In Secret

In Secret

دانلود زیرنویس Indonesian

هماهنگ با نسخه‌های زیر

In-Secret-2013-BluRay-X264-iNVANDRAREN-Pahe in
ناشر Coffee_Prison
Durasi (01:46:44) - Resync *Credit to mbendholz

برچسب‌ها

BluRay
x264
تاریخ انتشار: 2019-07-27
تعداد دانلود: 417
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

- Subtitle By Mbendholz Knetz --

Berdasarkan Novel "Thérèse Raquin" karangan Émile Zola

Hey.

Ibunya sudah meninggal.

Kau bukan bibinya.

Entah apa yg harus kulakukan untuknya.

Akan kulebihi kirimannya setiap bulan.

Bahkan sebelum kau mulai merindukanku,

Ayah akan berlayar mengarungi sungai itu,

membawa mu kembali ke Afrika.

Gadis-gadis Afrika mungkin tidak mengenakan sepatu...

tapi gadis Perancis mengenakan.

Jangan ribut, Therese.

Ayahmu tidak akan kembali, Therese.

Ayah akan kembali.

Saudaraku tak pernah menyelesaikan masalah kecilnya

yg dia bilang akan dia lakukan.

Therese, keponakanmu membutuhkan obatnya.

Tuhan memberi dan Dia yg mengambil.

Dia mengambil kesehatan Camille, tapi memberikannya padamu.

Kaulah malaikat penjaganya.

Doorrrr!!

Apa kau boleh keluar?

Aku kabur.

Ciumlah aku, Camille.

Baiklah.

Tidak, bukan seperti itu.

Seperti ini?

Bukan.

Lalu, bagaimana?

Sudahlah.

Ada surat untukmu, dari Afrika.

Ayahmu kecelakaan di lepas pantai Algeria.

Apa yg akan terjadi padaku sekarang?

Mungkin saja, ada sedikit dana pensiun ayahmu yg ditinggalkannya untukmu.

Mungkin kita bisa gunakan itu untuk membantu mencari jalan keluar.

Oh, putraku. Ya Tuhan!

Apa yg baru saja kupikirkan?

Kau harusnya masuk ke dalam. Diluar sini hujan.

Aku baik-baik saja. Kau berlebihan.

Ada yg mau Camille umumkan.

Kita akan pindah ke Paris.

Paris?

Terdengar kota yg jelek.

Ya.

Melalui teman lama ibu, Inspektur Michaud, aku mendapat pekerjaan.

Di sebuah kantor.

Pegawai kecil di Perusahaan besar, dengan meja kecilku sendiri.

Kedengarannya menyenangkan.

Apapun itu tak masuk akal bagiku.

Maksudku, bagaimana harusnya yg dicari Therese dan aku

jika kau pergi sepanjang hari?

Dokter sudah bilang aku harus lebih berusaha lagi

dan kau memanjakanku, ibu. Dia bilang begitu.

Dia dokter kota yg ahli.

Sudah kupercaya bahwa dia tahu kenapa...

Membiarkan ibu memanjakan ku seumur hidupku

Setidaknya ibu bisa membiarkan ku melakukan kemauanku sendiri.

Sudah waktunya aku yg mengurus keluarga kecil kita.

Kalau begitu...

Aku sering bermimpi punya toko kecil lagi.

Nah, lihat? Sebuah nasehat.

Beberapa potong renda khusus di Jendela dan...

Biarkan saja aku yg mengurus semuanya, bocah nakal.

Aku tidak memimpikan mempunyai apapun juga, bu.

Kita bisa pergi tepat setelah pernikahan.

Pernikahan siapa yg akan kita tuju?

Pernikahanmu, sayang.

Tapi siapa yg akan kunikahi?

Kenapa, Camille, tentu saja.

Therese.,,

Kita bahkan tidak tahu siapa ibumu sebenarnya.

Pengesahaannya ditangani oleh tangan yg tidak bertanggungjawab.

Kita harusnya menganggap diri kita beruntung bahwa kau mendapat Camille.

Dan dia sangat gembira.

Oh, dan kau akan menjadi Ny. Raquin, sama sepertiku.

Dengan nama Bapa, anak

dan roh kudus. Amin.

Amankan jalannya, kawan.

Anak-anak.

Lewat sini.

Taruh disana.

"Kutemukan toko yg paling menakjubkan," katamu.

Aku melihatnya saat siang hari.

"Sebuah gedung yg menarik"?

Memang menarik.

Therese, biarkan pemuda itu lewat.

Ada pekerjaan yg harus dia lakukan.

Lebih kecil dari yg ibu bilang.

Aku suka rumah ini. Inilah rumah baru kita.

Rumah ini gelap.

Oh, cukup adil. Sudah malam.

Ketika matahari tenggelam di sungai,

- indah sekali. - Memang.

Oh, jangan bodoh.

Aku akan mengurung diri seharian,

sibuk dengan pekerjaan baruku di kantor,

sementara kalian berdua bisa mengurangi kesedihan masing².

Pelanggan ramai masuk dan keluar.

Oh, ya. Bukankah itu menyenangkan?

Dan memang kuakui, sayangku, kalau tempat ini butuh sentuhan baru.

Tentu saja ada batasan finansial nya.

Maksudku, tapi kurasa kita bisa menyulap tempat ini. Sungguh.

Pasang saja beberapa bunga di jendela,

dan kertas dinding.

Korden, pastinya. Kutunjukkan tangganya.

Ya.

- Kita punya tempat penyimpanan yg banyak. - Benar.

Apa yg akan kau lakukan seharian?

Kau tahu yg akan kulakukan.

Entahlah. Pergi ke kantor.

Kemudian aku pulang.

Kau senang?

Tidak di kantor.

Dimana?

Di kebun binatang.

Kebun binatang?

Menyelesaikan kolom angka² lainnya yg tak begitu ada artinya,

pikiranku tetap saja kosong.

Bagus juga.

Kubiarkan langkahku yg memutuskan tujuannya

dan sisanya bersama-sama mengikuti.

Langkahmu memutuskan untuk pergi ke kebun binatang?

Oh, ya. entah kenapa,

tapi empat dari lima hari,

Kudapati diriku diluar kandang dan melihat beruang.

Aku tahu.

Aku bisa merasakan tanahnya bergetar di bawah kakiku

saat mereka melangkah.

Mana bukuku?

Oh, pasti kutinggalkan di bawah.

Aku terlalu lelah membaca malam ini.

Mungkin aku seekor beruang.

Tapi kau bukan.

Kau Therese kecil ku.

- Manisan kulit jeruk? - Tidak.

Camille tak pernah selarut ini.

Ibu!

Akhirnya.

Aku akan kembali sebentar lagi.

Jangan curang.

Therese.

Camille! Darimana saja? Kau...

Ta-da! Kubawakan hadiah untukmu.

Langsung dari masa lalu mu yang telah lama hilang di Vernon.

Kau tidak mengingatnya.

- Betulkah? - Ini Laurent.

Kau pasti ingat Laurent!

Ayahnya pemilik pabrik susu di luar gereja.

Astaga! Ya!

Astaga! Si kecil Laurent.

Ya!

Sebelum kau datang tinggal bersama kami.

Sudah cukup lama.

Saat aku masih gadis, pada musim panas itu hanya...

Bu, jangan memulai musim panasnya

atau kita akan mati atau kelaparan.

Bisakah kau memberi makan sapi besar ini?

Ya, tentu aku bisa.

Si kecil Laurent.

Kau boleh tinggal, bukan?

Dengan senang hati, terimakasih.

Dia bekerja di perusahaan juga, dan kita bahkan tak pernah tahu.

Astaga.

Jadi kurasa kenapa tidak? Aku akan membawanya ke Dominoes Night.

Itu bagus juga.

Kamis malam disini selalu sangat menarik.

- Ya. - Maksudku, becandanya,

terutama Inspektur Michaud.

Dan anaknya, Olivier. Dia luar biasa.

Ayo, ayo, ayo! Kau harus menemui semua orang.

Oh, pasti.

Therese, matikan lampunya, sayang.

Selamat malam.

Selamat datang, Laurent.

- Tn. Olivier. - Selamat malam.

Ini istriku, Suzanne.

Ini dia, temanku.

Inspektur. Senang sekali bertemu denganmu.

- Bagus sekali. - Selamat.

Bisa kau bukan jendelanya, Therese?

Aku terus mencium bau, seperti bensin.

Mungkin itu aku.

Oh, bukan, pastinya bukan.

Ya. Karena penyelidikan,

yg mana tidak berhak kubahas,

aku pergi ke kamar mayat tadi.

Tempat itu, uh, cukup hangat.

Aromanya menempel.

Tampaknya aku terkenan sedikit serangan dari uap itu.

Permisi.

Therese.

Jangan repot². Dia tidak akan lama.

Manisan jeruk?

Oh, ya, terimakasih.

Saat aku masih menjadi polisi muda seperti anak ku ini,

sama sekali aku tidak mau pergi ke kamar mayat.

Aku punya cerita menarik.

Mengirimku ke dekat sarang pencuri, tidak bersenjata.

Aku pernah ke kamar mayat sendiri, beberapa kali.

More Indonesian subtitles for In Secret

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left