نخستین 200 خط.
KEMENTERIAN KEBUDAYAAN. FEDERASI RUSIA,
BIOSKOP RUSIA, LEMBAGA SEJARAH MILITER RUSIA
Studio VOENFILM
Vadim Zadorozhny, Andrei Kozitsyn, Igor Ugolnikov
Yayasan Amal Prajurit Podolsk, Asosiasi LSM Ilyinsky,
Kementerian Kebudayaan Moskow, Pemerintah Daerah Kaluga,
Organisasi LSM Sozidanie, Transmashholding, Transneft.
Museum Kendaraan Vadim Zadorozhny, Museum Kendaraan Militer UMMC,
Museum Sejarah militer Rusia Padikovo, Museum Hanggar Militer,
Museum Motor Perang, Proyek Kendaraan Hiasan.
BERDASARKAN KISAH NYATA.
PADA AWAL OKTOBER 1941,
PASUKAN NAZI BERHASIL MAJU SEJAUH 200 KM DARI MOSKOW
Ayo, cepat!
- Kejar mereka! - Siapkan senjata kalian!
Aku lihat targetnya!
Ada 2, tank musuh!
- Cepat, cepat! - Tanknya, disana!
Dimana itu?
- Cepat! - Tanknya, ada di sana!
Siap tembakkan.
Siap, pak!
- Tembak! - Tembak!
- Isi! - Kiri, dua puluh!
Tkachenko tertembak!
Siap!
- Tembak! - Tembak!
Apa aku mati atau terluka? Jika aku terluka, tarik aku pelan-pelan.
Jika aku mati, lebih baik tinggalkan saja aku di tempatku sekarang.
PODOLSK. TEMPAT LATIHAN ARTILERI DAN SEKOLAH INFANTERI.
Lumayan. Langsung menghadapi penyerbuan. Siapa penembak senjatanya?
- Prajurit Lavrov, Kolonel. - Lavrov... Bagus sekali. Matikan airnya!
Matikan airnya!
- Gulung selangnya! / Gulung selangnya, afirmatif!
- Siapkan target ketiga. - Siap, pak.
Siap!
- Tembak! - Tembak!
Lavrov, kau bilang?
Apa yang barusan kau lakukan? Kau mau kita dihukum lagi?
- Lavrov melakukannya lagi. - Ya, terbaik dari semuanya.
Kukira kau pernah bilang Dmitry Sheemyakin yang terbaik.
Tidak heran dia sering cemberut akhir-akhir ini.
Maksudmu apa? Aku tak bisa mendengarmu.
Prajurit Tkachenko, jelas kau tak bisa mendengar kami. Kau lagi terguncang!
Isi kembali amunisinya dan bersiaplah untuk latihan berikutnya.
Siap, pak.
Masuk barisan! Siap gerak! Lihat ke kanan!
Lanjutkan. Siapakah penembak nomor satu?
- Aku, Kolonel! - Jawab yang benar.
- Sersan Junior Lavrov. - Jelaskan semua ini, Lavrov?
Maaf, Kolonel, akan kujelaskan?
Tiga tembakan, tiga hantaman, semuanya dalam waktu yang ditentukan,
tapi kami tak sengaja menghancurkan sambungannya di target terakhir.
Tak sengaja? Baiklah. Sudah berapa banyak target dihancurkan?
- Tiga, Kolonel... - Dua! Kau hanya hancurkan dua target, prajurit.
Artinya tank ketiga sudah meledakkan senjatamu berkeping-keping
dan kalian semua mati sekarang! Dan melindasmu dan tank itu menuju ke Moskow!
Menurutku itu bahaya. Sangat buruk!
- Aku tidak mengerti... - Siapa yang bisa jelaskan?
Sersan Semyakin.
Tembakan ketiga menghantam bagian atas tank,
di mana pelindung lapisan bajanya berada disudut rendah dari jalur meriam.
Pelurunya memantul dan target tidak hancur.
Tiga bulan dari sekarang kalian semua akan maju ke garis depan.
Kalian akan beri perintah pada orang yang lebih tua darimu.
Kemampuanmu akan mempengaruhi hasil akhir perang kita melawan Nazi.
Masa kanak-kanak sudah berakhir, anak-anak.
Sekarang setiap kesalahan yang kalian buat bisa menyebabkan puluhan kematian.
Ingat itu!
Kumohon.
- Semuanya sini ambil makanannya! - Terima kasih.
Sekarang kau mengerti, pertempuran bukanlah sirkus atau pasar malam?
Dan tidak ada gadis untuk dikagumi.
Tapi masih ada.
Alex, jauhi Masha. Dia gadis yang baik dan bukan semacam...
Semacam apa?
Maksudmu, dia baik dan sopan sepertimu, enggak cocok buatku?
- Bukan seperti itu maksudku. - Lalu apa?
Apa karena aku dibesarkan di panti asuhan, jadi aku harus "menjauhi" gadis yang baik?
Infanteri kita sudah kembali! Hormat, Panglima Besar!
Apa kau sudah bisa menggunakan senjatamu?
Tentu saja bisa. Kami sudah latihan penyerangan dan pertarungan tangan kosong.
- Kau masih tidak diizinkan berkelahi? - Suaramu kurang jelas!
Kau masih bersembunyi di belakang logam mainanmu? Dewa perangmu!
Apa mereka mengeluarkan kalian dari sekolah atau mereka meninggalkanmu di sini?
- Kami akan tunjukkan padamu! - Jangan bicara dalam barisan!
Mari kita buat kesepakatan, baik kau atau aku, jangan ada yang mendekatinya.
Biarkan dia memilih salah satu diantara kita.
- Di tempat asalku kami berkelahi demi gadis-gadis. - Tapi tidak disini, kan?
Apa kita sepakat?
Sepakat.
SEKOLAH ARTILERI PODOLSK
- Maaf, Dokter, aku tertidur. - Tidak apa-apa, itu biasa terjadi.
Apa semuanya baik-baik saja?
Kayaknya aku dengar langkah kaki di sini.
Masha, kau harus tidur.
Simpan bukumu.
Tapi aku masih belajar, mau menghafal semua nama-nama Latin ini.
Siapa yang memberimu bunga-bunga itu?
Tidak tahu siapa.
Oh nak. Aku merasa sangat kasihan padamu.
Kau jatuh cinta dan sewaktu kau sadar, dia sudah pergi ke garis depan.
Mereka terbang ke Moskow lagi. Berapa banyak bisa bertahan dari pemboman itu...
Angin?
Periksa jendela dan tidurlah.
Lavrov?
Kau sedang apa... Beraninya kau masuk kesini, Lavrov?
Itu bukan aku... botol ini...
Kukira kita sudah sepakat.
Ya, benar.
Dan kau merusaknya.
Dmitry...
- Maaf, aku tidak bermaksud begitu. - Tidak bermaksud?
Sesederhana itu? kau "tidak bermaksud" tapi kau masih melakukannya?
Dmitry...
Aku tahu aku bersalah, tapi aku tidak bisa menahannya. Maafkan aku. Sebagai teman.
- Memaafkanmu dan hanya itu? - Yah begitulah.
Kenapa kau tersenyum?
Bisa kau bayangkan... dia menciumku! Atas kemauannya sendiri!
Dasar bajingan tak tahu malu.
Hei, hentikan! Kembali ke tempat tidurmu!
Apa maksudnya ini?
Komandan Unit Kamerad ...
Baiklah...
Terlihat bagus.
Apa yang terjadi?
Aku mengerti.
Kalau begitu akan kuceritakan apa yang terjadi.
Dalam tidurnya, Dmitry Semyakin berguling, jatuh dari tempat tidurnya,
dan bibirnya berdarah akibat benturan meja disamping tempat tidurnya.
Dan Lavrov, dia bangun dari tempat tidurnya sambil membantu temannya berdiri.
Jika bukan itu yang terjadi, kau tak bisa lanjutkan latihanmu besok.
- Apakah jelas? - Ya, pak.
Kalau begitu, semua aman dan kembali ke ranjang kalian!
Letnan, bukan itu yang terjadi.
Sersan Junior Lavrov dan aku berkelahi.
Dan menurut peraturan kita harus disiplin.
Diamlah!
Kalau begitu...
- Kalian berdua ditahan selama 5 hari. - Siap, pak.
Bukan itu saja.
Sersan Junior Lavrov,
aku khawatir atas kesalahanmu, termasuk kemarin di tempat latihan,
secara kumulatif bisa berakibat kau dikeluarkan dari sini.
JALAN WARSAWA
Lapor. Aku melihat konvoi kendaraan lapis baja musuh
bergerak di sepanjang jalan Warsawa di luar Yukhnov.
Aku tidak tahu berapa banyak. Terlalu banyak jika dihitung.
"MOSKOW 190 KM"
Dua hari yang lalu, setelah pertempuran sengit, musuh telah menerobos 2 garis depan kita.
Mereka segera mengirim unit mekanik yang banyak.
Hari ini mereka menangkap Yukhnov.
Saat ini, kita tidak punya kekuatan untuk menghentikan mereka menuju Moskow.
Kami menerima perintah secepatnya mengerahkan sekolah militer Podolsk.
Mereka satu-satunya bantuan yang ada di daerah itu. Kita harus mengerahkan semua yang kita bisa
untuk menahan musuh sampai Komando Tertinggi mengirimkan bantuan cadangan. Bisa lima sampai enam hari.
Tapi Letnan Jenderal, mereka calon komandan Pasukan Merah!
Satu atau dua bulan lagi mereka akan menyelesaikan latihannya dan akan maju mempertahankan...
Kolonel Strelbitsky, siapa dan apa yang mereka pertahankan dalam satu atau dua bulan kedepan
jika Jerman sudah merebut Moskow besok?
Percayalah, Kolonel, itu keputusan yang sangat sulit, tapi kita tak punya pilihan.
Perintah untukmu segeralah berangkat ke perbatasan Ilyinsky.
Siap, Letnan Jenderal.
Detasemen gabungan akan
dipimpin oleh kepala Sekolah Infanteri, Mayor Jenderal Smirnov.
Dia akan menemuimu di perbatasan.
Kau akan menjadi wakilnya.
Tugasnya adalah menyiapkan pertahanan di desa Ilyinskoye.
Di jalan, sungai, dan jembatan ini.
Kita harus bangun 20 pos tembak artileri dan 20 pos tembak senapan mesin.
Tank Nazi sekitar 300 lebih. Hanya artileri yang bisa menghentikan mereka.
Letnan Jenderal,
semua senjata siap tempur kami sudah dikirim ke garis depan.
Kami hanya punya kurang lebih 30 senjata, yang mana hanya 12 yang bisa diandalkan
dan sisanya hanya bisa menembakkan 5 hingga 6 tembakan jika kami beruntung.
Kami akan usahakan kirimkan senjatanya. Pergilah.
5 sampai 6 hari. Kami mengandalkanmu. Tahan mereka. Dengan segala cara.
Kepala Sekolah. Buka gerbangnya!
Salam kami dari sekolah infanteri.
- Kenapa kau sangat serius, Pahomov? - Ada alasan untuk itu. Benarkan, Rayeel?
Rayeel!
Ada sesuatu yang mau kuketahui.
Saat melakukan CPR, apa kau mengerutkan bibir seperti ini? Atau seperti ini?
Tergantung. Bibir setiap orang beda-beda.
Benar. Instruktur medis kami bilang,
"Padhomov, sebelum kau tak sadarkan diri sebaiknya kau tutup mulutmu.
karena mulutmu tidak sesuai dengan standar militer."
Masha!
Alex memintaku memberitahumu dia tidak bisa datang menemuimu hari ini.
Kenapa? Apa yang terjadi?
Dia ditahan. Dia dan Dmitry berkelahi.
Kenapa kau begitu pendiam?
Kau mengajakku berkencan, tapi sekarang kau kehabisan kata-kata.
- Shishkina... Lucy... - Yah? Apa itu?
Shishkina...
Aku melamarmu.
Maukah kau menikah denganku?
Pertemuan!
Pasukan artileri, berkumpul!
Prajurit Infanteri, ke sekolah! Ayo cepatlah!
No comments yet. Be the first to leave one.