هماهنگ با نسخه‌های زیر

미스트리스--Mistress--E09--180526--Baalthazar
ناشر Baalthazar
IDFL™ SubsCrew | Kunjungi http://idfl.me

برچسب‌ها

other
تاریخ انتشار: 2018-05-29
تعداد دانلود: 16
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

.: Diterjemahkan oleh Baalthazar :. IDFL™ SubsCrew

.: Episode 9 :.

Dia ke mana?

Kim Yeong Dae di mana?

Hubungi dia.

Biar aku bicara.../ Mencariku?

Sudah siuman?

Lepaskan.

Suamimu, jangan pernah mempercayainya.

Tidak, dia menakutkan. Tinggalkan dia.

Tunggu. Lalu berarti

kekasih Jae Hee kemungkinan

salah satu dari siswa laki-laki di sanggar?

Kau ingat menghadiri pesta tutup tahun, dua tahun yang lalu?

Di sanggar Jae Hee.

Jae Hee membuat Hong Nip yang enak.

Tangan Jae Hee sangat terampil.

Bahkan sejak masa sekolah.

Kenapa?

Kau ingin Hong Nip untuk makan malam?

Sepertinya si bayi mengidam daging.

Akan kubuatkan malam ini.

Ya, PD Kim

Ya, ya. Apa kabarmu?

Tak ada yang baru, begitulah.

Soal itu...

Bisa beri sedikit waktu lagi?

Sedikit saja. Aku masih berusaha meyakinkannya.

Kau akan segera mendengar kabar baik, ya.

Bukan itu, jangan khawatir.

Ya.

Ya.

Tak biasanya dia tak menelepon selama beberapa hari.

Bu guru Han. Kau tak dengar apa-apa?/ Tidak.

Hari ini pak guru Kwon absen.

Dia izin sakit. Katanya tak enak badan.

Nanti kita rapat karena harus mengubah jadwal kelas.

Bagaimana kalau benar?

Dr. Kim, bisa bicara sebentar?

Lihat ini.

Itu diunggah ke semua situs komunitas rumah sakit.

Di situs rumah sakit kita dan juga di sosial media.

Menyebar cepat sekali.

Awalnya akan kuabaikan karena kukira dari pasien bermasalah.

Tapi dia baru dari sini.

Katanya...

kau berselingkuh dengan suaminya.

Apa itu benar?

Ini gila.

Perempuan yang sudah mati itu mengatakannya.

Kau kekasihnya!

Saat bertabrakan,

dia menjatuhkan sesuatu.

Menjatuhkan apa?

Kaset. Sepertinya kaset yang kecil.

Namun dia berbeda.

Dia sangat hangat.

Dia sangat manis, membuatku tergila-gila.

Katanya bibirku aromanya seperti minyak zaitun Itali.

Baginya aku sangat istimewa.

Sampai situasi agak mereda, kau bisa cuti dulu?

Hwa Yeong.

Halo pak manajer. Aku Jang Se Yeon.

Kemarin aku bilang soal menarik dana 20 juta won.

Bisa kuambil sore ini?

Ya, ada kepentingan mendesak.

Ya. Hubungi aku kalau sudah siap.

Ya.

Pukul 5 sore ini harus siap.

Bila tidak, aku akan berkunjung ke perusahaan asuransi.

Hwa Yeong bilang Han Sang Hoon membuntuti pengasuh Ye Rin.

Park Jung Sim?

Hwa Yeong membuntuti Han Sang Hoon, membuntuti wanita itu.

Apa yang dilakukan Park Jung Sim selarut itu di pasar?

Soal itu... Hwa Yeong bilang dia juga melihat orang lain di sana.

Siapa?

Suamimu.

Ayah Ye Rin?

Hwa Yeong melihat mereka bersama?

Apa yang mereka bicarakan?

Yeong Dae benar-benar masih hidup?

Dia masih hidup. Benar, kan?

Ini bagus./ Yang ini?

Bagaimana menurutmu?

Ini juga bagus.

Aku sedang perjalanan./ Kau sudah berangkat?

Apa? Kau membatalkan atau terlambat?

Maaf, tapi aku ada keperluan mendadak.

Sayang, ke tempat lain saja?/ Kau tak suka di sini?

Ya.

Tunggu.

Sang Hoon berusaha memperingatkanku.

Ayah Ye Rin masih hidup dan akan mencariku.

Yang menginginkan uang asuransi bukan ayah Ye Rin, tapi Park Jung Sim.

Bagaimana seandainya suamimu dan wanita itu bersekongkol?

Sejak saat itu Han Sang Hoon menghubungimu?

Tidak. Dia tenang selama beberapa hari ini.

Tanya padanya, apa dia melihat mereka bersama.

Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.

Ponselnya tak aktif.

Eun Soo, bisa kau cari Sang Hoon di mana?

Mungkin Sang Hoon satu-satunya saksi.

Baik.

Tapi kau harus menemukannya sebelum pukul 4 sore.

Kenapa sebelum pukul 4 sore?

Pukul 5 sore aku harus menyerahkan uang asuransi pada Park Jung Sim.

Apa? Kenapa?

Bila tak kuberikan...

dia akan memberi tahu asuransi kalau Yeong Dae masih hidup.

Tapi bila wanita itu dan Yeong Dae bersekongkol,

mereka takkan menghubungi asuransi walau tak kau berikan uangnya, kan?

Makanya aku memintamu mencari Sang Hoon.

Bila dia melihat mereka bersama

aku tak perlu memberikan uangnya.

Kau berhenti bekerja?

Tak seperti itu, aku hanya cuti.

Kenapa? Kau tak berbuat salah.

Kenapa tak menyangkal,

bahwa ibuku salah, kau tak pernah melanggar batas dengan pasien.

Kau cukup berkata seperti itu.

Dok, akan kuluruskan.

Ini ada di dalam lilin yang diambil Na Yoon Jeong.

Ibumu tak salah.

Kecurigaanmu juga benar.

Aku sangat menyukai pak guru.

Jadi kau tak perlu meluruskan apapun.

Semua sudah benar apa adanya.

Maka bawa sampai ke liang kubur

dan pastikan tak ada yang tahu.

Jangan tunjukkan ini, terutama tidak padaku.

Aku tak punya alasan untuk menyembunyikan ini.

Kenapa? Karena kau tak suka padaku?

Benar. Bila kau suka padaku, akan kau sembunyikan dariku.

Kami juga bingung tak bisa menghubunginya.

Kapan komunikasi terhenti?

Sejak dia ke rumah sakit untuk bertemu Jang Se Yeon, sekitar dua hari lalu.

Entah kenapa dia sangat mengkhawatirkan Jang Se Yeon.

Sudah kau laporkan hilang?

Ibunya melaporkannya kemarin.

Aku tak yakin polisi akan mengerjakan kasus ini.

Aku akan pergi ke pasar Joong Ang.

Kenapa di sana?

Di sana ponselnya tak aktif.

Boleh aku ikut?

Apa?

Ya. Sebentar, kubereskan ini dulu.

Menaruh sidik jariku di lokasi pembunuhan Na Yoon Jeong, sangat mengagumkan.

Kau bunuh Na Yoon Jeong, kan?

Itu sebabnya kau taruh sidik jariku?

Kenapa kau bunuh dia? Kau tak punya motif.

Sungguh kau ingin tahu?

Kalau kuberi tahu, aku harus membunuhmu.

Aku memang akan mati.

Baik. Kuberi tahu.

Aku pernah pergi ke kafe Se Yeon.

Tak ada yang tahu.

Tapi pemilik salon itu memergokiku.

Dia memotretku. Dia tahu sedikit tentang aku.

Tapi aku terkejut saat dia mengira aku pembunuh Baek Jae Hee.

Kuceritakan alibiku dan Hwang Dong Seok.

Aku melihat Baek Jae Hee dan Hwang Dong Seok sangat intim.

Setelah mendengar ceritaku,

dia sepertinya merencanakan sesuatu dan menyuruhku terus kontak dengannya,

bila tidak, dia mengancam akan menyebarkan foto kalau aku masih hidup.

Mana mungkin kubiarkan dia hidup? Maka...

Itu sebabnya kau bunuh dia?

Tapi ada kejadian tak terduga.

Kau menaruh sidik jariku di lokasi pembunuhan.

Kau tak boleh memotretnya.

Tapi itu foto apa?

Aku lihat fotoku di ponselmu yang diambil pada hari itu.

Tampaknya sudah diunggah ke Cloud.

Kugunakan sidik jarimu untuk membuka ponsel guna memeriksa video,

tapi tak bisa membuka aplikasinya karena pengamannya.

Perusahaanmu tahu

bahwa kau membuntutiku.

Kalau kau mendadak mati,

perusahaanmu atau polisi,

akan memeriksa surel dan Cloud milikmu.

Entahlah... Aku benar-benar tak tahu.

Kau tak pandai menyembunyikan perasaanmu.

Pokoknya, masalah muncul di saat paling tak diharapkan.

Tunggu... tunggu...

Aku bisa bereskan sidik jarimu.

Akan kubereskan!

Akan kupastikan kau dapat uang asuransi dari Se Yeon.

Akan kupastikan!

Tak perlu khawatir. Hari ini Park Jung Sim seharusnya mendapatkannya.

Aku hanya membereskan detail yang mungkin bisa jadi masalah,

hanya membersihkan. Membereskan.

Hwa Yeong! Do Hwa Yeong!!

Hwa Yeong, kenapa teleponku tak kau jawab?

Kau mau ke mana?

Ikut aku. Hari ini cerah. Kita pergi berjalan-jalan.

Pelan-pelan...

Tunggu aku.

Pegang tanganku.

Tubuh altletismu palsu.

Aku akan mendorongmu.

Hwa Yeong, maaf. Tadi aku bohong

Mistress (Mistresses Korea / Miseuteuriseu / 미스트리스) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Mistress (Mistresses Korea / Miseuteuriseu / 미스트리스)

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left