نخستین 200 خط.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"Still Loving You"
"Episode 104"
Soo Hyun akan tinggal di rumah sakit, bukan?
Tentu saja.
Kurasa Bit Na mendapatkan pria baik sebagai suaminya.
Dahulu Kakak dingin sekali, tapi kini sangat menyayangi Bit Na.
Aku juga bertemu dengan pria baik. Soo Ho baik sekali kepadaku.
Semua itu karena kamu istri yang sangat baik.
Kedua putraku tidak mirip dengan ayah mereka.
Mereka amat menyayangi istri mereka, tidak seperti ayah mereka.
Omong-omong, Soo Min, kamu tidak punya pacar?
Sebaiknya kamu bersiap-siap untuk menikah sekarang.
Jangan ganggu dia.
Aku menginginkan hal yang sama,
tapi sekarang aku tidak mau dia cepat-cepat menikah.
Apa? - Kenapa?
Karena kita keluarga besar, banyak sekali hal terjadi.
Jika tinggal dengan banyak orang, masalah akan lebih banyak.
Bagaimanapun, sebaiknya kamu mempersiapkan diri, Soo Min.
Ibu akan memeriksa semua hal tentang para pria
yang akan kamu nikahi
dan memilih satu yang ibu rasa sempurna untukmu.
Menurut Ibu pria macam apa yang sempurna sebagai menantu?
Coba ibu pikir.
Ibu ingin dia seorang pria
yang dibesarkan dan dididik oleh orang tua baik-baik.
Dia harus lulus dari universitas yang elite seperti Soo Min
dan harus punya pekerjaan stabil serta berpenghasilan besar.
Apa lagi? Tentang penampilannya...
Dia juga harus tampan?
Apa hubungannya itu dengan menantu yang baik?
Tidak akan muluk. Ibu harap dia lebih tinggi darimu,
punya bahu yang lebar, dan tampak bisa diandalkan.
Ibu terlalu pemilih.
Astaga. Ibu sama sekali tidak pemilih.
Bagaimana dengan Ayah? - Apa?
Apa Ayah pernah memikirkan tentang calon menantu Ayah?
Meskipun pernah, ayah tidak bisa memilihkan suaminya.
Ayah tidak ingin banyak hal.
Ayah hanya berharap dia tidak punya anak
dan belum pernah menikah.
Astaga. Konyol sekali.
Dia tidak akan pernah berpacaran dengan pria beranak. Astaga.
Kakak mendengar mereka, bukan?
Ingat-ingat itu.
Pertama-tama, ibu ingin dia pria
yang dibesarkan dan dididik oleh orang tua baik-baik.
Dia harus lulusan universitas elite seperti Soo Min
dan harus punya pekerjaan stabil serta berpenghasilan besar.
Untuk penampilannya, dia harus lebih tinggi dari Soo Min,
berbahu lebar, dan tampak bisa diandalkan.
Ayah tidak ingin banyak hal.
Ayah hanya berharap dia tidak punya anak
dan belum pernah menikah.
"Pria yang memiliki anak"
"Pekerjaan medis sukarela di Afrika"
Dia pria yang bertanggung jawab. Dia mau menikahiku jika kuberi tahu.
Hanya karena bayinya, bukan cinta.
Aku enggan menghalangi seorang pria karena hal semacam ini.
Aku tidak akan melakukan itu.
Bibi pulang. - Hai.
Bibi membeli nanas. Kamu mau?
Kamu menyukainya.
Aku tidak akan makan nanas untuk sementara.
Kenapa tidak?
Aku memutuskan menyukai kiwi dan tomat untuk sementara.
Astaga. Kamu aneh sekali.
"Pekerjaan medis sukarela di Afrika"
Kamu berencana pergi ke Afrika?
Apa kamu sudah gila?
Seluruh keluarga stres karena masalah Bit Na.
Kenapa kamu mau menambahkannya?
Jangan membuat orang tuamu mengamuk.
Bibi mohon kepadamu.
Bukan begitu.
Benar. Ini dia.
Terima kasih untuk idenya, Bibi.
Terima kasih. - Sama-sama.
Sampai jumpa.
Pasien pagi harimu sudah habis. Sebaiknya kamu beristirahat.
Baiklah.
Hai.
Hai. - Kamu mau membahas apa?
Aku sedang menggambar ilustrasiku. Aku harus segera pergi.
Cari tahu perasaannya terhadapku.
Apa ini?
"Merekrut Tenaga Medis Sukarela untuk Afrika"
Kamu sudah pernah mendengar tentang Dokter Tanpa Batas, bukan?
Ini kesempatan bagus dan aku berpikir untuk pergi.
Ke Afrika?
Berapa lama?
Kurasa satu atau dua tahun.
Aku mungkin akan tinggal di sana jika bisa beradaptasi dengan baik.
Bagaimana pendapatmu?
Hyung Sik?
Permisi.
Halo.
Ya, tunggu sebentar.
Aku sibuk sekali sekarang. Ayo bicarakan ini nanti.
Nanti. - Apa?
Halo? Ya.
Apa-apaan itu? Dia bahkan tidak menjawabku.
Masuklah.
Aku melihatmu datang.
Terima kasih.
Kamu sudah berbicara dengan Bit Na?
Tidak juga. Dia melarangku datang lagi.
Sebaiknya kamu mencoba lagi.
Itu tidak akan mengubah apa-apa.
Dia membenciku.
Kamu harus memaksa dirimu untuk makan sesuatu.
Gejala mualnya akan memburuk jika perutmu kosong.
Nenek akan menyuapimu.
Ini. Ayo kita makan dua sendok saja.
Nanti saja, Nenek.
Aku merasa mual dan tidak bisa makan.
Astaga.
Hai, apa kabar?
Menurutmu bagaimana kabar kami?
Nenek. - Baiklah.
Kenapa Nenek tidak berjalan-jalan?
Sebenarnya, aku mau makan stroberi.
Kamu akan melakukan apa sendirian?
Nenek tidak perlu khawatir.
Aku ingin stroberi. Nenek akan membelikannya, bukan?
Baiklah.
Jangan mengatakan hal aneh kepada seorang pasien.
Kumohon kepadamu.
Katakan saja yang mau kamu katakan.
Aku mendengar dari Soo Hyun
bahwa kamu tidak ingin rujuk kembali.
Apa karena aku?
Bukan.
Itu karena aku.
Aku ingin berhenti berbohong
demi mencegah orang yang kucintai membenciku.
Aku muak dengan itu.
Bukan hanya Soo Hyun.
Ibu, Ayah, dan seluruh keluarga mencemaskanmu.
Itu sebabnya aku tidak mau.
Aku menyayangi orang-orang itu,
tapi mengecewakan mereka.
Tahukah kamu betapa menakutkan dan membebaninya itu?
Aku tidak tahu harus bilang apa.
Aku merasa bersalah situasinya menjadi begini,
tapi aku tidak menyesali apa pun.
Aku tidak mengungkapkan kebenaran
untuk membalasmu.
Itu untuk diriku sendiri
dan orang-orang yang menyayangiku.
Aku tidak menyalahkanmu.
Dahulu aku merasa takut setiap hari dan ini membuatku cukup lega.
Kamu dan aku
sama-sama melakukannya demi cinta.
Sudah lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?
Baik.
Tunggu.
Bukti yang Bapak serahkan ke pengadilan...
Keputusan itu pasti sangat berat.
Terima kasih.
Aku hanya melakukan hal yang benar.
Aku senang namamu bisa bersih meskipun baru sekarang.
Boleh aku meminta bantuanmu?
Aku yakin tindakanku benar,
tapi aku membuat kesalahan sebagai seorang ayah.
Tapi rasanya Bit Na yang membayar semua itu
dan itu membuatku tidak nyaman.
Maaf aku meminta bantuan semacam ini
dan aku tahu ini pasti sulit,
tapi bisakah kamu
membenci Bit Na lebih sedikit daripada sebelumnya?
Tolonglah.
Kamu bisa mengambilnya kapan saja setelah pukul 10.00 besok.
Baiklah. Terima kasih. - Sampai jumpa.
Apa punggung Ibu juga sakit?
Apakah mau hujan? Kaki ibu juga sakit.
Tubuh ibu sakit semua.
Kurasa Ibu harus ke rumah sakit umum untuk diperiksa seluruhnya.
Itu membuang-buang uang.
Ibu tahu ini sakit apa. Lupakan saja.
Ibu tidak mau sakitnya lebih parah.
Kita belum pernah berwisata bersama.
Ibu belum pernah naik pesawat, bukan?
Mau pergi ke Pulau Jeju bulan depan?
Ibu tidak mau berada di langit.
Hanya memikirkannya saja membuat ibu pusing.
Aku pulang. - Masuklah.
Hai.
Kamu pulang lebih cepat.
Ganti bajumu dan turunlah saat kamu sudah siap.
Aku membantu Ibu memasak makan malam.
Kakak, kapan Bit Na keluar dari rumah sakit?
Entahlah.
Kamu sudah mendengar kabar?
Belum.
Begini. Kurasa
dia tidak akan datang ke sini.
Tunggu. Apa maksudmu?
No comments yet. Be the first to leave one.