نخستین 151 خط.
Manusia hampir dilenyapkan oleh iblis.
Dan yang selamatkan manusia hanyalah seorang penyihir.
Dia dipanggil Kaisar Sihir, dan dia pun jadi legenda.
Untuk lindungi markas Banteng Hitam dari serangan Mata Matahari Tengah Malam,
Gauche, Gordon dan Gray bertarung sekuat tenaga.
Ditambah lagi...
Takkan kubiarkan seorang pun sakiti teman-temanku yang berharga.
Mana Corkscrew!
Ada satu anggota Banteng Hitam lagi yaitu Henry, ikut bertarung bersama anggota Banteng Hitam yang lain,
dan berhasil menahan Rades dan yang lainnya, tapi...
Apa-apaan mereka itu?
Apa yang sudah mereka ambil dari markas kita?
Tn. Licht.
Kerja bagus.
Batu sihir pun berhasil mereka curi dari markas Banteng Hitam.
Lalu, di tempat lain,
Mereoleona dan pasukan Kesatria Royal menyusup ke markas Mata Matahari Tengah Malam,
membuat salah satu Tiga Mata yaitu Raia si Pengkhianat bergerak.
Sepertinya orang yang berbahaya sudah muncul.
Licht juga sudah pergi.
Merepotkan sih, tapi sepertinya aku yang harus hadapi mereka.
Halaman 91 Mereoleona vs. Raia Si Pengkhianat
Sihir macam apa yang dimiliki orang itu?
Sihir Air Raksa: Peluru Perak!
Pedang Perak!
Bagaimana dengan ini?
Tombak Perak Bersinar!
Serangan Mata Matahari Tengah Malam sama sekali tak mempan, lo.
Baru pertama kali ini aku melihat Tn. Nozel bertarung seserius ini!
Luar biasa, ya.
Menurut hasil penyelidikan, si pengguna sihir ruang itu hanya sekali dalam sehari berada di sini.
Dan sekaranglah saatnya.
Di luar, penyihir ruang kami sudah siapkan sihir pengganggu ruang.
Dengan ini, tak ada penyihir lain yang bisa masuk dari luar.
Pemimpin Mata Matahari Tengah Malam, Licht.
Sebelum aku mengalahkanmu, kau takkan kubiarkan pergi dari sini!
Sihir Bunga Sakura:
Badai Daun Bunga Sakura Bermekaran!
Ditambah, ilusi keindahanku!
Apa-apaan sihir ini?
Diriku yang dulu, benar, diri sombongku,
sudah kusingkirkan bersama rambutku.
Dan karenanya, sihirku jadi jauh lebih indah,
dan aku pun bisa menggunakannya untuk buat kalian terlihat indah!
Itu menjijikkan, jadi, diamlah sebentar!
Sihir Penciptaan Air: Bola Air Naga Laut!
Sihir Tembaga: Gada Bersinar Merah!
Lumayan juga.
Tapi tak kusangka kau berhasil masuk Kesatria Royal, Ben Benfunk.
Padahal tim kami mengalahkanmu dalam sekejap.
Oi, oi, kejam sekali ucapanmu setelah aku terlihat keren begitu.
Selain itu, yang kalahkan kami adalah Yuno.
Intinya sama saja, 'kan?
Aku akan kerahkan semangatku di sini.
Kalau sampai aku mengacau, bisa-bisa Nn. Mereoleona menghajarku habis-habisan!
Sihir Halilintar: Iblis Petir!
Padahal dia punya kesempatan untuk bisa ke tempat seseru ini, tapi dia justru gagal, ya.
Apa boleh buat.
Aku akan mengamuk gantikan Magna, lalu memamerkannya padanya!
Indah sekali, 'kan?
Yuno memang hebat!
Mau seperti apa pun mereka, kroco tetaplah kroco, ya!
Gampang banget.
Ayo segera maju.
Percuma saja.
Apa pun yang kalian lakukan...
Apa?
Kata-kata terakhir kroco?
Sebentar lagi kami akan terlahir kembali dengan wujud sejati kami!
Wujud sejati?
Apa yang kaubicarakan?
Pola apa yang ada di dinding ini?
Semakin jauh kita, semakin banyak polanya.
Ini mengerikan.
Ada apa, Yuno?
Diamlah.
Aku mendengar sesuatu.
Aku bisa lihat semua jebakan sederhana itu!
Pedang antisihirku akan memotong semua jenis sihir!
Kami benar-benar tak dikasih jatah, ya!
Bisakah Anda istirahat dulu?
Biar kami dulu yang bertarung!
Tunggu, itu aku?
Kak Grey, ya?
Jadi, kau bisa gunakan sihir ya, Cebol Sialan?
Sihir bayangan?
Tentu saja tidak!
Jangan remehkan manusia tanpa sihir sepertiku!
Kenapa kau seenaknya menggandakan diri?
Tidak, bukan aku yang menggandakan diri!
Salah satunya palsu, ya?
Dia bahkan meniru manusia tanpa sihir.
Apa kau tahu mana yang asli?
Sama sekali tidak.
Kau tak berguna sekali, ya.
Akulah yang asli!
Tidak, akulah yang asli!
Kau itu pasti yang palsu, 'kan?
Tidak, kau yang palsu!
Berisik.
Dua-duanya dibakar.
Apa yang Anda lakukan?
Mau membunuhku, ya?
Berarti dialah yang asli, ya.
Aku tak ingat pernah bawa orang yang mati hanya karena serangan seperti itu.
Orang ini benar-benar gila!
Ya, memang benar.
Dia benar-benar sudah gila.
Sihir Peniruan: Aqua Curtain!
Sihir Peniruan: Sinar Penyembuh!
Ya ampun, nona yang mengerikan.
Dia...
Halo, aku Raia.
Padahal nona ini cantik sekali,
tapi sayang sekali.
Dia bukan nona-nona, tapi seorang kesatria!
Seorang prajurit.
Siapa kau ini?
Sepertinya kau bisa sedikit menghibur, ya.
Dia Tiga Mata terakhir Mata Matahari Tengah Malam.
Dia bernama Raia si Pengkhianat.
Dia orang yang mengerikan dan bisa meniru sihir orang lain!
Benar juga, aku pernah dengar soal informasi itu.
Anda sudah lupa?
Oi, oi, apa-apaan dengan kekuatan sihirnya itu?
Kami harus melawan monster seperti dia?
Kalau bukan anggota keluarga kerajaan, aku pasti sudah mengajakmu pergi minum.
Tak perlu menahan diri.
Akan kuizinkan kau minum sebanyak mungkin...
...api neraka!
Wah, gawat. Seram sekali.
Tapi aku sudah pernah merasakan api neraka, sih.
Sihir Peniruan: Pedang Hitam Berselimut Kegelapan!
Bukankah itu sihirnya Komandan Yami?
Hoi, jangan seenaknya menirunya!
Ya, masalahnya sihirku memang gunanya untuk meniru sihir orang lain.
Sepertinya si bodoh itu masih perlu banyak berlatih,
karena sihirnya bisa kau tiru semudah itu.
Baiklah, aku akan mulai.
Sihir ini takkan mudah dihindari, lo!
Kuda-kuda itu...
Itu juga kuda-kudanya Komandan Yami!
Sihir Peniruan: Tebasan Jubah Kegelapan!
Dia meninju sihirnya dan membakarnya?
Apa-apaan itu?
Sayangnya, si bodoh pemilik sihir itu punya serangan yang lebih kuat.
Oh, tapi...
Sihir yang membakar dan menghancurkan semuanya...
Sihir Api:
Calidos Brachium!
Untuk balasan adik laki-lakiku, terbakarlah!
No comments yet. Be the first to leave one.