نخستین 200 خط.
=Gempa berkekuatan 6,5 skala menghantam kota Seoul.=
=Gempa terkuat dalam sejarah.=
=Karena ini adalah gempa terkuat yang pernah melanda wilayah Semenanjung Korea.
=Dikarenakan oleh gempa, tidak hanya aliran listrik di kota Seoul mati,=
=Tapi gas dan air bersih juga tidak berfungsi sama sekali.=
=Diharapkan semoga masyarakat pada setelah mendengar siaran ini,=
=segera keluar dari dalam bangunan,=
=dan segera menuju ke kamp pengungsi darurat yang berada di berbagai titik daerah.=
Kemungkinan besar bangunannya akan roboh!
Jangan!
Masih hidup?
Harus hidup!
Di bawah sini ada... orang.
Apa pun tidak punya.
Bagaimana caranya kita bisa memberikan perawatan medis yang terbaik?
Rumah sakit harus ditutup.
Harus tetap dibuka.
Kang Siljang, kau yakin?
Berikan padaku hak memerintah di rumah sakit ini.
Membawa begitu banyak orang berjalan setapak demi setapak benar bisa sampai ke RS. Hanseo?
Aku mau ke RS. Mirae.
Dokter Lee bukanlah dokter RS. Mirae.
RS. Mirae tidak bisa menerima kalian.
Nyawa yang tidak bisa diselamatkan, ada lebih banyak lagi Wonjang-nim.
Jika rumah sakit mengabaikan pasien,
kami tidak ada bedanya dengan kehilangan harapan hidup.
Camkan baik-baik perjanjian mendesakmu tadi!
Mulai sekarang RS. Mirae memasuki keadaan darurat.
Rumah sakit tidak menelantarkan Anda semua.
Untuk mengatasi akibat gempa,
inilah usaha terbesar yang dilakukan oleh rumah sakit.
Semoga Anda semua bisa mengerti.
=Episode 05=-
-=Episode 05=- Lee Hye Sang?
-=Episode 05=- Ya?
-=Episode 05=- Lee Hye Sang? - Iya?
-=Episode 05=- Lee Hye Sang?
Lee Hye Sang?
Ya?
Terima kasih.
Baik, hati-hati ya?
Sampai jumpa.
Jeong Ttol Mi!
Kenapa masih belum balik ke Busan?
Oh, ternyata kau masih ingat padaku.
Tadinya aku berpikir dengan memanfaatkan kedatanganku ke RS. Mirae,
sekalian mengunjungi Saem.
Akhirnya malah jadi begini.
Aku malah berpikir kau sudah lupa padaku.
Nama seperti Jeong Ttol Mi begitu, bagaimana mungkin bisa kulupakan?
Kalau tidak salah waktu liburan musim panas SMA kelas 2 ya?
Iya.
Aku terlibat dalam kecelakaan lalu lintas dan hampir meninggal.
Berkat Saem yang mengoperasi aku,
barulah aku bisa lolos dari maut.
Tapi waktu itu Saem benar-benar terlihat keren sekali.
Sehingga aku juga ikutan masuk FK.
Selama ini aku ingin sekali bisa bertemu kembali denganmu.
Tapi...
Apanya tapi?
Aku ingin bertemu dengan Saem yang aku kenal dulu.
Waktu itu kau juga tanpa bantuan dokter anastesi,
mengoperasiku di sebuah rumah sakit kecil di pedesaan. Saem yang berhasil menyelamatkan nyawaku...
Kalau begitu, aku ada satu pertanyaan untukmu.
Bekas luka di perutmu itu.
Sekalipun kau tidak pernah menyalahkanku?
Itu kan karena waktu itu aku masih kecil jadi...
Bisa dimengerti kenapa pasien berbuat seperti itu.
Tubuh adalah tubuh sendiri.
Kalau sakit juga dirasakan sendiri. Jadi egois itu sudah sepantasnya.
Tanpa bantuan seorang anastesi, aku berhasil menolong nyawamu dengan operasi,
itu bukanlah sebuah legenda.
Tapi aku yang telah melakukan sebuah hal yang gila.
Kebetulan keberuntungan sedang berpihak padaku hari itu
Kau bisa hidup karena beruntung.
Pasien yang jumlahnya begitu banyak di situ,
walaupun kau merasa mereka juga akan seperti itu,
Tapi ilusimu itu hanya akan membawa mereka ke dalam bahaya.
Kalau begitu,
jika Saem yang kukenal dulu
adalah Han Saem yang sekarang,
aku akan menemui ajalku?
Kau melakukan sesuatu yang gila dan menyelamatkan nyawaku.
Kau menyesalinya sekarang?
Tidak.
Tapi aku juga tidak berniat mengulanginya lagi.
Anda sudah datang?
Kau datang sedikit terlambat.
Rumah sakit kelimpungan mempertahankan situasi seperti sekarang ini.
Yang pasti harus kita lalui.
Asalkan kita berusaha maksimal menyelesaikan semua yang harus diselesaikan dalam dua hari,
akan bisa menghilangkan opini negatif masyarakat terhadap kita.
Juga bisa menghindari opini negatif terhadap penanganan bencana alam Seoul.
Sekalipun jika nanti timbul permasalahan,
Kang Siljang yang akan menanggung semua akibatnya.
"Nyawa manusia adalah sama berharganya", merupakan pepatah yang sangat salah.
Nyawa orang ini berbeda. Dia sangat berharga bagi kita.
Dia adalah tali yang pernah kau lepaskan sekali.
Kau bertanggung-jawab untuk menyelamatkan nyawanya.
Genggam dengan erat tali ini!
Saya mengerti.
Abaikan pasien yang membutuhkan transfusi darah dalam jumlah banyak!
Pasien dengan fraktur yang disertai dengan, laserasi jaringan, jangan dikerjakan.
Kita tidak memiliki persediaan darah yang berlebih.
Para pasien sudah menyerbu ke mari.
Tolong cepat ditangani.
Sudah dengar? Semua orang harus secepatnya melakukan diagnosa.
Kita hanya perlu berusaha semampu kita.
Yang bisa dirawat oleh dokter rumah sakit kita, segera ditangani.
Ayo, mari kita cek pasien yang ada!
Baik.
Anda tidak apa-apa?
Ah, baru juga mulai aku sudah begitu.
Istirahatlah sebentar. Tanganmu juga terluka.
Serahkan saja padaku.
Tapi Dong Ha mana? Di mana Dong Ha Anda titipkan?
Siljang-nim...
Aku tidak bisa menemukan dia.
Tadinya dia berada di dalam satu mobil denganku.
Tapi saat aku siuman, dia sudah hilang entah ke mana.
Tidak peduli bagaimana aku mencari, tetap tidak bisa menemukannya.
Dia awalnya duduk di belakang sambil memegang mainannya.
Tapi hanya mainannya saja yang tertinggal.
Bagaimana ya?
Seharusnya Anda pergi mencarinya lagi dan bukan malah menyibukkan diri di rumah sakit.
Dong Ha pasti tahu.
Aku pernah bilang padanya, jika terjadi sesuatu,
kita bertemu di rumah sakit.
Aku berada di rumah sakit untuk merawat pasien.
Sekarang pasti ada juga orang yang sedang menjaga Dong Ha.
Kami akan bertemu kembali dalam keadaan selamat.
Pasti bisa bertemu dalam keadaan selamat.
Tentu saja, Siljang-nim.
Ayo, hanya pasien dengan tanda merah yang boleh masuk.
Jika kita tidak mengklasifikasi triase dengan akurat,
Jika kita tidak mengklasifikasi triase dengan akurat, [Triase: proses khusus memilah pasien berdasarkan beratnya cedera atau penyakit]
pasien yang seharusnya bisa ditolong, jadi tidak tertolong. [Triase: proses khusus memilah pasien berdasarkan beratnya cedera atau penyakit]
pasien yang seharusnya bisa ditolong, jadi tidak tertolong
Dokter, tolong periksa anakku!
TD 70/50.
Nadi di atas 130.
- Bagaimana anak ini sampai terluka? - Saat gempa, kami ditabrak mobil.
Setelah bagian perutnya ditabrak, dia jatuh pingsan.
Sebelah sini! Perawat!
- Iya! - Cepat! Cepat!
Tidak apa-apa. Semuanya akan baik-baik saja.
Dokter, tolong selamatkan anakku.
Bisakah, Dokter?
Sebelah sini! Bawa ke OK, cito!
Baik.
Dokter Ahn Dae Gil! Dokter Eun So Yool!
Bagian sini lebih kurang sudah beres.
Tolong antar selimutnya kepada pasien-pasien di luar!
Sudah habis.
Lagi?
Yang lain-lain ke mana?
Dasar perawat idiot!
Tidak tahu ya dia kalau aku itu ketua ko-as?
Bukan karena kau hafal betul denah rumah sakit dan bagian-bagiannya?
Memangnya dandananku seperti seorang ahli gizi ya?
Selalu saja memberi perintah seenak perut.
Ahli gizi dan ahli jiwa kan gajinya mirip-mirip?
Kedengarannya seperti pujian nih!
Terima kasih.
Kalian jangan panik!
Hidupkan lampu kalian!
Aigoo, kau tidak apa-apa?
Hati-hati, hati-hati sedikit.
Tidak bisa. Ayo, ayo naik!
Sini, Oppa bopong kau.
Lebih keras lagi!
Semuanya, jangan takut!
Dengarkan bunyi peluit dan ikuti aku!
Kakiku sakit sekali.
Mau jauh lagi?
Baik, sedikit lagi sudah hampir tiba.
Yang semangat! Hampir sampai.
Hati-hati sedikit.
Terus! Terus naik!
Hati-hati!
Aigoo, warung-warung di pinggir jalan roboh semua.
Aku hanya berhasil memungut beberapa botol air.
Yang lain? Tidak ada makanan yang lain?
Ada sih orang-orang yang merangkak masuk ke dalam mengambil makanan.
Dasar! Jadi tim penyelamat setidaknya harus memiliki harkat martabat.
Kunyuk, memangnya harkat martabat bisa mengenyangkan perutmu?
Dengan perut kenyang baru ada tenaga.
Dengan adanya tenaga baru bisa menyelamatkan orang.
Daejang-nim, berhasil mengontak markas?
Kapan baru bisa pulih?
Masih belum bisa ganti shift?
Aku sangking lelahnya duduk saja tidak bertenaga.
Aku juga hampir mati pengap.
HT-nya harus berfungsi dulu baru bisa digunakan untuk berkomunikasi.
Tempat buat mengisi ulang batere saja tidak ada sekarang. Kejadian apa ini sebenarnya? Mau gila rasanya.
Yang pasti akan datang lagi kejadian apa gitu.
Aigoo, sudah ah!
Malas ngurusin lagi ah!
Ngurusi diri sendiri saja sudah tidak bisa.
Tim penyelamat apaan tim penyelamat.
No comments yet. Be the first to leave one.