نخستین 120 خط.
Li Jinbao.
Pasukan Mongol.
Mereka berhasil menghancurkan Kuil di Puncak Utara.
-Dimana biksu wanita berada? -Di Biara..Timur.
Kau ingat sumpah kita. Kita berjuang sampai mati.
Hidup dan mati itu sama saja.
Aku akan menjaga gulungan itu.
Subs Indonesia by Yusuf Tachikawa
Li Jinbao!
Jangan bunuh dia.
Khan menginginkan orang ini.
Biksu macam apa yang mampu membunuh, 25 Pasukan Mongol sendirian?
Apa karena ilmu hitam yang kalian miliki di kuil itu?
Kau takkan pernah tahu itu, Iya kan ?
Kau bilang apa tadi?
Kau sudah menghancurkan sebuah kuil,
dan seluruh gulungan kuno yang berisi semua yang kau inginkan.
Kalian para biksu telah menampung musuh-musuhku dari Cina selatan.
Tak ada yang berani menentang Khan.
Aku akan bertanya lagi.
Jika kau tak mau bicara, Aku akan potong lidahmu.
Apa itu seni bertarung rahasia yang dimiliki kuil digunung itu?
-Namanya Seni Kedamaian. -Hehe
Kau telah mematahkan leher prajurit hebat,
Memenggal leher mereka, membunuh mereka layaknya babi,
dan kau sebut itu kedamaian?
Kau menghancurkan kuil dan menyebut itu adalah Takdir?
Para Kaisar dimasa lalu takkan pernah memaafkanmu.
Aku, Saat aku berperang dalam kota,
Aku membiarkan para tukang kayu tetap hidup.
Aku hanya meminta mereka mengabdi padaku... dan mereka tetap hidup.
Disini.
Kau akan memberitahukan rahasia kuno Cina kepada menteri perangku.
Memberitahukan rahasia bangsa Cina.. untuk melawan bangsa Cina.
Tunjukkan kalau kau berguna, maka kau kubiarkan hidup.
Menentang perintahku...
maka kematianmu akan lebih pedih dibanding nasib para biksu..
yang lari bersama gulungan itu.
hehe
Oh, Kau pikir perkataanku tadi itu lucu?
Hanya ada satu Algojo terkuat..
dan siapapun yang berani mengambil posisinya..
sama seperti anak kecil yang mencoba memahat layaknya tukang kayu yang ahli.
Kebanyakan malah melukai tangan mereka sendiri.
Apa kau tidak takut mati?
Aku tidak khawatir dengan hidup.
Ada perbedaan disitu.
Bawa dia.
Pegulat ini bernama Black Steppe Boar
Seorang tawanan yang ditangkap di Scythia.
Kau tahu kenapa ia dinamakan sang Babi?
Karena kekuatannya sangat luar biasa.
Ia dipanggil Babi karena sudah membunuh banyak Babi dengan tangan kosong.
Boar akan melawanmu. Dia akan mengalahkanmu.
Kau akan mendemonstrasikan Cara Lolos dari serangannya.
Kalian menutup mataku?
Cuma itu?
Khan yang Agung menginginkan laporan cara kau bertarung dengan mata tertutup.
Kaisar memang orang yang bodoh.
dan jika kau bukan pengecut, Kau akan mengatakan itu padanya.
Diamlah, Biksu!
Jendral yang kaubunuh itu adalah putra Subutai.
Kau tahu siapa dia, Biksu?
Tidak tahu.
Komandan militer tertinggi yang pernah mengabdi pada Genghis Khan.
Kau telah membunuh anaknya.
dan kejahatanmu sangat luar biasa.
Meski begitu...
Seperti yang kau bilang, Kau tidak peduli dengan hidup,
Kematian tak ada artinya.
Apa yang seorang Khan akan lakukan?
Suatu hari Seorang pedagang memberiku Seekor Crane (Burung JenjanG) dari Armenia
Seekor burung air yang sangat unik...
Karena seluruh bulunya berwarna hitam.
Burung Putih warna hitam.
Aku tahu suatu hari nanti burung itu akan membawa keberuntungan bagiku, sayangnya..
Burung tersebut tak mau tinggal di danau milikku.
Selalu saja Burung itu ingin pergi..
Sepertinya sudah sifat alami burung itu.
Jadi...
Aku memaksa burung itu tinggal...
dengan memotong satu sayapnya.
"Atas nama hukum dari Khan tertinggi,
Raja dari para Raja..."
Kau tahu mengapa.. Aku menyuruhmu bertarung dengan mata tertutup?
Apa karena aku orang yang bodoh?
atau karena aku ingin membuktikan..
Jurus dan rahasia Tao yang kau punya Ketika dalam kegelapan?
"Silahkan saja"
Karena aku tahu Saat pertama kali melihatmu
Kau bukanlah seorang Pelukis yang patuh...
atau Ahli nujum yang sudah berhenti atau Pujangga yang puas dengan minuman anggur
Kau memang tak ingin mengabdi pada kerajaan Mongol.
Sampai saat ini...
Burung tersebut masih tinggal di danau milikku.
Dia jadi milikku...
dan jadi kesayanganku.
Aaaaarrghh..
Aaaaaarrgh..
Apa kau sudah siap...
mengajari Menteri Perang-ku?
Teh untuk Biksu ini.
Jangan membuatku bingung dengan ajaran Budha-mu.
Beri Anggur.
Kau dihukum karena telah membunuh Putra Subutai.
Jangan Lupa itu.
Aku takkan lupa.
Para Biksu Wudang Selama ini berusaha untuk mencapai kehampaan sejati.
Barang siapa yang mampu mengendalikan diri mereka sendiri..
maka jiwanya akan menjadi Tao.
Hal itu merupakan misteri dari semua misteri yang ada,
dan hadiah yang telah kau berikan padaku.
Kebutaan?
Aku sekarang mampu melihat dunia dengan seratus mata.
Tambahkan anggurnya.
Aku barusaja mengambil kuda-mu.
Aku tahu.
Berarti kau harus tahu.
Ada empat kuil Tao yang masih berdiri digunung Wudang.
Pasukanku akan kesana malam ini, dan membakar habis semuanya.
No comments yet. Be the first to leave one.