هماهنگ با نسخه‌های زیر

Mystic Pop-up Bar S1 COMPLETE
ناشر MarBot
RETAIL FROM NETFLIX

برچسب‌ها

other
تاریخ انتشار: 2020-06-29
تعداد دانلود: 17
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

SEMUA KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, DAN KEJADIAN

DALAM DRAMA INI ADALAH FIKTIF

Apa kau melihat sesuatu?

Suaminya baru saja meninggal, 'kan?

Benar. Sudah tiga setengah bulan.

Ada masalah di kuburannya.

Energi hitam mengganggunya beristirahat.

- Energi hitam? - Benar.

Dia muncul dalam mimpi Nenek dan marah-marah.

Pindahkan kuburan itu ke tempat penuh matahari

agar Nenek bisa cepat sembuh.

EPISODE 1

Weol-ju, kau ingin pulang?

Benar, Bu. Apa kau sudah bisa tidur nyenyak sekarang?

Tentu saja. Ini semua karenamu, terima kasih.

Sama-sama.

Apa pertunangan adikmu berjalan lancar?

Tentu. Bila kau tak bantu, kami semua sudah tertipu oleh pria itu.

Ternyata dia sudah punya istri dan anak.

Mungkin karena itu ada wanita yang selalu muncul di mimpi adikmu.

Benar sekali.

Aku benar-benar merasa lega.

- Pergilah. - Baik, Bu.

Hati-hati.

Aku sudah berdoa dengan tulus,

tapi mengapa Putra Mahkota tak juga membaik?

Pohon Keramat,

tolong beri aku jawaban.

Ratu.

Benarkah? Ada anak seperti itu?

Sudah kubilang hentikan. Mengapa kau tak mau dengar?

Bagaimana bisa aku membiarkan Nenek sakit?

Aku senang dapat membantu sesama dengan kemampuan ini.

Aku tak mau kau seperti diriku.

Mengapa?

Aku malah sangat senang ketika orang berkata aku membawa hidup

dan kebahagiaan untuk mereka.

- Itu membuatku gembira. - Dasar kau ini.

Kini kau sudah cukup tua, sudah saatnya memikirkan pernikahan.

Aku akan minta makcomblang carikan jodoh,

jadi, jangan melawan dan jauhi masalah.

Aku tak mau itu, Bu.

Cinta datang kepada seseorang karena takdir yang ada.

Bila takdirku datang,

aku pasti langsung menikah dengannya, jadi, jangan mendesakku.

Kau sangat kekanak-kanakkan.

Lupakan saja. Kau memang tak mendengarkanku.

Weol-ju, terimalah perintah istana!

Apa kau Weol-ju?

Benar, Yang Mulia.

Aku dengar ibumu seorang dukun.

Benar.

Bacakan mimpi Putra Mahkota untukku.

Ada apa?

Ini...

- Ini terlalu banyak. - Apa maksudmu?

Roh penuh dendam dari mereka yang dibunuh keluarga kerajaan

sedang menghantui Putra Mahkota dalam mimpinya.

Apa? Roh penuh dendam?

Jadi, apa yang bisa dilakukan untuk mengusir mereka?

Kita harus menenangkan mereka, bukan mengusir.

Pindahkan mayat yang dikubur dalam hutan

ke tempat bersinar matahari,

dan beri penguburan.

Bagaimana kita tahu lokasi tepatnya?

Beri aku waktu beberapa hari.

Aku akan bicara dengan setiap roh dan kumpulkan lokasinya.

Baiklah, coba lakukan itu.

Bila itu bisa menyelamatkan Putra Mahkota, aku akan melakukan apa pun.

Kau tak perlu masuk kamarnya lagi?

Benar. Roh penuh dendam yang menghantuinya sudah kutenangkan,

Putra Mahkota pun mulai lebih tenang dalam mimpinya sekarang.

Baiklah.

Kau benar. Wajah Putra Mahkota tidak terlalu pucat sekarang

dan dia sudah bisa tersenyum.

Terima kasih banyak, Weol-ju.

Kau menyelamatkannya.

Bukan, kau menyelamatkan keluarga kerajaan.

Aku akan beri upah yang sepadan untukmu.

Tidak perlu.

Sudah cukup bagiku mengetahui bahwa aku sudah membantu Yang Mulia.

Tidak, kau tetap harus mendapat hadiah.

Yang Mulia, karena kau telah sembuh

kau diperintahkan untuk kembali belajar mulai malam ini.

Yang Mulia.

Mengapa dia seperti itu?

Dia sering tertawa sendiri,

dan melamun saat dipanggil orang lain.

Dia seperti kehilangan akal sehatnya.

Benar, Yang Mulia.

Dia sudah beberapa hari seperti itu.

Tabib kerajaan mengatakan dia tak sakit.

Apa mungkin...

ini adalah efek pembacaan mimpi kemarin?

Panggil Weol-ju kembali.

Hidup Weol-ju benar-benar berubah setelah dia dipanggil kerajaan.

Dia mendapat banyak harta sekarang.

Yang benar?

Masa dia bisa mendapat harta itu karena membaca mimpi?

Mungkin saja dia juga tidur dengan Putra Mahkota.

Sepertinya dia mengincar posisi selir.

- Apa? - Anak itu

pasti menaruh sesuatu dalam mimpi Putra Mahkota.

Karena itulah Putra Mahkota bisa tertarik pada anak dukun sepertinya.

Putra Mahkota benar-benar tercuci otaknya

sampai dia selalu mengunjungi Weol-ju setiap malam.

Orang yang tak berpendidikan dan berlatar baik

pasti akan menjual tubuhnya untuk apa pun.

- Ya ampun. - Astaga.

Mengapa kau suruh aku gunakan pakaianmu? Ada masalah apa?

Pergilah ke rumah pamanmu di Suwon. Butuh satu jam ke sana.

- Kau harus gulung rambutmu. - Apa?

Ada apa sebenarnya, Bu?

Menggulung rambut sebelum menikah

akan dibicarakan orang.

Apa itu penting sekarang?

Hubungan tak ditentukan oleh pernikahan saja.

Yang penting itu cinta.

Ibu sudah tahu itu?

Ibu tentu tahu semua rumor tentangmu.

Semua orang sedang mengejarmu dan ingin membunuhmu sekarang,

jadi, kau tak bisa tinggal di Hanyang lagi.

Cepat pergi dan jangan kembali.

Bagaimana bisa...

aku pergi sendiri meninggalkan Ibu?

Kau takkan sendiri.

Ketika kau kesepian,

pegang erat tusuk konde ini.

Ia akan mengantarkanmu

kepada orang yang kau cari.

Apa perkataan ibu

pernah salah selama ini?

Kebakaran!

- Ada kebakaran! - Astaga.

- Kebakaran! - Rumah itu kebakaran!

Ada kebakaran di desa!

- Astaga! - Kebakaran!

Ibu!

Jangan pergi, Ibu.

Ibu, aku mohon bangunlah.

Ibu!

Kau tak boleh mati, Ibu.

Ibu!

Aku bersalah padamu.

Aku benar-benar bersalah padamu, Bu.

Jangan tinggalkan aku.

Tidak!

Dalam kematianku pun...

Dalam kematianku pun, akan kukutuk kalian semua.

Aku tidak memesan ini.

Ini gratis karena kau tamu pertama, jadi, makan saja.

Mau minum apa?

KEDAI MISTIS

Minum Seperti Bos saja.

Mengapa?

Kau tampak dikerjai banyak orang seharian,

jadi, minumlah seperti bos sekarang.

Mata merah, bibir pecah-pecah, juga kulit yang menguning.

Dia sedang memikirkan sesuatu.

Kemejanya kotor dan tangannya gemetar?

Lihat kantong matanya.

Baiklah! Kau terpilih hari ini.

Apa?

Bukan apa-apa.

Minum saja terus. Jangan berhenti.

Ada apa? Kau sepertinya sedang banyak pikiran.

Kau dapat melihat itu?

Tentu saja. Aku berpengalaman untuk itu.

Aku bisa tahu dari caramu memegang gelas.

- Jadi... - Benar! Beri tahu aku!

Lupakan saja. Ini tak serius.

Bagaimana mungkin itu tak serius? Wajahmu pucat.

Cepat beri tahu aku.

Jadi, di perusahaanku...

Di perusahaanmu?

Tidak ada apa-apa.

Semua orang hidup seperti itu.

Tak perlu dipusingkan.

Aku senang masih sehat.

Hei, bayar makananmu ini nanti.

Bukankah ini gratis tadi?

Kau masih sehat, jadi, untuk apa cari yang gratis?

Bayar!

KEDAI MISTIS

KEDAI 99990

Susah sekali mencapai 100.000.

Siapa yang menyuruhmu gantung diri di Pohon Keramat?

Apa kau merasa terganggu dengan tempatku menggantung diriku?

Bila kau gantung dirimu di pohon biasa,

kita tak usah melakukan ini.

Aku sampai terseret menjadi manajer di sini.

Dari penangkap setan menjadi pengupas bawang.

Kau pikir ini masuk akal?

Astaga, perih.

Apa ada yang berakal sehat saat mereka bunuh diri?

Setelah kupikir, kedai tak bisa membantu.

Kita mungkin harus ganti pekerjaan.

- Bagaimana jika menjadi penyiar internet? - Apa?

Aku lihat banyak orang berkeluh kesah di kolom komentar saat acara.

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left