namamu di kemasannya, Kimberly Finkle.

Bagus, akan kuambil itu dan kau bisa berhenti membaca di kemasannya.

Astaga, kau sakit.

Aku takkan pernah lupa betapa pucat wajahmu.

Ya.

Baiklah. Omong-omong, sampai jumpa.

Aku tarik kembali. Hapus nomornya. Kalian berdua sudah selesai.

Ya.

Di lab ini, kalian akan mencoba...

Menentukan apakah ragi mampu memetabolisme fruktosa...

Sukrosa, glukosa, dan laktosa.

Kita akan dibagi dalam kelompok berisi tiga orang...

Jadi, silakan cari nama kalian di dinding...

Untuk kelompok yang sudah ditentukan.

Yang benar saja.

Sial, Bung, itu keras sekali.

- Di mana Bela? - Bela takkan datang ke kelas...

Atau laboratorium hari ini. Dia ada acara komedi.

Aku tak suka hal-hal lucu.

Ya, aku bisa melihatnya.

Aku senang dengan eksperimen raginya...

Yang bukan kalimat yang kukira akan kukatakan.

Dengar, aku akan menangani tugas laboratorium ini sendiri...

Dan mendapatkan nilai A untuk kalian semua.

Aku lebih suka melakukan semuanya sendiri...

Daripada dikacaukan oleh kau atau Bela.

Aku tak butuh kau melakukan tugas itu untukku.

Aku juga memperhatikan dan bersiap untuk laboratorium.

Aku akan bekerja dengan baik.

Mungkin aku suka komedi.

Aku akan melakukannya, tapi jika kau ingin terlibat...

Kau bisa mendesain halaman sampul untuk laporan kita.

Mungkin mencari clip art yang lucu?

Itu tentang...

Willow!

Hei, Kawan. Senang bertemu denganmu.

Hai.

Kau teman sekamar Whitney, 'kan?

- Kimberly, 'kan? - Kimberly.

Kau pikir aku Kimberly?

Aku ingin menamparmu, tapi aku butuh sesuatu darimu.

Hei, pergilah tanpa aku.

- Ada apa? - Kau mahasiswi tahun kedua, 'kan?

Kau kenal semua gadis seksi di kampus.

Aku menyimpan informasi itu, ya.

Aku bertemu seorang gadis tempo hari...

Dan aku belum pernah melihatnya, jadi, aku ingin tahu...

Apa kau bisa memberitahuku siapa dia dan aku memotretnya.

Astaga, ini seperti penguntit.

Jangan dramatis. Bukan menguntit...

Jika penguntitnya seseksi korban.

Seharusnya tak bilang "korban", tapi bisakah kau perbesar...

Dan lihat apa kau mengenalinya?

Aku mengenalnya. Namanya Tatum.

Dia mahasiswi tahun ketiga di tim tenis.

Ya, aku tahu aku akan mengetahuinya.

Gadis itu sangat mirip denganmu.

Apa kau dalam fase melela twincest?

- Twincest? - Ya.

Seperti aku tertarik pada Tatum karena mengingatkanku pada diriku?

Tidak. Itu menjijikkan.

Kebohongan, itu yang kukatakan pada diriku saat mengencani Jazmin.

Ya, itu aneh.

Benar, tapi bukannya tak seksi.

Apa kau cukup mengenal Tatum untuk memperkenalkanku?

Kau sangat menginginkan itu sampai mau...

Membelikanku jaket?

- Kau serius? - Ya. Aku bersikap ramah...

Tapi aku menganggap ini transaksional.

Baiklah, ya. Ya.

Jika kau membantuku, aku akan membelikanmu jaket.

Baiklah, sepakat. Aku tahu ini mungkin...

Pertanyaan konyol untuk orang kulit putih...

Tapi apa kau punya raket tenis?

Wilson atau Babolat? Aku punya keduanya.

Kita hanya butuh satu.

Kalian mungkin bertanya-tanya kenapa aku mengadakan rapat staf ini.

Ini salah satu hal tersulit yang pernah kukatakan.

Astaga. Apa ada yang mati?

Bisa dibilang, ya.

Ini hari terakhirku di Sips.

Aku dipecat.

- Dipecat? - Astaga.

Astaga. Mereka menemukan hal aneh...

- Di komputermu, ya? - Sudah kuduga.

Astaga, kita akan tampil di Dateline .

Tidak, bukan begitu.

Administrasi bilang, dan aku mengutip...

"Seorang mahasiswa bisa melakukan pekerjaanku." Kau percaya itu?

- Tidak. - Apa?

- Tidak. - Itu gila.

Aku merasa terhormat...

Bisa mengawasi tempat ini selama 30 tahun.

Tiga puluh tahun?

Berapa usia pria ini?

Kita akan memulai sedikit dana Venmo...

Untuk hadiah perpisahan, hanya sesuatu...

Untuk mengatakan "Terima kasih, Roger."

Jadi, kami, karyawanmu...

Akan memberimu, bos kami, uang?

Benar. Aku tak punya tabungan.

Kurasa aku bisa mewakili kami semua saat aku bilang...

Kata-kata tak bisa mengekspresokan artimu bagi kami.

- Astaga. - Astaga.

Semua yang aku seduh...

Aku seduh untukmu?

Apa pun yang kau lakukan selanjutnya...

Kuharap itu akan membuat mokamu sangat bahagia.

Permainan kata tentang kopi.

Itu favoritku.

Itu sebabnya kalian sahabatku.

- Kemarilah. - Astaga.

Aku agak gugup bertemu Dan.

Haruskah aku bilang "hai" atau "halo" saat kali pertama melihatnya?

- Kata mana yang lebih lucu? - Cobalah bersikap normal.

Aku tahu kau tak mampu melakukan itu.

Kabar baiknya, butuh waktu satu jam...

Kembali ke kampus untuk pertemuan empat mata tanpa gangguan.

Jadi, aku akan menjebaknya.

Jangan gunakan kata-kata itu kepadanya.

Aku memetakan rute...

Yang membawa kami ke Taco Bell karena aku membuat lelucon...

Tentang Taco Bell. Itu menambah 23 menit ke perjalanan...

- Tapi kurasa itu sepadan. - Bela, kau terdengar gila.

Kau hanya perlu menjadi dirimu sendiri...

Dan aku yakin pria ini akan berpikir...

- Kau hebat dan lucu. - Terima kasih.

Aku perlu mendengar itu. Sial, dia datang.

Baiklah. Aku harus pergi.

- Hai. - Hai.

Halo. Aku Bela Malhotra...

Aku naradampingmu. Suatu kehormatan bertemu denganmu...

Dan berkesempatan bertanya padamu.

Baik, akan kubawakan tasmu.

- Kau yakin? - Ya, aku pergi ke pusat kebugaran.

Kau yakin takkan lebih nyaman di depan?

- Aku tak keberatan. - Itu bagus.

Baik, bagus. Aku akan menepi di Taco Bell...

Di depan? Kau tahu, hal lucu...

Tentang Taco Bell adalah meski ia berpikir...

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left