نخستین 200 خط.
Dracula telah bangkit dari kubur
- - Original sub dammam11 & HaraldBluetooth - - -
- - Diterjemahkan oleh INDRAUPIK - - -
Selamat pagi./Selamat pagi, Johann.
Selamat pagi.
Ada apa, nak?
Ya Tuhan, kapan kita akan terbebas?
Kapan kita akan terbebas dari kejahatannya dia?
Satu tahun telah berlalu sejak Drakula...
pelaku dari kejahatan keji ini telah hancur...
Dan aku, Ernst Muller...
Uskup dari Gereja Katolik Suci propinsi Keinenberg...
memutuskan sudah waktunya aku mengunjungi sebuah desa kecil di lembah...
untuk melihat apa semuanya baik-baik saja.
Hush.
Nak.
Nak, kemarilah. Kau tak perlu takut dengan aku.
Dimana Bapa pendeta?
Bisakah kau mengerti aku? Dimana pendetamu?
Kenapa dia tidak di sini melakukan misa.
Bocah yang malang.
Kalau begitu tunjukkan padaku dia ada dimana.
Aku baru saja menginspeksi gerejamu.
Selain bocah ini, di sana ternyata kosong.
Kenapa gereja itu kosong.
Kenapa kamu tidak di sana melakukan misa?
Aku sempat di sana, uskup.
Aku melakukan misa.
Kau sudah melakukan misa di sebuah gereja yang kosong?
Iya./Kalau begitu kenapa gerejanya kosong?
Kenapa?
Kurasa kau tahu, uskup.
Tidak. Aku tidak tahu.
Aku tahu dulu gerejamu pernah sangat ternoda.
Namun pelaku dari perbuatan yang mengerikan itu...
sudah hancur setahun yang lalu. Bukan begitu?
Bukankah dia sudah dihancurkan di dalam air dari pengunungan kalian?
Dan karena itu, bukankah dia sudah hancur untuk selamanya?
Bukankah begitu?
Lalu kenapa kalian tidak ke gereja pagi ini?
Itu karena bayangannya, pak.
Bayangan?/Bayangan dari purinya, pak.
Bayangannya mengenai gereja.
Pada sore hari bayangannya mengenai gereja.
Purinya siapa?
Count Dracula? Apa itu yang kalian maksud?
Kenapa kalian tak menyebutkan namanya? Dia tak bisa menyakiti kalian lagi.
Dia sudah hancur, kan? Dan dia sudah mati.
Apakah dia sudah mati atau tidak?
Iya, dia sudah mati./Kalau begitu.
Tapi iblis itu masih ada di sana.
Kami bisa rasakan itu di dalam bayangan, bahkan di dalam gereja.
Di dalam rumah Tuhan tidak ada iblis!
Tuan tanah...
Aku ingin bicara empat mata dengan pendetaku.
Nah sekarang, mungkin lebih baik kau beritahukan semuanya padaku.
Seperti yang mereka bilang, uskup. Puri itu masih ada kejahatannya.
Kau bisa merasakannya.
Kau tak bisa membayangkan rasanya seperti apa.
Aku tidak bersahabat dengan kejahatan.
Pertanyaannya adalah, apa yang akan kita lakukan untuk masalah ini?
Aku tidak tahu.
Apakah ada orang yang naik ke sana sejak saat itu?
Ke puri?/Iya.
Apa kau pernah ke sana?/ Tidak. Tidak pernah.
Kalau begitu kau seharusnya ke sana untuk membuktikan kalau tak ada yang perlu ditakutkan.
Aku?
Aku akan pergi bersamamu.
Kapan?/Besok, saat fajar.
Kau harus siap. Kalau tidak aku akan pergi sendirian.
Itu tidak akan mudah bagiku. Kau kenal pengunungan itu dengan baik. Aku tidak.
Aku akan pergi bersamamu.
Terima kasih, Bapa.
Aku tidak pernah meragukanmu.
Fajarnya besok sekitar jam 6.
Kita akan bertemu pada 05:30. Tolong jangan terlambat.
Semuanya sudah siap, Bapa?
Mari kita berdoa bersama.
Ya tuhan.
Ayo.
Tidak, aku tidak bisa.
Kau harus mengikuti aku.
Tak ada yang perlu ditakutkan./ Tentu saja ada.
Sebentar lagi gelap.
Aku tidak ikut./Sudah kubilang, tak ada yang perlu ditakutkan.
Kau harus berani./Kumohon.
Baiklah kalau begitu.
Kau tak perlu ikut denganku.
Tapi kau harus menunggu di sini sampai aku kembali, kau mengerti.
Iya.
Kau akan aman di sini.
Saat aku kembali, kita akan turun kembali bersama-sama.
Aku mengerti.
Kalau begitu doakan aku supaya berhasil./Akan aku lakukan.
Dan semoga Tuhan melindungimu.
Bapa!
Cepat buka!
Brandy. Beri dia minuman brandy
Halangi pintunya.
Sudah selesai.
Iblis itu sudah hancur untuk selama-lamanya.
Kau pergi ke purinya?/Iya.
Aku bacakan doa pengusiran setan...
Dan menyegel pintunya dengan salib.
Arwahnya tak akan pergi dari sana untuk mengganggu kalian lagi.
Ini adalah keajaiban.
Semua orang di sini berterima kasih kepadamu.
Apakah pendeta kalian belum kembali?/Pendeta?
Aku harus meninggalkan dia.
Dia turun lebih dulu.
Iya. Pendetanya ada di sini, Uskup.
Syukurlah. Dimana dia sekarang?
Dia pergi sendirian. Katanya dia ingin sendiri.
Aku tak tahu dia pergi kemana./Jadi begitu.
Aku mengerti apa yang dia rasakan.
Bila dia kembali, tolong katakan apa yang sudah aku lakukan...
dan aku doakan dia semoga berhasil.
Kalau begitu anda pergi sekarang, pak?/Iya.
Tak ada lagi yang bisa dilakukan di sini, dan aku harus ke pulang ke Keinenberg.
Siapa yang melakukan ini?
Si Uskup.
Yang melakukannya Uskup.
Anna.
Ernst. Kau sudah pulnag. Itu bagus.
Aku sedang tidak menunggumu.
Kau terlihat lelah.
Iya, Anna, aku lelah.
Aku lakukan perjalanan di malam hari./ Tak hanya lelah, tapi juga khawatir.
Apakah sesuatu terjadi./Iya.
Maukah kau menceritakannya kepadaku?
Jangan sekarang, Anna. Mungkin nanti.
Nanti akan lebih baik.
Sekarang kau duduk di sana dan istirahat sebentar. Aku akan ambilkan sandalmu.
Perjalanan panjang ini terlalu berat untuk orang seusiamu.
Kau harusnya bicara dgn atasanmu. Kalau kau tak mau, biar aku yg bicara.
Ada banyak orang yg lebih muda yang bisa melakukan pekerjaanmu.
Pemuda yang sudah kau latih.
Kau pasti diijinkan tinggal di sini di Keinenberg bersama dengan kami.
Di sini ada 6 gereja. Atau yang dekat sini.
Cukup untuk membuatmu tetap sibuk...
Tak perlu dengan semua perjalanan ke seluruh pedesaan ini.
Ayo kita lepas sepatumu.
Akan aku pakaikan sandalnya.
Kau baik bagaikan seorang istri bagiku, Anna./Tidak juga, Ernst.
Aku tahu, aku seharusnya tak bercanda seperti itu kepadamu.
Sudah. Sekarang pergilah istirahat.
Banyak waktu untuk bercanda malam ini./Malam ini?
Iya. Kami mengadakan pesta makan malam kecil-kecilan.
Sekarang ulang tahunnya Maria. Apa kau tidak ingat?
Tentu saja.
Bagaimana kabarnya, Anna?/Maria?
Dia bahagia. Kenapa dia tak harus bahagia?
Pendidikan yang baik, rumah yang indah.
Kau sangat baik kepadanya, kau tahu itu, Ernst.
AKu berhutang kepada saudaraku.
Iya.
Siapapun bisa memberi amal.
Kau memberi kami lebih dari itu. Kau memberi kami cintamu.
Sekarang pergilah beristirahat.
Aku akan bangunkanmu untuk pesta dalam waktu yg lama.
Jangan terlalu khawatir.
Aku yakin jiak ada apapun yang salah, kau akan meluruskannya.
Tuhan tahu aku berharap begitu, Anna.
Kau sudah istirahat? Kau terlihat lebih baik./Aku merasa lebih baik.
Siapa yang jadi tamu kita?/ Maria mengundang seorang teman.
Seorang pemuda, Ernst.
Bersikap baiklah kepadanya. Dia sangat berarti bagi Maria.
Dia bekerja di Cafe Johaan di tempat pembuatan roti.
Itu hanya untuk menjaga Maria sementara dia belajar.
Dia anak yang pintar, Ernst.
Dia akan jadi seorang dokter, atau profesor, atau semacamnya.
Bagus.
Mengadakan pesta sendiri, yah?
Kau mau bertemu dgn ibunya untuk pertama kalinya malam ini, iyakan?
Sekarang, kau perhatikan baik-baik ibunya, nak...
Karena seperti itulah gadismu nanti jika kau sudah menikahi dia.
Itupun, jika ibunya mengijinkanmu menikahi dia./ Kenapa ibunya tak mengijinkan?
Kenapa tidak? Kenapa dia mengijinkanmu? Kamu ini siapa?
Muda, kerja keras, tampan, tidak minum minuman beralkohol.
Kamu adalah seorang koki kue-kue kelas dua.
Dan jika kau bekerja keras...
Lambat laun kau mungkin menjadi seorang koki kue-kue kelas atas.
Lalu siapa yang akan mau menikah denganmu nanti?
Bangun tiap hari sebelum fajar.
Itu bukan untukku, Max./Bukan?
Bukan. Aku orang yang ambisius./Jadi begitu.
Buku-buku milikmu itu. Mereka akan membawamu kemana.
Sebagai permulaan pergi dari sini.
Jadi, kamu tidak betah di sini./ Aku tidak bilang begitu, Max.
Aku betah di sini.
Membuatku tetap sehat. Dan aku punya banyak waktu untuk belajar.
Dan makanannya enak?/ Dan makanannya enak.
Aku sangat bersyukur. Sungguh.
Cara yang lucu untuk menunjukkannya.
Apa yg tak aku mengerti adalah harapanmu untuk keluar dari buku-buku milikmu itu.
Apa arti dari kehidupan, sesuatu tentang kebenaran.
Kebenaran. Apa yang kau inginkan dari itu?
Dengar, jika kau ingin sukses dalam kehidupan, lupakanlah tentang kebenaran.
Aku tak bisa melupakan begitu saja.
Kalau begitu tetaplah jadi koki kue. Jadi itu tidaklah masalah.
No comments yet. Be the first to leave one.