نخستین 200 خط.
Sebelumnya di Suits LA...
Jika bersaksi, aku akan mati.
Kukira kita teman.
Kita memang teman, Billy. Kembali ke dalam sebelum seseorang...
- Apa yang terjadi? Kau tak apa-apa? - Aku baik-baik saja, Samantha.
Aku tetap akan datang ke acara klienmu malam ini.
- Aku tidak peduli soal itu sekarang. - Kurasa kau peduli.
Billy tidak selamat.
Aku ingin kau masuk ke sana dan berpura-pura dia masih berjuang.
Waktumu satu hari.
Sebaiknya kau memikirkan langkah besar.
Aku tidak akan kalah dalam kasus ini.
Mereka bilang banyak hal spesifik terjadi semalam.
Bahwa aku membunuh rekanku di halaman belakangku?
Untuk apa aku melakukan itu?
- Ada residu di tanganmu. - Karena kami sedang menembak.
Stuart hidup untuk ini.
Dia orang yang tepat untuk pekerjaan ini.
Aku tak bisa bekerja dengan orang yang tak memercayaiku.
Seluruh lantai 25 hilang.
Kau harus mundur dari perebutan Kepala Hiburan.
Itu memberi kita peluang terbaik untuk bekerja sama
setelah aku mendapatkannya.
Kau memilih pihak sebelum tahu siapa yang akan menang.
Sampai tahu itu, kau bukan apa-apa.
Samantha, mengeluarkanku dari firma baru itu idemu
- atau ide Stuart? - Stuart.
Lester, dia tak memercayaimu. Aku percaya.
Klien saya mengaku tak bersalah.
- Kalian berdua akan menyesali ini. - Lester tak akan menyesal.
Karena aku tak pernah kalah
dan aku yakin tak akan mulai kalah sekarang.
Wanita yang ingin kutemui.
Aku hendak mengatakan hal yang sama.
- Kepada siapa? - Ibumu.
Ibuku meninggal bertahun-tahun lalu.
Cara yang bagus untuk merusak kesenangan di pagi hari.
Kau datang untuk memberitahuku aku punya tumor?
- Aku ingin bicara soal Dylan Pryor. - Katakan.
Dia punya dua film, satu film independen
satunya lagi waralaba laga potensial.
Aku yakin kau bisa menebak apa prioritasnya.
Tentu saja bisa.
- Erica. - Ya?
Kau tak tahu siapa Dylan Pryor, ya?
Kau tak punya buktinya. Aku bisa tahu.
- Erica, siapa Dylan Pryor? - Biar kuberi tahu.
Dia klienmu yang mengontrak kita pekan lalu
yang kau ingin kuurus, dan akan kuurus.
Itu saja.
- Kau menyuruhku pergi? - Aku bisa?
Belum bisa dipastikan.
Keluar.
- Apa itu berhasil? - Tidak.
Baik, sudah dahulu bermain-mainnya.
Stuart ambil setengah firma masih menjadi topik pembicaraan.
Dylan Pryor klien baru.
Kau Kepala Hiburan yang baru.
Ted, aku mengerti taruhannya
dan aku tahu kau fokus pada sidang pembunuhan Lester.
Apa pun yang Dylan Pryor butuhkan, akan kutangani.
- Hai. - Hei.
Apa yang kau lakukan di lantai kami?
Di atas sana sepi.
Hanya aku yang tersisa di seluruh lantai atas.
Kau mau turun ke sini? Ada kantor Stuart.
Untuk apa aku melakukan itu? Aku bebas di lantai atas.
Hei, mumpung kau di sini
apa yang kau tahu tentang Hanrahan di kantor Jaksa Wilayah?
Kenapa?
Apa Hanrahan menuntut
produser pembunuhmu yang mencurigakan?
Aku tak akan bilang begitu untuk gambarkan Lester, tapi kau...
- Ya, lanjutkan. - Begini saja.
Andai aku tahu Hanrahan yang akan menuntutku
aku akan merampok bank.
Klienmu beruntung.
Kurasa kau tak menyukai Lester.
Aku tak suka orang yang menyuap untuk keluar dari masalah.
Dia tak menyuapku. Dia membayarku.
Masalahnya hanyalah dituduh atas pembunuhan yang tak dia lakukan.
Jika kau tak keberatan
aku akan mewawancarai produser pembunuh yang mencurigakan
dan memeriksa Hanrahan.
Antara kita saja
kurasa kau tak boleh menyebut klienmu
sebagai "produser pembunuh yang mencurigakan".
Itu kontraproduktif.
Yang benar saja.
Siapa yang menjatuhkan Good & Plenty ke pengisi kertas?
Leah?
- Kau baik-baik saja? - Memang apa yang terjadi?
Ada yang bisa kubantu?
Kau suka film dan televisi, bukan?
Tentu saja.
Pengacara hiburan macam apa yang tidak suka...
Aku sendiri lebih suka membaca, jadi, kenapa bertanya?
Apa yang kau tahu tentang Dylan Pryor?
Apa ini pertanyaan jebakan?
Aku sudah menonton semua filmnya.
Aku tahu semua tentang dia.
Bagus. Kalau begitu, ambil berkasnya dan ikut aku.
Jangan makan itu.
Tentu saja tidak akan kumakan.
Dia benar.
Jadi, kau dan Simon pergi ke penayangan perdana filmmu.
- Semua orang bersenang-senang. - Ya, bersenang-senang.
Lalu kami kembali ke rumah dan mengonsumsi ekstasi.
Berapa pil?
Masing-masing minum satu. Pilnya tidak bekerja cukup cepat
sehingga kami pikir sama sekali tidak bekerja
jadi, kami berbagi pil ketiga.
Lalu pistol digunakan.
Ya, Simon mengambil Luger
dan aku mengambil Glock, lalu kami pun menyiapkan target.
Foto kepala studio.
Hei, kau tahu pria itu. Dia bajingan.
Setuju.
Kami mulai menembak.
Saat itulah Simon mulai agak aneh.
- Aneh bagaimana? - Dia mulai mengatakan dia penipu.
Bahwa tidak ada yang sungguh mengenalnya.
Aku mulai menyadari
aku melihat seorang pria bergumul dengan dirinya
demi kewarasannya.
Dia pun mulai makin suram
dan mengatakan dia tidak pantas ada di sini.
"Aku tidak pantas berada di sini."
Saat itulah itu terjadi.
Dia menodongkan pistol ke kepalanya.
Aku mencoba menghentikannya, tapi dia membentakku.
Dia benar-benar gila saat itu.
Aku memegang lengannya
tapi Simon jauh lebih kuat daripada aku
dan pistol itu kini diarahkan ke kepalanya.
Aku berteriak kepadanya, "Kumohon.
Kumohon, Simon, jangan lakukan itu!"
Tahu-tahu saja, dor!
Simon meninggal dan darahnya ada di sekujur tubuhku
dan aku tidak tahu harus bagaimana.
Akhirnya, aku menelepon 911.
Mereka tiba di sana, lalu langsung menangkapku.
Sahabatku selama 20 tahun terbaring di tanah
dan mereka menangkapku.
Baiklah, Lester.
Cukup?
Kita dapat yang kita butuhkan.
Aku ada rapat dengan jaksa nanti.
Nanti kutelepon setelahnya dan kabari perkembangannya.
- Baiklah. - Baiklah.
Apa yang kau pikirkan?
Ada yang tak beres dengan klienmu.
Dia menceritakan kisah bagus, tapi aku bisa mengenali pembohong.
Kevin, di sini berbeda.
Orang berbohong, berbuat curang
dan melakukan apa pun untuk meloloskan proyek mereka.
Apa aku akan memercayai Lester dengan pacarku?
Aku akan percaya, tapi lihatlah aku dan dia.
Tak ada yang perlu kucemaskan.
Jika jadi pacarmu, aku akan pilih Lester.
Kau berkhayal.
Satu kata, Jamie.
Jamie hanya sekali.
Kevin, serius, Lester punya banyak masalah.
Tapi dia bukan pembunuh.
Kau tak membawaku ke sini untuk memercayainya.
Kau membawaku ke sini untuk mencari tahu
apa pun yang bisa mereka gunakan untuk melawan kita.
Jadi, aku akan melakukan itu.
Tapi Ted, sebaiknya kau mulai memahami fakta
bahwa dia mungkin melakukannya.
Dylan, hei. Senang mendengar kabarmu.
Siapa Erica Rollins dan kenapa dia meneleponku?
Dia Kepala Hiburan baru dan pengacara hebat.
Pengacara hebat yang belum pernah kutemui.
Dengar, Dylan...
Rick, aku sudah tahu Ted akan memberikanku pada orang lain.
Tapi kukira padamu.
Tadinya memang padaku
tapi aku pindah ke firma lain.
Percayalah, Erica mampu mengurusmu.
Rick, dengar, aku setuju membuat film indie yang ditulis temanku
tapi jadwalnya bentrok dengan film Warner Brothers-ku
dan aku tak akan biarkan film indie menghalangi karierku.
Aku mengerti, tapi aku tak bisa mewakilimu.
Aku dilarang merebut.
Lantas, tak bisakah kau yakinkan Ted
agar dia saja yang tangani ini untukku?
Andai bisa, tapi sejujurnya
kurasa Ted tak akan menjawab teleponku.
Tepat waktu. Aku suka itu.
Kau bukan Hanrahan.
Kau pikir mereka akan mengirim kasus besar seperti ini
ke Hanrahan?
Dia yang mereka kirim saat mereka tak peduli apa yang terjadi.
Aku yang mereka kirim saat peduli.
Aku yang dikirim saat tak punya kesempatan
tapi tetap butuh kemenangan.
Lester Thompson memang butuh kemenangan.
Tapi hanya ini kesepakatan pengakuan yang akan dia dapatkan.
No comments yet. Be the first to leave one.