نخستین 200 خط.
Suatu kala, hiduplah seorang gadis cantik bernama Cinderella.
Cinderella selalu disiksa oleh ibu tiri dan saudari tirinya.
Tapi pada suatu hari penting, dia bertemu pangeran tampan...
...dan kemudian, dia hidup bahagia selamanya...
Hidup bahagia, apanya!
Cinderella zaman sekarang tak punya waktu bertemu pangeran...
...karena sibuk bekerja paruh waktu.
Apalagi, "pangeran" zaman sekarang seperti bajingan semuanya.
Mereka semua mengidap gangguan Casanova, dan mereka semua angkuh!
Karena itulah kau seharusnya tak usah menantikan pangeran konyol dalam hidupmu...
...tapi sebaliknya, tetaplah bergantung pada dirimu sendiri untuk bertahan hidup. Mengerti?
Ya!/ Ya!
Bagus!
Wow, pemandangan yang bagus!
Tunggu saja, ya? Bulan depan, aku akan jadi mahasiswa!
Sunbaenim... pizza pesanannya sudah datang!
Anak itu. Beraninya kau!
Mati kau ya!
Mati kau!
Ayolah, lebih cepat lagi!
Oh tidak!
Kemana orang itu?
Ini.
Terima kasih banyak! Aku ingin mentraktirmu kopi.
Boleh aku minta informasi kontakmu?
Aku sungguh ingin membalas budimu...
Kenapa si pria tadi itu?
Aku merasa seperti aku sudah bertemu pangeranku barusan!
Dia bahkan mengembalikan tasku!
Oh, jadi tas ini milikmu?
Tas ini bagaikan sepatu kacaku.
Sepatu kaca? Apanya.
Tapi setidaknya masih ada pria baik di luar sana.
Oh, ya, Bos? Aku barusan selesai mengirim pizzanya, dan aku lagi kesana sekarang...
Aku akan kesana! Aku datang!
Kau mau apa?/ Tas tangan?
Tas tangan ya?/ Hyun Min!
Kau kenal orang ini?/ Hah?
Tidak. Aku... cuma...
Apa kau harus mengencani temanku?
Bagiku, hanya ada dua jenis wanita di dunia ini.
Pertama: wanita yang sudah kupacari. Dan kedua: wanita yang akan kukencani setelahnya.
Apa aku harus membuat kategori baru untuknya hanya karena dia itu temanmu?
Kenapa?
Kau sungguh akan sejauh ini?
Kau memang punya selera pria idaman yang buruk ya.
Lalu kau ini siapa?
Aku membuatmu menunggu, ya? Ayo.
Kupikir kau bilang kau tidak tertarik menjalankan Haneul Group.
Lalu, kenapa kau berkeliaran di daerah sini?
Kenapa, apa kau akhirnya sangat menginginkan perusahaan dan hotel ini?
Jangan bilang, kau berkhayal kau akan jadi pewaris perusahaan ini, ya 'kan?
Tapi aku kompeten dalam bidang itu.
Kau terlalu serius, kawan.
Kau bertingkah seperti ini karena kau itu tak tahu diri?
Hei. Jangan salah paham.
Kau itu hanyalah sampah, mengerti?
Kau pikir aku main-main? Bagaimana kalau aku main-main dengan wajahmu juga?
Beraninya kau menarik kerah baju kakakmu?
Kau harusnya tahu sopan santun.
Kakak, apanya. Aku tidak punya anggota keluarga sepertimu.
Enyahlah kau.
Perhatikan kelakuanmu.
Hyun Min!
Kenapa kau selalu bertengkar dengan dia?
Aku juga tak suka melihatnya.
Kalau begitu, jangan diladeni.
Kenapa kau tidak menyarankan itu pada dirimu sendiri saja?
Tapi, kau itu memang punya selera pria yang buruk.
Pastikan kau dapat persetujuanku pria mana yang akan kaunikahi, oke?
Kebiasaan mengomelmu kumat lagi!
Kau sendiri terlambat mentraktirku makan siang.
Ayo.
Aigoo, menjijikkan!
Apa? Ini 'kan belum kadaluwarsa sampai hari ini berakhir!
Lagipula kau nantinya akan membuang semua ini 'kan.
Akan kumakan semua ini!
Terserahlah! Ambil! Ambil sana semua!
Kau memang yang terbaik, Bos! Kau baik sekali!
Aigoo, dasar.../ Sampai jumpa!
Terserah. Sana, pergi!
Aku pulang.
Hei, cuci piring yang benar.
Apa kau mau menunjukkan kalau kau itu benci cuci piring?
Maaf. Lain kali, akan kupastikan aku cuci piring yang benar.
Oh ya, apa kau sudah mengambil pakaianku dari binatu?
Oh, aku lupa. Besok akan kuambilkan, Unni. Maaf.
Ah, kenapa memanggilku "Unni" lagi!
Menyebalkan.
Kau itu tak bisa apa-apa.
Aku penasaran kau itu mirip siapa, tak berguna sekali?
Ya siapa lagi? Pasti mirip mendiang ibunya.
Hmm. Aku akan menghubungi yang ini minggu depan.
Aku akan dapat gajiku dari mini market tiga hari lagi...
...dan dari restoran seminggu lagi.
[Target: 4 Juta Won untuk Biaya Kuliah!]
Ya! Akhirnya sebentar lagi terkumpul uangnya!
Fighting, Eun Ha Won!
Aku harus buru-buru dan cari pekerjaan lain!
Datanglah tepat pukul 18:00. Ada pengembangan baru yang penting bersama Kakek.
Kalau kalian tidak datang, aku akan menahan kartu kredit kalian.
Kalau kalian tidak datang...
...lihat saja apa yang kulakukan dengan identitas kelahiranmu.
Apa Kakek tak sadarkan diri?
Apa Kakek pingsan?
Di mana Kakek?
Apa-apaan ini sampai kau menahan kartu kreditku?
Aku jadi membatalkan rencana hari ini, tahu!
Karena kalau bukan begitu, aku takkan bisa melihat kalian bertiga sekaligus.
Jadi kau orang yang menghubungi kami?
Kau sedang main-main dengan kami sekarang?
Ini...
Ini undangan pernikahan kakek? Wow. Apa kau serius?
Ini tidak bisa, tidak boleh.
Aku tidak mau ikut.
Hei, bukan kau saja yang tak mau ikut.
Kalian tiga bersaudara harus hadir disana.
Siapa yang bersaudara?/ Siapa yang bersaudara?
Pertama, ada sepupu yang muncul tiba-tiba...
...dan sekarang kita bakalan punya nenek seumuran ibuku?
Karena itulah aku tak mau pergi kesana.
Apa kalian bertengkar lagi?
Kang Ji Woon!
Kang Ji Woon siapa?
Aku ini Han Ji Woon.
Aku juga pergi ya. Jadwalku banyak sekali hari ini.
Kau harus datang.
Tentu saja. Lagipula, ini pernikahan kelima Kakek.
Aku juga akan bawa hadiah.
Di sinilah cucu Ketua akan tinggal bersama.
Kami sudah menyiapkan kamar untukmu di sana.
Kalau begitu, beristirahatlah. Ketua malam ini akan datang untuk makan bersama.
Ya, Ketua? Aku barusan mengawal dia kemari.
Siapa kau?
Terus, kau juga siapa?
Kau tidak tahu siapa aku? Apa kau orang baru atau apa?
Oh, kau pasti pembantu baru disini ya.
Baiklah. Akan kubiarkan kau kali ini karena ini baru pelanggaran pertama. Kau boleh keluar.
Apa?
Ji Woon!
Kalian berdua adalah sepupu.
Sepupu?
Kang Ji Woon adalah anaknya almarhum Tuan Muda Suk Chul.
Mana mungkin Paman bisa punya anak padahal dia belum pernah menikah?
Tak mungkin.
Apa kau sudah periksa dengan benar?
Hei. Darimana keluarga ibumu?
Maksudku, kau berasal dari keluarga mana...
...sampai-sampai mereka menyembunyikanmu selama ini?
Apa kau tinggal di luar negeri selama ini?
Kau sekolah dimana?
Aku tinggal di panti asuhan setelah ibuku meninggal sepuluh tahun silam...
...dan aku putus SMA.
Kenapa?/ Wow.
Jadi Kang Ji Woon.../ Oh, aku sampai khawatir untuk hal yang tak penting!
Tapi, apa itu hobinya Kakek mencari cucu baru atau apa?
Belum lama ini juga dia menampung anak pengamen dari jalanan.
Benar juga, satu hal yang pasti: dia memang kakek yang menarik.
Ya 'kan?
Kau akan segera terbiasa di sini.
Aku harus terbiasa dengan ini?
Direktur Kim./ Oh, ya.
Direktur Kim sudah datang, Pak.
Sepuluh menit saja.
Majalah Hanyoung Financial Times terus merilis artikel gosip tentang kita...
...dan hal itu mempengaruhi citra perusahaan kita.
Lalu, mengenai pernikahanmu dan cucumu...
Kau tak perlu mengkhawatirkan hal itu.
Maaf?
Aku sudah mengambil alih publikasi kemarin.
Jika hal itu terjadi lagi, beli saja langsung perusahaan situs portal.
Itu saja, kau boleh pergi.
Jadi, kau tidak berhasil, ya?
Sepertinya salah satu dari mereka tidak akan datang ke pernikahanmu.
Jadi tidak satu pun dari mereka mengerti bagaimana perasaanku.
Aku tidak bisa terus melakukan ini sendirian lebih lama lagi.
Aku harus mencari pengganti diriku yang akan memimpin Haneul Group.
Mereka semua masih muda, Pak.
Tapi aku yakin aku bisa melihat mana dari mereka yang pantas menggantikan posisiku...
...dengan melihat mereka hidup bersama dan saling membutuhkan.
Ya, Pak.
Pastikan kau bujuk mereka supaya datang, ke pernikahanku.
Akan ada banyak orang mengawasi kita pada hari itu.
Jika aku membiarkan mereka atas kesalahan mereka karena masih muda...
...maka kebiasaan itu akan menumpuk dan membuat mereka memiliki kepribadian buruk.
Dan secara keseluruhan, juga akan merugikan Haneul Group.
Aku mengerti, Pak.
Sudah berapa kali ini? Aku harus menservis mobilku lagi?
Kau akan menyulitkan kami kalau kau terus bertingkah seperti ini.
Ini 'kan bukan salahku!
Kenapa dia?
Orang itu lagi./ Hei, Pak!
Dia itu blogger.
Mobilnya pernah di modif, tapi dia berusaha menyalahkan kita!
Sudah berapa kali ini?
Dan dia terus mengancam menulis review buruk pelayanan kita di blog-nya!
Hei. Hei! Siapa kau?
Kau mau mati?/ Tidak juga.
Apa katamu? Kau tahu seberapa mahalnya mobil ini?
Aku tahu lebih banyak tentang harga mobil dibanding kau.
No comments yet. Be the first to leave one.