نخستین 167 خط.
Kami akan mengambil Raksasa Pendiri.
Eren.
Kenapa?
Yang barusan dia...
Jangan-jangan, Ackerman?
Mustahil.
Aku Raksasa, lo.
Hanya dengan tubuh manusia,
mereka
mau membunuhku?
Inikah
iblis dari Pulau Paradis?
Di belakang. Awas. Menghindar.
Sialan. Tak bisa menghindar.
Sialan. Dia juga datang, ya?
Raksasa Pengangkut.
Pieck.
Untung masih sempat.
Sudah kuduga,
senjata mesin kelas berat ini adalah musuh alami Perlengkapan Bermanuver 3D.
Meski memakan waktu, tetapi terbayarkan.
Eren.
Datang juga,
Raksasa Hewan Buas.
Pak Zeke.
Akan kubunuh kau, Eren Yeager.
Jangan sampai kabur.
Musnahkan semuanya.
Jangan mati.
Kita harus bertahan hidup.
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Nasibmu sendiri yang melihat
La-La-La-La-La vida sola vi-vivirás
Nasibmu sendiri yang melihat
La vida sola vi-vivirás
Nasibmu sendiri yang melihat
La vida sola vi-vivirás
Keadilan yang hidup
Justice, justice, la vivida
Mari mulai hidup baru dari kegelapan
Let's start a new life from the darkness
Hingga cahaya menyinari akhirnya
Until the light reveals the end
Wajah berdosa, kutukan yang tumbuh
Sinister faces, growing curses
Inilah perang terakhirku
This is my last war
La-La-La-La-La vida sola vi-vivirás Nasibmu sendiri yang melihat
Angels playing disguise Malaikat menyamar
La vida sola vivirás Nasibmu sendiri yang melihat
With devil's faces Memakai wajah iblis
La vida sola vivirás Nasibmu sendiri yang melihat
Children cling to their coins Anak-anak berpegang pada koin
Justice, justice, la vivida Keadilan yang hidup
Squeezing out their wisdom Menyerap semua kebijaksanaan
La-La-La-La-La vida sola vivirás Nasibmu sendiri yang melihat
Angels planning disguise Malaikat berencana
La vida sola vivirás (justice, justice) Nasibmu sendiri yang melihat (keadilan)
With devil's faces Dengan wajah iblis
La vida sola vivirás Nasibmu sendiri yang melihat
Children cling onto their Anak-anak mempertahankan
Justice, justice, la vivida Keadilan yang hidup
Very last coins Koin terakhir mereka
Destruction and regeneration Kehancuran dan regenerasi
You are the real enemy Kaulah musuh yang sebenarnya
Justice, justice, la vivida Keadilan yang hidup
Perang
War
Perang (milikku)
War
Perang (milikku)
War
Monster, monster, monster, monster
Serangan
Apa ini?
Mungkinkah itu
Pak Krueger?
Bukan, tetapi Eren Yeager.
Kurang ajar.
Wakil Kapten Braun.
Wakil Kapten.
Wakil Kapten, maafkan aku.
Ini salahku.
Masih hidup, tetapi...
Dia tak sadarkan diri.
Dengan kekuatan Raksasa,
harusnya tubuh yang terluka bisa sembuh sendiri.
Tetapi asalkan punya keinginan hidup yang kuat...
Ini...
Aku tak ingin melakukan ini lagi.
Tolong bunuh aku.
Wakil Kapten, aku akan panggil bantuan.
Yang ada di luar sana bukan hanya musuh.
Aku, Gabi, dan semuanya ada di pihakmu.
Tunggulah, Wakil Kapten Braun.
Dia datang.
Kurang ajar.
Hoi, tunggu.
Akan kubunuh dia.
Kita lindungi bagian belakang kapten.
Siap.
Di atas.
Atas mana?
Galliard. Kami terselamatkan.
Terima kasih.
Porco.
Hampir saja.
Kami tertolong.
Hati-hati.
Aku kehilangan Ackerman saat mengejarnya.
Pasti sembunyi di suatu tempat.
Apa?
Porco.
Raksasa Palu Perangnya...
Kristal yang sama seperti Annie.
Sudah kuduga dia memang susah digigit, ya.
Tetapi semua kekuatanmu sudah dikerahkan.
Kalau masih ada sisa kekuatan,
harusnya kau pasti bisa menusuk langsung tengkukku.
Kau sudah kehabisan cara.
Aku sendiri masih punya cara.
Sial.
Bangsat.
Dia masih punya sisa kekuatan, ya?
Kalau kita bisa menghabisinya,
Raksasa Pendiri itu...
Kenapa kau ketakutan, Porco?
Ha?
Kita tak perlu panik.
Yang menguasai medan perang saat ini adalah kita.
Sejak awal, musuh sudah terdesak.
Karena musuh menyusup menggunakan Perlengkapan Bermanuver 3D,
mereka tak punya banyak senjata atau bahan bakar.
Artinya, mereka bagaikan tikus dalam karung
di tengah wilayah musuh tanpa jalur suplai.
Karena saat ini pasukan Marley sedang mengepung distrik penampungan,
musuh jadi tak punya jalan kabur.
Sejak awal, Pulau Paradis itu sendiri,
tak punya kekuatan untuk melawan Marley dalam peperangan.
Makanya, asalkan kita bisa menahan Raksasa Pendiri,
mereka akan kehilangan senjata ampuh "Guncangan Tanah", 'kan?
Dan senjata ampuh tersebut saat ini ada di depan kita, lo.
Justru karena itu kita harus gerakkan bidak dengan hati-hati.
Pokoknya kita hanya perlu melindungi kapten dari Ackerman.
Pieck memang cerdas.
Benar sekali.
Eren Yeager
bukanlah musuhku.
Pertama-tama dari kau dahulu.
Keluarlah, Levi.
Kau tak punya waktu, 'kan?
Luar biasa. Kapten Zeke.
Dia memang hebat.
Grice?
Komandan Magath?
Komandan, di belakang alun-alun...
Sedang apa kau?
Kau tak apa-apa?
Apa kau terluka?
Tidak.
Kalau begitu, cepat pergi dari sini.
Soal itu, Wakil Kapten Braun ada di belakang alun-alun.
Di bawah tanah dan tak bisa bergerak.
Apa?
Ini salahku.
Dia melindungiku.
No comments yet. Be the first to leave one.