The Beauty Inside (Byooti Insaideu / 뷰티 인사이드)

The Beauty Inside (Byooti Insaideu / 뷰티 인사이드)

دانلود زیرنویس Indonesian

هماهنگ با نسخه‌های زیر

뷰티 인사이드ㅡㅡㅡThe Beauty InsideㅡㅡE15 Ayra
ناشر Writer_Ayra
Episode 15. Enjoy.

برچسب‌ها

other
Download Indonesian Subtitle Files for Mobile (2)
Choose the file for your episode 15.ass 64 KB 15.srt 54 KB
دانلود زیرنویس Indonesian
Translate with Pro
Show all subtitles
تاریخ انتشار: 2018-11-19
تعداد دانلود: 46
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Ketua Im datang ke sini.

Ibu datang.

Bagaimana kondisi Oppa?

Apakah pemulihannya berjalan lancar?

Mari duduk dulu.

Do Jae sudah jauh lebih baik sekarang. Dia akan segera kembali pada kita.

Ibu telah melalui banyak kesulitan.

Orang yang paling menderita adalah Do Jae.

Setelah operasi, dia membuka mata, menatap,

lalu memanggil Ibu.

Hal itu mengingatkan Ibu pada hari itu.

Hari di mana dia membuka matanya...

...dan menanyakan siapa Ibu.

Dia itu sangat keras kepala.

Apa kau menghubungi Do Jae?

Ya.

Kubilang pada Oppa, kalau dia tidak segera kembali,

One Air akan mengejar T Road Air.

Seperti itulah kalian berdua.

Dia akan berusaha keras untuk kembali sesegera mungkin.

Hei.

Kapan kau akan memperkenalkan kekasihmu?

Terima kasih makanannya.

Aku pamit.

Mari berhati-hati dalam bicara.

Hei, tunggu. Ryu Eun Ho!

Bawa itu bersamamu. Berikan pada Se Gye.

Astaga, keparat itu.

Menurun siapa sih dia sampai setertutup itu?

Berhentilah mengganggunya. Bagaimana kalau dia memutuskan memberontak?

- Biarkan saja dia. - Dia sendiri?

Seolah tidak pernah membuatku kesal saja.

Dan bagaimana bisa kau mengatakan aku mengganggunya?

Bagaimana penampilannya?

Yah... dia...

- Dia cantik. - Oh, ayolah.

Cantik yang bagaimana?

Terima kasih makanannya.

Aku pamit.

Hei, Ryu A Ram!

Augh! Tidak tahan aku pada kalian berdua!

Menurun siapa sih mereka berdua itu?

Kau, tentu saja.

Mereka menuruni dirimu...

Itulah sebabnya mereka tampan dan cantik.

Mereka sangat tampan dan cantik.

Kau lihat, aku memiliki standar yang tinggi.

Terima kasih makanannya.

Aku pamit.

- Kau... - Aigoo...

Augh, rasa penasaran ini bisa membunuhku.

Hei.

Oh, kau sudah datang.

Aigoo.

Aku mau ikut.

- Tidak boleh. - Kenapa?

Aku juga merindukan Se Gye dan Kingkang.

Kubilang, tidak boleh.

Penampilanmu terlalu menonjol untuk muncul di desa pinggiran.

Kau hanya akan menarik perhatian.

Dia kan ke sana untuk mendapatkan ketenangan.

Kalau begitu, bisakah kau minta dia ke Seoul?

Bersabarlah. Aku akan segera membawanya.

Apakah Se Gye sudah lebih baik sekarang?

Pada awalnya, dia sangat kacau.

Tapi sekarang, sudah lebih baik. Dia akhirnya tampak hidup.

Uang yang ditransfernya padaku belum tersentuh sama sekali.

Katakan padanya kalau dia bisa memintanya kembali kapanpun membutuhkannya.

Hei, bukannya kau bilang akan melanjutkan pendidikan?

Hargai saja ketulusannya dan gunakan uang itu.

- Atau donasikan saja. - Mana bisa?

Dia bekerja keras untuk mendapatkannya.

Dia selalu bisa menghasilkan lebih.

Kau akan membuatnya kembali berakting?

Meskipun bukan aku,

cepat atau lambat, dia akan kembali ke dunia hiburan.

Akting adalah panggilan hidupnya.

Mana mungkin dia bisa mengabaikannya?

Semua itu hanya soal waktu.

Aku pergi.

- Hati-hati mengemudinya. - Ya.

Aigoo.

Aku berharap bisa bertemu dengannya.

Apakah putrinya tinggal di sini setelah dia pensiun?

Kupikir mereka menyewakan rumahnya.

Seorang nenek tinggal di sana.

Aku pernah sekali melihat seorang nenek ke luar dari sana malam hari.

Tidak, kok. Mereka punya anak.

Mungkin si nenek dan anak itu tinggal bersama.

Lalu, bagaimana dengan Nona muda yang terakhir kali kulihat?

Aku tahu jawabannya.

Nenek si anak pasti merawat cucunya...

...demi putrinya yang sesekali datang berkunjung, 'kan?

Benar.

- Halo. - Halo.

Halo.

Kukira kau tidak ada di rumah.

- Kau sangat cantik. - Terima kasih.

- Dia pasti ibunya anak itu? - Ya, pasti.

Bukankah dia tampak terlalu muda?

- Ayo. - Ayo.

Oh, kau datang.

Aku ini mengunjungi temanku atau klub merajut, sih?

- Paling tidak, belilah TV. - Tidak mau.

Kenapa tidak?

Pasti hal itu membuatmu ingin kembali berakting.

Kau akan duduk di sini dan berpikir, "Aku bisa mengerjakannya dengan lebih baik."

Apa itu?

Kiriman dari ibunya Eun Ho.

Beliau selalu mengirimiku banyak hal. Aku sangat berterima kasih.

Eun Ho juga ingin datang. Sulit kemari tanpa dia.

Aku juga merindukan Eun Ho.

Aku secara pribadi berpikir kalau Eun Ho...

...lebih merindukan Kingkang daripada kau.

Kingkang memang terlalu menawan.

Bukan begitu?

Ini, buku yang kau minta.

Aih, kau senang?

Belakangan ini,

aku sampai bertanya-tanya apakah aku memiliki penerbitan dan bukannya agensi artis.

Belakangan ini, aku lebih sering bertemu orang-orang penerbitan dibanding para sutradara.

Mereka semua sangat senang.

Mereka bilang semua buku yang kau baca laku keras.

Terima kasih banyak.

Kau mengurung diri di sini, tapi sebenarnya pasti ingin kembali berakting.

Apa kau tidak merasa...

...setidaknya ingin membacakan buku untuk menyemangati orang-orang?

Sudah kubilang, kau terlahir sebagai seorang aktris.

Haruskah kita kembali sekarang?

Bukan begitu.

Aku hanya bosan. Bosan.

Kau sungguh tidak akan ke luar rumah sama sekali?

Kau akan tetap hidup seperti ini?

- Aku pergi ke luar, kok. - Bukan begitu.

Pernahkah kau ke luar dengan wajah aslimu?

Katamu, kau akan merajut setiap kali merindukan dia.

Warnanya berbeda, jadi kau pasti sudah menghabiskan segulung benang.

Kau pasti sangat merindukan dia.

Sudah berapa gulung yang kau habiskan?

Ini, untukmu.

Aku tidak tahu kalau orang-orang juga merajut spons penggosok?

Hei, kau jahat sekali.

Augh! Kau benar-benar membuatku frustrasi.

Kenapa kau begitu setia sekali?

Aigoo.

Aish, tidak disangka dia merajut spons penggosok untukku.

Astaga. Aku sebaiknya duduk di sini.

Apa-apaan? Apa yang kau foto?

Se Gye, kau sangat terampil.

Spons penggosok ini sangat menggemaskan. Aku akan memamerkannya di SNS.

Astaga.

Spons penggosok! Bagus.

Sudah selesai.

Apakah benar ini ukuranmu?

Atau salah?

Apakah seharusnya lebih kecil?

Aku merindukanmu.

Kau pulih dengan baik.

Anda menakutiku dengan mengatakan prosentase kesuksesannya hanya 5%.

10 tahun lalu memang hanya 5%.

Sekarang, seharusnya sekitar 20%.

Kalau begitu, keputusan bijak aku melakukannya sekarang dan bukannya dulu.

Kau hidup dengan kondisi seperti itu selama 10 tahun.

Siapa yang memotivasimu untuk mendadak memutuskan menjalani operasi?

Tidak peduli aku bisa mengenali wajah ataupun tidak,

bukan lagi jadi soal bagiku.

Tapi seseorang yang kukenal terus menangis,

dan hal itu penting bagiku.

Sudah lama aku mengenal Anda,

tapi ini pertama kalinya aku menyaksikan langsung wajah Anda.

Dan pendapatmu?

Senang bertemu dengan Anda.

"Kita merasakan segalanya terjadi agar cinta ini dapat berhasil."

"Semua rahasia mengarah kemari,"

"dan dunia serta waktu pasti..."

"...sejak lama merencanakan cinta itu dengan hati-hati."

"Bahkan meski kita tahu itu pemikiran bodoh,"

"di lubuk hati terdalam hingga merasuk ke tulang,"

"kita menyadari bahwa itu benar adanya."

"Saat ini."

"Kita merasakan bahwa akhirnya kita sampai di tempat..."

"...yang ditakdirkan untuk kita."

Oh, kau datang.

Kau tampak sangat baik.

Memang baik. Sungguh.

Tetap saja, kau harus menjalani tes.

Kau sangat disipilin.

Aku bekerja keras ketika dibayar dengan baik.

Ibuku.

Kakekku.

Ayahku.

Sa Ra.

- Kau tidak mengenali wajah itu? - Apakah ini...

...diedit?

Aih, omong apa, sih?

- Kau tahu? - Sangat jelas.

Penampilan aslimu tampak lebih baik, Jeong Joo Hwan.

Bagus sekali. 100.

Se Gye baik-baik saja.

Kau pun baik-baik saja, 'kan?

More Indonesian subtitles for The Beauty Inside (Byooti Insaideu / 뷰티 인사이드)

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left