نخستین 200 خط.
SEGMEN CERITA PERTAMA - BONEKA BESAR SANG ANAK -
TAHUN 1962
KOTA ZHUQI
Berikan kartu keluargamu.
Oh, keluarga kalian bertujuh.
Bagaimana denganmu?
Keluarga kami lima orang.
Lebihkan sedikit.
Untuk tujuh orang.
Terima kasih.
Giliranmu ambil.
Nenek, mari ke sini.
Mana kartu keluargamu?
* Tuhan! Tuhan! tak ada nasi untuk dimakan. *
* Memanjat ke pohon untuk makan kentang manis. *
* Tuhan! Tuhan! Berikan kami makanan. *
* Beri kami pakaian, beri kami kesehatan. *
Gereja sedang membagikan tepung, cepat ke sana.
Baik.
Ayo cepat!
A-chu, ada apa dengan A-Long?
Tak apa!
Tidak! Tidak! Lantas apa ini?
Jangan berprasangka, ini punyaku.
Punyamu? Ada apa denganmu?
Kau sedang sakit?
Kau merasa pusing?
Sudah berapa kali kubilang.
Dokter di klinik itu adalah anak Paman A-Shui.
Dia kenalan kita.
Kenapa kau tak suruh dia yang periksa?
Tidak.
Aku menggunakan pil.
Pil? Pil apa?
Kau selalu makan sembarangan.
Tak pernah berdiskusi denganku.
Kau tahu apa akibatnya jika menelan pil itu?
Kau tak bisa hamil!
Dokter bilang itu aman.
Siapa bilang?
Istrinya Jin-Ji sudah makan pil itu selama setahun.
Sekarang dia tak bisa hamil meskipun dia mau.
Hei, A-Long Besar.
Ayo.
Ambil.
Minumlah.
Apa yang kau takutkan?
Kata orang akan manjur pada 2 bulan pertama.
Setelah 2 hari, akan keluar berupa darah.
Minumlah!
Kau boleh hamil nanti, saat kau inginkan.
Saat aku dapat pekerjaan.
Kau boleh melahirkan berapa bayi pun yang kau mau.
Sekarang jangan dulu. Kita belum bisa punya bayi sekarang.
Setuju?
Minumlah!
Kun-shu.
Kereta api sudah datang, cepat!
Bos, ini kugunting dari sebuah majalah Jepang.
Ini untuk iklan.
The Sandwich Man.
Sangat efektif.
Bioskop kalian boleh mencobanya.
Jika gagal, tak usah dibayar.
Bos, bos, coba lihat.
Aku bisa berjalan ke sana kemari di jalanan.
Semua orang bisa melihatku.
Aku akan beraksi seperti dia.
Memakai iklan kalian.
Semua orang bisa melihatnya.
Dan bisnis kalian akan membaik.
Apa ini?
The Sandwich Man.
Buat iklan.
Apa ada gunanya?
Ya, bos, berguna.
Sangat berguna.
Jika kau tidak percaya,...
...kau boleh menyewaku selama sebulan.
Jika gagal, kau tak perlu mengupahku.
Paman, apa kabar?
A-chu.
A-chu.
A-chu.
Apa yang sedang kau lakukan?
Menyobek selimut untuk membuat kostum.
Pemilik bioskop itu bilang,...
...dia akan menyewaku, jika aku punya kostum.
Sebulan 350 NTD, tak termasuk makan.
A-chu, aku sudah dapat kerja.
Bayi itu boleh kita pertahankan.
A-chu.
A-chu.
Dia pria iklan itu.
Bagaimana jika kita ganggu pria iklan itu?
Siapa itu?
Anak-anak?
Berengsek!
Dasar nakal kalian!
Lari!
Kemari, kemari!
Ayo, Ayo, cepat lari.
Kemari, kemari!
Kau tak bisa menangkapku!
Berengsek!
Cepat lari, cepat lari!
Aku di sini, aku di sini!
Kembalikan!
Kau tak bisa menangkapku!
Kembalikan!
Tangkap aku jika mampu.
Aku tidak takut! tidak takut!
Apa-apaan kalian?
Jangan sampai tertangkap olehku.
Apa!
Tidak ada teh lagi?
Bos, hari itu aku memberitahumu...
...mengenai kostum baru, dan kau bilang--
Apa?
Waktu itu aku memberitahumu...
...kostum ini sudah robek dan warnanya sudah luntur.
Ganti yang baru, warna merah, agar lebih menarik perhatian.
Mungkin bisa lebih efektif.
Menurutmu iklan seperti ini ada gunanya?
Aku juga kurang tahu.
Terserah kau mau ganti warna merah, hijau,...
...atau pun hitam.
Itu urusanmu.
Kau pernah bilang akan urus sendiri.
Itu urusanmu.
Ini bukan urusanku.
Sudah pulang?
Mana teh?
Mana tehnya?
Dasar, di bioskop teh habis!
Di rumah juga tak ada!
Apa yang kaukerjakan?
Ada apa denganmu?
Pulang-pulang menggebrak meja.
Sering kali memarahiku.
Terserah aku.
Aku bebas melakukan apa saja.
Aku yang berkuasa!
Bisa kecilkan suaramu?
Terserah aku mau seberapa keras. Tidak boleh, ya?
Aku tak peduli!
Pulang langsung marah.
Ada masalah apa?
Mana bisa buat teh, kita tak punya teh.
Hari ini aku mencuci banyak baju.
Tapi aku tak mengeluh.
Diam! Kalau bicara lagi...
...kau akan kutampar.
Paman.
Hah? Paman?
Kau terlihat aneh dengan kostum ini. Seperti bukan manusia atau hantu.
Siapa yang pamanmu?
Aku coba mencari kerja.
Tapi tidak dapat.
Oh, sulit cari kerja?
Jadi kau berdandan seperti ini?
Dengar,...
...selama kau terus berusaha, di sana ada kesempatan.
Jika kau selalu mencoba cara licik,...
...tentu takkan bisa sukses.
Aku juga terpaksa.
Sewaktu aku kesulitan,...
...kau tak mau meminjamkan beras.
Apa aku utang padamu?
Aku bukan orang kaya.
Penghasilanku pas-pasan.
Aku punya istri dan anak.
Aku tak meminjamkan beras,...
...lalu kau berdandan seperti ini?
Bikin malu saja.
Dengar,...
...jika kau terus berdandan seperti ini.
Pindah saja ke kampung lain.
Jangan tinggal di sini dan mempermalukan diriku.
Tuliskan nama anakmu?
Aku buta huruf.
Siapa namanya?
Hsu A-Long.
Long yang bagaimana?
"Long" yang artinya naga.
Lahir Februari...,
...kenapa tidak datang lebih awal?
Baru kemarin diberi nama.
Kau didenda 15 NTD karena terlambat tiga bulan.
Ah.. aku--
Aku tak tahu harus melapor hal ini.
Tidak tahu?
Lalu kenapa kau tahu melahirkan anak?
A-Long, kau merindukan ayah?
Lihat, anakku suka padaku.
Bagaimana kau tahu dia suka?
Dia tidak mengenalimu.
Apa maksudmu?
Ya.
Saat kau berangkat pagi hari.
No comments yet. Be the first to leave one.