Ode to Joy

Ode to Joy (欢乐颂)

دانلود زیرنویس Indonesian

هماهنگ با نسخه‌های زیر

Ode to Joy E12 Webrip
ناشر indri danti22
credit to Viki

برچسب‌ها

webrip
web
BRip
تاریخ انتشار: 2016-05-28
تعداد دانلود: 20
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Alih bahasa dipersembahkan oleh The Splash Of Joy Team @ Viki

Ode to Joy

Episode 12 -

Bai Chuan,

ada beberapa teman sekelas kita dari SMA yang tinggal di Shanghai

dan kita saling bertemu saat kita ada waktu.

Beritahu aku kapan kau punya waktu luang, akan kuatur agar kita semua bisa bertemu.

Kau bilang pada mereka kalau aku pindah ke Shanghai?

Belum. Aku tidak tahu kapan kau akan datang,

atau apa rencanamu, jadi aku tidak mengatakan apa-apa.

Selain itu, kau mungkin akan merasa terganggu berinteraksi dengan mereka.

Jangan beritahu dulu.

Pertama, aku ingin mencapai karir yang sukses di Shanghai

sebelum membiarkan mereka tahu aku di sini. Kita masih bisa bertemu saat waktunya tiba.

Kedua, aku tidak ingin membiarkan siapapun atau apapun

mengurangi waktuku bersamamu.

Xiao Mei, kalau mungkin,

aku hanya ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersamamu.

Aku akan naik taksi nanti dan pulang sendirian.

Kau pasti lelah, jadi pulang dan istirahatlah.

Tidak, kau yang pasti lelah pergi berkeliling denganku. Aku harus mengantarmu pulang.

Oh, iya. Besok hari Sabtu.

Aku akan menjemputmu pagi-pagi sekali.

Kau bilang kau datang ke Shanghai untuk membangun karirmu,

bukannya membuang-buang waktumu.

Besok... Aku punya acara dengan teman-teman perempuanku.

Bagaimana kalau lusa? - Lusa?

Aku ada kelas keramik.

Aku masih bisa menjemputmu hari Senin.

Terima kasih.

Xiao Mei, aku akan parkir mobil ini di sini, lalu berjalan menemanimu sampai ke pintumu.

Ini sudah gelap, dan lingkungan tempat tinggalmu cukup besar,

aku tidak ingin mengatakan hal penting ini sekali lagi:

aku khawatir saat kau berjalan pulang sendirian.

Kau tidak perlu khawatir.

Aku sudah biasa tinggal sendirian di Shanghai selama bertahun-tahun ini,

jadi jangan meremehkan aku.

Jangan khawatir, aku akan baik-baik saja.

Bye-bye. - Hei, Xiao Mei.

Apa lagi sekarang?

Aku membelikanmu tas tangan.

Kau sudah melakukan banyak hal untukku belakangan ini, dan aku merasa tidak enak.

Kuharap kau akan menyukai tas ini.

Kenapa kau melakukan ini?

Ini terlalu bagus untuk jadi hadiah!

Apa ini membayarku kembali?

Jangan lakukan ini lagi.

Kau...

Ini cocok sekali denganmu.

Kenapa kau melakukan ini? Kau terlalu murah hati.

Oke, kau sebaiknya pergi sekarang.

Kau selalu melihatku pergi. Kali ini, aku akan melihatmu pergi.

Baiklah.

Bye-bye. - Bye-bye.

Hati-hati di jalan.

Bye-bye.

Ini Bottega Veneta!

Aromanya harum.

Aromanya berbeda total dari merek yang palsu.

Wang Bai Chuan.

Fan jie, aku ingin mengatakan sesuatu. Apa aku boleh masuk?

Masuklah.

Apa aku boleh bicara sambil duduk?

Fan jie,

kupikir aku menjadi sangat sial

setelah insiden dengan Manajer Bai.

Dulu aku punya kau dan Guan Guan untuk menghiburku,

tapi sekarang aku merasa kalian berdua sudah tidak mau bicara padaku lagi.

Kau mau dengar kebenaran atau kebohongan?

Kebenaran.

Oke, aku akan mulai.

Jangan menangis.

Jika satu orang mengabaikanmu, maka orang itu yang bermasalah.

Tapi, jika semua orang mengabaikanmu, maka kau yang bermasalah.

Guan Guan memperingatkanmu tentang Manajer Bai.

Untuk membalaskan sakit hatimu, untuk pertama kalinya dalam hidupku

aku dibawa ke kantor polisi. Apa itu belum cukup?

Bagaimana bisa kau masih menyalahkan aku dan Guan Guan tidak memberitahumu perbuatan Xiao Qu?

Kau mengabaikan telepon Guan Guan,

dan kau bahkan bilang kau mau pindah.

Jangan lupa An Di. Dia bermaksud baik memperingatkanmu tentang buku-buku itu

karena dia tidak mau kau dibodohi.

Kau tidak hanya tidak menghargainya, tapi bahkan bertengkar dengannya, mengatakan kau tidak mau bicara padanya lagi.

Itu sangat kekanak-kanakan bukan?

Ying Ying, kau perlu mencoba memahami cara berpikir orang lain.

Belajar mengendalikan dirimu saat kau tidak senang.

Jangan mudah menyakiti orang lain yang peduli denganmu.

Tidak ada yang ingin masalah. Jika semuanya tidak sungguh peduli denganmu,

kenapa mereka membantumu? Benar tidak?

Benar, kau patah hati dan pengangguran.

Semua orang menunjukkan simpati dan khawatir denganmu,

tapi itu bukan alasan kau bisa menyakiti kami.

Tidak ada orang yang tak punya masalah.

Mereka tidak memiliki keharusan bergabung dengan kesedihanmu.

Aku misalnya. Apa kau pikir aku tidak pernah kecewa

dan tak pernah punya kecemasan?

Apa kau menumpahkan kemarahanku padamu?

Fan jie, lalu apa yang harus kulakukan?

Aku tidak tahan dengan perusahaan ini lagi. Kita harus bekerja lembur pada Jumat malam.

Benar, ini sudah jam 10 pm.

Aku belum melihat putraku selama seminggu.

Saat aku berangkat di pagi hari, dia belum bangun. Saat aku pulang, dia sudah tidur.

Hei, Ye Zi, bukankah kau akan pulang ke rumah?

Pulang ke rumah?

Kita belum melewati masa percobaan.

Jika bos bilang lembur, siapa bisa menolak?

Mereka datang.

Sini.

Bye-bye.

Pacarku di sini, Xiao Guan. Aku pulang.

Bye-bye.

Aku membelikanmu makanan cemilan.

Halo? - Halo, Mama.

Aku baru selesai kerja. Saat ini aku berjalan pulang.

Lihat jam sudah jam berapa ini. Kau bekerja lembur lagi?

Iya. Lembur bahkan di hari Jumat.

Sangat tidak manusiawi.

Itu tidak benar!

Mana bisa perusahaanmu melakukan ini setiap waktu?

Ma, kenapa hidup sangat sulit?

Kukira pergi sekolah sudah sulit,

tapi sekarang aku menyadari,

bekerja jauh lebih sulit daripada sekolah.

Dengarkan aku, jangan naik kereta malam ini.

Naik taksi saja. Oke?

Uang bukan masalah.

Pulang ke rumah dan mandi air hangat lalu tidur.

Istirahat yang baik dan bersantai.

Aku masih harus bekerja besok.

Kenapa kau harus bekerja lembur besok?

Keterlaluan.

Baiklah, mama takkan bicara lebih lama lagi dan menghabiskan waktumu.

Cepat pulang, ya?

Telepon mama saat kau sampai di rumah.

Jaga dirimu.

Aku tahu, Mama.

Bye, Mama.

Kenapa kau menghela nafas?

Kau hanya bisa menghela nafas saja!

Ini semua salahmu!

Kau bersikeras menyuruhnya pergi ke Shanghai,

dan membuatnya bekerja pada perusahaan sekuritas itu!

Keterlaluan. Sekarang dia harus bekerja lembur setiap hari.

Pekerjaan ini membuatnya stress!

Berhenti mengomel.

Tekanan akan menjadi motivasi.

Kau tidak ingin putri kita di Shanghai.

Lalu apa dia harus tinggal di rumah, hidup bersama kita?

Biar kuberitahu, mengalami kesulitan di usia muda,

akan bermanfaat baginya di masa depan.

Putri kita tidak kekurangan apa-apa.

Yang belum ada hanya pengalaman. Kau tidak perlu mengkhawatirkan ini.

Aku tidak mengkhawatirkan itu.

Lao Guan, putri kita bukan anak kecil lagi.

Kalau dia kerja lembur setiap hari,

tidak ada waktu dia menemukan pacar yang cocok.

Seorang diri di Shanghai.

Apa kau tidak mendengar apa yang dia katakan di telepon.

Kaulah yang harus disalahkan.

Bagaimana menurutmu?

Apa kita harus memperkenalkan putri kita seorang pemuda?

Kita tidak bisa bersamanya setiap hari,

jadi harus ada seseorang yang bisa bersamanya dan melindunginya.

Masih terlalu cepat.

Tidak!

Kau saja yang terlalu konservatif.

Lihat Juan Zi, tetangga kita.

Apa salahnya menikah awal?

Dia terlalu pilih-pilih dengan pria.

Lihat bagaimana dia sekarang.

Guan Guan kita

terlalu jujur.

Jika kita tidak ikut campur,

dia takkan menyadari pentingnya saat dia lebih tua.

Baik, baik. Terserah padamu saja.

Apa sudah selesai, Fan jie?

Iya, sudah selesai. Kau ini tidak sabaran sekali.

Aku tidak tahu kenapa, tapi sekarang aku sedang senang, aku lapar sekali.

Ini dia.

Terima kasih, Fan jie!

Hati-hati, panas. Jaga mejanya tetap bersih.

Guan Guan, kukira kau pulang ke rumahmu. Kenapa kau di sini?

Aku harus kerja lembur hari ini. Kami baru saja selesai.

Aku mungkin tidak bisa kembali sampai akhir pekan depan.

Maafkan aku, maafkan aku, Guan Guan!

Guan Guan, aku bersalah. Jika Fan jie tidak memberitahuku,

aku takkan menyadari betapa kasar sikapku akhir-akhir ini.

Tidak, ini salahku. Aku seharusnya tidak mengabaikanmu berhari-hari.

Ying Ying, banyak sekali yang ingin kukatakan padamu.

Kita biasa menghabiskan waktu bersama setiap hari, dan aku kesepian tanpamu belakangan ini.

Aku juga! Aku ingin bicara padamu juga.

Kupikir kau tidak mau bicara padaku lagi.

Mana mungkin itu? Kau adalah sahabat baikku sejak aku lulus dari perguruan tinggi.

Kau memperbaiki ponselku untukku. Kau pergi bersamaku untuk potong rambut.

Dan kita pergi belanja bersama untuk membeli pakaianku.

Aku takkan pernah mengabaikanmu. Aku cuma khawatir

kita akan bertengkar kalau kita saling bicara.

Kau benar. Ini semua salahku.

Sebenarnya, aku merasa buruk selama ini. Aku tidak tahu bagaimana bicara denganmu.

Aku senang Fan jie memberitahuku kebenarannya hari ini,

More Indonesian subtitles for Ode to Joy

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left