L'enfant prodige

L'enfant prodige

دانلود زیرنویس Indonesian

هماهنگ با نسخه‌های زیر

Dig S01E01 Pilot [HDTV - id]
ناشر fralamp
Untuk versi HDTV x264-KILLERS, XviD-AFG, XviD-FUM, x264-mSD, x264-MMKV

برچسب‌ها

HDTV
hdtv
HD
تاریخ انتشار: 2015-03-14
تعداد دانلود: 26
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Apa sudah dimulai?

Dia sempurna?

Tak ada rambut hitamnya.

Sudah terlakasana.

Nubuat itu sudah dimulai.

Pada bahu yang kecil terdapat tanggung jawab yang besar.

Aku takkan mengecewakan anda.

Bukan cuma aku yang akan kau kecewakan...

Dari sang Rabbi.

Oh, Tuhan.

Ahh...

Menurutmu kita bisa lakukan ini tanpa pakaian?

Aku malu.

Tentu saja.

Ohh.

Aku harus pergi.

Oke. Kau bosnya.

Kau tahu, hotel-hotel belakangan ini,

mereka membolehkanmu membongkar koper jika menginap lebih dari enam bulan.

Tujuh bulan Selasa nanti. Siapa sih yang mau ngitungin?

Dan jangan sentuh barangku.

Jangan disentuh.

Ya Tuhan, Peter. Pasti sudah tengah malam disana.

Kenapa kau belum tidur?

Kau tak apa?

Kau harus berhenti melakukan ini. Kumohon.

Yap.

Yeah.

Yussef Khalid, warga Palestina Amerika

yang kabur dari AS setelah diduga membunuh pedagang barang antik di Chicago,

diyakini sekarang berada di Israel,

seolah menjadi kerusuhan baru yang membara diatas perundingan damai Yerusalem saat ini.

Yang mana pusat kerusuhan antara warga Israel-Palestina adalah pengklaiman Bait Suci,

situs suci Yerusalem yang telah menjadi tanah rebutan selama 2000 tahun terakhir.

Berita lainnya...

Gol! Gol! Gol!

Gol dilakukan oleh Messi!

Dan penonton sepenuhnya tidak peduli.

Aku harus pergi. Aku harus pergi, semua.

Ah.

Harus menangkap penjahat. Sampai ketemu.

Dia disana?

Dikonfirmasi.

Kau yakin ini legal?

Maksudku, tidakkah kita butuh surat perintah atau semacamnya?

Itulah indahnya rendisi yang luar biasa.

Pria yang dulu dibunuhnya di Chicago untungnya putra seorang Senator penting.

Hanya itu legalitas yang kita butuhkan.

Jadi, kita akan menjadikannya Eichmann di luar negeri?

Tahan pikiran itu.

Hei! Hei! Apa yang kalian lakukan?

Urusan kepolisan, tugasku.

Kalian mencoba melakukannya diam-diam.

- Akupun melakukannya pada kalian. - Tidak, tidak, tidak.

Kalian seharusnya membiarkan kami melakukan ini.

Tunggu sebentar. Ah!

Kau mau kehilangan tangan? Lakukan itu sekali lagi.

Kau bisa tinggal diluar dan mengatur lalu lintas.

- Aku yang masuk. - Macam benar saja.

Dia tersangkaku.

Di negaraku.

Kau pikir siapa kau ini, hah?

Aku FBI.

Hei! Hei! Hei!

Hei!

Minggir! Minggir!

Berhenti!

Berhenti!

Kau membawa sesuatu, hah? Mau kabur kemana kau?

Mungkin dia belum siap.

Dia akan 13 tahun besok. Ini sudah saatnya.

Ya, aah...

Hanya saja dia... Dia itu anak yang sensitif.

Dia masih merasa mendengar suara anak lain di malam hari.

Dia kesepian.

Jika mungkin dia punya teman bicara...

Bukankah itu alasanmu berada disini?

Halo, Josh.

Aku harus memberitahumu hal yang sangat penting.

Dan aku ingin kau mendengarnya dengan seksama.

Kau mengerti?

Aku tahu selama ini kau diberitahu

bahwa orangtuamu akan datang suatu hari nanti.

Tapi sebenarnya, tidak.

Mereka sudah meninggal, Josh. Mereka takkan datang menjemputmu.

Kau tidak boleh menangis, kau dengar?

Saat ini, kau harus fokus.

Kau sudah belajar selama ini untuk alasan yang sangat penting.

Waktunya sudah berada didepan kita, kau mengerti?

Waktunya adalah sekarang.

Ya Tuhan, Peter.

Mengejarnya melewat pasar sambil mengeluarkan senjata?

Ini sudah diluar kemampuanku. Ini jadi masalah Departemen Luar Negeri.

Si detektif ini punya dendam pribadi padaku.

Oh, maaf? Dendam pribadi?

Yeah.

Kau tahu dampak dari kalimat itu?

Kata operatif menjadi "pribadi"?

Disini merupakan yurisdiksi mereka, Peter. Bukan kita.

Aku tak bisa membiarkanmu berkelahi dengan penduduk lokal,

Kau yang menyetujui operasi ini, ingat?

Duta besar.

Duta besar.

Aku akan duduk disebelah perdana menteri pada jamuan makan malam ini.

Jadi bayangkan betapa senangnya aku saat tahu

bahwa kalian sudah menambah perang yurisdiksi dalam daftar panjangku?

Kami akan bicara dengan kontak di INP mengenai serah terima Yussef Khalid.

Tolong jangan bkatakan dia tak cuma sedang bersembunyi disini?

Well, mereka ingin menanyainya mengenai perampokan.

Perampokan di Israel?

Rinciannya masih samar.

Aku sudah janji pada Senator Sinclair

bahwa aku akan membawa Khalid saat kembali ke Chicago, kalian mengerti?

Bagus.

Kerja yang bagus.

Perampokan?

Dia tak pernah ungkit apapun soal perampokan.

Aku pasti bakal mengalah.

Dengar, biarkan aku bicara dengan INP.

Tidak. Lupakan soal INP. Aku bisa tangani mereka.

Kau bebaiknya pulang dan mandi.

Hari yang buruk?

Aah... aku pernah ngalami yang lebih baik.

Kalau yang lebih buruk?

Pernah juga.

Ini.

Tak seorangpun mampu mengeluh soal hari mereka setelah menikmati sup Kibbe terkenal kami.

- Yeah? - Yeah.

Oke.

Wow, Ini... aromanya...

- Yeah? - Enak. Aromanya enak.

Oh, Tuhan.

Kau tak apa?

Yeah.

Yeah, A-aku...

Entahlah, kerumunannya, atau... apinya atau apalah.

Kau yang tadi kulihat membawa pistol, yang mengejar orang itu.

Yeah, well, begitulah.

Kau menangkapnya?

Begitulah.

Bagus.

Tunggu, tunggu, tunggu.

Kau mau kemana?

Mm, cuma jalan-jalan.

Kau mau ikut, atau...

Boleh.

Kau mengetahuinya?

Ya.

Josh, kami semua menyayangimu.

Kami akan lakukan apapun untukmu.

Kami bersedia mati jika perlu.

Sepenting itulah dirimu.

Kenapa harus aku?

Itulah alasanmu dibesarkan.

Itu takdirmu.

Oh.

Aku mendengarnya lagi.

Mimpi yang sama seperti sebelumnya?

Itu bukan mimpi. Aku mendengarnya bicara.

Oke. Josh...

Aku bisa pastikan, tak ada anak lain disini.

Bisa kau bawa aku ke tempat itu lagi?

Aku tak seharusnya membawamu kesana sejak awal, oke?

Bahaya.

Kumohon?

Kita berdua bisa kena masalah, oke?

Semua orang sedang pertemuan doa, jadi pasti aman.

Sini, sini.

Sini, ayo balik.

Ini pastilah sebidang tanah yang paling ajaib di planet ini, iya kan?

Setiap sudutnya, setiap batuannya... memiliki makna, kau tahu?

Di tempat asalku saat di Illinois,

kami tak punya tempat yang berarti banyak bagi siapapun.

Ini hal yang suci, kau tahu?

Yeah, aku tahu.

Kau sudah menikah.

Yeah. Well, tidak... Maksudku, ya, aku sudah menikah.

Tapi kami tidak... Tidak bersama lagi.

Maaf, terlalu pribadi.

Tak apa.

Kita bahkan belum berkenalan.

Aku Emma Wilson.

Hei, Emma Wilson.

Aku disini karena beasiswa dari Universitas Pennsylvania.

- Mm-hmm. - Arkeologi.

Aku melakukan penggalian.

Tepat di daerah sini sebenarnya.

Disini?

Dalam terowongan dibawah kita.

Sungguh?

Jadi begini, saat kecil aku membaca buku

karangan arkeolog asal Cambridge bernama Ian Margrove.

Isinya mengenai harta karun Kuil yang terkubur dibawah Yerusalem.

Aku terus bermimpi datang kemari sejak itu.

Bukan hanya keinginanku terkabul, coba tebak siapa yang memimpin penggaliannya?

Ian Margrove, secara kebetulan?

Yeah.

Antusiasmu itu... sangat menawan.

Hmm... Apa itu kata lain dari naif?

Mungkin.

More Indonesian subtitles for L'enfant prodige

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left