نخستین 200 خط.
Sun Wukong, jangan kabur.
Sun Yang Agung.
Kau bukan tandinganku sekarang.
Kubunuh kau sekarang.
Wu Kong.
Bangun.
Dasar kera. Harusnya kau bersamaku.
Agar jadi dewa agung.
Bukankah itu menyenangkan.
Wukong.
Raja Kera akhirnya kau bangun.
Kuberi kau kesempatan.
Kutunggu kau di langit setelah membunuh Tang Seng.
Kau tunggu apa lagi?
Jangan ragu.
Bunuh biksu Tang. Bunuh biksu Tang.
Tak kupungkiri duluya aku iblis.
Tapi sekarang aku Buddha.
Karena memilihku jadi musuhmu. Kau akan mati.
Satu buah pikiran jadi iblis, berpikir jadi Buddha.
Jika aku Buddha, takkan ada siluman di dunia ini.
Subtitle translation by: YOYONG MASAMBA
Ayo!
Ayo! Cepatlah!
Tunggu sebentar
Lagi ada patroli. Ayo sembunyi.
Kemari.
Cepatlah!
Berhenti! Tak ada yang boleh keluar kota!
Kau engga tahu?
Keranjangmu isinya apa?
Katakan sekarang!
Mama.
Nak.
Kau mau bawa anakmu?
Tangkap anak itu! Tangkap dia.
Suamiku.
Tangkap anak itu.
Suamiku! / Pergi! Sekarang!
Tidak, aku engga mau!
Aku tak mau pergi tanpamu!
Kemarilah, Niu.
Mau kemana kau? Sudah larut.
Suamiku! / Papa.
Dewa Gunung. / Papa.
Tolong kasihanilah, jangan ambil Niu, Dewa Gunung.
Kumohon ampuni aku!
Jadi anak ini Niu.
Kemarilah, Niu.
Akan kubawa kau ke tempat yang indah. / Mama.
Kenapa kampung Biqiu sepi, ya?
Bajie!
Masih ingat engga iring-iringan kemarin?
Tentu saja.
Pasti yang meninggal itu orang-orang Biqiu.
Sial!
Apa yang terjadi disini?
Engga perlu ditanyakan. Pasti karena wabah!
Ayo! / Aku engga gila!
Kau tak berhak menangkapku! / Jalan sekarang!
Yang menyebarkan rumor di jalanan dianggap gila.
Sesuai perintah Paduka, semua orang gila harus ditangkap.
Lepaskan aku. Aku egga gila. / Jalan!
Cepat!
Kemarilah!
Itu bukan rumor!
Niu diculik Dewa Gunung! / Minggir.
Serahkan dia padaku!
Siapa kau?
Wukong.
Mohon tegakkan keadilan untukku, Tn. Biksu!
Tolong berdiri!
Beritahu apa yang terjadi,
Nyonya.
Niu diculik Dewa Gunung.
Niu.
Jangan kuatir dengan minumannya.
Ceritakan tentang Dewa Gunung itu.
Cerita ini berawal dari Ratu.
Dua tahun lalu,
Paduka raja sedang berburu.
Dia bertemu wanita muda berbaju putih di Gunung Wanshou, sebelah utara kota.
Katanya wanita itu terjatuh ke dalam lembah saat...
dia sedang mengumpulkan obat.
Tapi untungnya dia dibantu ama Dewa Gunung...
Nona.
jadi dia selamat.
Kau engga papa?
Paduka mengajak wanita muda itu ke istana.
Tak lama kemudian,
wanita ini menjadi Ratu.
Aturan baru diberlakukan.
Sejak itu, Wilayah Biqiu semakin memburuk,
dan orang-orang hidup bagaikan di neraka.
Aturan baru seperti apa?
Menurut aturannya,
7 anak harus dikumpulkan setiap 49 hari diseluruh negeri.
Dan mereka harus dimasukkan ke dalam kandang mereka,
agar para pejabat bebas memilih mereka.
Kenapa mereka menginginkan begitu banyak anak?
Entahlah.
Tapi kata orang-orang anak-anak dibawa ke Gunung Wanshou...
untuk berterima kasih pada Dewa Gunung...
yang sudah menyelamatkan nyawa ratu.
Anak-anak itu tak pernah kembali.
Anak kecil, anak kecil,
dijadikan pohon untuk Dewa Gunung,
yang membuat orang tuanya sangat sedih.
Kemarin banyak adakan pemakaman untuk anak-anak mereka,
tapi kurasa di peti mati itu isinya engga ada.
Kenapa tak ada yang tanyakan langsung ke paduka raja?
Rakyat biasa engga diperbolehkan bertemu paduka raja.
Kenapa warga Biqiu mau patuh?
Mereka bisa lari dari sini!
Kita sudah pernah rencanakan itu.
Mereka yang mau kabur bersama anak mereka...
biasanya ibu dari anak itu jadi gila, kembali ke kota...
sambil berteriak, mereka bertemu dengan Dewa Gunung.
Tapi anak-anak dan para ayah tak pernah ditemukan.
Jadi Dewa Gunung yang ambil anak-anak itu?
Begitulah kata-kata orang,
tapi menurutku si ratu jahat itu pelakunya.
Aku akan menemuinya dulu.
Jangan buru-buru!
Cuma curiga aja kok.
Kita temui paduka aja dulu...
dan cari tahu apa yang terjadi.
Guru ada benarnya kali ini, kakak Kera!
Mereka di sini!
Penjarakan mereka!
Apa yang terjadi?
Kenapa kau tangkap kami, petugas?
Sudahlah! Semua orang gila harus ditangkap!
Tapi kami engga gila.
Kalau begitu kau perusuh. Makanya harus ditangkap!
Kita harus gimana, Kakak Kera?
Sabar saja!
Sekarang kita di sini, Mari kita lihat-lihat.
Melihat-lihat? /Cepat! Jalan!
Masuk!
Masuk!
Tolong perkenalkan aku pada paduka, perwira!
Jadi, kesalahpahaman bisa diselesaikan.
Paduka Raja engga ada waktu buatmu hari ini.
Dia sibuk mengadakan perjamuan.
Kembalilah!
Emas!
Kau tahu? Cuma aku...
yang bisa membantumu.
Jangan buat masalah di istana nanti.
Dengar engga?
Cepat! Ikuti aku!
Cepat!
Cuma Biksu Suci yang diizinkan masuk. Kalian tunggu diluar.
Tunggu saja di sini.
Emang engga apa guru didalam sendirian?
Apa yang kau takutkan?
Biksu itu mengenakan jubah anti siluman.
Benar sekali, kak Babi!
Bintang biduk bersinar di langit,
nmemberikan keberuntungan istana.
Dewa dan iblis dengarkan aku...
berkatilah Paduka Raja kami panjang umur.
Kumpulkan semua harta di bumi,
dan arahkan pedangku ke arah kecerahan.
Panjang umur, Paduka Raja!
Panjang umur, Paduka Raja!
Astaga, ini sudah terlambat!
Berapa lama lagi?
Oh sayangku,
akhirnya kau tiba!
Sudah lama menunggumu.
Ayo menari bersama!
Kemarilah, sayangku. / Yang Mulia.
Yang Mulia.
Biksu Suci?
Yang Mulia.
Anggur yang kau berikan manis banget, sayang!
Amat manis!
Tolong maafkan aku
karena tak menyambutmu, Bhiksu Suci!
Maafkan aku.
Kau begitu sopan, Yang Mulia.
Ku-tuangkan anggur untukmu, Biksu Suci.
Oh,
malaikat kecilku!
Permisi, Biksu Suci! / Kau engga apa, sayang?
Kemarilah.
Duduklah, sayang.
Silahkan dinikmati, Bhiksu Suci!
Secangkir teh ini ku bersulang untuk paduka Raja dan Ratu!
Bagus!
Aku baru tiba disini...
dan ada satu hal yang mau kutanyakan, Yang Mulia.
Anak-anak di kampung Biqiu...
Kau pasti sudah dengar rumor itu.
Yang Mulia! / Kenapa dengan Paduka?
Dia baik-baik saja.
Dia cuma tersedak.
Kudengar kau begitu perkasa...
No comments yet. Be the first to leave one.