نخستین 200 خط.
Bisakah kau mengisi ulang? 10 euro.
- Nomornya? - 329...
8414.
Dan kartu gosok.
Prize atau Super Prize?
Apa bedanya?
Prize harganya lima euro dan kau bisa memenangkan 500.000 euro.
Super Prize harganya sepuluh euro dan kau bisa memenangkan satu juta euro.
Aku pilih Prize.
- Selamat tinggal. - Selamat tinggal. Terima kasih.
Cewek seksi.
Monica?
- Eh? - Yang angkatan laut.
Yang itu kemarin ada di kursi.
Kau yang mencuci, bukan?
Kapan aku mencucinya?
- Entahlah, pada hari Sabtu. - Pada hari Sabtu...
- Bukankah ada di kursi? - Tidak.
Ada di lemari. Siapa yang menaruhnya di sana?
- Hai. - Hai.
Terima kasih.
Keluarkan buku latihanmu.
- Bagaimana hasil ujianmu? - Tidak terlalu bagus.
Kau? Enam. Itu tidak buruk, kan?
Berapa nilai yang kau dapat, Nadia?
Tujuh? Ace, aku dapat lima, aku buat banyak kesalahan.
- Aku akan ambil salah satunya. - Satu euro.
Hai.
Hai.
Kau mau apa?
Aku tidak tahu...
Es loli.
Pilihlah yang mana yang kau mau.
Bagaimana kalau kita jalan-jalan sambil makan?
- Oke. - Ayo.
Aku sudah pernah melihatmu. Kau tinggal di sini juga, bukan?
Kau selalu sendiri.
Kau tidak punya teman?
Tidak, mereka semua sombong.
Kau masih sekolah?
Ya, aku berada di tahun ketiga Hotel dan Katering.
Aku di sekolah yang sama.
Aku akan jual sepatu pelayanku jika kau membutuhkannya.
Kau bisa lulus setelah dua tahun, bukan?
Tidak, diploma butuh tiga tahun, lalu kau bisa memilih dua tahun lagi.
Aku keluar setelah tahun ke dua.
Semua sama, kau belajar semua, kan?
Apa pekerjaanmu sekarang?
Aku berganti pekerjaan setiap saat.
Pamanku bekerja di bengkel terdekat.
Aku kadang-kadang membantunya. Dan membayarku setiap hari.
Pamanku punya senjata, kau tahu.
Astra Cub.
Model lama, terapat ukiran pada logamnya.
Harganya mahal dan sulit ditemukan.
Kau ingin melihatnya?
- Hai paman. - Halo.
Bolehkah aku pinjam kunci rumahmu?
Halo.
Halo.
Brando...
Nyalakan pemanas di kamarku, agar hangat saat aku sampai di rumah.
Aku lupa menyalakannya.
Oke.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
- Ayo. - Giliranmu.
Kau memiliki pabrik kartu truf.
Mau air?
Ini air keran yang bagus.
Di tempatku juga begitu.
Jika kau ingin melakukan sesuatu, silakan saja. Atau kau ingin ke kamar mandi.
Aku tidak ingin apapun.
Celana jeans yang kau pakai itu sangat ketat...
Jadai sulit untuk berimajinasi.
Ini sudah lama, aku pun tidak ingat di mana dulu aku membelinya.
Oke...
Ayo, aku akan menunjukkan senjatanya.
Belum lama dibeli.
Paling lama dua atau tiga bulan.
Bagus, bukan?
Ini senjata terkecil di dunia.
Ya ini bagus.
Berapa harga kamar ini?
Jika kau menyewakannya.
Pamanku ingin menyewakannya.
Dia bilang dia bisa tidur di ruang tamu, dia bisa mendapat tambahan uang dengan kamar ini.
Menurutmu berapa?
Aku tidak tahu.
120, 150?
Ya, mungkin.
Jangan, kumohon.
Jangan malu, kau memiliki pantat yang kencang.
Ayo pergi sekarang.
Tidak...
Nanti saja.
Aku sudah mendapatkan kuncinya.
Ayo pergi...
Aku lebih suka.
Kita di sini sebentar?
- Kau ingin bercinta? - Tidak, aku tidak mau.
Kita sudah punya tempat untuk bercinta sebentar saja.
Sudah kubilang, aku tidak mau.
Tapi aku mau.
Kita sudah di sini sekarang.
Lakukan untukku kalau begitu.
Sudah kubilang, aku tidak mau.
Mengapa tidak?
Ini bukan pertama kalinya kau bercinta kan?
Aku yakin kau sering blowjob.
Kau itu pelacur, tidak ada salahnya.
- Apa yang kau inginkan? - Apa yang kau inginkan?
Aku akan memasukkan kontolku ke pantatmu jika aku mau, oke?
Kau lihat pistol itu?
Bukankah kau lebih suka kontolku?
Ayolah, aku sudah horny sepanjang hari ini.
- Kau gila! - Jangan lakukan ini padaku!
Kau di sini dan kau akan tetap di sini.
Sekarang lepaskan celana jins itu dan jangan main-main denganku...
atau aku akan membunuhmu.
Oke?
Kau suka menonton TV?
Ngomong-ngomong, kau punya ponsel?
Jika ada, lebih baik kau menyerahkannya.
Ayolah, aku tahu kau punya.
Tidak akan ada apa-apa, aku hanya menyimpannya.
Aku pun sudah punya, tapi tolong serahkan ponselmu.
Serahkan.
Lepaskan jeansmu.
Ya Tuhan, kau cantik sekali.
Kemarilah...
Kau bersih kan?
Kau tidak terlihat seperti dirimu. Kau baik-baik saja?
Tenang saja, aku sehat.
Sangat sulit jika kau tidak mempercayaiku, tapi aku benar-benar tidak terkena penyakit.
Angkat kakimu.
Kau memiliki rambut yang indah.
Berapa lama lagi kau akan ada di sana?
Tidak lama.
Ayolah, aku mau kencing.
Tapi luangkan saja waktumu.
Aku mengembalikan ponselmu,
Aku ingin kau membantuku, oke?
Aku akan memberitahumu langsung.
Jika kau memberitahu orang-orang tentangku, aku akan memukulmu.
Mengerti?
Kami semua akan menghajarmu, aku, pamanku dan teman-temannya.
Jika aku mendengar rumor, aku akan memberimu pelajaran.
Jadi jangan menyebarkan omong kosong.
Aku percaya padamu.
Ini terserah padamu.
Tunggu.
Kau suka sandwich?
Kau suka? Kita bisa membelinya.
Kau pulang.
Ini belum siap, kita akan makan nanti.
Roti ini tidak terlalu enak.
Itu bukan dari tukang roti yang biasanya.
Makanya jangan beli.
Kau bisa membeli roti lapis saja.
Ya.
Siapa itu?
Hai ibu.
Kau membawa kue?
- Aku punya kabar baik. - Apa itu?
Hai sayang!
Kejutan!
Aku seharusnya tidak datang, tapi aku mendapat panggilan telepon.
Panggilan apa?
- Ayo makan kuenya dulu. - Tidak bisakah kau memberi tahu kami beritanya?
Aku sudah menunggu jawaban selama dua minggu terakhir.
- Kau tidak menyukainya? - Aku tidak lapar.
Aku lihat mereka membuka klub di pusat,
aku menelepon mereka siapa tahu mencari staf.
Lalu..
Pemiliknya meneleponku pada jam 7 dan memberitahuku aku mendapatkan pekerjaannya.
Aku mulai kerja Selasa depan.
- Itu berita bagus. - Ya.
Di dunia kecilmu?
Apa yang kau pikirkan?
Sepatumu? Kau melupakannya?
Aku akan memeriksanya.
Mereka tidak akan membolehkanmu mengikuti pelajaran.
Aku rasa mereka akan mengizinkan, ini pertama kalinya.
Mulailah mengeluarkan kartu tempat.
Di mana sepatumu?
- Aku meninggalkannya. - Kalau begitu tidak ada pelajaran untukmu hari ini.
Selamat tinggal.
- Anak yang tempo hari itu? - Kau tahu dia, dia ada di sekolah kami.
- Di tahun ke empat? - Dia selalu mengabaikanku.
- Benar. - Dia malah mengejar si jalang itu!
- Dia sudah tak tahan lagi! - Sampai suatu hari.
- Mengapa? - Tahu tempat parkir mobil di dekat rumah sakit?
- Ya. - Dia membawaku ke sana dengan mobilnya.
- Mobilnya? - Dia menyalakan musik...
Lalu dia menggenggam tanganku dan menciumku.
Dan kau tidak mengatakan apa-apa?
Aku melihat kontolnya tegang melalui celananya sambil menggesek-geseknya.
- Dia membuka ikat pinggang dan kancingnya. - Benarkah?
- Ya. - Kau tidak malu?
Sedikit, itu pertama kalinya bagiku.
No comments yet. Be the first to leave one.