نخستین 200 خط.
Semua yang membuat Kakek bahagia, akan kulakukan itu.
Bahkan jika kau harus menikahi Mark.
Kau yang membuatku gila.
Tidakkah kau tahu...
...betapa sangat menyiksa menjadi adikmu...
...selama sisa hidupku?
Aku juga akan sama tersiksanya menjadi kakakmu.
"Episode Sebelumnya"
Linen.
Aku tak bisa menipu diriku lagi.
Aku tak bisa berbohong lagi.
Linen.
- Aku... - Aku mencintaimu.
Aku juga mencintaimu.
Kurasa aku harus menelepon Mark.
Aku harus meneleponnya untuk meminta maaf.
Tidak perlu.
Aku yang akan melakukannya.
Aku yang memulai semua ini.
Aku yang harus bertanggung jawab.
Halo, Mark.
Mark.
Mark, apa kau mendengar? Mark?
Aku dengar.
Aku menunggu.
Tapi kau tak perlu banyak bicara.
Tapi sungguh, yang paling bisa kau katakan...
...adalah "maaf," benar?
Jika ada kata lain yang lebih baik,...
...aku ingin mengatakannya.
Mark,...
...selama ini,...
...aku memandangmu sebagai adik,...
...sebagai orang yang tak dewasa.
Tapi kini aku sadar,...
...kau lebih dewasa daripada aku.
Kau sudah menjadi pria sejati.
Pria terbaik yang pernah kukenal dalam hidupku.
Maafkan aku, Mark.
Aku iri kepadamu seumur hidupmu.
Dengan ini sekarang, aku bahkan makin iri.
Lupakan saja.
Lagi pula, ini sesuatu yang sudah kukira akan terjadi.
Tapi aku membohongi diri dengan berpikir ini takkan terjadi.
Kau mungkin ingin tahu apa yang kukatakan kepada Kakek.
Apa?
Ayah angkatnya datang ke sini?
Ya.
Dia marah besar.
Linen tak tahu harus bagaimana.
Dia bilang dialah yang membesarkannya.
Jika Linen akan menikah,...
...kenapa dia tak tahu tentang itu.
Dia jelas ingin mahar.
Kalau begitu, kau harus mengajakku untuk menemuinya.
Aku akan mengurusnya.
Lebih baik jika kita menunggu.
Untungnya, Phu tahu dan langsung kembali.
Phu akan membereskan masalah ini.
Kurasa ini yang terbaik.
Karena tiap pihak sedang marah,...
...yang terbaik adalah kita tak saling berhadapan langsung.
Phu bisa membereskan masalah mewakili Kakek.
Lagi pula, dia adalah kakak yang lebih tertua.
Baiklah,...
...jika itu caranya.
- Bagaimana dengan acara hari ini? - Tak masalah.
Acara hari ini bukan acara besar.
Ini bukan kerugian besar.
Setelah semuanya beres,...
...kita bisa mengatur acara besar, Kakek.
Maafkan aku.
Aku yang terburu-buru dan menyebabkan ini.
Tak apa-apa, Kakek.
Semua baik-baik saja.
Hal tak terduga bisa terjadi setiap hari.
Aku baik-baik saja.
Aku sungguh memilih anak menantu yang tepat.
Mulai sekarang,...
...tanggung jawabku sebagai teman pahlawan sudah selesai.
Terima kasih, Adik.
Kau sudah tahu sejak awal, 'kan?
Mereka berdua tak bersaudara.
Biarkan mereka pergi.
Bukankah itu terlalu mudah?
Kau berhak marah.
Aku juga marah.
Tapi berusaha memisahkan keduanya...
Kita tak punya harapan.
Kau akan membiarkan mereka...
...saling mencintai dan berbahagia, ya?
Kau tahu, 'kan?
Ada nenek sihir dalam dongeng.
Dia tak pernah jahat sejak awal.
Tapi karena dia adalah korban kutukan.
Ini tak berakhir di sini.
Jika kau ingin menghancurkan kehidupan keduanya,...
...itu sangat mudah.
Tapi itu akan berarti menghabisi nyawa Pak Tua itu juga.
Kau pikir akan semudah itu?
Mulai saat ini, kau bukan saudariku lagi.
"Kota Pattaya"
Siapa yang pertama mengatakan, "Aku mencintaimu?"
Hei, kau.
Bagaimana jika kau memberitahuku...
...kapan kau pertama menyadari kalau kau mencintaiku?
Jangan membodohi diri sendiri.
Dengan mata sipit, sikap pura-pura, dan haus akan kekuasaan itu,...
...kau biasa saja.
Tapi kau tetap ikut denganku.
Jadi, kau tak perlu pergi ke China?
Kau bilang ada pekerjaan mendesak, benar?
Aku sudah memberitahumu.
Di China sedang turun salju.
Jika aku pergi ke China sekarang,...
...maka aku akan harus melihat salju setiap saat.
Kau akan merindukanku, benar?
Aku tak ingin merindukanmu.
Aku lebih suka bersama.
Kita akan terus bersama, Linen.
Apa yang kau pikirkan, Putraku?
Kau tampak kurang sehat.
Aku baik-baik saja, Ibu. Kenapa tidak?
Acaranya baru saja dibatalkan.
Aku membesarkanmu sejak kau kecil.
Aku tak pernah melihat matamu tampak sesedih ini.
Kenapa aku tak mengetahuinya?
Ibu.
Kurasa aku akan kembali untuk menyelesaikan gelarku.
Apa kau akan melarikan diri dari ini?
Bukan begitu, Ibu.
Tapi...
...ini bukan masalah kita lagi.
Mulai sekarang, hanya ada kita.
Ini saatnya aku melakukan sesuatu untuk diriku...
...dan untukmu, Ibu.
Aku sangat bangga kepadamu, Putraku.
Kau bisa menghadapi semuanya dengan sangat tenang.
Tapi...
...apakah ada hal lain dari masalah ini antara kau dan Kakek?
Ini rumit, Ibu.
Tapi itu bukan masalah kita lagi.
Mulai sekarang, hanya ada kita.
Jangan terlalu mengkhawatirkannya.
Begitu Phu kembali, kita bisa mengetahui detailnya.
Aku harus bertemu dengan ayah angkat Linen.
Phu, Mark, dan Linen,...
...mereka berusaha menghindarinya setiap aku berusaha menemuinya.
Pasti ada sesuatu.
Jika ayah angkat Linen sungguh seorang penjudi,...
...dia mungkin hanya ingin uang.
Kuharap kau benar.
Bisakah kau menolongku?
Ya, Pak.
Ini paspor Linen.
Ini mungkin akan memberimu informasi.
Terima kasih sudah membawakanku pakaian ganti, Nida.
Tak masalah.
Aku akan pulang untuk mengambil paspor Linen.
Kau bisa mengatur penerbangan ke China pekan depan.
Aku akan mengajak Linen.
Kita akan pergi ke China?
Tentu saja, Tn. Phu.
Apa aku perlu pergi ke China?
Secepat dan sejauh mungkin.
Aku tak yakin apa yang akan terjadi...
...saat aku memberi tahu kebenarannya kepada Kakek.
Aku berubah pikiran, Nida.
Kau bisa...
...memesan penerbangan ke Chiang Mai untuk Linen dan aku besok siang.
Aku akan butuh tiket pulang.
Aku akan mengajaknya ke sana dan memastikan dia aman.
Tak ada yang bisa menemukannya.
Besok, sungguh?
Tampaknya kau akan menyembunyikanku.
Bukan tampaknya.
Itu rencanaku.
Tapi aku belum selesai mengurus masalah ayahku.
Tak ada "tapi".
Aku akan mengurusnya sendiri.
Ini rencananya, Nida.
Apa kau sudah mendengar kabar dari detektif?
Apa ada perkembangan?
Kita akan tahu sore ini.
Anak buahnya membawa foto untuk bertanya di rumah sakit lokal...
...tempat pria itu memberikan kita informasi,...
...kita mungkin menemukan petunjuk.
Kuharap ada kemajuan,...
...karena aku sungguh tak tahu apa yang akan terjadi...
...saat aku memberi tahu kebenaran kepada Kakek.
Kuharap ada lebih dari kata-kata kalau dia belum meninggal...
...dari pria yang menghilang.
Baik, aku akan langsung mengabarimu.
Terima kasih untuk semuanya, Nida.
Mengenai ayahmu, Linen,...
...aku akan meminta informasi dari Ton dan mengabarimu.
Jangan khawatir.
Terima kasih, Nida.
Sama-sama.
Kuharap semuanya beres.
No comments yet. Be the first to leave one.